Page 1 of 11

965

PENGARUH BEBAN KERJA, LINGKUNGAN KERJA, KOMPENSASI DAN

PENGEMBANGAN KARIR ORGANISASI TERHADAP KEPUASAN KERJA

KARYAWAN DI PT BETON PRIMA INDONESIA

Muhammad Wahyu Apiyanto1, Eny Setyariningsih2, Kasnowo3

*

Universitas Islam Majapahit, Mojokerto1

, apriyantowahyu24@gmail.com1

Universitas Islam Majapahit, Mojokerto2

, eny.se888@gmail.com2

Universitas Islam Majapahit, Mojokerto3

, kasnowo.fe@unim.ac.id3*

ARTICLE HISTORY

Received: 12 August 2024

Accepted: 9 October 2024

Keywords: workload, work enviroument,

compensation, career development, employee job

satisfaction.

AKMENIKA: JURNAL AKUNTANSI &

MANAJEMEN

Vol. 21 No. 2 October 2024, 965-975

1. PENDAHULUAN

Sumberdaya manusia ialah hal yang krusial bagi bisnis dan instansi pemerintah, terutama bagi organisasi.

Semua jenis bisnis, termasuk organisasi pemerintah, perlu bekerja semakin sigap, efisien, dan efektif. Oleh karena

nya, dalam manajemen organisasi, hirarki sumber daya manusia harus memiliki seperangkat kompetensi yang

spesifik. Manajemen komponen sumber daya manusia patut memperhatikannya dengan seksama supaya bisa

memenuhi tujuan tersebut. Alat manajemen membantu mencapai tujuan tersebut. Perusahaan, pekerja, dan

masyarakat akan dapat mencapai tujuan mereka dengan bantuan manajemen yang efektif. Kegunaan manajemen

dan aspek manajemen itu sendiri akan meningkat dengan adanya manajemen. Seni ataupun ilmu guna mengatur

hubungan dan peranan sumber daya individu supaya dapat digunakan dengan optimal guna mengoptimalkan

tujuan bersama, yaitu karyawan, masyarakat dan perusahaaan dikenal dengan sebutan MSDM (manajemen

sumber daya manusia). Bintoro dan Daryanto (2017:15) mendefinisikan MSDM sebagai berikut. Aset organisasi

yang paling berharga adalah sumber daya manusianya, atau individu-individu yang memberikan kreatifitas,

bakat, tenaga dan usaha mereka. Menyadari sumberdaya manusia adalah karyawan sebagai aset yang memiliki

kontribusi terbesar untuk keberhasilan suatu organisasi ataupun perusahaan. Sumberdaya manusia yang

dipunyai perusahaan tidak akan mampu mencapai tujuan organisasi atau perusahaan jika manajemen

menanganinya dengan tidak tepat. Sumber daya manusia kini dipandang sebagai aset utama organisasi dan juga

sebagai aset itu sendiri.

ABSTRACT

This study aims to determine the Effect of Workload, Work Environment,

Compensation and Organizational Career Development on Employee Job

Satisfaction at PT Beton Prima Indonesia, either partially or simultaneously.

The samples in this study were 44 employees. The method of determining the

sample in this study uses a saturated or census sample. Data collection was

carried out by distributing questionnaires. The data analysis technique uses

multiple linear regression analysis with the help of the IBM SPSS program. The

results showed that workload (X1) partially had no effect on employee job

satisfaction (Y) with a t count -0.241 <t table 2.022 with a significance level of

0.811. The work environment (X2) has no partial effect on employee job

satisfaction (Y) with a t count of 1.411 < t table of 2.022 with a significance level

of 0.166. Compensation (X3) has a partial effect on employee job satisfaction (Y)

with a t count of 23,425 > t table of 2.022 with a significance level of 0.001.

Career development (X4) has no partial effect on employee job satisfaction (Y)

with a t count of 0.053 <t table of 2.022 with a significance level of 0.958.

Workload (X1), work environment (X2), compensation (X3) and career

development (X4) simultaneously influence employee job satisfaction (Y) with

an F count of 197.722 > F table of 2.612 and a significance level of 0.001.

Page 2 of 11

966

Masing masing orang mempunyai tingkat kepuasan kerja berbeda -beda, yang merupakan pengalaman yang

unik. Tingkat kesenangan setiap individu atau pekerja dapat diketahui dengan meninjau apa yang langsung

mereka dapat dari pekerjaannya mereka dengan apa yang mereka rasakan semestinya. Ini ialah topik yang

penting serta menarik dikarenakan kepuasan kerja sudah dibuktikan amat menguntungkan bagi kepentingan

manusia, industri, dan masyarakat luas. Agar karyawan dapat bekerja dengan baik, perusahaan harus dapat

memastikan bahwa mereka merasa bahagia di tempat kerja.

Beban kerja ialah satu aspek dari tenaga kerja yang patut diperhitungkan. Persepsi seseorang terhadap beban

kerja yang direncanakan, sentimen jam kerja yang berlebihan, ukuran, tekanan kerja, dan kepuasan kerja

semuanya diukur dengan menggunakan istilah "beban kerja karyawan". Munandar (2016:385) mencirikan beban

kerja sebagai kumpulan tugas yang dikasihkan pada pekerja atau pegawai yang wajib dituntaskan dengan

menggunakan keterampilan dan kemampuannya pada tanggal dan waktu tertentu.

Rencana pengembangan sumber daya manusia juga tersedia untuk membantu mewujudkan inisiatif

perusahaan yang dapat mendukung ekspansi bisnis. Tujuan pengembangan sumber daya manusia adalah untuk

memajukan karir individu karena diharapkan pertumbuhan karir karyawan akan berjalan dengan lancar dalam

situasi yang terencana dan terstruktur. Maksud pengembangan karier ialah guna membantu memenuhi tujuan

organisasi, meningkatkan kesejahteraan karyawan, memungkinkan karyawan mencapai potensi penuh mereka,

mengurangi keusangan manajemen dan profesional, serta mengingatkan anggota staf akan penilaian mereka.

Tempat kerja ialah satu aspek yang memengaruhi kepuasan kerja para pekerja. Jika orang mengalami

ketidaknyamanan di tempat kerja, mereka akan sulit berkonsentrasi. Menurut Mangkunegara dalam Nabawi

(2019:173), lingkungan kerja meliputi semua peralatan dan material yang tersedia, cara bekerjanya, serta aturan

bekerjanya baik perorangan ataupun berkelompok. Lingkungan kerja yang positif sangat penting bagi sebuah

organisasi karena memungkinkan orang untuk berkinerja lebih baik dan dihargai untuk kenyamanan pribadi

mereka. Kondisi emosional yang menyenangkan dari penilaian pengalaman kerja seseorang juga diperlukan.

Ketika harapan-harapan ini tidak terpenuhi, ketidakpuasan kerja akan muncul. Ada banyak faktor yang

berkontribusi terhadap kepuasan kerja, tetapi yang paling umum adalah kesempatan untuk berkembang,

kompensasi, pengakuan, dan interaksi antara atasan dan bawahan.

2. KAJIAN TEORI DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS

Beban Kerja

Banyaknya tugas yang harus dituntaskan karyawan ataupun pegawai dalam sebuah organisasi menentukan

seberapa lancar aktivitas organisasi tersebut. Dalam komponen organisasi, pekerjaan merupakan faktor yang

paling signifikan. Hal ini dikarenakan pekerjaan berfungsi sebagai bukti yang dapat diverifikasi atas keberadaan

organisasi. Pekerjaan juga berfungsi sebagai alat ataupun media guna mencapai tujuan perusahaan. Beban kerja

perlu dipastikan lebih dulu untuk menentukan bagaimana pekerjaan yang dialokasikan ke tiap-tiap pegawai,

sebab hal ini akan memberikan penjelasan yang menyeluruh mengenai bagaimana pekerjaan tersebut dilakukan.

Kumpulan tugas yang perlu dilaksanakan seseorang atau satuan kerja disebut sebagai "beban kerja".

Beban kerja, sebagaimana didefinisikan oleh Permendagri No. 12 Tahun 2008, ialah jumlah pekerjaan yang

diperlukan dari sebuah posisi ataupun unit organisasi, dihitung sebagai hasil kali antar volume pekerjaan dan

waktu yang biasa digunakan. Menurut (Sunyoto, 2012: 64), orang yang memiliki terlalu banyak pekerjaan bisa

menjadi tegang dan stres. Tuntutan yang berlebihan pada tingkat pengetahuan tertentu, volume kerja yang sangat

berlebihan, kecepatan kerja yang berlebihan, dan factor-faktor lain bisa berkontribusi terhadap hal ini. Beban

kerja, menurut sejumlah pendefinisian yang diberikan sebelumnya, ialah jumlah total pekerjaan yang perlu

dikerjakan seorang anggota staf ataupun pegawai dalam sebuah organisasi selama periode spesifik.

Beban kerja, menurut sejumlah pendefinisian yang diberikan sebelumnya, ialah jumlah total pekerjaan yang

perlu dikerjakan seorang anggota staf ataupun pegawai dalam sebuah organisasi selama periode spesifik.

Lingkungan Kerja

Menurut Sutrisno (2010), infrastruktur dan fasilitas yang dikelilingi oleh seorang pekerja saat bekerja dapat

berdampak pada bagaimana mereka bekerja. Lingkungan kerja ini mencakup hal-hal seperti ruang kerja, fasilitas

stasiun kerja, pencahayaan, ketenangan, kebersihan, dan hubungan interpersonal. Sedarmayanti (2009)

Page 3 of 11

967

menyatakan bahwa alat dan bahan yang tersedia, ruang di mana orang bekerja, metode kerja mereka, dan

pengaturan yang mereka buat untuk proyek-proyek individu dan kelompok ialah contoh dari berbagai elemen

yang membentuk lingkungan kerja.

Istilah lingkungan kerja mengacu pada suasana di mana karyawan melaksanakan tugas rutin mereka.

Karyawan lebih percaya diri dan mampu memberikan pekerjaan terbaik mereka ketika mereka berada di

lingkungan yang menyenangkan. Karyawan mungkin mengalami efek emosional dari tempat kerja mereka. Jika

seorang karyawan merasa senang dengan tempat kerjanya, ia akan merasa nyaman menjalankan tugas-tugasnya

di sana dan memanfaatkan jam kerjanya sebaik mungkin.

1) Kompensasi: Dalam bukunya yang berjudul Understanding Personal Management, Menurut Thomas H.

Stone, kompensasi ialah segala jenis bayaran yang dilakukan untuk para pekerja untuk pekerjaan yang

dilakukan demi kepentingan perusahaan. Sebaliknya, Di buku Principles of Personal Management, Edwin B.

Flippo mendefinisikan kompensasi sebagai pembayaran yang wajar dan adil kepada pegawai atas jasa-jasa

mereka karena mereka sudah memberikan kontribusi bagi keberhasilan organisasi. Oleh karena itu, dapat

dikatakan kalau definisi kompensasi cukup luas dan dapat mencakup hal-hal seperti perumahan, mobil,

seragam, tunjangan, dan barang-barang lain yang memiliki nilai moneter dan biasanya diberikan kepada

karyawan secara teratur selain gaji dan upah.

2) Pengembangan Karir: Konsep pengembangan karier diwujudkan pada pernyataan kalau individu terus

berkembang dan menjadi lebih baik di bidang yang mereka pilih. Di masa depan, akan ada lebih banyak

kenaikan gaji seiring dengan tanggung jawab yang lebih besar. Bahkan ketika sebuah pekerjaan telah

direncanakan, tidak ada jaminan bahwa pekerjaan tersebut akan berhasil karena takdir, pengalaman,

pendidikan, dan sikap atasan seseorang memainkan peran penting dalam keberhasilan suatu profesi.

Pengembangan karir ialah kegiatan pengembangan staf yang menolong karyawan dalam perencanaan karier

jangka panjang di dalam bisnis, sehingga baik organisasi maupun individu yang terlibat bisa memaksimalkan

pertumbuhan pribadinya, berdasarkan Dubrin dalam Mangkunegara (2013). Pengembangan karir,

sebagaimana yang dikatakan oleh Mondy dalam Priansa (2014), ialah metode resmi yang dipakai perusahaan

guna menjamin bahwa individu dengan pelatihan dan keahlian yang dibutuhkan ada ketika diperlukan.

Dengan demikian, pengembangan karir dapat didefinisikan sebagai upaya lembaga ataupun bisnis guna

memperbaiki kinerja organisasi dan peningkatan kualitas karyawan melalui pengalaman, pelatihan, atau

pendekatan lain yang disesuaikan dengan kebutuhan spesifik tiap-tiap karyawan.

3) Kepuasan kerja: Robbins (2015) mendefinisikan kepuasan kerja sebagai perbedaan antar kompensasi yang

diyakini karyawan yang semestinya mereka dapatkan dan kompensasi aktual yang diterima. Ini adalah sikap

umum tentang pekerjaan seseorang. Karena kualitas unik dari setiap karyawan, tingkat kepuasan kerja juga

berubah; oleh karena itu, perbedaan tingkat kepuasan kerja bisa mempunyai dampak berbeda. Lawler dalam

Robbins, (2015) menyatakan bahwa kenyataan yang dihadapidan diterima sebagai bayaran atas waktu dan

usaha yang dikeluarkan menentukan tingkat kepuasan. Kesesuaian atau keselarasan antara harapan dan

kenyataan menentukan seberapa puas seseorang dengan pekerjaannya. Kepuasan kerja, menurut Priansa

(2014), adalah bagaimana seorang pekerja merasakan pekerjaannya-puas ataupun tak puas, suka ataupun tak

suka sebagai hasil dari interaksinya dengan tempat kerjanya, pandangannya terhadap sikap mentalnya, dan

penilaiannya terhadap posisinya.

3. METODE PENELITIAN

Desain Penelitian

Penelitian ini menggunakan teknik penelitian yng menggunakan metod deskriptif kuantitatif untuk analisis

data dalam rangka mengkorelasikan temuan-temuan teori yang telah diakui dengan persamaan rumus matematis

yang menjelaskan temuan-temuan terdahulu. Dari sana, kesimpulan dapat ditarik. Sugiyono (2018). Tanggapan

yang diberikan dalam kuesioner menjadi dasar untuk mengukur variabel-variabel dalam model analisis studi

tersebut.

Untuk menguji hipotesis yg ditentukan, metode penelitian kuantitatif melibatkan pengumpulan data secara

acak dg memakai instrumen penelitian, menganalisis data kuantitatif ataupun statistic dan melakukan penelitian

pada populasi atau sampel tertentu. Karena jawabannya bersifat deskriptif, maka jawaban-jawaban tersebut

diberi nilai, sehingga menjadi data kuantitatif (Sugiyono, 2016).

Page 4 of 11

968

Maksud pada teknik studi tersebut ialah guna dapat menjelaskan bagaimana variabel dependen, Kepuasan

Kerja (Y), dipengaruhi oleh faktor independen, Beban Kerja (X1), Pengembangan Karir (X2), Lingkungan Kerja

(X3), dan Kompensasi (X4).

Populasi dan Sampel

Populasi termasuk sekumpulan item ataupun individu dengan yang memiliki karakter khusus serta jumlah

tertentu yang dipilih oleh peneliti guna diteliti yang kemudian diambil kesimpulan. Ahmad Sani Suprianto (2013).

Terdapat 44 karyawan tetap PT Beton Prima Indonesia, Mojokerto, yang menjadi populasi dalam penelitian ini.

Margono (2010) menegaskan kalau sampel, menjadi suatu gambaran yang diambil dari teknik tertentu,

adalah sebagian dari populasi. Oleh karena itu, penulis penelitian ini mengunakan strategi sampling jenuh.

Sampling jenuh ialah proses pengambilan sampel yang mencakup setiap anggota populasi. Hal ini sering

digunakan dalam penelitian yang bertujuan untuk mengembangkan generalisasi yang sangat minim kesalahan

atau ketika jumlah populasi cukup kecil. Sensus adalah kata lain dari sampel jenuh, di mana setiap anggota

populasi dimasukkan ke dalam sampel. Seluruh populasi, atau 44 responden, adalah sampel yang dipakai pada

studi sebagaimana datur oleh peneliti memakai teknik total sampling.

Definisi Operasional Variabel

Tabel 1 Definisi Operasional Variabel

Variabel

Definisi

Operasional

Indikator

Beban Kerja (X1) Rencana pekerjaan yang

perlu dilakukan sebuah

divisi perusahaan ataupun

individu yang memegang

posisi tertentu dalam

rentang waktu yang

ditentukan.

1. Kapasitas untuk

bekerja

2. Tujuan harus dipenuhi.

3. Kesulitan kerja

4. Kewajiban dan

Pertanggungjawaban

Lingkungan Kerja (X2) Jumlah peralatan yang

tersedia, ruang kerja, cara

seseorang bekerja, dan

dampak kerja mereka

terhadap kelompok serta

diri mereka sendiri.

1. Suasana

2. Gangguan

3. Perhatian dan

Dukungan Pimpinan

4. Peralatan ditempat

kerja

5. Keamanan di tempat

kerja

Kompensasi (X3) Merupakan tanggung jawab

manajemen yang signifikan

bagi perusahaan untuk

memberikan penggantian

kepada karyawan atas

kinerja dan sumbangannya

yang sesuai terhadap

perusahaan.

1. Upah

2. Penghargaan

3. Insentif

4. Tunjangan

Pengembangan Karir

(X4)

Ini adalah praktik

kepegawaian yang

membantu para pekerja

dalam mencapai

perkembangan profesional

yang mereka inginkan.

1. Sistem Karir

2. Perhatiaan Atasan

3. Peluang Promosi

4. Kepuasan

pengembangan karir

Page 5 of 11

969

5. Prestasi Bekerja

Kepuasan Kerja (Y) Reaksi emosional atau

respon efektif terhadap

berbagai aspek pekerjaan

seseorang adalah kepuasan

kerja,.

1. Keikhlasan Bekerja

2. Kebanggaan Dalam

Bekerja

3. kesempatan untuk

berkembang

4. Pelatihan

5. Suasana Bekerja

Instrumen Penelitian

Secara umum, instruumen penelitian ialah alat yg digunakan guna menghimpun informasi ataupun data

yang mendukung perumusan pertanyaan penelitian. Instrumen yang dipakai dalam studi tersebut guna

memperoleh informasi ialah:

1) Dokumentasi: Metode dokumentasi digunakan oleh para peneliti guna memperoleh informasi

perusahaan untuk studi mereka.

2) Kuesioner: Untk mengumpulkan informasi yang diperlukan untk menilai validitas solusi sementara atau

teori tentang masalah yang diajukan. Serangkaian pernyataan atau pertanyaaan tertulis diberikan kepada

responden sebagai bagian dari teknik pengumpulan data kuesioner. Responden dapat memperoleh

kuesioner secara langsung maupun tidak langsung dan dapat terdiri dari pertanyaan terbuka atau

tertutup. Penulis telah memilih sampel personil PT Beton Prima Indonesia, kepada siapa kuesioner untuk

penelitian ini akan didistribusikan.

Skala Pengukuran: Skala Likert digunakan oleh penulis untuk memberikan bobot pada setiap jawaban

pernyataan dalam rangka mengumpulkan dan memproses data untuk dianalisis. Sugiyono (2013)

menentukan nilai jawaban untuk masing-masing dg menggunakan metode Skala Linkert. Skala Likert

bisa dipakai guna menentukan keyakinan, sikap, dan pandangan seseorang ataupun kelompok tentang

isu-isu sosial. Berikut ini adalah cara pembobotan setiap pertanyaan:

a) Untuk Jawaban Sangat Setuju (SS) : diberi skor 5

b) Untuk Jawaban Setuju (S) : diberi skor 4

c) Untuk Jawaban Kurang Setuju (KS) : diberi skor 3

d) Untuk Jawaban Tidak Setuju (TS) : diberi skor 2

e) Untuk Jawaban Sangan Tidak Setuju (STS) : diberi skor 1

3) Teknik Analisis Data: Dalam penelitian ini, penulis mengunakan SPSS Sebagai alat pengolah data. SPSS

merupakan program yang dipakai untuk analisis statistika, SPSS merupakan kependekan dari Statistical

Package for the Social Sciences.SPSS biasa digunakan untuk pengolahan dan menganalisis data yang

memiliki kemampuan analisis statistik serta sistem manajemen data dengan lingkungan grafis.

4. HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil

1) Uji Validitas

a) Variabel Beban Kerja (X1)

Tabel 2 hasil uji validitas Beban Kerja

Pernyataan rxy r tabel Keterangan

P1 0,584 0,297 Valid

P2 0,803 0,297 Valid

P3 0,678 0,297 Valid

P4 0,803 0,297 Valid

P5 0,694 0,297 Valid

Page 6 of 11

970

P6 0,641 0,297 Valid

Sumber: Hasil SPSS, (2023)

Terlihat dari data dalam tabel 2 yakni nilai r hitung untuk tiap-tiap item pernyataan lebih tinggi

daripada r tabel. Sehingga, bisa dikatakan bahwa setiap item pernyataan dalam variabel Beban Kerja (X1)

telah dianggap sah.

b) Variabel Lingkungan Kerja (X2)

Tabel 3 hasil uji validitas Lingkungan Kerja

Pernyataan rxy r tabel Keterangan

P7 0,612 0,297 Valid

P8 0,736 0,297 Valid

P9 0,562 0,297 Valid

P10 0,584 0,297 Valid

P11 0,736 0,297 Valid

Sumber: Hasil SPSS, (2023)

Tabel 3 memperlihatkan bahwasannya jumlah r hitung pada tiap-tiap item pernyataan lebih

dibandingkan r tabel, hal tersebut menunjukkan yakni hasil uji validitas untuk variabel Lingkungan Kerja

(X2) ialah sah.

c) Variabel Kompensasi (X3)

Tabel 4 hasil uji validitas Kompensasi

Pernyataan rxy r tabel Keterangan

P12 0,778 0,297 Valid

P13 0,827 0,297 Valid

P14 0,721 0,297 Valid

P15 0,797 0,297 Valid

Sumber: Hasil SPSS, (2023)

Tabel 4 memperlihatkan bahwasanya jumlah r hitung pada tiap-tiap item pernyataan lebih dari

r tabel, hal tersebut menunjukkan yakni hasil temuan uji validitas pada variabel Kompensasi (X3) ialah

sah.

d) Variabel Pengembangan Karir (X4)

Tabel 5 hasil uji validitas Pengembangan Karir

Pernyataan rxy r tabel Keterangan

P16 0,83 0,297 Valid

P17 0,983 0,297 Valid

Page 7 of 11

971

P18 0,983 0,297 Valid

P19 0,592 0,297 Valid

P20 0,581 0,297 Valid

P21 0,803 0,297 Valid

Sumber: Hasil SPSS, (2023)

Tabel 5 memperlihatkan bahwasanya angka r hitung pada tiap-tiap item pernyataan lebih besar

dibandingkan r tabel, hal tersebut memperlihatkan bahwasanya hasil temuan uji validitas pada variabel

Pengembangan Karir (X4) ialah sah.

e) Variabel kepuasan Kerja (Y)

Tabel 6 hasil uji validitas Kepuasan Kerja

Pernyataan rxy r tabel Keterangan

P22 0,809 0,297 Valid

P23 0,791 0,297 Valid

P24 0,760 0,297 Valid

P25 0,712 0,297 Valid

P26 0,657 0,297 Valid

Sumber: Hasil SPSS, (2023)

Setiap item pernyataan dalam variabel Kepuasan Kerja (Y) dapat dikatakan valid berdasarkan

informasi yang terkumpul pada tabel 6 mengenai uji validitas pada variabel ini, disamping variabel- variabel lainnya. Lebih tingginya nilai r hitung dari r tabel menggambarkan hal tersebut

2) Uji Reliabilitas

Tabel 7 menjelaskan hasil uji reliabilitas dengan menggunakan IBM SPSS. Dimulai dari X1 (0,780), naik ke

X2 (0,641), X3 (0,787), X4 (0,958), dan variabel Y (0,798), setiap variabel mempunyai nilai cronbach's alpha

yang lebih tinggi daripada nilai krusial 0,60. Sehingga, pada penelitian ini setiap variabel dapat dikatakan

dapat dipercaya.

Tabel 7 hasil uji reliabilitas

Variabel cronbach’s alpha Nilai Kritis Keterangan

X1 0,780 0,60 Reliabel

X2 0,641 0,60 Reliabel

X3 0,787 0,60 Reliabel

X4 0,958 0,60 Reliabel

Y 0,798 0,60 Reliabel

Sumber: Hasil SPSS, (2023)

Page 9 of 11

973

4) Uji Hipotesis

a) Uji Simultan (Uji F)

Tabel 9 hasil uji F

ANOVAa

Model Sum of Squares Df

Mean

Square F Sig.

1 Regression 350.598 4 87.649 197.722 <,001b

Residual 17.289 39 .443

Total 367.886 43

a. Dependent Variable: Y

b. Predictors: (Constant), X4, X3, X2, X1

Sumber: Hasil SPSS, (2023)

Tabel 12 menampilkan hasil signifikansi sebesar 0.001 yang kurang dari 0.05 menurut hasil uji F yang

dilaksanakan. Beban kerja (X1), lingkungan kerja (X2), gaji (X3), dan pengembangan karir (X4) yang bersamaan

memberi pengaruh pada kepuasan kerja (Y).

b) Uji Parsial ( Uji T)

Tabel 10 hasil uji T

Coefficientsa

Model

Unstandardized

Coefficients

Standardizd

Coefficients

t Sig.

Collinearity Statistics

B Std. Error Beta Tolerance VIF

1 (Constant) .101 1.325 .077 .939

X1 -.014 .056 -.012 -.241 .811 .450 2.222

X2 .108 .077 .071 1.411 .166 .479 2.088

X3 1.116 .048 .948 23.425 <,001 .736 1.359

X4 .002 .032 .002 .053 .958 .805 1.243

a. Dependent Variable: Y

Sumber: Hasil SPSS, (2023)

Nilai signifikan untuk Beban Kerja X1 (0.811), Lingkungan Kerja X2 (0.166), Kompensasi X3 (0.001), dan

Pengembangan Karir X4 (0.958) ditunjukkan dalam tabel 4.16. Nilai tersebut lebih kecil dibandingkan 0,05

ketika signifikansi X1 hingga X4 diperiksa, yang mengindikasikan :

a) 0,811 > 0,05 yang memiliki arti X1 tidak memberi pengaruh pada Y/ H2 ditolak

b) 0,166 > 0,05 yang memiliki arti X2 tidak memberi pengaruh pada Y/H3 ditolak

c) 0,001 < 0,05 yang memiliki arti X3 memberi pengaruh pada Y/H4 diterima

d) 0,958 > 0,05 yang memiliki arti X4 tidak memberi pengaruh pada Y/H5 ditolak

Pembahasan

1. Beban kerja (X1), lingkungan kerja (X2), gaji (X3), dan pengembangan karir (X4) dengan bersamaan

memberi pengaruh pada kepuasan kerja (Y) pada PT. Beton Prima Indonesia.

2. Uji t antara beban kerja (X1) pada kepuasan kerja karyawan (Y) memiliki nilai signifikansi 0.811.

Page 10 of 11

974

3. Hasil penelitian menjelaskan yakni Beban Kerja (X1) secara persial tidak memberi pengaruh pada

Kepuasan kerja Karyawan (Y) menggunakan nilai signifikansi 0,811 > 0,05.

4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan kerja (X2) secara persial tidak memberi pengaruh

pada Kepuasan kerja Karyawan (Y) dengan nilai signifikansi 0,166 > 0,05.

5. Dalam uji t antara kompensasi (X3) pada kepuasan kerja karyawan (Y) mempunyai nilai signifikansi

0.001.

6. Mengindikasikan yakni remunerasi (X3) mempunyai dampak yang substansial pada kepuasan kerja

karyawan (Y). Hal Ini memvalidasi temuan penelitian Munawar Kader & Wahyudin Rahman (2017),

yang memperlihatkan bahwasannya variabel kepuasan kerja diberi pengaruh dari variabel gaji.

7. Dalam uji t antara pengembangan karir (X4) terhadap kepuasan kerja karyawan (Y) memiliki nilai

signifikansi 0,958. Dengan nilai signifikansi sejumlah 0,958 > 0,05, hasil temuan mengindikasikan

yakni pengembangan karir (X4) tidak berdampak pada kepuasan kerja karyawan (Y) pada PT. Beton

Prima Indonesia.

5. KESIMPULAN

Tujuan utama penelitian ini bermaksud guna mengetahui bagaimana kepuasan kerja karyawan di PT Beton

Prima Indonesia dipengaruhi oleh variabel beban kerja, pengembangan karir, lingkungan kerja, dan kompensasi.

Temuan penelitian memungkinkan untuk menarik kesimpulan seperti dibawah ini :

1. Dengan nilai F hitung sejumlah 197,722 > F tabel 2,612 serta tingkat signifikansi 0,001, maka hasil pengujian

terhadap kelima variabel tersebut menjelaskan yakni beban kerja, lingkungan kerja, kompensasi, dan

pengembangan karir secara bersama-sama (simultan) memberi pengaruh pada kepuasan kerja karyawan di

PT Beton Prima Indonesia.

2. Dengan nilai t hitung sejumlah -0,241 < t tabel 2,022 dan tingkat signifikansi sejumlah 0,811, maka hasil

pengujian pada variabel beban kerja secara garis besar menunjukkan bahwa gaji tidak memberi pengaruh

pada kepuasan kerja karyawan di PT Beton Prima Indonesia.

3. Dengan nilai t hitung sejumlah 1,411 < t tabel 2,022 dan tingkat signifikansi sejumlah 0,166, maka hasil

pengujian terhadap variabel Lingkungan Kerja secara garis besar menjelaskan yakni pertumbuhan karir

tidak memberi pengaruh pada kepuasan kerja karyawan di PT Beton Prima Indonesia.

4. Dengan nilai t hitung sejumlah 23,425 > t tabel 2,022 dan tingkat signifikansi sejumlah 0,001, maka hasil

pengujian terhadap variabel Kompensasi secara parsial menjelaskan yakni memiliki pengaruh yang

signifikan serta positif pada kepuasan kerja karyawan di PT Beton Prima Indonesia.

5. Dengan nilai t hitung sejumlah 0,053 < t tabel 2,022 dan tingkat signifikansi sejumlah 0,958, maka hasil

pengujian terhadap variabel Pengembangan Karir dengan garis besar menjelaskan yakni pengembangan

karir tidak memberi pengaruh pada kepuasan kerja karyawan di PT Beton Prima Indonesia.

DAFTAR PUSTAKA

AA. Anwar Prabu Mangkunegara. 2013, Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan, Remaja Rosdakarya,

Bandung.

Agus Dwi Nugroho., dan Kunartinah. 2012. Analisis Pengaruh Kompensasi dan Pengembangan Karier terhadap.

Anwar Prabu Mangkunegara. 2015. Sumber Daya Manusia Perusahaan. Cetakan kedua belas. Remaja

Rosdakarya:Bandung

Dessler, Gary. 2015.Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: SalembaEmpat.

Edy,Sutrisno,(2016),Manajemen Sumber Daya Manusia, Kencana Prenada Media Group, Jakarta.

Hamid, S. 2014. Manajemen Sumber Daya Manusia Lanjutan. Yogyakarta: Deepublish.

Handoko, T. Hani. 2012. Manajemen Personalia dan Sumber Daya Manusia. Yogyakarta: BPFE.

Hasibuan, Malayu S.P., 2011. Manajemen Sumber Daya Manusia. Bumi Aksara,Jakarta.

Hasibuan. (2010). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Bumi Aksara.

Kepuasan Kerja dengan Mediasi MotivasiKerja. Jurnal Bisnis dan Ekonomi. Vol.19, No.2.

Marwansyah. 2012. Manajemen Sumber Daya Manusia. Bandung: Alfabeta.

Page 11 of 11

975

Megita, 2014. Pengaruh Pengembangan Karir Terhadap Kinerja Pegawai Pada PT. POS INDONESIA (Persero) Kabupaten

Jembrana Tahun 2014.Jurnal Manajemen, Vol 4 No 1 Tahun 2014.

Moekijat. 2004. Manajemen Sumber Daya Manusia. PT. Bumi Askara. Jakarta.

Nazir, Moh. (2005). Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Permendagri No. 12 Tahun 2008, Tentang Pedoman Analisis Beban Kerja Di Lingkungan Departemen Dalam Negeri dan

Pemerintah Daerah, Jakarta: Kementrian Dalam Negeri.

(http://www.kemendagri.go.id/produkhukum/2008/02/20/peraturan-mendagri-no-12-tahun-2008)

(diakses, 05 Agustus 2023).

Priansa, Donni. (2014). Perencanaan & Pengembangan SDM. Bandung: Alfabeta.

Richard L. Hughes, Robert C. Ginnett, Gordon J. Murphy. 2012. Leadership:Memperkaya Pelajaran dariPengalaman,

edisi 7. Jakarta: Salemba Humanika.

Rivai, Veithzal. 2009. Manajemen Sumber Daya Manusia Untuk Perusahaan Dari Teori ke Praktik.Jakarta: Raja Grafindo

Persada.

Rivai, Veithzal. 2012. Manajemen Sumber Daya Manusia Untuk Perusahaan. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Sedarmayanti. 2009. Manajemen Sumber Daya Manusia, Reformasi Birokrasi dan Manajemen Pegawai Negeri Sipil.

Refika Aditama. Bandung.

Siagian. 2012. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Bumi Aksara.

Simamora, Henry (2015). Manajemen Sumber Daya Manusia.Yogyakarta: STIEY.

Soedarso, Sri Widodo. 2015. Sistem Informasi Manajemen. Bandung:Manggu Media.

Stephen, Robbins (2015), PerilakuOrganisasi, Penerbit Salemba Empat, Jakarta.

Sunyoto, D. 2012. Manajemen Sumber Daya Manusia. Yogyakarta: CAPS.

Veithzal Rivai, 2013, Manajemen Sumber Daya Manusia Untuk Perusahaan Dari Teori Ke Praktek, Rajagrafindo

persada, Bandung.

Veitzal Rivai. (2010). Manajemen Sumber Daya Manusia untuk Perusahaan.Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Wirawan. 2010. Konflik dan Manajemen Konflik: Teori. Aplikasi, dan Penelitian. Jakarta: Salemba Humanika.