MANAJEMEN FISIOTERAPI PADA INVERSION SPRAIN ANKLE: LAPORAN KASUS
DOI:
https://doi.org/10.31316/ijst.v4i2.8846Keywords:
anterior talofibular ligament; cedera; fisioterapi; sprain ankleAbstract
Sprain ankle terjadi akibat ketegangan berlebihan atau robeknya ligamen di pergelangan kaki, terutama anterior talofibular ligament (ATFL). Cedera ini sering disebabkan oleh gerakan inversi dan plantar fleksi saat berolahraga atau berjalan di permukaan yang tidak rata sehingga mengakibatkan nyeri, edema, dan keterbatasan rentang gerak. Manajemen fisioterapi sangat penting untuk memulihkan kembali kemampuan gerak dan fungsi gerak pada pasien meliputi terapi dingin (cryotherapy), interferensi, ultrasound, dan exercise therapy. Studi kasus ini dilakukan di Klinik Emphysio Kota Makassar pada Desember 2024, dengan pasien Tn. IR, seorang laki-laki berusia 26 tahun yang cedera Sprain ankle setelah mengikuti event lari. Pasien datang dengan keluhan nyeri pada ankle kanan yang dirasakan sejak dua hari setelah event, terutama saat bangun tidur dan berjalan, serta memiliki riwayat tightness pada hamstring kiri. Tes spesifik yang secara umum digunakan untuk diagnosis awal Sprain ankle adalah talar tilt test, squeeze test dan anterior Drawer Test Ankle. Latihan yang diberikan berupa ankle active range of motion (AROM) exercise, isometric exercise ankle, Feet on ball, bridging on ball, single leg bridge, dan standing calf raise. Latihan-latihan tersebut bertujuan meningkatkan mobilitas, kekuatan, stabilitas, dan keseimbangan, serta mempercepat pemulihan cedera. Evaluasi nyeri menggunakan visual analogue scale (VAS) menunjukkan penurunan signifikan dalam intensitas nyeri setelah intervensi.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Faiqah Nur Fadhila, Irianto, Firqih Regif Andayani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.











