https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/issue/feed Jurnal Kewarganegaraan 2024-07-22T16:44:32+00:00 T Heru Nurgiansah nurgiansah@upy.ac.id Open Journal Systems <table border="0" width="642" cellspacing="0" cellpadding="0"> <tbody> <tr> <td valign="top" width="228"> <p> <img src="https://journal.upy.ac.id/public/site/images/baimppkn/logo_jurNAL_PRODI_kecil3.jpg" alt="" /></p> <p><strong>Published by Departement of Pancasila and Citizenship Education</strong></p> </td> <td valign="top" width="414"> <p><strong>Jurnal Kewarganegaraan are published twice of the year: June and December.<br /></strong></p> <p><a href="https://sinta.kemdikbud.go.id/journals/profile/8958" target="_blank" rel="noopener"><strong>This Journal Acreditation is SINTA 5 with No. SK: 105/E/KPT/2022. 7 April 2022.</strong></a></p> <p><strong>P-ISSN: 1978-0184 and E-ISSN: 2723-2328.</strong></p> <p><strong>Editor in Chief is <a href="https://scholar.google.co.id/citations?user=A9iHt40AAAAJ&amp;hl=id" target="_blank" rel="noopener">T Heru Nurgiansah, M.Pd.</a></strong></p> <p><a href="https://api.whatsapp.com/send?phone=6281322551635" target="_blank" rel="noopener"><strong><img src="https://rayyanjurnal.com/public/site/images/adminrayyan/wa1.png" alt="" /> 081322551635</strong></a></p> <p><strong>The scope of the article includes:</strong></p> <ol start="1"> <li><strong>Education</strong></li> <li><strong>Social Sciences</strong></li> <li><strong>Culture</strong></li> <li><strong>Politic</strong></li> <li><strong>Law</strong></li> </ol> <p> </p> </td> </tr> </tbody> </table> <p><strong>Jurnal Kewarganegaraan Indexing by:</strong></p> <p><a href="https://scholar.google.co.id/citations?user=8_XUWpQAAAAJ" target="_blank" rel="noopener"><strong><img src="https://journal.upy.ac.id/public/site/images/baimppkn/bingkai_Google_Scholar1.jpg" alt="" /></strong></a><a href="https://garuda.kemdikbud.go.id/journal/view/20674#!" target="_blank" rel="noopener"><strong><img src="https://journal.upy.ac.id/public/site/images/baimppkn/Bingkai_Garuda1.jpg" alt="" /></strong></a><a href="https://sinta.kemdikbud.go.id/journals/profile/8958" target="_blank" rel="noopener"><img src="https://journal.upy.ac.id/public/site/images/baimppkn/Logo_Sinta_51.jpg" alt="" /></a><a href="https://rayyanjurnal.com/index.php/jambu/index" target="_blank" rel="noopener"><strong><img src="https://www.jbasic.org/public/site/images/fadhilaturrahmi/bingkai_Crossref.jpg" alt="" /></strong></a></p> <p><strong> </strong></p> https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/6452 Analisis Budaya Damai Suku To Balo dan Masyarakat Desa Bulo Bulo Kabupaten Barru Provinsi Sulawesi Selatan 2024-06-23T16:16:53+00:00 Charizatul Janna Asdi Putri abdul@upy.ac.id Bambang Wahyudi abdul@upy.ac.id Anang Puji Utama abdul@upy.ac.id Pujo Widodo abdul@upy.ac.id Herlina Juni Risma Saragih abdul@upy.ac.id <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>This study aims to investigate the culture of peace between the Tobalo ethnic group and the community of Bulobulo village in South Sulawesi Province, Indonesia. Employing a qualitative approach, data were gathered through interviews, observations, and literature review. The research findings indicate that despite the Tobalo people's distinctive cultural markers, such as their prominent facial tattoos, they have deeply integrated with the surrounding community. A culture of peace is fostered through mutual respect for ethnic and cultural diversity, non-violent conflict resolution, tolerance for differences, and participation in democratic processes. The integration between the Tobalo ethnic group and the Bulobulo village community not only promotes social harmony but also strengthens the foundation for peaceful and prosperous coexistence. This underscores the importance of understanding and promoting a culture of peace as a basis for harmony among diverse communities.</em></p> <p><strong><em>Keywords</em></strong><em>: Peace Culture, Desa Bulo Bulo, Tobalo Ethnic, Cultural Integration, Social Harmony</em></p> <p><em> </em></p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan menginvestigasi budaya damai antara Suku To Balo dan masyarakat Desa Bulo Bulo di Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Melalui pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan telaah literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Suku To Balo memiliki ciri fisik yang unik, yaitu pola kulit yang mencolok, mereka telah mengalami integrasi yang mendalam dengan masyarakat sekitar. Budaya damai tercipta melalui penghargaan terhadap keragaman suku dan budaya, penyelesaian konflik tanpa kekerasan, toleransi terhadap perbedaan, dan partisipasi dalam demokrasi. Integrasi yang terjalin antara Suku To Balo dan masyarakat Desa Bulo Bulo tidak hanya menciptakan harmoni sosial, tetapi juga memperkuat fondasi bagi kehidupan bersama yang damai dan sejahtera. Ini menegaskan pentingnya memahami dan mempromosikan budaya damai sebagai landasan untuk harmoni antar masyarakat yang beragam.</p> <p><strong>Kata Kunci</strong>: Budaya Damai, Desa Bulo Bulo, Harmoni Sosial, Integrasi Budaya, Suku To Balo</p> 2024-07-08T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Charizatul Janna Asdi Putri, Bambang Wahyudi, Anang Puji Utama, Pujo Widodo, Herlina Juni Risma Saragih https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/1377 Manajemen Hubungan Masyarakat Dalam Meningkatkan Peran Masyarakat Terhadap MA Model Zainul Hasan Genggong 2024-07-11T01:13:52+00:00 Ani Nur Aini abdul@upy.ac.id Ismatul Izzah abdul@upy.ac.id Mohamad Ahyar Ma’arif abdul@upy.ac.id <p><strong>Abstract</strong></p> <p>Abstract Education is a mirror of society; The Zainul Hasan Genggong MA Model is a brilliant reflection of the collaboration between effective public relations management and active community involvement. In an era where social transformation is becoming increasingly important, the role of Public Relations in creating a positive and sustainable image is vital. The MA Model Zainul Hasan Genggong is living proof of how Public Relations can change people's perceptions of education, build trust, and inspire active participation. With a targeted communication strategy that involves various levels of society, the Zainul Hasan Genggong MA Model has succeeded in creating an inclusive and dynamic educational environment. The involvement of parents, alumni and the surrounding community in various school activities shows how synergy between educational institutions and the community can produce a significant positive impact. Apart from that, MA Model Zainul Hasan Genggong also acts as an agent of change by adopting technology and modern learning methods that are relevant to the needs of the times. This innovative approach not only improves the quality of education but also strengthens the relationship between schools and the wider community. Through various programs that focus on developing student character and competence, MA Model Zainul Hasan Genggong proves that good education is not only about academics, but also about building positive values in students. This is a clear example of how effective Public Relations can create a harmonious, productive and sustainable educational environment, making education a strong foundation for the progress of society as a whole.</p> <p><strong>Keywords:</strong> <em>Public Relations Management, Society, MA Model Zaha Genggong</em></p> <p><em>&nbsp;</em></p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Pendidikan adalah cermin masyarakat; MA Model Zainul Hasan Genggong adalah refleksi gemilang dari kolaborasi antara manajemen hubungan masyarakat (Public Relations) yang efektif dan keterlibatan aktif masyarakat. Dalam era di mana transformasi sosial menjadi semakin penting, peran Public Relations dalam menciptakan citra yang positif dan berkelanjutan sangatlah vital. MA Model Zainul Hasan Genggong adalah bukti hidup bagaimana Public Relations dapat mengubah persepsi masyarakat terhadap pendidikan, membangun kepercayaan, dan menginspirasi partisipasi aktif. Dengan strategi komunikasi yang terarah dan melibatkan berbagai lapisan masyarakat, MA Model Zainul Hasan Genggong berhasil menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif dan dinamis. Keterlibatan orang tua, alumni, dan masyarakat sekitar dalam berbagai kegiatan sekolah menunjukkan bagaimana sinergi antara institusi pendidikan dan komunitas dapat menghasilkan dampak positif yang signifikan. Selain itu, MA Model Zainul Hasan Genggong juga berperan sebagai agen perubahan dengan mengadopsi teknologi dan metode pembelajaran modern yang relevan dengan kebutuhan zaman. Pendekatan inovatif ini tidak hanya meningkatkan kualitas pendidikan tetapi juga memperkuat hubungan antara sekolah dan masyarakat luas. Melalui berbagai program yang berfokus pada pengembangan karakter dan kompetensi siswa, MA Model Zainul Hasan Genggong membuktikan bahwa pendidikan yang baik tidak hanya tentang akademik, tetapi juga tentang membangun nilai-nilai positif dalam diri siswa. Ini adalah contoh nyata bagaimana Public Relations yang efektif dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang harmonis, produktif, dan berkelanjutan, menjadikan pendidikan sebagai fondasi kuat bagi kemajuan masyarakat secara keseluruhan.</p> <p><strong>Kata Kunci</strong><strong><em>:</em></strong><em> Manajemen Humas, Masyarakat, MA Model Zaha Genggong</em></p> 2024-07-11T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Ani Nur Aini, Ismatul Izzah, Mohamad Ahyar Ma’arif https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/1560 Prostitusi Dalam Perspektif Kebijakan Kriminal 2024-07-22T16:29:03+00:00 Muhammad Iqbal abdul@upy.ac.id Helmi abdul@upy.ac.id <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Praktik prostitusi telah lama menjadi isu yang diperdebatkan di Indonesia dan negara lainnya. Meskipun sudah umum terjadi, pengaturan hukum mengenai larangan prostitusi di tingkat nasional masih kurang jelas, dengan regulasi yang lebih banyak diatur oleh Peraturan Daerah. Pemerintah Indonesia belum menunjukkan keseriusan dalam penegakan hukum terhadap praktik ini, terutama dalam hal menetapkan sanksi bagi pengguna jasa seks komersial. Kitab Undang-undang Hukum Pidana hanya memberlakukan ketentuan bagi germo dan mucikari, sementara pengguna jasa prostitusi tidak terkena sanksi yang sama. Ketidakjelasan aturan hukum berpotensi meningkatkan praktik prostitusi, dengan konsekuensi bahwa praktik ini terus berkembang tanpa hambatan yang signifikan. Meskipun upaya dilakukan untuk mencegah prostitusi, kekurangan regulasi yang tegas menunjukkan bahwa hukum di Indonesia belum menyediakan landasan yang memadai untuk menangani masalah ini secara efektif. Prostitusi dianggap sebagai pelanggaran terhadap moral dan nilai-nilai agama, yang menentang ajaran-ajaran yang mengarah pada kebaikan. Oleh karena itu, perlunya reformasi dalam hukum pidana untuk mengkriminalisasi pengguna jasa prostitusi menjadi sangat penting. Penyusunan kebijakan delik prostitusi yang lebih jelas dan ketat menjadi langkah yang mendesak untuk menanggulangi masalah ini di masa depan.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Prostitusi, Kriminalisasi, Reformasi Hukum Pidana.</p> 2024-07-22T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Muhammad Iqbal, Helmi https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/6557 Kebijakan Hukum Pidana Perampasan Aset “Non-Conviction Based Asset Forfeiture” Dalam Tindak Pidana Pencucian Uang 2024-07-05T16:41:42+00:00 Muhammad Ghulam Reza abdul@upy.ac.id <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Tujuan penelitian tesis adalah untuk dapat memahami konsep “<em>Non-Conviction Based Asset Forfeiture” </em>dalam pengaturan perampasan aset yang ada di Indonesia, sekaligus sebagai kajian untuk memunculkan kebijakan formulasi dalam hukum pidana terkait konsep “<em>Non-Conviction Based Asset Forfeiture” </em>dalam system perampasan aset di Indonesia. Jenis Penelitian yang penulis gunakan adalah jenis penelitian normative. Hasil penelitian yang dihasilkan adalah regulasi perihal perampasan aset di Indonesia masih belum memadai sehingga diperlukan suatu kebijakan hukum pidana yang dapat mengakomodir konsep “<em>Non-Conviction Based Asset Forfeiture”</em> dalam melakukan perampasan aset khususnya dalam hal Tindak Pidana Pencucian Uang.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> <em>Non-Conviction Based Asset Forfeiture</em>, Perampasan Aset, Tindak Pidana Pencucian Uang</p> 2024-07-05T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Muhammad Ghulam Reza https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/6569 Internalisasi Nilai-Nilai Agama Dalam Pendidikan Karakter Cinta Lingkungan Hidup pada Siswa (Studi Kasus pada MTs Negeri 5 Blitar) 2024-07-08T16:49:24+00:00 Mohamad Syahri abdul@upy.ac.id Arif Prasetyo Wibowo abdul@upy.ac.id <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Pendidikan Karakter Bangsa merupakan hal yang sangat penting dalam rangka membentuk Warga Negara yang tahu tentang hak dan kewajiban. Salah satunya adalah penguatan pendidikan karakter cinta lingkungan hidup. Kondisi lingkungan hidup kita semakin lama semakin rusak. Melalui Pendidikan Lingkungan Hidup diharapkan mampu membentuk karakter cinta lingkungan hidup. Penelitian ini mencoba menggali informasi kegiatan internalisasi nilai-nilai Agama dalam pendidikan karakter cinta lingkungan hidup pada Siswa. Penggalian informasi sehubungan dengan internalisasi nilai-nilai Agama dalam pendidikan karakter cinta lingkungan hidup pada Siswa di MTs Negeri 5 Blitar meliputi hal-hal sebagai berikut: 1). Bagaimana kegiatan internalisasi nilai-nilai Agama dalam Pendidikan Karakter Cinta lingkungan hidup pada Siswa di MTs Negeri 5 Blitar, 2). Adakah Faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam kegiatan internalisasi nilai-nilai Agama dalam pendidikan karakter cinta lingkungan hidup pada Siswa di MTs Negeri 5 Blitar. Penggalian data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dokumentasi. Penggalian data dilakukan pada responden yang dianggap memahami tentang kegiatan yang terkait dengan internalisasi nila-nilai Agama dalam pendidikan karakter cinta lingkungan hidup pada Siswa. Kegiatan ini dilakukan kepada Kepala Madarasah, Wakil Kepala Madarasah bidang kurikulum, Wakil Kepala Madarasah bidang Kesiswaan, guru penanggung jawab program kegiatan.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Nilai-Nilai Agama, Pendidikan Karakter, Cinta Lingkungan Hidup</p> 2024-07-08T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Mohamad Syahri, Arif Prasetyo Wibowo https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/1529 Peningkatan Pembelajaran Matematika Bangun Datar Dengan Menggunakan Media Quizizz Kepada Peserta Didik Kelas IV SD Negeri Sarirejo Semarang 2024-07-11T01:16:52+00:00 Hana Juhar Susanti abdul@upy.ac.id Suyoto abdul@upy.ac.id Mira Azizah abdul@upy.ac.id Ri’ah Nurhayati abdul@upy.ac.id <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peningkatan partisipasi siswa dalam pembelajaran matematika bangun datar dengan menggunakan media quizizz, Kedua bagaimana pelaksanaan pembelajaran menggunakan quizizz untuk meningkatkan hasil prestasi belajar siswa dalam pembelajaran matematika di SDN Sarirejo Semarang Observasi awal menunjukkan bahwa pada siklus 1 kurang menarik bagi peserta didik, sehingga siswa berbicara sendiri dan tidak fokus selama pelajaran dikelas. Media pembelajaran Quizizz memiliki potensi sebagai alat yang efektif dan cocok untuk peserta didik generasi abad 21. Penggunaan media edukasi berbasis web seperti Quizizz dapat membuat pelajaran matematika lebih menarik dan meningkatkan prestasi belajar peserta didik kelas IV SD Negeri Sarirejo Semarang. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan di SDN Sarirejo Semarang pada semester 2 Tahun ajaran 2024/2025 dengan sasaran penelitian adalah siswa kelas IV sebanyak 27 siswa. Data yang dinalisis meliputi kuantitatif dan kualitatif. Metode pengumpulan data mencakup kegiatan Observasi dan penilaian tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa presentasi peserta didik yang mencapai ketuntasan belajar pada siklus 1 70% dan meningkat menjadi 89% pada siklus II. Dari data tersebut dismpulkan bahwa penggunaan media belajar quizizz secara signifikan dapat meningkatkan partisipasi peserta didik dan hasil belajar matematika siswa kelas IV di SD Negeri Sarirejo Semarang.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong>Pembelajaran Matematika, Bangun Datar, Media Quizizz</p> 2024-07-11T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Hana Juhar Susanti, Suyoto, Mira Azizah, Ri’ah Nurhayati https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/6554 Penjatuhan Hukuman Berupa Restitusi Untuk Korban Tindak Pidana Pembunuhan oleh Anak Dalam Perspektif Keadilan 2024-07-05T09:43:27+00:00 Elvira Destianti abdul@upy.ac.id <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Menurut hasil penelitian tesis yang diperoleh bahwa terdapat kekosongan hukum pada undang-undang republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2012 Tentang Sistem Peradilan Pidana Anak mengenai restitusi tindak pidana pembunuhan oleh anak. Pengaturan terkait penggantian ganti rugi/restitusi dalam ketentuan KUHP sekarang ini, belum mengenal dalam hal penjatuhan hukuman pidana anak maupun secara umum, meskipun dalam ketentuan khusus ada mengatur terkait Permohonan restitusi diatur dalam Pasal 30-37 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 Tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual namun jika meninjau hal tersebut tentunya berbeda konteks perkara dengan putusan Nomor 24/Pid.Sus-Anak/2023/PN Idm yang membahas terkait tindak pidana pembunuhan oleh anak, sehingga sebenarnya putusan tersebut merupakan suatu pembaharuan hukum yang kedepannya ketika Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2023 Tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana telah diimplementasikan sepenuhnya, maka juga tentunya akan menjadi langkah awal dalam aspek pembaharuan hukum pidana. Didalam Putusan Pengadilan Nomor 24/Pid.Sus-Anak/2023/PN Idm, khususnya dipenjatuhan pidana tambahan berupa restitusi terhadap anak memiliki sejumlah problematika, diantaranya penjatuhan hukuman pidana tambahan berupa restitusi dalam putusan tersebut belum diatur secara jelas dalam KUHP, Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2012 Tentang Sistem Peradilan Anak,&nbsp; Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2017 Tentang Pelaksanaan Restitusi Bagi Anak Yang Menjadi Korban Tindak Pidana, dan Peraturan Mahkamah Agung No. 1 Tahun 2022 Tentang Tata Cara Penyelesaian Permohonan dan Pemberian Restitusi Dan Kompensasi Kepada Korban Tindak Pidana. Menurut penulis, putusan ini menimbulkan kekosongan norma hukum, yang mana majelis hakim dalam memutuskan putusan ini tidak berdasar.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Restitusi, Tindak Pidana Pembunuhan Oleh Anak, Keadilan</p> 2024-07-05T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Elvira Destianti https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/6562 Urgensi Terhadap Kedudukan Badan Otorita Dalam Ibu Kota Negara 2024-07-07T15:04:15+00:00 Ahmadi abdul@upy.ac.id M Hadin Muhjad abdul@upy.ac.id <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Urgensi dari kedudukan badan otorita ibu kota nusantara baik didalam membentuk badan otorita sudah sesuai dengan norma yang yang ada dan tidak bertentangan dalam pelaksanaan pemerintahan oleh badan otorita ibu kota nusantara danUntuk mengetahui peran wewenang badan otorita ibu kota nusantara didalam menjalankan serta didalam pembentukan tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan lainnya. Sedangkan metode penelitian yang digunakan penelitian hukum Normatif, yaitu metode yang menggunakan sumber bahan hukum primer berupa peraturan perundang undangan, teori–teori hukum dan pendapat-pendapat para ahli, dianalisis dan ditarik kesimpulan permasalahan yang digunakan menguji dan mengkaji bahan hukum Adapun hasil penelitian yang diperoleh adalah kedudukan Badan otorita Ibu kota Nusantara adalah sebagai lembaga Negara dalam hal ini merupakan lembaga daerah yang setara atau sama dengan lembaga Negara provinsi, kepala badan otorita Negara yang di samakan dengan kedudukan seorang mentri tidak sesuai dengan kaidah norma yang terdapat didalam peraturan pemerintah daerah, sehingga Undang-Undang Ibu Kota Negara yang mengatur tentang kedudukan kepala Negara tidak koheran dengan peraturan pemerintah daerah dan akan mengakibatkan kekaburan norma antara keduanya. Kewenangan yang dimiliki oleh kepala badan otorita ibu kota Negara mempuyai banyak aspek yang berkaitan dengan keberlangsungan dan juga kemakmuran masyarakat sekitar, sedangkan kepala badan otorita ibu kota Negara yang kedudukannya sama dengan gubenur dalam hal ini pemilihan kepala badan otorita negara tidak sesuai dengan sistem Negara kita yaitu sistem demokrasi dengan mengjungjung tinggi kedaulatan ditangan rakyat yaitu dipilih secara langsung oleh masyarakat, serta didalam kelembagaan badan otoriter Negara yang ada di ibu kota Negara tidak adanya chek and balance lembaga Negara lainnya seperti DPRD hal tersebut menunjukkan Undang-Undang Ibu kota Negara bertentangan dengan norma, kaidah, dan konsep Negara kesatuan Indonesia.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Urgensi, Badan Otorita, Ibu Kota Negara</p> 2024-07-07T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Ahmadi, M Hadin Muhjad https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/6454 Legal Protection of Geographical Indications and the Realization of Community Welfare 2024-06-24T05:29:57+00:00 Vincentius Patria Setyawan abdul@upy.ac.id <p><strong>Abstract</strong></p> <p>Indonesia has a strategic geographical location, namely located between 2 (two) continents and 2 (two) oceans. The implication of Indonesia's strategic location geographically is that Indonesia has natural riches that are characterized by unique biodiversity, which is not found in any other country in the world. The advantages of Indonesia's natural wealth must be protected, in order to provide benefits, especially for the welfare of society. This article will discuss the protection of geographical indications as part of intellectual property rights to natural resources which should be utilized as much as possible for the welfare of society. This article was written using a type of normative legal research with a conceptual approach. The results of this research are that protection of geographical indications is protection of the economic rights of local communities in order to achieve community welfare.</p> <p><strong>Keywords:</strong> legal protection, geographical indications, community welfare.</p> 2024-07-08T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Vincentius Patria Setyawan https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/1438 Strategi Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Program Tahsin dan Tahfidz di SMP Badridduja Full Day School Kraksaan-Probolinggo 2024-07-12T16:05:39+00:00 Fathorrosi abdul@upy.ac.id Abd Aziz Wahab abdul@upy.ac.id <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Pendidikan di SMP Badridduja <em>Full Day School </em>memegang peranan penting dalam membentuk karakter dan kecerdasan siswa. Program Tahsin dan Tahfidz Al-Qur''an telah dijalankan dengan baik, sesuai dengan visi sekolah. Namun, permasalahan dan kendala terkait pelaksanaan program ini perlu diidentifikasi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi kepala sekolah dalam meningkatkan program Tahsin dan Tahfidz di sekolah tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, bertempat di SMP Badridduja <em>Full Day School </em>Kabupaten Probbolinggo, Provinsi Jawa Timur.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong>Strategi Kepala Sekolah, Efiktivitas Sekolah</p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p><strong>Abstract</strong></p> <p><em>Education at Badridduja Full Day School plays an important role in shaping students' character and intelligence. The Tahsin and Tahfidz Al-Qur'an program has been implemented well, in accordance with the school's vision. However, problems and obstacles related to the implementation of this program need to be identified. Therefore, this study aims to explore the principal's strategy in improving the Tahsin and Tahfidz programs at the school. This study used a qualitative approach with descriptive method, located at Badridduja Full Day School, Probbolinggo Regency, East Java Province.</em></p> <p><strong><em>Keywords:</em></strong><em> Principal's Strategy, School Effectiveness</em></p> 2024-07-12T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Fathorrosi, Abd Aziz Wahab https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/6558 Tindak Pidana Ketenagakerjaan Dalam Perspektif Restorative Justice 2024-07-06T02:56:21+00:00 Suyandi abdul@upy.ac.id <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Sektor ketenagakerjaan memiliki peran yang sangat penting dalam proses pembangunan suatu negara. Selain itu, sektor ketenagakerjaan juga memiliki dampak sosial yang besar. Dengan menawarkan pekerjaan kepada masyarakat, termasuk yang kurang terampil atau berpendidikan rendah, dapat membantu mengurangi tingkat kemiskinan dan kesenjangan sosial. Selanjutnya, melalui pelatihan dan pendidikan kerja, sektor ketenagakerjaan berkontribusi pada peningkatan kualitas tenaga kerja, yang pada gilirannya akan mendukung perkembangan teknologi dan inovasi dalam berbagai industri. Dengan demikian, sektor ketenagakerjaan merupakan salah satu pilar utama pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif, karena berdampak luas terhadap aspek ekonomi, sosial, dan inovasi suatu bangsa. Hukum ketenagakerjaan tidak hanya berfokus pada kepentingan pelaku usaha semata, melainkan juga memperhatikan dan memberikan perlindungan kepada pekerja yang berada dalam posisi sosial yang lebih lemah, dibandingkan dengan pengusaha yang memiliki kestabilan finansial yang cukup. Konsep hukum pidana yang dilaksanakan dalam tindak pidana tentunya akan lebih bermanfaat apabila diterapkan dalam dimensi pidana ketenagakerjaan termasuk dalam hal ini mengenai <em>Restorative Justice.</em> Penyelesaian tindak pidana ketenagakerjaan melalui pendekatan <em>restorative justice</em> menawarkan solusi yang lebih efektif dan manusiawi dibandingkan dengan pendekatan retributif tradisional. <em>Restorative justice</em> menempatkan korban di pusat proses penyelesaian, memungkinkan mereka untuk menyampaikan dampak yang dirasakan dan kebutuhan mereka. Hal ini sangat relevan dalam konteks ketenagakerjaan, di mana pelanggaran sering kali menyangkut hak-hak pekerja yang harus dipulihkan. Selain itu, pendekatan ini mendorong dialog antara korban dan pelaku, memungkinkan pemulihan hubungan kerja yang rusak dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih harmonis. Hanya saja pada konteks kepastian hukum belum didapat suatu mekanisme yang didapat dengan jelas yang dapat menjelaskan mengenai pemakaian <em>Restorative Justice</em> dalam bidang ketenagakerjaan, sehingga pihak-pihak yang ada bersengketa dalam bidang tersebut harus didapat suatu mekanisme yang jelas untuk menjelaskan bagaimana pelaksanaan <em>Restorative Justice</em> ini dijelaskan dalam bidang ketenagakerjaan.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Ketenagakerjaan, Tindak Pidana, <em>Restorative Justice</em></p> 2024-07-06T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Suyandi https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/6633 Analisis Birokrasi Penegakan Good Governance: Studi Kasus Penegakan Hukum MKD-RI Terhadap Pelanggaran Anggota DPR-RI 2024-07-19T16:29:35+00:00 Atala abdul@upy.ac.id Alma Dheafany abdul@upy.ac.id Azahra Nabila abdul@upy.ac.id Nurfathiya Efsya abdul@upy.ac.id M. Prakoso Aji abdul@upy.ac.id <p><strong>Abstrak </strong></p> <p>Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui mekanisme birokrasi penegakan hukum MKD-RI terhadap pelanggaran yang dilakukan oleh anggota DPR-RI mulai dari tahap pengaduan hingga tahap pengambilan keputusan. Peneliti menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data yakni wawancara dan studi literatur. Teknik analisis data yang digunakan ialah dengan melakukan pengumpulan data, validasi data, dan diakhiri dengan penjabaran. Hasil penelitian terkait mekanisme birokrasi penegakan hukum MKD-RI terhadap pelanggaran yang dilakukan oleh anggota DPR-RI dapat dikatakan sudah terstruktur dan berjalan dengan sebagaimana mestinya sesuai dengan aturan dan hukum yang berlaku. Mekanisme birokrasi yang ada juga sudah dapat dikatakan efektif yang dimana terbukti dengan MKD-RI menyelesaikan sejumlah kasus pelanggaran yang dilakukan oleh Anggota DPR-RI. Faktor penghambat yang ditemukan dari penelitian ini berada pada pelayanan MKD-RI yang masih belum bisa melakukan pengaduan melalui online. Saran dari penelitian ini ialah agar lebih terciptanya good governance, MKD-RI diharapkan membuka pelayanan pengaduan online agar dapat memudahkan akses pengaduan masyarakat yang berada di luar Jakarta.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> DPR- RI, MKD- RI, Birokrasi, Pengaduan, Kode Etik</p> 2024-07-19T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Atala, Alma Dheafany, Azahra Nabila, Nurfathiya Efsya, M. Prakoso Aji https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/1559 Eksekusi Boedel Pailit Yang Berada Di Luar Wilayah Hukum Indonesia 2024-07-20T12:54:22+00:00 Mariatul Fitriah abdul@upy.ac.id <p>Saat ini terdapat inkonsistensi dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 37 Tahun 2004 Tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang, terkait permasalahan kepailitan lintas batas negara <em>(cross-border insolvency)</em> yang menganut dualisme prinsip, yaitu prinsip teritorial dan prinsip universal, sehingga menimbulkan ketidakpastian hukum yang berakibat pada sulitnya pelaksanaan isi putusan (eksekusi) terhadap <em>boedel </em>pailit yang berada di luar wilayah hukum Indonesia. Adapaun tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh inkonsistensi terkait dualisme prinsip dalam Undang-Undang Kepailitan terhadap tugas kurator dalam pemberesan <em>boedel </em>pailit milik debitur yang berada di luar wilayah hukum Indonesia dan menganalisis solusi apa yang dapat dilakukan untuk bisa melaksanakan eksekusi harta pailit atau <em>boedel </em>pailit yang berada di luar wilayah hukum Indonesia. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif atau penelitian hukum doktrinal <em>(doctrinal research), </em>dengan penilitian yang bersifat persfektif. Pendekatan penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan <em>(statute approach) </em>dan pendekatan konceptual <em>(conceptual approach).</em> Bahan hukum yang digunakan adalah bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier. Teknik pengumpulan bahan hukum yang dilakukan dengan studi kepustakaan <em>(library research).</em></p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> dualisme, eksekusi, prinsip teritorial, prinsip universal</p> 2024-07-20T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Mariatul Fitriah https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/6556 Kewenangan Kepolisian Dalam Pemberlakuan Kebijakan Penghentian Penyidikan Berdasarkan Keadilan Restoratif Ditinjau dari Teori Kewenangan 2024-07-05T16:40:34+00:00 Jenifer Tio Novalna Br Manalu abdul@upy.ac.id <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Untuk mengkaji dan menganalisa terkait konsep kebijakan penghentian penyidikan berdasarkan keadilan restoratif dan Untuk mengkaji dan menganalisa legalitas kewenangan kepolisian dalam pemberlakuan kebijakan penghentian penyidikan berdasarkan keadilan restoratif ditinjau dari teori kewenangan. Sedangkan metode penelitian yang digunakan penelitian hukum Normatif, yaitu metode yang menggunakan sumber bahan hukum primer berupa peraturan perundang undangan, teori–teori hukum dan pendapat-pendapat para ahli, dianalisis dan ditarik kesimpulan permasalahan yang digunakan menguji dan mengkaji bahan hukum. Adapun hasil penelitian yang diperoleh adalah Konsep keadilan restoratif karena pada dasarnya penghentian perkara berdasarkan KUHAP didasarkan pada Pasal 183. Namun diketahui dasar kebijakan tersebut ternyata diatur dalam Pasal 1 angka 6 UU Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak, disahkan pada 30 Juli 2012, Sehingga ketentuan tersebut menjadi dasar lahirnya konsep kebijakan penghentian penyidikan berdasarkan keadilan restoratif dalam Peraturan Kepolisian Nomor 8 Tahun 2021 dan hasil kedua menurut teori kewenangan sendiri menurut J.G. Brouwer “seharusnya didasarkan pada norma wewenang yang lahir pada ketentuan dasarnya”, Yang mana jika meninjau kewenangan dasar POLRI adalah merujuk pada ketentuan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 Tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, sehingga jika meninjau dari legalitas ketentuan yang mengatur keadilan restoratif sendiri yang mana diatur pada Peraturan Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2021 Tentang Penanganan Tindak Pidana Berdasarkan Keadilan Restoratif adalah tentunya bertentangan dengan tujuan maksud dari peraturan kepolisian itu sendiri, karena menurut Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 Tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia pada pasal 1 ayat 4.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Kewenangan Kepolisian, Kebijakan Penghentian Penyidikan, Keadilan Restoratif</p> 2024-07-05T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Jenifer Tio Novalna Br Manalu https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/3792 Analisis Terhadap Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 114/PPU-XX/2022 2024-07-22T16:44:32+00:00 Yuliani Fitriasih Widhi abdul@upy.ac.id <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Pelaksanaan Pemilu tahun 2024 ditetapkan dengan sistem proporsional terbuka melalui putusan Mahkamah Konstitusi (MK) No.114/PUU-XX/2022. Putusan itu menjawab uji materi Pasal 168 ayat (2) UU No.7 Tahun 2017 tentang Pemilu yang mengatur sistem proporsional terbuka. Kini pasca adanya putusan MK 114/PUU-XX/2022, bola menggelinding di ranah Komisi Pemilihan Umum (KPU) agar konsisten melaksanakan amanah tersebut. Yang dimaksud dengan sistem proporsional mengacu pada metode perhitungan suara yang memungkinkan partai politik mendapatkan kursi sesuai dengan persentase suara yang diperolehnya. Sedangkan sistem terbuka mengacu pada praktik di mana pemilih memiliki akses langsung terhadap calon-calon yang dipilih oleh partai politik. Sistem Pemilu merupakan salah satu hal penting dalam proses penyelenggaraan Pemilu terutama berkaitan dengan proses dan hasil Pemilu. Dalam sistem proporsional satu daerah pemilihan memilih beberapa wakil. Dalam sistem proporsional wilayah dianggap sebagai satu kesatuan yang tidak dapat dipecah, kursi untuk perwakilan wilayah dibagi berdasarkan jumlah suara yang diperoleh para kontestan. Sedangkan sistem campuran memadukan di antara keduanya dengan mengambil beberapa sisi positif dari masing-masing sistem.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Putusan, Analisis, Mahkamah Konstitusi</p> 2024-07-22T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Yuliani Fitriasih Widhi https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/6563 Sanksi Hukum Terhadap Penyidik yang Tidak Memasukkan Alat Bukti Dalam Sebuah Proses Penyidikan Tindak Pidana Kekerasan Seksual 2024-07-07T15:05:38+00:00 Veronika Devita Paramita Sari abdul@upy.ac.id <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Tujuan penelitian tesis yang berjudul Sanksi Hukum Terhadap Penyidik Yang Tidak Memasukkan Alat Bukti Pada Proses Penyidikan Tindak Pidana Kekerasan Seksual untuk mengkaji dan menganalisis sanksi hukum terhadap penyidik yang tidak memasukkan alat bukti dalam sebuah proses penyidikan tindak pidana kekerasan seksual serta Untuk mengkaji dan menganalisis upaya hukum yang bisa dilakukan oleh korban ketika penyidik tidak melengkapi alat bukti dalam proses tindak pidana kekerasan seksual. Adapun jenis penelitian yang penulis gunakan adalah jenis penelitian hukum normatif. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan Undang-Undang (<em>Statue Approach</em>) dan Pendekatan Kasus (<em>Case Approach</em>). Hasil penelitian yang diperoleh adalah Pertama, Pengaturan sanksi hukum bagi penyidik (anggota kepolisian) yang tidak memasukkan alat bukti, tidak diatur secara tegas maupun khusus dalam suatu peraturan, tetapi hal tersebut tersebut dapat kita temukan dalam berbagai peraturan, baik peraturan internal kepolisian, maupun dalam peraturan umum yakni Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Seperti dikenakan sanksi atau hukuman disiplin, sanksi pelanggaran kode etik dan hukum pidana yang berlaku. Kedua, Upaya hukum yang dapat dilakukan korban yakni dapat melakukan pengaduan ke Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri, karena adanya unsur pelanggaran prosedur atau penyalahgunaan wewenang oleh penyidik. Kedua, korban juga bisa melaporkan ke Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia Badan Reserses Kriminal Peraturan Negara Republik Indonesia. Ketiga, korban juga bisa melaporkan ke Komisi Kepolisian Nasional.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Alat Bukti, Penyidikan, Sanksi Hukum, Upaya Hukum</p> 2024-07-07T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Veronika Devita Paramita Sari https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/6461 Pengaturan tentang Peringanan Hukuman Terhadap Pelaku Pembunuhan Akibat Penghinaan 2024-06-24T11:45:26+00:00 Nur Atiqah Sari abdul@upy.ac.id <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Terjadinya suatu tindak pidana terkadang tidak terlepas dari peran korban yang memberikan pengaruh penting sehingga terjadinya tindak pidana tersebut. Sebagai contoh, korban melakukan tindakan provokasi kepada pelaku dengan misal melakukan penghinaan yang mana berakibat pelaku terpancing emosinya dan melakukan suatu tindak pidana. Tujuan dari penulisan ini yakni untuk mengetahui pengaturan tentang peringanan hukuman terhadap pelaku tindak pidana pembunuhan akibat penghinaan serta untuk mengetahui pengaturan tentang peringanan hukuman terhadap pelaku tindak pidana pembunuhan akibat penghinaan sudah memenuhi unsur rasa keadilan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: Pertama, mengenai pengaturan tentang peringanan hukuman terhadap pelaku tindak pidana pembunuhan akibat penghinaan dapat menggunakan Pasal 81 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak, Pasal 53 KUHP, dan Pasal 54 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Kedua, mengenai pengaturan tentang peringanan hukuman terhadap pelaku tindak pidana pembunuhan akibat penghinaan belum memenuhi unsur rasa keadilan apabila dilihat dari sudut pandang korban.</p> <p><strong>Kata Kunci</strong>: Pelaku Tindak Pidana; Penghinaan; Peringanan Hukuman</p> 2024-07-08T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Nur Atiqah Sari https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/6456 Rumah Susun Sebagai Obyek Jaminan Kebendaan Dalam Perjanjian Kredit 2024-06-24T08:26:31+00:00 N. Budi Arianto Wijaya abdul@upy.ac.id <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Penelitian ini dimaksudkan untuk menganalisis rumah susun dapat dijadikan obyek jaminan kebendaan dalam perjanjian kredit, dengan langkah awal menganalisis hak-hak kebendaan atas tanah apa saja yang dapat digunakan untuk membangun rumah susun, meganalisis berapa lama kepemilikan atas satuan rumah susun. Penelitian ini merupakan penelitian normative yang dilakukan dengan menganalisis berbagai peraturan perundangan yang berhubungan dengan hak-hak kebendaan atas tanah, perjanjian kredit dan jaminan seperti KUH Perdata, Undang-Undang Pokok Agraria, Undang-Undang Rumah Susun, Undang-Undang Hak Tanggunan dan Undang-Undang Jaminan Fidusia.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Jaminan Kebendaan, Kredit Pemilikan Rumah Susun</p> 2024-07-08T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 N. Budi Arianto Wijaya https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/1528 Analysis of Procedural Negligence by Election Officials and Efforts to Resolve Them in the 2024 General Election 2024-07-16T12:26:53+00:00 Zulfikar Adjie abdul@upy.ac.id Asmun W. Wantu abdul@upy.ac.id Yayan Sahi abdul@upy.ac.id <p><strong>Abstract</strong></p> <p>This study aims to analyze procedural negligence by the election organizing groups and their resolution efforts during the 2024 General Elections. The research method used is qualitative. The study is located in Paguyaman Pantai District. Data sources include primary data obtained from election organizing groups in the research area, and secondary data from archived reports, journals, and books to support the research. Data collection techniques include observation, interviews, and documentation. The research findings identify several instances of procedural negligence, such as errors in distributing ballots to specific polling stations, damage or loss of crucial documents like the C-Notification (containing vote count results), errors in filling out documents like the C-Results, discrepancies between the number of ballots and the Voter List (DPT), and administrative issues related to document delivery. Resolution efforts involve diverse follow-up actions across various polling stations. For example, replacing damaged or incorrectly placed ballots, reconciliation after vote counting, assistance during the counting process, discussions to address absenteeism issues, and re-elections with redistributions of ballots. In conclusion, addressing these instances of procedural negligence requires diverse strategies to ensure the integrity and success of the electoral process. These efforts are crucial to minimize negative impacts on the validity and integrity of democratic processes at each Polling Station.</p> <p><strong>Keywords: </strong>Procedural Negligence, Voting Organizing Group, General elections</p> 2024-07-16T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Zulfikar Adjie, Asmun W. Wantu, Yayan Sahi https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/6552 Implementasi Metode Iqro Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur'an di TPQ At-Tadris Kampung Tanah Koja Jakarta Barat 2024-07-04T12:24:00+00:00 Irna Awliyah abdul@upy.ac.id Muhammad Abdullah Darras abdul@upy.ac.id <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>This research aims (1) To implement the Iqra method in improving the ability to read the Al-Qur'an at TPQ At-Tadris Kampung Tanah Koja, West Jakarta. (2) To determine the supporting and inhibiting factors of the Iqra method in improving the ability to read the Al-Qur'an at TPQ At-Tadris Kampung Tanah Koja, West Jakarta. This research uses qualitative methodology. The research participants were teaching staff at TPQ At-Tadris. The data collection method is through the process of observing, conducting interviews, and documenting information. Researchers found that the implementation of the Iqra Methodology was effective in increasing proficiency in reading the Al-Quran. This method contains four main components: initial, core, closing activities, and assessment of the learning process. 2) Supporting factors in increasing the ability to read the Al-Qur'an through iqro are cultivating the habit of studying diligently among students, providing students with their own iqro books to increase their learning motivation, and having sincere intentions from the teacher. The presence of complete educational facilities greatly facilitates the process of learning the Koran. Without adequate facilities, the learning process will inevitably be hampered. Meanwhile, the inhibiting factor is that the influence of the environment and family is an obstacle. It is important for families, especially parents, to play an active role in developing the character of students. Consequently, students will improve their understanding of the teachings presented in TPQ by reviewing similar topics at home. As a result, the function of the family is very important, especially in reading the Koran. And there are still students who continue to chat, joke and walk around during the lesson, showing a lack of discipline among the students.</em></p> <p><strong><em>Keywords:</em></strong><em> Implementation, Iqro Method, Ability to Read Al-Quran, TPQ</em></p> <p> </p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mengimplementasikan metode Iqra dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an di TPQ At-Tadris Kampung Tanah Koja, Jakarta Barat. (2) Untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat metode Iqra dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an di TPQ At-Tadris Kampung Tanah Koja Jakarta Barat. Riset ini memakai metodologi kualitatif. Peserta riset ialah tenaga pendidik di TPQ At-Tadris. Metode pengambilan data melalui proses observasi, melakukan wawancara, dan mendokumentasikan informasi. Peneliti menemukan bahwa implementasi Metodologi Iqra efektif meningkatkan kemahiran membaca Al-Quran. Metode ini memuat empat komponen utama: kegiatan awal, inti, penutup, dan penilaian proses pembelajaran. 2) Faktor yang mendukung dalam peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an lewat iqro ialah dengan menumbuhkan kebiasaan rajin belajar di kalangan santri, membekali santri dengan buku iqro sendiri untuk meningkatkan motivasi belajarnya, dan adanya niat yang tulus dari guru. Kehadiran fasilitas pendidikan yang lengkap sangat memudahkan proses pembelajaran Al-Qur'an. Tanpa adanya fasilitas yang memadai mau tidak mau proses pembelajaran menjadi terhambat. Sedangkan faktor penghambatnya adalah adanya pengaruh lingkungan dan keluarga menjadi kendala. Pentingnya bagi keluarga, khususnya orang tua, untuk berperan aktif dalam pengembangan karakter santri. Konsekuensinya, murid akan meningkatkan pemahamannya terhadap ajaran yang disampaikan di TPQ dengan mereview topik yang serupa di rumah. Alhasil, fungsi keluarga begitu penting, terutama dalam membaca Al-Qur’an. Dan masih ada santri yang terus mengobrol, bercanda, dan berjalan-jalan selama pembelajaran berlangsung, menunjukkan kurangnya ke disiplinan pada santri.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Implementasi, Metode Iqro, Kemampuan Membaca Al-Quran, TPQ</p> 2024-07-04T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Irna Awliyah, Muhammad Abdullah Darras https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/6559 Pembentukan Karakter dan Moral pada Mahasiswa Melalui Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di Perguruan Tinggi 2024-07-06T03:40:40+00:00 Riza Hasan abdul@upy.ac.id <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperjelas peran pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dalam membentuk karakter dan moral pada mahasiswa di Perguruan Tinggi Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat. Metode penelitian yang dipilih untuk penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, yang melibatkan wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan memiliki peran krusial dalam membentuk moral dan karakter mahasiswa. Faktor utama dalam hal pembentukan karakter dan moral dapat dilakukan adalah kurikulum yang berkenaan, dosen yang mumpuni, dan mahasiswa yang aktif dalam metode pembelajaran. Analisis pembelajaran Pembelajaan Kewarganegaraan dapat membantu mahasiswa menyelesaikan masalah moral dan sosial dan mengembangkan keterampilan sosial dan emosi. Kesimpulan ini sejalan dengan penelitian sebelumnya dan memberikan bukti bahwa integrasi pendidikan kewarganegaraan dengan program studi dapat memberikan bebas akibat yang akan diakibatkan mahasiswa. Penelitian ini meberikan implikasi secara teoritis bahwa Praktek pembelajaran karakter pendidikan dan tingkat keterwakilan paradigma karakter di Perguruan Tinggi.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Pendidikan Kewarganegaraan, Pembentukan Karakter, Nilai Moral, Perguruan Tinggi</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>The aim of this research is to elucidate the role of Civic Education in shaping character and morality among students at the West Aceh State Community College. The chosen research methodology is qualitative descriptive, involving interviews, observations, and document analysis. The study's findings demonstrate that Civic Education plays a crucial role in molding the moral and character development of students. Key factors influencing character and moral development include relevant curriculum, competent faculty, and active student participation in learning methodologies. Analyzing Civic Education can assist students in addressing moral and social issues and enhancing their social and emotional skills. These conclusions align with prior research and provide evidence that integrating civic education into academic programs can yield positive outcomes for students. The study offers theoretical implications for character education practices and the representation of character paradigms in higher education.</em></p> <p><strong><em>Keywords:</em></strong><em> Civic Education, Character Formation, Moral Values, Higher Education, Students.</em></p> 2024-07-06T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Riza Hasan https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/6450 Analisis Perlindungan Hukum Atas Hak Asuh Anak Dalam Perceraian Menurut Hukum Perdata 2024-06-23T16:09:50+00:00 Cherly Melvia Joeng Hans abdul@upy.ac.id Jessica Chua abdul@upy.ac.id Nadiaintanceria abdul@upy.ac.id <p>Penelitian ini menyelidiki hak asuh anak dalam konteks perceraian menurut hukum perdata. Tujuan utama penelitian adalah untuk menemukan dan menganalisis undang-undang yang mengatur hak asuh anak dan melihat bagaimana undang-undang tersebut diterapkan di pengadilan. Penelitian ini juga melihat sejauh mana hak-hak anak dilindungi selama proses perceraian. Untuk memahami berbagai perspektif dan praktik hukum saat ini, penelitian ini menggunakan metode kualitatif, penelitian dokumen hukum berdasarkan Undang-undang dan Kitab Undang-Undang Perdata, dan analisis literatur. Penemuan utama penelitian ini adalah bahwa metode harus berfokus pada kepentingan terbaik anak dalam pengambilan keputusan hukum, seperti menjaga hubungan mereka dengan kedua orang tua, melindungi mereka dari kebutuhan fisik, emosional, dan pendidikan mereka, dan melindungi hak asasi mereka. Dalam situasi seperti ini, peningkatan kapasitas pengadilan untuk menangani kasus perceraian dengan mempertimbangkan kepentingan</p> <p>&nbsp;</p> <p>terbaik anak secara menyeluruh menjadi penting. Oleh karena itu, penelitian ini juga memfokuskan studinya dalam hak dan kewajiban orang tua terhadap anaknya jika terjadi perceraian.</p> <p>Kata kunci: Hak Asuh Anak, Perlindungan Hukum, Hak dan kewajiban</p> 2024-06-25T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Cherly Melvia Joeng Hans, Jessica Chua, Nadiaintanceria https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/6478 Penjatuhan Pidana terhadap Korban Perkosaan yang Melakukan Aborsi 2024-06-25T17:09:35+00:00 Ramiyanto abdul@upy.ac.id Antoni abdul@upy.ac.id <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Secara yuridis, korban perkosaan yang melakukan aborsi tidak dapat dijatuhi pidana sebagaimana diatur dalam UU-Kesehatan, UU-Perlindungan Anak dan PP No. 61 Tahun 2014. Secara praktis, ternyata anak korban perkosaan yang melakukan aborsi dijatuhi pidana sebagaimana terjadi di Pengadilan Negeri Muara Bulian, Jambi. Praktik itu kemudian dianulir oleh Pengadilan Tinggi Jambi, sehingga anak korban perkosaan yang melakukan aborsi tidak dijatuhi pidana (dibebaskan). Metode penelitian yang digunakan dalam tulisan ini adalah penelitian hukum normatif (yuridis-normatif) dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Kemudian pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik studi dokumen dan dianalisis secara kualitatif dengan teknik penafsiran hukum, serta selanjutnya penarikan kesimpulan dengan metode deduktif. Dari pembahasan dapat diketahui bahwa tidak semua korban perkosaan yang melakukan aborsi tidak dapat dijatuhi pidana yang ditentukan dalam hukum positif. Korban perkosaan yang melakukan aborsi yang tidak memenuhi syarat-syarat yang ditentukan dalam ketentuan perundang-undangan tetap dapat dijatuhi pidana sebagaimana ditentukan dalam hukum positif.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong>Penjatuhan Pidana, Korban Perkosaan, Aborsi</p> <p><strong><em>&nbsp;</em></strong></p> <p><strong><em>A</em></strong><strong><em>bstract</em></strong></p> <p><em>Juridically, rape victims who have abortions cannot be sentenced to criminal penalties as regulated in the Health Law, Child Protection Law, and PP no. 61 of 2014. In practical terms, it turns out that the child rape victim who had an abortion was sentenced to a criminal sentence as happened at the Muara Bulian District Court, Jambi. This practice was later annulled by the Jambi High Court, so that child rape victims who had abortions were not sentenced to criminal penalties (exonerated). The research method used in this paper is normative legal research (juridical-normative) with a statutory and contextual approach. Then data collection was carried out using document study techniques and analyzed qualitatively using legal interpretation techniques, and then conclusions were drawn using the deductive method. From the discussion, it can be seen that not all rape victims who have abortions cannot be sentenced to criminal penalties specified in positive law. Rape victims who have an abortion that does not fulfill the requirements specified in the statutory provisions can still be sentenced to criminal penalties as determined in positive law.</em></p> <p><strong><em>Keywords: </em></strong><em>Imposing of Criminal, Rape Victim, Abortion</em></p> 2024-06-25T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Ramiyanto, Antoni https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/6440 Pertanggung Jawaban Dirjen HKI atas Merek Gerprek Bensu melawan I am Geprek Bensu dalam Putusan Pengadilan Mahkamah Agung No.57/Pdt.Sus-Hki/Merek/2019/Pengadilan Niaga 2024-06-23T03:24:21+00:00 Aflah Noval Ramadhan abdul@upy.ac.id Reynaldi Hartman abdul@upy.ac.id Shahrazad Elmaniz abdul@upy.ac.id <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertanggungjawaban Direktur Jenderal Hak Kekayaan Intelektual (Dirjen HKI) dalam kasus sengketa merek antara "Geprek Bensu" dengan "I Am Geprek Bensu" berdasarkan Putusan Mahkamah Agung No. 57/Pdt.Sus-HKI/Merek/2019/Pengadilan Niaga. Data diperoleh melalui studi kasus yang melibatkan analisis putusan pengadilan, dokumen hukum yang relevan, dan wawancara dengan ahli hukum kekayaan intelektual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mahkamah Agung memutuskan bahwa hak merek "I Am Geprek Bensu" lebih sah karena didaftarkan terlebih dahulu, sedangkan "Geprek Bensu" dianggap melanggar hak tersebut. Putusan ini menyoroti tanggung jawab Dirjen HKI dalam memastikan proses pendaftaran merek yang akurat dan adil untuk menghindari sengketa merek. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Dirjen HKI harus meningkatkan mekanisme pemeriksaan dan verifikasi merek dagangnya untuk memastikan perlindungan yang lebih baik terhadap hak kekayaan intelektual, serta memberikan pemahaman yang lebih dalam kepada masyarakat tentang proses hukum merek dagang<strong>.</strong></p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Abstract</strong></p> <p>This research aims to analyze the liability of the Director General of Intellectual Property Rights (DG IPR) in a trademark dispute case between "Geprek Bensu" and "I Am Geprek Bensu" based on Supreme Court Decision No. 57/Pdt.Sus-HKI/Merek/2019/Commerce Court. Data was obtained through a case study involving the analysis of court decisions, relevant legal documents, and interviews with intellectual property law experts. The results showed that the Supreme Court decided that the trademark right of "I Am Geprek Bensu" was more valid because it was registered first, while "Geprek Bensu" was deemed to infringe the right. This ruling highlights the responsibility of the Director General of IPR in ensuring an accurate and fair trademark registration process to avoid trademark disputes. This research concludes that the DG IPR should improve its trademark examination and verification mechanisms to ensure better protection of intellectual property rights, as well as provide the public with a deeper understanding of the trademark legal process.</p> 2024-06-23T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Aflah Noval Ramadhan, Reynaldi Hartman, Shahrazad Elmaniz https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/6451 Analisis Sistem Pewarisan di Indonesia Dalam Prespektif Hukum Perdata 2024-06-23T16:11:52+00:00 Marleen Natania abdul@upy.ac.id Jordanno Lesmana abdul@upy.ac.id <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Konsep "Burgerlijk Wetboek," atau yang dikenal sebagai Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUH Perdata), mengatur hukum waris sebagai ketentuan mengenai peralihan harta benda dari orang yang meninggal dunia kepada ahli warisnya. Hukum waris ini merupakan bagian integral dari hukum harta benda, mengatur hak dan kewajiban yang timbul saat harta benda berpindah dari pewaris kepada ahli waris. Pasal 830 KUH Perdata menyatakan bahwa pewarisan hanya berlaku setelah kematian pewaris, sedangkan Pasal 836 mengatur bahwa ahli waris harus masih hidup saat pembagian harta warisan terjadi. Konsep wasiat juga dijelaskan sebagai pesan tertulis yang harus dilaksanakan oleh penerima wasiat setelah pewaris meninggal dunia. Wasiat ini bersifat mengikat dan memerlukan saksi dari pihak ketiga. Dalam kehidupan sosial dan budaya Indonesia, sistem pewarisan dipengaruhi oleh tradisi lokal dan norma hukum nasional yang kadang bertentangan. KUH Perdata membedakan ahli waris ke dalam beberapa golongan berdasarkan hubungan darah dan perkawinan. Tantangan dalam sistem pewarisan di Indonesia mencakup penegakan hukum yang seringkali memerlukan interpretasi kompleks, terutama ketika bertentangan dengan hukum adat atau ajaran agama. Hukum waris di Indonesia terus beradaptasi dengan dinamika sosial dan budaya, dengan revisi hukum dan pengembangan mekanisme penyelesaian sengketa yang lebih efektif. Beberapa kasus penting seperti Putusan MA Nomor 331 K/Ag/2018 menunjukkan pengakuan terhadap wasiat yang mengikat bagi ahli waris non-Muslim. Sistem hukum Indonesia, meskipun tidak berbasis pada preseden yang mengikat, memperlihatkan penerapan putusan-putusan penting untuk mencapai keadilan yang efisien dan stabil. Sistem pewarisan dalam KUH Perdata mencerminkan usaha untuk mengakomodasi perubahan sosial sambil mempertahankan nilai-nilai tradisional dan agama yang ada di masyarakat Indonesia.</p> <p><strong>Kata Kunci</strong>: Perdata, Waris, Sistem</p> 2024-06-23T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Marleen Natania, Jordanno Lesmana https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/6316 Semangat Patriotisme dalam Karya Sastra Indonesia: Menelusuri Nilai-Nilai Kebangsaan Cerita Pendek dengan judul “Piloe” 2024-06-06T18:03:59+00:00 Kevin Pardede abdul@upy.ac.id Samuel Simamora abdul@upy.ac.id Rosmawaty Harahap abdul@upy.ac.id <p><strong>Abtrak</strong></p> <p>Artikel ini menelusuri nilai-nilai patriotisme dan kebangsaan yang terkandung dalam cerita "Piloe" karya Soeman HS, seorang penulis sastra Indonesia. Dengan memperhatikan aspek-aspek kebersamaan, kejujuran, dan semangat keceriaan dalam cerita tersebut, artikel ini mengupas bagaimana karya sastra dapat memperkuat semangat cinta tanah air dan kebangsaan. Melalui analisis mendalam terhadap karakter-karakter dan alur cerita, artikel ini menjelaskan bagaimana cerita “Piloe” dapat menjadi cerminan dari nilai-nilai patriotisme dalam konteks sastra Indonesia. Artikel ini juga membahas bagaimana nilai-nilai yang terkandung dalam “Piloe” dapat memperkaya pemahaman akan semangat kebangsaan dan patriotisme di kalangan pembaca, khususnya generasi muda. Dengan menyoroti aspek-aspek kecil dalam cerita yang mencerminkan semangat persatuan, pengorbanan, dan kejujuran, artikel ini bertujuan untuk menggugah rasa nasionalisme dan kecintaan terhadap Indonesia. Diharapkan bahwa melalui analisis mendalam terhadap karya sastra, pembaca akan lebih memahami dan menghargai nilai-nilai kebangsaan yang terus relevan dalam konteks sosial dan budaya Indonesia.</p> <p>Kata Kunci : Sastra, Patriotisme, Piloe</p> 2024-06-06T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Kevin Pardede, Samuel Simamora, Rosmawaty Harahap https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/5911 Strategi Diplomasi Pertahanan Maritim Dalam Mengatasi Praktik Illegal, Unreported, and Unregulated Fishing Perairan Indonesia 2024-01-28T07:42:24+00:00 Lazuardi Loqman Ar Rahman abdul@upy.ac.id Anak Agung Banyu Perwita abdul@upy.ac.id Agung Rishdianto abdul@upy.ac.id <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Praktik <em>Illegal, Unreported, and Unregulated</em> (IUU) <em>Fishing</em> ditemukan di semua jenis dan dimensi perikanan, baik di laut lepas maupun di wilayah yurisdiksi nasional. Praktik IUU <em>Fishing</em> dapat dikaitkan dengan kejahatan di sepanjang rantai perikanan, sehingga perlu diketahui strategi diplomasi maritim Indonesia dalam negeri dan dalam RPOA-IUU. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif, dengan desain penelitian studi kasus. Pembangunan kekuatan diplomasi pertahanan maritim dalam negeri dilakukan dengan membentuk Satgas 115, Forum Penanganan Tindak Pidana Perikanan dan Tim Integrasi Data Tindak Pidana Kelautan dan Perikanan. Strategi diplomasi maritim Indonesia dalam RPOA-IUU untuk menyelesaikan masalah <em>Illegal, Unreported and Unregulated</em> (IUU) <em>Fishing</em> di Indonesia dilakukan dengan membesarkan RPOA-IUU menjadi kerjasama regional strategis, dan melaksanakan core element yang ada di dalam RPOA-IUU secara maksimal. Indonesia di dalam kanal-kanal diskusi MCS <em>Working Group</em> juga terus aktif untuk membentuk kerjasama bilateral dan regional untuk memperkuat upaya-upaya pemberantasan IUU <em>Fishing</em>.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong><em>Illegal, Unreported, and Unregulated </em>(IUU)<em> Fishing</em>, RPOA-IUU, Diplomasi Pertahanan Maritim.</p> 2024-01-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Lazuardi Loqman Ar Rahman, Anak Agung Banyu Perwita, Agung Rishdianto https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/5944 Tanggung Jawab Hukum Administrasi Apotek Terhadap Penjualan Obat Keras Tanpa Resep Dokter di Kabupaten Lebak Merujuk pada Permenkes Nomor 9 Tahun 2017 Tentang Apotek 2024-02-14T17:57:19+00:00 Epi Septianingsih abdul@upy.ac.id Fatkhul Muin therunurgiansah@gmail.com Ikomatussuniah salsabilafitri349@gmail.com <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Penelitian ini di latar belakangi mengenai penjualan obat keras tanpa resep di Apotek yang dilakukan oleh apoteker. Apoteker dianggap negatif oleh media di Indonesia, dikarenakan terdapat praktek yang tidak sesuai. Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui penjualan obat keras tanpa resep dokter di Kabupaten Lebak. Selanjutnya, untuk mengetahui tanggung jawab hukum administrasi bagi apotek yang menjual obat keras tanpa resep dokter, dan bagaimana pengawasan yang dilakukan oleh BPOM terhadap obat keras yang memiliki izin edar. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian <em>yuridis normatif empiris, </em>dengan pendekatan Undang-Undang, Sosiologis. Data untuk analisanya menggunakan analisa secara kualitatif. Hasil Penelitian ini yaitu penjualan obat keras tanpa resep dokter merupakan pelanggaran hukum. Apotek dalam setiap menjual obat keras harus berdasarkan ketentuan yang ada, dan bertanggung jawab untuk melaporkan setiap penjualan obat keras kepada Pemerintah, dalam hal ini Dinas Kesehatan. Adapun sanksi yang diberikan kepada pelaku usaha kefarmasian terhadap penjualan obat keras tanpa resep dokter yaitu sanksi administratif dimulai peringatan tertulis, penghentian sementara kegiatan hingga pencabutan SIA. Upaya pengawasan yang dilakukan oleh Pemerintah yaitu dengan membentuk BPOM sebagai pengawasan obat keras yang ilegal. Adanya BPOM pengawasan pemerintah lebih terjamin, dan masyarakat lebih aman dan nyaman dalam menggunakan obat-obatan yang mereka butuhkan.</p> <h1>Kata Kunci: Tanggung Jawab, Hukum, Apotek</h1> <h1>&nbsp;</h1> <h1><em>Abstract</em></h1> <p><em>This research is motivated by the issue of over-the-counter sales of prescription drugs in pharmacies conducted by pharmacists. Pharmacists are perceived negatively by the media in Indonesia due to inappropriate practices. The objectives of this research are to determine the sales of prescription drugs without a doctor's prescription in Lebak Regency. Furthermore, to understand the administrative legal responsibilities for pharmacies selling prescription drugs without a doctor's prescription, and how the supervision is carried out by the National Agency of Drug and Food Control (BPOM) for prescription drugs with circulation permits. This research employs a normative empirical juridical approach with legal and sociological perspectives. Qualitative analysis is used for data analysis. The results of this research indicate that the sale of prescription drugs without a doctor's prescription is a legal violation. Pharmacies must adhere to existing regulations when selling prescription drugs and are responsible for reporting each sale to the government, specifically the Health Department. Sanctions imposed on pharmaceutical business operators for selling prescription drugs without a doctor's prescription include administrative penalties ranging from written warnings to temporary cessation of activities to revocation of the pharmacy license. Government oversight is carried out through the establishment of BPOM to monitor illegal prescription drug sales. The existence of BPOM ensures more effective government supervision, providing greater safety and comfort for the public in using the medications they need.</em></p> <p><strong><em>Keyword: </em></strong><em>Rensponsibility, Law, Pharmacy</em></p> 2024-02-14T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Epi Septianingsih, Fatkhul Muin, Ikomatussuniah https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/5970 Kajian Filosofis: Pancasila dan Altruisme 2024-02-21T05:35:01+00:00 Anggit Rizkianto abdul@upy.ac.id <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Perilaku prososial (<em>prosocial behavior)</em> masyarakat Indonesia, khususnya perilaku altruisme, seringkali tidak terhubung dengan nilai-nilai Pancasila. Sehingga Pancasila semakin tidak membumi di lapangan sosial. Tulisan ini berusaha menunjukkan bahwa Pancasila sebagai falsafah kenegaraan dan altruisme sebagai dasar tindakan moral pada dasarnya memiliki kedekatan gagasan dan dapat saling menopang. Studi ini merupakan studi teks, dengan menempatkan teks-teks relevan sebagai dokumen historis, lalu mendeskripsikannya kembali dan merekonstuksinya untuk menjawab masalah. Hasil studi menunjukkan bahwa Pancasila lahir dari pandangan bahwa Indonesia sebagai suatu negara memiliki identitas kebangsaan yang kuat, yang sangat mengedepankan nilai gotong royong dan kebaikan bersama. Sementara itu, altruisme adalah sikap dan tindakan suka rela menolong orang lain. Seorang altruis selalu memiliki kesadaran moral mementingkan manusia lain dan kebaikan bersama, alih-alih diri sendiri. Sebagai falsafah bangsa, Pancasila dapat menjadi fondasi yang kokoh dalam pengembangan kesadaran moral dan tindakan altruistik. Pancasila dapat semakin memperkokoh moral altruis tersebut dan membuatnya dapat semakin berkesinambungan dalam kehidupan masyarakat Indonesia.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Pancasila, Filsafat Pancasila, Altruisme</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Abstract</strong></p> <p><em>The prosocial behaviour of Indonesian people, especially altruistic behavior, often unrelated to the values of Pancasila. So, this means that Pancasila can not be realized in the social reality. The purpose of this article is to show that Pancasila as a state philosophy and altruism as a basis for moral action have similar ideas and can support each other. This study is a text study, with relevant texts as historical documents, then re-describing and&nbsp; reconstructing them to answer the problem. The result of the study show that Pancasila was born from the thought that Indonesia as a country has a strong national identity, which prioritizes the values of mutual cooperation and the mutual benefits. Meanwhile, altruism is the attitude and behavior of voluntarily helping others. An altruist always has a moral awareness of prioritizing other humans and mutual benefits, rather than themself. As a national philosophy, Pancasila can be a solid foundation for developing moral awareness and altruistic behavior. Pancasila can also reinforce altruist moral and make it more sustainable in the life of Indonesian society.</em></p> <p><strong><em>Keywords:</em></strong><em> Pancasila, Pancasila Philosophy, Altruism</em></p> 2024-02-21T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Anggit Rizkianto https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/5972 Peran Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Barat Terhadap Pemberdayaan Masyarakat Melalui Badan Usaha Milik Desa (Studi Deskriptif di Desa Cibiru Wetan, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung) 2024-02-21T15:51:03+00:00 Yayat Hidayat abdul@upy.ac.id Omo Permana abdul@upy.ac.id Mungguh Subekti abdul@upy.ac.id <p><strong>Abstract</strong></p> <p>The purpose of this study is to determine the role of DPMD in empowering the community through BUMDes and to know the inhibiting factors and solutions regarding the process of advancing BUMDes. The method used in this study is a descriptive method using a qualitative approach. Researchers collect data by going to the field with interview and observation techniques. Community empowerment that has been carried out by BUMDes Mawa Raharja is through circular economy activities and the utilization of village potential, namely the natural beauty owned by Cibiru Wetan Village so that it is used as a tourist attraction including Tangga Seribu and Batu Kuda. The Community and Village Empowerment Office of West Java Province has two roles in empowering the community through BUMDes in Cibiru Wetan Village, namely as extension workers and facilitators. The obstacles experienced by DPMD in advancing BUMDes are technical obstacles and also the village's original income. In order for DPMD to be more optimal in carrying out the next task, there is a suggestion, namely that the village government is expected to cooperate with BUMDes in optimizing village potential by making village regulations regarding village financial management and building community participation to build businesses. Furthermore, BUMDes can establish relationships with external parties through AKSARA (Champion Village Academy) activities.</p> <p><strong>Keywords:</strong> DPMD, PUEM, BUMDes</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran DPMD dalam memberdayakan masyarakat melalui BUMDes serta mengetahui faktor penghambat dan solusi mengenai proses memajukan BUMDes. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Peneliti mengumpulkan data dengan turun ke lapangan dengan teknik wawancara dan observasi. Pemberdayaan masyarakat yang sudah dilakukan oleh BUMDes Mawa Raharja ialah melalui kegiatan ekonomi sirkular serta pemanfaatan potensi desa yaitu keindahan alam yang dimiliki oleh Desa Cibiru Wetan sehingga dijadikan sebagai objek wisata diantaranya adalah Tangga Seribu dan Batu Kuda. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Barat memiliki dua peran dalam memberdayakan masyarakat melalui BUMDes di Desa Cibiru Wetan yaitu sebagai penyuluh dan fasilitator. Hambatan yang dialami oleh DPMD dalam memajukan BUMDes adalah kendala teknis dan juga pendapatan asli desa. Agar DPMD lebih optimal dalam menjalankan tugas selanjutnya maka terdapat saran yaitu diharapkan pemerintah desa bekerja sama dengan BUMDes dalam optimalisasi potensi desa dengan membuat peraturan desa mengenai pengelolaan keuangan desa serta membangun partisipasi masyarakat untuk membangun usaha. Selanjutnya BUMDes dapat menjalin relasi dengan pihak luar melalui kegiatan AKSARA(Akademi Desa Juara).</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> DPMD, PUEM, BUMDes</p> 2024-02-21T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Yayat Hidayat, Omo Permana, Mungguh Subekti https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/5980 Analisis Faktor-faktor yang Berdampak pada Jumlah Kunjungan Wisatawan Nusantara 2024-02-27T17:20:47+00:00 Dian Meliantari abdul@upy.ac.id Ari Apriani abdul@upy.ac.id <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>Service</em><em> marketing, especially in the tourism sector, began to wriggle, marked by the number of tourist attractions that have sprung up with their own charm, which of course makes competition tighter. It turns out that this new tourist spot is not necessarily visited by many people, that's why managers must be smart to develop strategies to attract visitors to come. Almost every region in Indonesia has tourist attractions with a variety of tourist attractions to lodging accommodations that compete to attract local tourists there. This study aims to see and determine the impact of jurbab tourist destinations, tourist destinations and hotel occupancy rates on Indonesian tourist visits. The method used is a quantitative method with the use of data from BPS. Further analyzed by multiple linear regression with SPSS 26. As a result, tourist destinations, tourist destinations and hotel occupancy rates partially have a significant effect on Indonesian tourist visits. Simultaneously tourist destinations, tourist destinations and hotel occupancy rates have a significant effect on Indonesian tourist visits.</em></p> <p><strong><em>Keywords: </em></strong><em>Tourist</em><em> Destinations, Tourist Destinations, Hotel Occupancy Rates, Tourist Visits, Domestic Tourists</em></p> <p><strong><em>&nbsp;</em></strong></p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Pemasaran jasa khususnya di sektor pariwisata mulai bergeliat, ditandai dengan banyaknya tempat wisata yang bermunculan dengan daya tariknya tersendiri, yang tentu saja membuat persaingan semakin ketat. Ternyata tidak serta merta tempat wisata baru ini banyak dikunjungi orang karena itulah pengelola harus pintar Menyusun strategi untuk menggaet pengunjung datang. Hampir setiap daerah di Indonesia memiliki tempat wisata dengan beragam daya tarik wisata hingga akomodasi penginapan yang berlomba menarik minat wisatawan lokal kesana. Penelitian ini bertujuan untuk melihat dan mengetahui dampak jurbab daerah tujuan wisata, destinasi wisata dan tingkat hunian hotel terhadap kunjungan wisatawan Nusantara. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan penggunaan data dari BPS. Selanjutnya dianalisis dengan regresi linier berganda dengan SPSS 26. Hasilnya, Daerah tujuan wisata, Destinasi wisata dan Tingkat hunian hotel secara parsial berpengaruh signifikan terhadap Kunjungan wisatawan Nusantara. Secara simultan daerah tujuan wisata, destinasi wisata dan Tingkat hunian hotel berpengaruh signifikan terhadap kunjungan wisatawan Nusantara.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong>Daerah Tujuan Wisata, Destinasi Wisata, Tingkat Hunian Hotel, Kunjungan Wisatawan, Wisatawan Nusantara</p> 2024-02-27T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Dian Meliantari, Ari Apriani https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/5987 Kepastian Hukum Perkawinan Beda Agama Pasca Terbitnya Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 2 Tahun 2023 Dalam Mengadili Perkara Permohonan Pencatatan Perkawinan 2024-03-03T03:57:19+00:00 Dadan Herdiana abdul@upy.ac.id Dian Ekawati abdul@upy.ac.id <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kepastian hukum perkawinan beda agama setelah diterbitkannya Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 2 Tahun 2023 tentang Petunjuk Bagi Hakim Dalam Mengadili Perkara Permohonan Pencatatan Perkawinan Antar Umat yang Berbeda Agama dan Kepercayaan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian yuridis normatif dengan menggunakan data kepustakaan dari berbagai literatur, peraturan perundang-undangan, analisis putusan hakim, dan sumber lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada pengaturan khusus pernikahan beda agama dalam peraturan perundang-undangan di Indonesia, bahkan Undang-undang Nomor 1 tahun 1974 melarang pernikahan antara pasangan yang berbeda agama. Sebelum adanya Surat Edaran Mahkamah Agung, terdapat perbedaan putusan hakim dalam mengadili permohonan ijin pernikahan beda agama, menciptakan ketidakpastian hukum. Surat Edaran Mahkamah Agung ini memberikan pedoman kepada hakim, diharapkan agar putusan hakim menjadi seragam dalam menolak permohonan ijin pernikahan beda agama. Penelitian ini berkontribusi untuk memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang pengaturan hukum perkawinan beda agama di Indonesia dan implikasi dari Surat Edaran Mahkamah Agung tersebut.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Kepastian Hukum, Perkawinan Beda Agama, Dan Pencatatan Perkawinan Di Indonesia</p> 2024-03-03T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Dadan Herdiana, Dian Ekawati https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/5992 Analisis Pembangunan Ibukota Negara Baru dan Dampaknya Terhadap Anggaran Pertahanan 2024-03-04T15:25:50+00:00 Nurcahyo Agung Pambudhi abdul@upy.ac.id <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Dilema keamanan adalah situasi di mana suatu negara berupaya meningkatkan keamanannya dengan memperkuat pertahanannya atau membentuk aliansi dengan negara lain. Di tengah perkembangan lingkungan strategis yang dinamis, akan muncul berbagai ancaman, kesulitan, dan risiko yang sangat kompleks. Kekompleksan ancaman dan tantangan pertahanan negara secara konsisten dipengaruhi oleh perubahan yang terjadi di bidang ini.. Perpindahan Ibu Kota Negara (IKN) Indonesia merupakan hal yang sangat efektif tidak hanya dilihat dari sudut pandang pemerataan ekonomi saja namun juga bisa dilihat dengan pertahanan keamanan sebagai sebuah Ibukota Negara. Hal ini perkuat dengan ditandatanganinya UU nomor 3 tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara (UU IKN) yang ditandatangani dan resmi diundangkan pada 15 Februari 2022 lalu. Pemindahan Ibukota negara dari Jakarta ke Kalimantan ini tentu saja akan menciptakan pos-pos baru pengeluaran anggaran tiap tahunnya untuk mendukung Pembangunan ibukota negara baru di Penajam Passer utara atau mungkin akan mengorbankan pos- pos anggaran yang sudah ada. Penelitian kualitatif adalah metode utama untuk mengumpulkan data. Hasil analisis menunjukkan bahwa anggaran yang dijatahkan ke Kementerian Pertahanan sesuai dengan Peraturan Presiden No. 130 tahun 2022. sebesar 144, 26 Triliun Rupiah Dimana mengalami penurunan yang termaktub dalam RAPBN 2024 menjadi 135,44 Triliun Rupiah. Pembangunan postur pertahanan negara bertujuan untuk memperkuat kemampuan pertahanan negara. Potensi ancaman terhadap Indonesia semakin kompleks dan beragam sehingga memerlukan kemampuan pertahanan negara yang kuat. Postur pertahanan negara terus disesuaikan dan diarahkan agar dapat menjawab berbagai kemungkinan tantangan, serta ancaman nyata dan belum nyata. Bangkuatpokhan, juga dikenal sebagai Kekuatan Utama Pertahanan atau Minimum Essential Force (MEF), terdiri dari tiga rencana strategis yang dibuat oleh Kementerian Pertahanan sebelumnya. Renstra I beroperasi dari tahun 2010–2014; Renstra II beroperasi dari tahun 2015–2019; dan Renstra III beroperasi dari tahun 2020–2024. Sejak 2012, pemerintah telah mengoptimalkan kebijakan zero growth untuk mengurangi biaya pegawai. Perombakan birokrasi pertahanan departemen sumber daya manusia adalah kebijakan pemerintah. Ini dilakukan dengan tujuan memaksimalkan kualitas daripada kuantitas untuk mencapai keseimbangan antara jumlah staf dan posisi mereka. Hal ini dinilai dapat mengatasi pengurangan anggaran pertahanan dalam rangka mendukung percepatan Pembangunan Ibukota Negara Baru (IKN). Tentunya dengan perimbangan anggaran penelitian dan pengembangan yang cukup agar penguatan Alpalhankam dalam negeri dapat teratasi dan mengurangi ketergantungan dari negara lain.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong>Geopolitik dan Geostrategi Kawasan, IKN, Anggaran Pertahanan</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Abstract</strong></p> <p>A security dilemma is a situation in which a country seeks to increase its security by strengthening its defenses or forming alliances with other countries. The development of a dynamic strategic environment will give rise to a very complex series of threats, challenges and risks. Geopolitical and geostrategic developments in the region always bring changes in the complexity of defense threats and challenges. The relocation of Indonesia's National Capital (IKN) is a very effective thing not only seen from the perspective of economic equality but can also be seen in terms of security and defense as a National Capital. . This was reinforced by the signing of Law number 3 of 2022 concerning National Capital (UU IKN) which was signed and officially promulgated on February 15 2022. The move of the national capital from Jakarta to Kalimantan will of course create new budget expenditure posts each year to support the development of a new state capital in North Penajam Passer or perhaps will sacrifice existing budget posts. The method used is qualitative research, with document review as the main data collection technique. Analysis results, according to Presidential Regulation no. 130 of 2022, the Ministry of Defense's budget reallocation is 144.26 trillion Rupiah, which has decreased as stated in the 2024 RAPBN to 135.44 trillion Rupiah. The development of the country's defense posture aims to strengthen the country's defense capabilities. Potential threats to Indonesia are increasingly complex and diverse, requiring strong state defense capabilities. The country's defense posture continues to be adjusted and directed to be able to respond to various possible challenges, as well as real and unreal threats. The Ministry of Defense has previously prepared a strategic plan for the development of the Main Defense Force (Bangkuatpokhan) or better known as the Minimum Essential Force (MEF), which consists of three strategic strategic plans. Strategic Plan I started in 2010-2014, Strategic Plan II in 2015-2019 and Strategic Plan III in 2020-2024. The government's policy to reduce employee costs includes optimizing the zero growth policy implemented since 2012. The government's policy is to overhaul the HR department's defense bureaucracy which aims to maximize quality rather than quantity to achieve a balance between the number of people and the number of posts. This is considered to be able to overcome the reduction in the defense budget in order to support the acceleration of the Development of the New National Capital (IKN). Of course, with a balanced research and development budget that is sufficient, strengthening domestic defense and security equipment can be resolved and reduce dependence on other countries.</p> <p>Keywords: Geopolitics and regional geostrategy, IKN, defense budget.</p> <p><strong>Keywords:</strong> Geopolitics And Regional Geostrategy, IKN, Defense Budget</p> 2024-03-04T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Nurcahyo Agung Pambudhi https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/5998 Peran Lingkungan Keluarga dan Sekolah dalam Mendorong Kemajuan Bahasa Anak Usia Dini dengan Rhotacism: Pendekatan pada Kasus di TK Nurul Muslimin 2024-03-08T03:59:15+00:00 Suci Nurul Akhwatni Saragi abdul@upy.ac.id Trisnawati Hutagulung abdul@upy.ac.id Khairunisah Ababil Br Ginting abdul@upy.ac.id Kathryn Ellya Zahra abdul@upy.ac.id <h1>Abstrak</h1> <p>Perkembangan bahasa anak usia dini adalah tahap kritis dalam proses pendidikan yang memengaruhi kemampuan komunikasi dan pembelajaran selanjutnya. Salah satu hambatan yang sering dihadapi dalam perkembangan bahasa anak usia dini adalah <em>rhotacism</em>, gangguan bicara yang ditandai dengan kesulitan dalam pengucapan kata-kata dengan jelas, bergumam, atau perubahan kecepatan atau ritme saat berbicara. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki peran lingkungan keluarga dan sekolah dalam mendorong kemajuan bahasa anak usia dini dengan rhotacism. Subjek penelitian melibatkan 20 siswa dari TK Nurul Muslimin, di mana 2 di antaranya mengalami <em>rhotacism </em>dan kesulitan dalam kemampuan bahasa, membaca, dan menulis. Metode penelitian yang digunakan adalah pengamatan langsung dan wawancara dengan guru serta observasi terhadap siswa selama periode tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara lingkungan keluarga dan sekolah memiliki pengaruh signifikan terhadap kemajuan bahasa anak usia dini dengan <em>rhotacism</em>. Penekanan pada pembelajaran bahasa, membaca, dan menulis dengan strategi yang sesuai dapat membantu meningkatkan kemampuan anak-anak dalam mengatasi hambatan rhotacism. Implikasi dari penelitian ini menyoroti pentingnya kerjasama antara keluarga dan sekolah dalam mendukung perkembangan bahasa anak-anak dengan <em>rhotacism</em> di TK Nurul Muslimin, serta menyediakan panduan bagi pengembangan program intervensi yang sesuai untuk membantu anak-anak mengatasi hambatan tersebut secara efektif.</p> <p><strong>Kata Kunci</strong>:<em>.</em> Perkembangan Bahasa<em>, Rhotacism, </em>Anak Usia Dini</p> <p><em>&nbsp;</em></p> <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>Early childhood language development is a critical stage in the educational process that influences communication skills and subsequent learning. One of the obstacles often faced in early childhood language development is rhotacism, a speech disorder characterized by difficulty in pronouncing words clearly, mumbling, or changes in speed or rhythm when speaking. Therefore, this study aims to investigate the role of the family and school environment in promoting the language progress of young children with rhotacism. The research subjects involved 20 students from Nurul Muslimin Kindergarten, of which 2 of them experienced rhotacism and difficulties in language, reading and writing skills. The research methods used are direct observation and interviews with teachers as well as observations of students during a certain period. The research results show that the interaction between the family and school environment has a significant influence on the language progress of young children with rhotacism. An emphasis on language learning, reading, and writing with appropriate strategies can help improve children's ability to overcome the obstacles of rhotacism. The implications of this research highlight the importance of collaboration between families and schools in supporting the language development of children with rhotacism at Nurul Muslimin Kindergarten, as well as providing guidance for the development of appropriate intervention programs to help children overcome these barriers effectively.</em></p> <p><strong><em>Keywords</em></strong><em>: Language Development, Rhotacism, Early Childhood</em></p> 2024-03-08T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Suci Nurul Akhwatni Saragi, Trisnawati Hutagulung, Khairunisah Ababil Br Ginting, Kathryn Ellya Zahra https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/6002 Peran Interaksi Sosial Dalam Pengembangan Bahasa Anak Usia Dini di TK Al Istiqomah 2024-03-09T05:34:30+00:00 Azivah Zahrianis abdul@upy.ac.id Nabila Riyani Amanda Saragih abdul@upy.ac.id Riska Tri Andini abdul@upy.ac.id <h1>Abstrak</h1> <h1>Perkembangan bahasa Indonesia sangat penting karena komunikasi juga penting untuk tahapan perkembangan dari anak-anak tersebut. Dengan berbahasalah mereka berkomunikasi dan interaksi sosialSalah satu stimulasi yang bisa kita gunakan dalam meningkatkan perkembangan bahasa pada anak usia dini adalah dengan berinteraksi sosial. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki peran interaksi sosial dalam meningkatkan perkembangan bahasa pada anak usia dini tersebut. Subjek penelitian melibatkan 10 siswa dari TK Istiqomah di mana 3 diantaranya mengalami pribadi yang improver dan menutup diri dari teman-temannya. Metode penelitian yang digunakan adalah pengamatan dan wawancara dengan guru serta observasi terhadap siswa selama periode tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran interaksi sosial dapat meningkatkan kemampuan berbahasa pada anak usia dini.</h1> <p><strong>Kata Kunci</strong>: Perkembangan Bahasa<em>, Interaksi Sosial, </em>Anak Usia Dini</p> <p><em>&nbsp;</em></p> <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>The development of the Indonesian language is very important because communication is also important for the development stages of these children. It is through language that they communicate and have social interaction. One of the stimuli that we can use to improve language development in early childhood is social interaction. Therefore, this study aims to investigate the role of social interaction in improving language development in early childhood. The research subjects involved 10 students from Istiqomah Kindergarten, 3 of whom experienced personal improvement and closed themselves off from their friends. The research methods used are observations and interviews with teachers as well as observations of students during a certain period. The research results show that the role of social interaction can improve language skills in early childhood.</em></p> <p><strong><em>Keywords</em></strong><em>: Language Development, Social Interaction, Early Childhood</em></p> 2024-03-09T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Azivah Zahrianis, Nabila Riyani Amanda Saragih, Riska Tri Andini https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/6003 The Link of Amenities, Accessibility and Ancillary with the Selection of Tourist Destinations 2024-03-09T10:53:13+00:00 Dian Meliantari abdul@upy.ac.id Ari Apriani abdul@upy.ac.id <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>Service Tourist attractions are very important in the tourism industry.&nbsp; Marketing of tourism services is very dependent on the state of tourist attractions There are also many attractions that are empty of visitors. There are several factors that cause tourist destinations not to be chosen by tourists, including amenities or facilities and infrastructure that are less complete and attractive.&nbsp; Accessibility to locations is difficult to reach by transportation and anxiliaria or unprofessional managers. So this study was conducted to analyze these factors whether they really affect the selection of tourist destinations. The method used is a quantitative method with the use of data from BPS. Further analyzed by multiple linear regression with SPSS 26. As a result, partial amenities have a significant effect and on the selection of tourist destinations. Accessibility does not have a significant effect on the selection of tourist destinations. Ansilari has a significant influence on the selection of tourist destinations.&nbsp; Simultaneously, amenity, accessibility and anxiety have a significant effect on the selection of tourist destinations.&nbsp; </em></p> <p><strong><em>Keywords:</em></strong><em>&nbsp; Amenity, Accessibility, Ancillary, Tourist Destination, Destination</em></p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Objek wisata merupakan hal yang sangat penting dalam industry pariwisata.&nbsp; Pemasaran jasa pariwisata ini sangat tergantung dengan keadaan objek wisata Banyak juga objek wisata yang sepi pengunjung. Ada beberapa faktor yang menyebabkan tujuan wisata tidak dipilih oleh wisatawan, antara lain amenitas atau sarana dan prasarana yang kurang lengkap dan menarik.&nbsp; Aksesibilitas menuju lokasi&nbsp; sulit dijangkau oleh transportasi dan ansilari&nbsp; atau pengelola yang tidak professional. Sehingga penelitian ini dilakukan guna menganalisis faktor-faktor tersebut apakah benar berpengaruh&nbsp; terhadap pemilihan tujuan wisata. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan penggunaan data dari BPS. Selanjutnya dianalisis dengan regresi linier berganda dengan SPSS 26. Hasilnya,&nbsp;&nbsp; amenitas secara parsial&nbsp; berpengaruh signifikan&nbsp; dan terhadap pemilihan tujuan wisata. Aksesibilitas&nbsp; tidak berpengaruh signifikan terhadap pemilihan tujuan wisata. Ansilari berpengaruh signifikan terhadap pemilihan tujuan wisata.&nbsp; Secara simultan amenitas, aksesibilitas dan ansilari berpengaruh signifikan terhadap pemilihan tujuan wisata.&nbsp;</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Amenitas, Aksesibilitas, Ansilari, Tujuan Wisata, Destinasi.</p> 2024-03-09T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Dian Meliantari, Ari Apriani https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/6027 Studi Deskriptif Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Peningkatan Kinerja Guru di Sekolah Dasar Negeri Satreyan 3 Maron 2024-03-17T07:47:04+00:00 Siti Patima Ayu abdul@upy.ac.id Nanang Qosim therunurgiansah@gmail.com Sollah Solehudin abdul@upy.ac.id <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Penelitian ini membahas peran penting prinsip kepemimpinan sekolah dalam meningkatkan kinerja guru di kelas. Sebagai kepala sekolah, kepala sekolah mempunyai tanggung jawab untuk menekankan maksud dan tujuan, memeberikan bantuaan yang memadai, dan dan membina lingkungan yang menggugah minat siswa. Dengan menerapkan pendekatan kepemimpinan transformasional, kepala sekolah dapat menginspirasi dan membimbing guru untuk mencapai standar kinerja yang lebih tinggi. Pemantau dan evaluasi kinerja secara teratur, pemberdayaan guru melalui pengembangan profesional, dan manajemen konflik yang efektif juga menjadi fokus utama kepala sekolah. Penelitian yang dugunakan berupa pendekatan kualitatif dengan metode wawancara dan observasi sebagai cara untuk mengumpulkan data. Temua menunjukkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah yang berhasil berpengaruh positif terhadap semangat dan standar pengajaran, memberikan kontribusi signifikan pada peningkatan kinerja sekolah secara keseluruhan. Implikasi temuan ini adalah bahwa pengembangan pimpinan sekolah yang efektif akan menjadi startegi utama dalam meningkatkan kinerja guru.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Kepemimpinan Kepala Sekolah, Kinerja Guru</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>The central role of headmaster leadership in improving teacher performance in schools is discussed in this study. As the helm, the headmaster has an obligation to underline the vision and mission, provide adequate support, and create an atmosphere that arouses excitement among school members. By applying a transformational leadership approach, principals can inspire and guide teachers to achieve higher standards of performance. Regular monitoring and evaluation of performance, empowerment of teachers through professional development, and effective conflict management are also key focuses of principals. The research used is a qualitative approach with interview and observation methods as a way to collect data. The findings show that successful headmaster leadership positively influences teaching morale and standards, contributing significantly to the improvement of school performance.</em></p> <p><strong><em>Keywords:</em></strong><em> school principal leadership, teacher perfomance</em></p> 2024-03-17T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Siti Patima Ayu, Nanang Qosim, Sollah Solehudin https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/6028 Implementasi Manajemen Program Unggulan Prodistik Dalam Meningkatkan Skill Peserta Didik Berbasis IT di Ma Zainul Hasan 1 Genggong 2024-03-17T08:32:44+00:00 Irna Tanti abdul@upy.ac.id Nanang Qosim abdul@upy.ac.id Nur Hayati abdul@upy.ac.id <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan agar peserta didik dapat memperoleh <em>skill IT</em> untuk lulusan MA Zainul Hasan 1 Genggong dengan menerapkan program unggulan prodistik. MA Zainul Hasan 1 Genggong berkolaborasi dengan Universitas Negeri Malang Fakultas Pendidikan dan Prodi Teknologi Pendidikan. Kerjasama ini mengingatkankan bahwasannya teknologi informasi sangat penting pada perkembangan zaman ini. Perencanaan program <em>prodistik</em> merupakan perancangan kegiatan pembelajaran, suatu rangkaian yang mana pendidik medampingi, dan membimbing siswa agar memperoleh pengetahuan dan untuk mencapai pembelajaran yang telah diterapkan melalui proses menyiapkan bahan pembelajaran menggunakan metode dan pendekatan pembelajaran, penggunaan teknik pengajaran dan penetapan evaluasi, yang akan dilaksanakan dalam jangka waktu tertentu. Dalam metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dari program <em>prodistik</em> ini memperlihatkan bahwasannya program dirancang menggunakan data dan fakta yang benar. Program ini mempunyai tujuan yang jelas yaitu mencetak siswa MA Zainul Hasan 1 Genggong memiliki ilmu pengetahuan di bidang IT yang amat di butuhkan di zaman sekarang.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong>Implementasi Manajemen Prodistik, Peserta Didik, Skill IT</p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p><strong>Abstract</strong></p> <p>This research aims to ensure that students can obtain IT skill for MA Zainul Hasan 1 Genggong graduates by implementing superior prodistics programs. MA Zainul Hasan 1 Genggong collaborates with the state University of Malang, Faculty of Education and Educational Technology Studi Program. This collaboratioan reminds us that information technology is very important in today’s developments. Prodstic program planning is the design of learning activities, a series in which educators accompany and guide students to gain knowledge and to actieve the learning that has been implementasi through the process of preparing learning materials using learning methods and approaches, using teaching techniques and determining evaluations, which will be carried out in certain period of time, in this research method, qualitative methods used, this productivist program shows that the program was designed using correct data and facts. This program has a clear goal, namely to produce MA Zainul Hasan 1 Genggong students whith knowledge in the IT field which is really needed nowadays.</p> <p><strong>Keyword:</strong> Implementasi of Product Management, Students, IT Skills</p> 2024-03-17T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Irna Tanti, Nanang Qosim, Nur Hayati https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/6032 Peran Kepala Tatausaha Sebagai Administrator Dalam Meningkatkan Kualitas Pengelolaan Layanan Administrasi di Madrasah Tsanawiyah Sunan Kalijaga Tiris 2024-03-18T12:49:11+00:00 Rofiatul Hasanah abdul@upy.ac.id Muhammad Hifdil Islam abdul@upy.ac.id Poppy Rachman abdul@upy.ac.id <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Peranan kepala tata usaha sebagai administrator dalam meningkatkan efektivitas pelayanan administrasi di lembaga Madrasah Tsanawiyah Sunan Kalijaga memiliki peranan yang sangat penting. Tujuan dari pengamatan ini ialah untuk memperoleh pemahaman yang cukup luas mengenai peranan kepala tata usaha sebagai administrator dan pentingnya peran tersebut dalam meningkatkan efektivitas layanan administrasi di lembaga Madrasah Tsanawiyah. Pengamatan ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi pustaka untuk memperoleh data yang diperlukan. Berdasarkan hasil pengamatan ini, kita dapat mengetahui bahwa kepala tata usaha memiliki tanggung jawab utama dalam mengatur dan mengawasi berbagai aspek administrasi di lembaga. Dengan kepemimpinan yang kuat, perencanaan yang baik, pengawasan yang cermat, pelatihan yang tepat, dan penerapan teknologi yang tepat, kepala tata usaha dapat meningkatkan kinerja dan efektivitas layanan administrasi. Pengamatan ini diharapkan bisa menjadi arahan bagi kepala tata usaha dan pihak yang bersangkutan dalam mengoptimalkan administrasi dilembaga pendidikan dan meningkatkan mutu pelayanan administrasi dilembaga Madrasah Tsanawiyah Sunan Kalijaga.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong>Kepala Tata Usaha, Administrator, Pengelolaan, Layanan Administrasi&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;</p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p><strong>Abstract</strong></p> <p>The role of the head of administration as an administrator in improving the effectiveness of administrative services at the Madrasah Tsanawiyah Sunan Kalijaga institution has a very important role. The purpose of this observation is to gain a fairly broad understanding of the role of the head of administration as an administrator and the importance of this role in increasing the effectiveness of administrative services at Madrasah Tsanawiyah institutions. This observation uses a qualitative approach and literature study methods to obtain the necessary data. Based on the results of these observations, it can be concluded that the head of administration has the main responsibility for organizing and supervising various aspects of administration in the institution. With strong leadership, good planning, careful supervision, appropriate training, and the application of appropriate technology, the head of administration can improve the performance and effectiveness of administrative services. It is hoped that this observation can provide direction for the head of administration and the parties concerned in optimizing administration at educational institutions and improving the quality of administrative services at the Madrasah Tsanawiyah Sunan Kalijaga institution.</p> <p><strong>Keywords: </strong>Head of Administration, Administrator, Management, Administrative Services</p> 2024-03-18T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Rofiatul Hasanah, Muhammad Hifdil Islam, Poppy Rachman https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/6033 Sistem Informasi Pendidikan Dalam Upaya Peningkatan Kinerja Tenaga Pendidik di MI Nahdlatul Ulama Kraksaan 2024-03-18T12:51:42+00:00 Maria Ulfa Maulana Dewi abdul@upy.ac.id Nanang Qosim abdul@upy.ac.id Nur Hayati abdul@upy.ac.id <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Output dari penelitian ini adalah agar fungsi dari sistem manajemen informasi pendidikan dapat meningkatkan kinerja guru di MI Nahdlatul Ulama kraksaan. Guru merupakan salah satu aspek yang mana tak kalah vital dari pembelajaran itu sendiri. Melalui tenaga pendidik, seorang pimpinan lembaga dapat menyalurkan visi misi lembaga yang di kelola nya melalui tenaga pendidik tersebut. Proses perencanaan, pengelolaan, pengorganisasian, merupakan kegiatan administratif. yang mana proses tersebut merupakan bagian dari pengambilan keputusan seorang pemimpin lembaga. Lalu selanjutnya, informasi yang di butuhkan oleh pengelola tersebut di sediakan sistem manajemen informasi (SMI) adalah suatu sistem yang mengelola seluruh laporan yang ada dalam lembaga tersebut. Seluruh fungsi manajemen baik itu pengorganisasian, pengelolaan, pengendalian, dan pengoperasian sangat di butuhkan untuk keberhasilan kegiatan maupun visi misi sekolah. Maka dari itu, penerapan sistem informasi akademik sangat perlu di sektor pendidikan.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong>Sistem Informasi Pendidikan, Kinerja Tenaga Pendidik</p> <p><strong><em>&nbsp;</em></strong></p> <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>This research uses qualitative approach. Output from this research is that the functions of the education information management system can improve teacherperformance at MI Nahdlatul Ulama Kraksaan. Teachers are an aspect that is no less vital than learning it self. Through teaching staff, an institution leader can channel the vision of the mission of the the institution he manages through the teaching staff. The process of planning, managing, organizing, are administrative activities where this process is part of the decision making of an institution leader. Then next, the information needed by the manager is provided by the information management system (SMI), namely a system that manages all the report contained in that institution. All management functions, including organizing, managing, controlling, and operating, are very much needed for the succes of the school’s activities and vision and mission. There for, the implementation of academic information systems is very necessary in the education sector.</em></p> <p><strong><em>Keyword</em></strong><em> : Education Information System, Educator Performance</em></p> 2024-03-18T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Maria Ulfa Maulana Dewi, Nanang Qosim, Nur Hayati https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/6047 Dampak Konflik Hamas dan Israil Tahun 2023 Terhadap Persepsi Masyarakat Indonesia (Nasionalisme, Kewarganegaraan dan Hak Asasi Manusia) 2024-03-20T14:35:29+00:00 Yulia Febi Zita Ronika abdul@upy.ac.id Rudy Sutanto abdul@upy.ac.id Fauzia Gustarina Cempaka Timur abdul@upy.ac.id <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Paper ini mengeksplorasi dampak konflik antara Hamas dan Israel terhadap nasionalisme, kewarganegaraan, dan hak asasi manusia di Indonesia pada tahun 2023. Konflik ini, yang melibatkan krisis di Timur Tengah, memiliki konsekuensi global yang dapat mempengaruhi stabilitas dan dinamika sosial di berbagai negara, termasuk Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana ketegangan dan peristiwa internasional terkait agama dapat membentuk persepsi dan sikap masyarakat Indonesia terhadap nasionalisme, kewarganegaraan, dan hak asasi manusia. Melalui pendekatan analisis konten terhadap media dan studi literatur, paper ini mencoba mendalam ke dalam respons masyarakat Indonesia terhadap konflik tersebut. Faktor-faktor seperti informasi media, kebijakan pemerintah, dan interaksi sosial menjadi fokus utama dalam memahami perubahan opini dan sikap masyarakat. Implikasi konflik internasional terhadap identitas nasional, konsep kewarganegaraan, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia menjadi sorotan utama. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan mendalam tentang bagaimana peristiwa global dapat menciptakan gelombang respons di tingkat nasional. Hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi pada pemahaman lebih lanjut tentang kaitan antara konflik internasional, dinamika sosial, dan nilai-nilai masyarakat dalam konteks Indonesia.</p> <p><strong>K</strong><strong>ata Kunci: </strong>Nasionalisme, Kewarganegaraan, Hak Asasi Manusia, Konflik</p> 2024-03-20T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Yulia Febi Zita Ronika, Rudy Sutanto, Fauzia Gustarina Cempaka Timur https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/6049 Manajemen Sumber Daya Manusia Dalam Mencetak Kader Ahlusunna Wal Jamaah: Studi Kasus di Pesantren Darut Tauhid Pajarakan Probolinggo 2024-03-21T17:43:47+00:00 Moch Zainul Fata abdul@upy.ac.id <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>The quality of santri in understanding ahlusunna wal jamaah in Pondok Darut Tauhid Pesantren Zainul Hasan Genggong is not so deep but they can distinguish which laws are right and which are wrong. The importance of managing human resources in Pondok Darut Tauhid Pesantren Zainul Hasan Genggong in producing cadres of Ahlusunna wa Jamaah, according to the era of this era, there are many teachings that are very misleading to the ummah while the role of a santri is to be able to answer problems in society. Creswell explains that qualitative research has narrative research as one of qualitative research, namely a research study for one or more people in obtaining data, the author thinks it would be nice if the education curriculum at Pondok Darut Tauhid included subjects that specifically discuss NU-an or aswaja-an. By knowing the background and history of Nahdlatul Ulama' which is taught in madarsah diniyah, it will form the character of students who love and explore ahlus sunnah wal jama'ah an nahdliyah</em></p> <p><strong><em>Keywords: </em></strong><em>Human Resources Management, Aswaja, Character</em></p> <p><strong><em>&nbsp;</em></strong></p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Kualitas santri dalam pemahaman ahlusunna wal jamaah di pondok darut tauhid pesantren zainul hasan genggong tidak begitu mendalam akan tetapi mereka bisa membedakan mana yang mana hukum benar dan mana yang salah. Pentingnya dalam pengelolahan sdm di pondok darut tauhid pesantren zainul hasan genggong dalam mencetak kader ahlusunna wa jamaah, sesuai dalam era di zaman ini, banyak sekali ajaran ajaran yang sangat menyesatkan ummat sedangkan peran seoarang santri ialah bisa menjawab problematika dalam bermsyarakat. Creswell menejelaskan penelitian kualitatif terdapat penelitian naratif sebagai sala satu penelitian kualitatif yaitu studi penelitian untuk satu orang atau lebih dalam memperoleh data, penulis berpandangan alangkah baiknya jika kurikulum Pendidikan di Pondok Darut Tauhid di sisipkan mata Pelajaran yang khusus membahas ke NU-an atau ke aswaja-an. Dengan mengetahui latar belakang dan Sejarah Nahdlatul Ulama’ yang diajarkan dalam madarsah diniyah, maka akn terbentuk karakter santri yang mencintai dan mendalami ahlus sunnah wal jama’ah an nahdliyah.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong>Manajemen Sumber Daya Manusia, Aswaja, Karakter</p> 2024-03-21T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Moch Zainul Fata https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/6061 Manajemen Peserta Didik Dalam Meningkatkan Komunikasi Belajar Siswa di SDN Alassumur Lor I 2024-03-23T13:46:21+00:00 Siti Ulfatun Hasanah abdul@upy.ac.id Mamluatun Ni’mah abdul@upy.ac.id Mohamad Ahyar Ma’arif abdul@upy.ac.id <p><strong><em>Abstra</em></strong><strong><em>ct</em></strong></p> <p><em>Schools need student management to achieve the desired goals. Student management Students have an important role in providing services and guidance to students from the start of school to the end of school. In this article, researchers conducted research related to student management in improving student learning communication at Alasumur Lor I Elementary School. This research used a qualitative approach. The data sources used in this research are interviews, observations and documentary data sources. The results of this research show that student management at SDN Alasumur Lor I has provided good service and provided good student training, both in the classroom and outside the classroom. There are qualified teachers to teach in class, supported by adequate infrastructure and student enthusiasm for learning in class so that good communication and collaboration between teachers and students is created.</em></p> <p><strong><em>Keywords:</em></strong><em> Student Management, Learning Communication</em></p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Sekolah membutuhkan manajemen peserta didik untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Manajemen peserta didik Siswa mempunyai peranan penting dalam memberikan pelayanan dan bimbingan kepada siswa sejak awal sekolah hingga akhir sekolah. Dalam artikel ini peneliti melakukan penilitian terkait manajemen peserta didik dalam meningkatkan komunikasi belajar siswa di SDN alassumur Lor I. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi dan sumber data dokumenter. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen peserta didik di SDN Alassumur Lor I sudah memberikan pelayanan dengan baik dan memberikan pembinaan peserta didik dengan baik, baik didalam kelas maupun diluar kelas. Terdapat guru yang berkualitas untuk mengajar di kelas, didukung dengan sarana prasarana yang memadai dan semangat siswa dalam belajar di kelas sehingga tercipta komunikasi dan kolaborasi yang baik antara guru dan siswa.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong>Manajemen Peserta Didik, Komunikasi Belajar.</p> 2024-03-23T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Siti Ulfatun Hasanah, Mamluatun Ni’mah, Mohamad Ahyar Ma’arif https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/6062 Manajemen Pesantren Dalam Meningkatkan Mutu Santri di Pondok Pesantren Nurul Qur’an Patokan Kraksaan 2024-03-23T13:48:45+00:00 Widi Wijayanto abdul@upy.ac.id Abd Aziz abdul@upy.ac.id Ghufron abdul@upy.ac.id <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Berdasarkan definisi dasarnya, pesantren adalah tempat belajar siswa. Sebagai lembaga pendidikan Islam, pesantren dikatakan sebagai tempat pembelajaran yang otomatis menjadi pusat kebudayaan Islam yang diterima atau dilembagakan oleh masyarakat. Secara historis, pesantren tidak hanya identik dengan makna Islam, namun juga mengandung makna keaslian Indonesia.(asli). Maka penulis menemukan permasalahan yaitu kualitas santri putra Pensantren Nurul Qur’an yang memadai dan mempunyai keterampilan di bidang kurikulum dan diniyyah serta lembaga penunjang kualitas peserta didik. Manajemen Pondok Pesantren dalam Meningkatkan Mutu kualitas santri di Pondok Pesantren Nurul Qur’an Patokan Kraksaan. Hal ini sangat penting karena mempengaruhi mutu kurikulum, keterampilan dan sikap yang membentuk mutu pendidikan peserta didik. pesantren Nurul Qur’an bermutu. Patokan Kraksaan Penelitian Pondok Pesantren Nurul Qur'an didasarkan pada kenyataan bahwa pondok pesantren dan sekolah pendidikan umum dapat mengintegrasikan kurikulum dan pendidikan pondok pesantren melalui program yang ada untuk bersaing di bidang pendidikan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Kajian ini memaparkan dan mengkaji secara mendalam permasalahan yang berkaitan dengan manajemen santri.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Manajemen Pesantren, Mutu Santri</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Abstra</strong><strong>ct</strong></p> <p>Based on its basic definition, Islamic boarding school is a place for students to study. As an Islamic educational institution, Islamic boarding schools are said to be places of learning that automatically become centers of Islamic culture that are accepted or institutionalized by society. Historically, Islamic boarding schools are not only synonymous with the meaning of Islam, but also contain the meaning of Indonesian authenticity. So the author found a problem, namely the quality of male students at the Nurul Qur'an Islamic Boarding School who were adequate and had skills in the fields of curriculum and diniyyah as well as institutions supporting the quality of students. Management of Islamic Boarding Schools in Improving the Quality of Students at the Nurul Qur'an Benchmark Kraksaan Islamic Boarding School. This is very important because it affects the quality of the curriculum, skills and attitudes that shape the quality of students' education. quality Nurul Qur'an Islamic boarding school. The Nurul Qur'an Islamic Boarding School research benchmark is based on the fact that Islamic boarding schools and general education schools can integrate Islamic boarding school curriculum and education through existing programs to compete in the education sector. The method used in this research is qualitative method. This study describes and examines in depth the problems related to student management.</p> <p><strong>Keywords:</strong> Islamic boarding school management, quality of students</p> 2024-03-23T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Widi Wijayanto, Abd Aziz, Ghufron https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/6065 Strategi Integrasi Sosial dan Ekonomi Imigran Ilegal Rohingya di Wilayah Perbatasan Indonesia – Myanmar 2024-03-25T17:47:43+00:00 Nurman Machmud abdul@upy.ac.id Hikmat Zakky Al-Mubaroq abdul@upy.ac.id Editha Praditya Duarte abdul@upy.ac.id <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Permasalahan mendasar adalah banyak ribuan imigran ilegal yang memasuki wilayah Indonesia melalui jalur perbatasan Myanmar pada setiap tahunnya. Kedatangan mereka tentu sangat berpotensi menimbulkan konflik sosial dan persaingan ekonomi dengan masyarakat lokal di wilayah perbatasan, khususnya di wilayah Aceh Utara. Oleh karena itu, diperlukan integrasi sosial dan ekonomi yang tepat bagi imigran Rohingnya menjadi sangat penting. Integrasi sosial dan ekonomi adalah sebuah proses penyatuan dari berbagai kelompok masyarakat yang berbeda, baik dari segi budaya, agama, etnis, maupun status sosial ekonominya. Integrasi sosial dan ekonomi yang kuat dapat menciptakan masyarakat yang harmonis, sejahtera dan produktif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, Analisis data yang digunakan itu deskriptif dengan studi literatur yang relevan dengan topik pembahasan. Adapun data yang digunakan itu data primer dan data sekunder dengan bersumber pada google scholar, publish or perish, dan website resmi mengenai kebijakan dalam menangani imigran rohingya yang masuk ke wilayah Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis situasi dan permasalahan dalam integrasi imigran Rohingya saat ini di wilayah perbatasan, hal ini tentunya mengganggu sosial dan adanya persaingan ekonomi. Tentunya pemerintah harus merumuskan strategi integrasi sosial dan ekonomi yang efektif dan efisien di wilayah perbatasan Indonesia dan Myanmar. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa strategi integrasi sosial dan ekonomi imigran Rohingya yang efektif itu mencakup: mediasi konflik, sosialisasi multikulturalisme, akses langsung ke layanan publik, memberikan bantuan modal usaha dan pelatihan keterampilan, serta memberikan program yang padat karya infrastruktur daerah. Penelitian ini menunjukan tantangan-tantangan seperti kompleksitas hukum, resistensi sosial dan perlunya kebijakan pemerintah. Pentingnya strategi komprehensif yang memperhatikan aspek sosial, ekonomi dan hukum. Tentunya dalam implementasi strategi ini memerlukan koordinasi antar pemangku kepentingan terkait seperti pejabat daerah dengan pejabat pusat.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Imigran Ilegal, Integrasi, Rohingya, Strategi, Wilayah Perbatasan</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>The fundamental problem is that thousands of illegal immigrants enter Indonesia through the Myanmar border every year. Their arrival certainly has the potential to cause social conflict and economic competition with local communities in the border area, especially in North Aceh. Therefore, proper social and economic integration for Rohingya immigrants is crucial. Social and economic integration is a process of unification of different groups of people, both in terms of culture, religion, ethnicity, and socio-economic status. Strong social and economic integration can create a harmonious, prosperous and productive society. This research uses a qualitative method, the data analysis used is descriptive with a literature study that is relevant to the topic of discussion. The data used are primary data and secondary data sourced from google scholar, publish or perish, and official websites regarding policies in dealing with rohingya immigrants entering Indonesian territory. the purpose of this study is to analyze the situation and problems in the current integration of Rohingya immigrants in the border region, this certainly disrupts social and economic competition. Surely the government must formulate an effective and efficient social and economic integration strategy in the border region of Indonesia and Myanmar. The results of this study show that effective social and economic integration strategies of Rohingya immigrants include: conflict mediation, socialization of multiculturalism, direct access to public services, providing business capital assistance and skills training, and providing labor-intensive regional infrastructure programs. The research points to challenges such as legal complexity, social resistance and the need for government policies. The importance of a comprehensive strategy that takes into account social, economic and legal aspects. Of course, the implementation of this strategy requires coordination between relevant stakeholders such as local officials and central officials.</em></p> <p><strong><em>Keywords:</em></strong><em> Illegal Immigrants, Integration, Rohingya, Strategy, Border Region</em></p> 2024-03-25T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Nurman Machmud, Hikmat Zakky Al-Mubaroq, Editha Praditya Duarte https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/6077 Peran Orang Tua Dalam Meningkatkan Minat Belajar Siswa Kelas 4 pada Pembelajaran Matematika di MI Al-Falah 2024-03-30T12:54:38+00:00 Siti Masruroh Aprilia abdul@upy.ac.id Endah Tri Wisudaningsih abdul@upy.ac.id Nani Zahrotul Mufidah abdul@upy.ac.id <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Peran orang tua merupakan hal yang sangat penting dalam membantu perkembangan belajar anak, jika orang tua menyampaikan atau memberikan kepada arah yang kurang baik maka akan mengakibatkan kurangnya keberhasilan anak dalam proses belajarnya. Orang tua juga memiliki peran dalam menumbuhkan minat seorang anak dalam belajar agar anak dapat disiplin dan juga mengontrol belajarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perang peran orang tua dalam meningkatkan minat belajar siswa kelas 4 pada pembelajaran matematika di MI. Al-Falah. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini yaitu mengungkap 6 orang tua siswa. Metode untuk pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Dengan menerapkan model Teknik analisis data Miles and Huberman yaitu proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan (verifikasi). Dalam penelitian ini peneliti menggunakan teknik pemeriksaan keabsahan data triangulasi dengan sumber dan triangulasi dengan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan hasil wawancara peran orang tua dalam meningkatkan minat belajar siswa pada pembelajaran matematika sangat penting dan berpengaruh terhadap perkembangan, minat, serta hasil belajar anak. Adanya dukungan, bimbingan, dan perhatian dari orang tua yang sangat dibutuhkan oleh anak, terutama terhadap minat belajar anak.</p> <p><strong>Kata Kunci</strong>: Peran Orang Tua, Minat Belajar, Matematika</p> 2024-03-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Siti Masruroh Aprilia, Endah Tri Wisudaningsih, Nani Zahrotul Mufidah https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/6078 Potensi Ancaman Kedaulatan Negara pada Pengadaan Citra Satelit 2024-03-31T17:54:25+00:00 Syamsul Wahyu syamtiwi@gmail.com Hikmat Zakky Almubaroq zakkyauri94@gmail.com Suprapto prapto55@gmail.com <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Pengadaan citra satelit merupakan aspek penting dalam menjaga kedaulatan Indonesia, namun juga membawa potensi ancaman yang perlu diperhatikan secara serius. Ketergantungan pada teknologi asing, kerentanan terhadap pembajakan, dan risiko kehilangan kontrol informasi strategis menjadi tantangan utama yang harus diatasi. Dalam konteks ini, kolaborasi dengan negara lain dan pengembangan teknologi domestik menjadi kunci dalam menghadapi potensi ancaman tersebut. Penelitian ini didasarkan pada analisis potensi ancaman dalam pengadaan citra satelit untuk Indonesia. Informasi diperoleh melalui studi literatur, penelusuran data, dan sintesis informasi terkait risiko yang mungkin timbul. Pendekatan kualitatif digunakan untuk mengidentifikasi tantangan dan solusi yang relevan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki potensi ancaman yang terkait dengan pengadaan citra satelit di Indonesia dan mengidentifikasi langkah-langkah yang dapat diambil untuk mengatasi risiko tersebut. Melalui kolaborasi dengan negara lain dan pengembangan teknologi domestik, penelitian ini bertujuan untuk memberikan rekomendasi yang dapat memastikan pengadaan citra satelit yang aman, terjamin keasliannya, dan mendukung kedaulatan serta keamanan nasional Indonesia</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Pengadaan, Citra Satelit, Kedaulatan</p> 2024-03-31T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Syamsul Wahyu, Hikmat Zakky Almubaroq, Suprapto https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/6085 The Application of Transformational Leadership and Work Discipline to the Performance of Seskoal Soldiers in Jakarta 2024-04-02T03:10:02+00:00 Jales Jamca Jayamahe abdul@upy.ac.id Anita Kartika Sari abdul@upy.ac.id Sri Rahayu abdul@upy.ac.id <p><strong>Abstract</strong></p> <p><em>Most soldiers are less than optimal in effectiveness, efficiency, and agility, as seen from delays and lags in completing tasks and submitting activity reports. The research location is at Seskoal, Cipulir, South Jakarta. The purpose of this study was to determine the application of transformational leadership and work discipline to the performance of Seskoal soldiers in Jakarta. The research method used is qualitative with data collection techniques through observation, in-depth interviews, and content analysis. The results showed that the application of transformational leadership by the Seskoal Commander encourages staff to prioritize the interests of the organization, so that the goals set can be achieved. In addition, the application of wise and fair work discipline also has a positive impact on the productivity, safety, welfare, and overall success of the institution. Thus, both factors have an important role in improving the performance of Seskoal soldiers. Keywords: Leadership, Work Discipline, Performance, Seskoal Soldiers.</em></p> <p><strong><em>Keywords:</em></strong><em> Leadership; Work Discipline; Performance; Seskoal Soldiers</em></p> 2024-04-02T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Jales Jamca Jayamahe, Anita Kartika Sari, Sri Rahayu https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/6087 Peningkatan Kemampuan Problem Solving Siswa dalam Pembelajaran Pendidikan Pancasila melalui E-LKPD Berbasis Real Problem 2024-04-02T18:04:39+00:00 Mu’allifatul Ulya abdul@upy.ac.id Rosalina Ginting abdul@upy.ac.id Maryanto abdul@upy.ac.id <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Studi ini bermula dari keterbatasan kemampuan siswa menyelesaikan masalah dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila. Hal tersebut disebabkan karena sistem pembelajaran masih konvensional. Tujuan dari studi menentukan apakah terjadi peningkatan kemampuan <em>problem solving</em> siswa dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila di kelas VII SMP Negeri 10 Semarang melalui e-LKPD berbasis <em>real problem</em>. Metode penelitian yang diterapkan adalah kuantitatif eksperimen dengan menghimpun data melalui <em>pretest</em> dan <em>posttest</em> serta analisis meggunakan uji ketuntasan klasikal dan uji-t. Temuan dari penelitian mengindikasikan tingkat ketuntasan klasikal pada eksperimen lebih maksimal dari kontrol, yaitu 87,50% dan 22,58%. Sedangkan hasil uji-t menunjukkan bahwa nilai siginifikasi (2-<em>tailed</em>) adalah 0,000 atau kurang dari 0,05. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa penggunaan e-LKPD yang berbasis pada permasalahan nyata telah meningkatkan kemampuan siwa dalam menyelesaikan persoalan Pendidikan Pancasila di kelas VII SMP Negeri 10 Semarang.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong><em> Problem Solving, </em>Pendidikan Pancasila, e-LKPD<em>, Real Problem.</em></p> <p><em>&nbsp;</em></p> <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>This study stems from the limited ability of students to solve problems in learning Pancasila Education. This is because the learning system is still conventional. The purpose of the study determine whether there is an increase&nbsp;in students' problem-solving abilities in learning Pancasila Education in grade VII SMP Negeri 10 Semarang through real problem-based e-LKPD. The research method applied is quantitative experiments by collecting data through&nbsp;pretest&nbsp;and&nbsp;posttest&nbsp;as well as analysis using classical due diligence and t-test. The findings of the study indicated that the level of classical completeness in the experiment was higher than the control, namely 87.50% and 22.58%. While the t-test results show that the signification value (2-tailed) is 0.000 or less than 0.05. Therefore, it can be concluded that the use of e-LKPD based on real problems has increased the ability of Shiva to solve Pancasila Education problems in grade VII SMP Negeri 10 Semarang.</em></p> <p><strong><em>Keywords:</em></strong><em> Problem Solving, Pancasila Education, e-LKPD, Real Problem.</em></p> 2024-04-02T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Mu’allifatul Ulya, Rosalina Ginting, Maryanto https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/6090 Supervisi Kepala Madrasah pada Manajemen Kurikulum Merdeka Belajar di Sekolah Menengah Pertama Badridduja Full Day School 2024-04-03T17:12:29+00:00 Mafdu abdul@upy.ac.id Muhammad Hifdil Islam abdul@upy.ac.id <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>This study aims to examine the planning, implementation, and role of the madrasah head in supervising and developing the Merdeka Belajar Curriculum at Badridduja Full Day School Junior High School. The research method used is a qualitative approach with a descriptive method, conducted at Badridduja Junior High School, Probolinggo Regency, East Java Province. Data collection techniques include interviews, observation, and documentation. The results showed that the planning of supervision practices by the madrasah head involves several important steps, such as analyzing the planning of supervision practices, studying the implementation of Merdeka Belajar Curriculum management, and identifying the role of the madrasah head in supervising and developing the curriculum. The implementation of Merdeka Belajar Curriculum involves various learning strategies, including expository, problem-based, contextual, investigative, affective techniques, cooperative tactics, as well as the development of thinking skills. The role of the madrasah head in curriculum supervision and development includes aspects of education, managerial, administrative, supervision, leadership, innovation, and motivation. In conclusion, this study provides an in-depth understanding of the madrasah head's supervision practices and the implementation of Merdeka Belajar Curriculum at Badridduja Full Day School Junior High School, and highlights the important role of the madrasah head in achieving quality education goals. </em></p> <p><strong><em>Keyword: </em></strong><em>Supervision planning, Merdeka Belajar Curriculum, Implementation, and Role of the madrasah head</em></p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perencanaan, implementasi, dan peran kepala madrasah dalam mengawasi serta mengembangkan Kurikulum Merdeka Belajar di SMP Badridduja Full Day School. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, dilakukan di SMP Badridduja Kabupaten Probolinggo, Provinsi Jawa Timur. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan praktik supervisi oleh kepala madrasah melibatkan beberapa langkah penting, seperti analisis perencanaan praktik supervisi, studi implementasi manajemen Kurikulum Merdeka Belajar, dan identifikasi peran kepala madrasah dalam mengawasi dan mengembangkan kurikulum. Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar melibatkan berbagai strategi pembelajaran, termasuk teknik ekspositori, berbasis masalah, kontekstual, investigasi, afektif, taktik kooperatif, serta pengembangan keterampilan berpikir. Peran kepala madrasah dalam pengawasan dan pengembangan kurikulum mencakup aspek pendidikan, manajerial, administratif, supervisi, kepemimpinan, inovasi, dan motivasi. Kesimpulannya, penelitian ini memberikan pemahaman yang mendalam tentang praktik supervisi kepala madrasah dan implementasi Kurikulum Merdeka Belajar di SMP Badridduja Full Day School, serta menyoroti peran penting kepala madrasah dalam mencapai tujuan pendidikan yang berkualitas.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong>Perencanaan supervisi, Kurikulum Merdeka Belajar, Implementasi, dan Peran kepala madrasa</p> 2024-04-03T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Mafdu, Muhammad Hifdil Islam https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/6091 Peran Intelijen dan Model Counterinsurgency Dalam Menghadapi Ancaman Insurgensi di Papua Melalui Mystic Diamond 2024-04-03T17:16:19+00:00 Lettu Arh Nur Afiad Syamiajaya, S.Tr (Han) abdul@upy.ac.id Kolonel Sus Dr. Drs. Mhd. Halkis, M.H. abdul@upy.ac.id Kolonel Arm Dr. Ahmad G. Dohamid, S.Sos., M.A.P abdul@upy.ac.id Muhamad Noor Gibran abdul@upy.ac.id <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Sejarah politik bangsa menghadapi konflik internal dengan keragaman etnis, agama, ras, dan SARA yang dapat mengarah pada disintegrasi. Indonesia berhasil mengatasi pemberontakan GAM, tetapi konflik terus berlanjut di Papua. Strategi kontrainsurgensi yang melibatkan masyarakat secara lebih aktif diperlukan untuk melindungi dari pemberontakan. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa peran intelijen dan model counterinsurgency dalam menghadapi ancaman insurgensi di Papua melalui mystic diamond. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam konflik Papua, dimensi internasional menjadi penting karena dukungan dari komunitas internasional terhadap gerakan separatisme Papua. ULMWP menjadi fokus utama dalam mendukung pemberontakan, dengan dukungan dari negara-negara Melanesia seperti Vanuatu. Konflik ini juga memicu perhatian internasional terutama dalam forum seperti Majelis Umum PBB, di mana isu-isu seperti pelanggaran HAM di Papua dibahas. Pemerintah Indonesia dihadapkan pada tantangan diplomasi dan tindakan keamanan terhadap gerakan separatisme. Peran intelijen menjadi krusial dalam mendeteksi dan menganalisis ancaman, sementara model Mystic Diamond digunakan untuk menghadapi konflik ini dengan pendekatan multi-dimensional, termasuk dialog, kontrol keamanan, dan upaya internasionalisasi Papua. Upaya memperbaiki akar permasalahan sosial, ekonomi, dan politik di Papua juga penting dalam menyelesaikan konflik ini secara komprehensif.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong>Intelijen, Counterinsurgency, Insurgensi, Mystic Diamond</p> 2024-04-03T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Lettu Arh Nur Afiad Syamiajaya, S.Tr (Han), Kolonel Sus Dr. Drs. Mhd. Halkis, M.H., Kolonel Arm Dr. Ahmad G. Dohamid, S.Sos., M.A.P, Muhamad Noor Gibran https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/6106 Terminologi Terorisme Papua Barat dan Strategi Penanganannya 2024-04-16T18:21:24+00:00 Soya Ani Prasetyo abdul@upy.ac.id Rudy Sutanto abdul@upy.ac.id Fauzia Gustarina Cempaka Timur abdul@upy.ac.id <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Konflik di wilayah Papua khususnya aksi terorisme yang dilakukan oleh Kelompok Separatis Teroris Papua (KSTP), telah menjadi perhatian utama baik secara nasional maupun internasional. Meskipun KSTP berdalih bahwa tindakan mereka adalah sebagai respons terhadap pelanggaran HAM dan penindasan terhadap Orang Asli Papua (OAP) oleh pemerintah Indonesia, faktanya mayoritas OAP menginginkan Papua tetap menjadi bagian dari NKRI. Dukungan yang terbatas dari masyarakat Papua menunjukkan bahwa KSTP tidak mewakili seluruh kepentingan Masyarakat Papua. Terorisme diwilayah Papua adalah kelompok separatis yang berupaya memisahkan Papua dari Republik Indonesia untuk menciptakan negara independen. Konflik di Papua merupakan penggunaan kekerasan oleh kelompok dengan tujuan mencapai agenda politik tertentu melalui propaganda dan demonstrasi massa untuk mendukung kemerdekaan, referendum, dan isu pelanggaran hak asasi manusia (Karnavian, 2017). Hal ini sejalan dengan karakteristik aksi yang dilakukan oleh KSTP di Papua, yang memiliki motif politik dan separatisme. Aksi kekerasan dan terorisme KSTP telah menyebabkan dampak yang ekstrim terhadap keamanan, politik, dan sosial masyarakat di Papua. Pemerintah Indonesia telah menerapkan strategi yang beranekaragam (multifaset) dalam menanggulangi terorisme, namun tantangan masih ada. Pembentukan Satuan Tugas dari Mabes TNI menjadi salah satu langkah paling efektif dalam menahan aksi KSTP. Namun konflik terorisme di Papua memerlukan pendekatan komprehensif dan kolaboratif untuk mencari solusi damai dan berkelanjutan. Kesimpulannya, terorisme di Papua adalah ancaman serius terhadap kedaulatan NKRI yang memerlukan penanganan serius, termasuk peningkatan status ancaman KSTP menjadi status Darurat Militer dan penerapan Operasi Militer Perang (OMP).</p> <p><strong>Kata Kunci</strong>: Papua, Strategi, Terorisme</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Abstract</strong></p> <p>The conflict in the Papua region, especially acts of terrorism carried out by the Papuan Separatist Terrorist Group (KSTP), has become a major concern both nationally and internationally. Even though KSTP argues that their actions are a response to human rights violations and oppression of Indigenous Papuans (OAP) by the Indonesian government, in fact the majority of OAP want Papua to remain part of the Republic of Indonesia. Limited support from the Papuan people shows that the KSTP does not represent all the interests of the Papuan people. Terrorism in the Papua region is a separatist group that seeks to separate Papua from the Republic of Indonesia to create an independent state. The conflict in Papua is the use of violence by groups with the aim of achieving a certain political agenda through propaganda and mass demonstrations to support independence, referendums and issues of human rights violations (Karnavian, 2017). This is in line with the characteristics of the actions carried out by KSTP in Papua, which had political and separatist motives. KSTP's acts of violence and terrorism have had an extreme impact on the security, political and social impacts of society in Papua. The Indonesian government has implemented a multifaceted strategy in tackling terrorism, but challenges still remain. The formation of a Task Force from TNI Headquarters is one of the most effective steps in containing KSTP actions. However, the terrorism conflict in Papua requires a comprehensive and collaborative approach to find a peaceful and sustainable solution. In conclusion, terrorism in Papua is a serious threat to the sovereignty of the Republic of Indonesia which requires serious handling, including increasing the status of the KSTP threat to Military Emergency status and implementing War Military Operations (OMP).</p> <p><strong>Keywords</strong>: Papua, Strategy, Terrorism</p> 2024-04-16T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Soya Ani Prasetyo, Rudy Sutanto, Fauzia Gustarina Cempaka Timur https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/6107 Model Kepemimpinan Demokratis Dalam Bisnis Keluarga Komunitas Bugis-Makassar di Kabupaten Timor Tengah Selatan (Studi Kasus pada Keluarga HASTA di Kota Soe) 2024-04-16T18:22:51+00:00 Farhan Suhada, S.Sos., M.Si abdul@upy.ac.id <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Tulisan ini bertujuan untuk; [1] mengidentifikasi model kepemimpinan HASTA dalam membangun kemandirian ekonomi keluarga, [2] menganalisa model pendidikan kewirausahaan dalam keluarga HASTA, dan [3] mendeskripsikan keberlanjutan bisnis keluarga HASTA di Kota Soe dan sekitarnya. Penelitian berbasis studi kasus atas pengalaman bisnis keluarga HASTA/Haji Salama yang dianalisa menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Pencarian data dan informasi mengandalkan teknik wawancara dan observasi serta didukung data sekunder. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa; [1] HASTA adalah seorang pedagang yang berani menghadapi tantangan, kuat menjaga kepercayaan dan inovatif melakukan terobosan usaha. Salama sangat religius, ramah dan tidak gampang marah. [2] Salama dalam memimpin keluarga dan perusahaan selalu mengedepankan sisi humanis, kolektif dan konsultatif. Bergaya kepemimpinan demokratis karena mementingkan kebersamaan. [3] Pendidikan kewirausahaan yang ditanamkan kepada anak-anaknya berupa mengakomodir keterlibatan dalam berbisnis, menggugah kesadaran berpartisipasi dan bukan pemaksaan untuk berdagang. Pendewasaan anak-anaknya untuk kelak memimpin usaha adalah dengan bersikap delegatif serta solutif. [4] Kedua belas anaknya beserta pasangannya masing-masing telah eksis berbisnis di berbagai sektor usaha, tersebar di daratan Pulau Timor dan bahkan di luar Provinsi NTT dengan melibatkan anak keturunannya. Skala bisnisnya telah menjangkau level menengah, bermitra dengan berbagai relasi bisnis namun tetap menjaga hubungan kekerabatan dalam berbagai transaksi bisnis untuk saling menguatkan kerajaan bisnis keluarga.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Kepemimpinan, Bisnis, Keluarga, HASTA</p> 2024-04-16T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Farhan Suhada, S.Sos., M.Si https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/6112 Analysis Character Values Semester 2 Student Books Learning Pancasila Education Grade 5 Elementary School 2024-04-18T16:56:54+00:00 Lilik Maysuri Sari Dewanti abdul@upy.ac.id <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Pendidikan karakter merupakan aspek penting dari pendidikan formal untuk membentuk generasi yang berkualitas dan bermoral tinggi. Salah satu mata pelajaran yang memiliki peran penting dalam pendidikan karakter adalah Pendidikan Pancasila. Dalam buku Pendidikan Pancasila kelas V SDN Ngaliyan 02 Semarang Merdeka memiliki peran penting untuk mengarahkan peserta didik menjadi pembelajar sepanjang hayat yang berkarakter, kompeten, dan berperilaku sesuai nilai-nilai Pancasila. Metode analisis kualitatif digunakan untuk mengidentifikasi nilai-nilai karakter yang tersirat dalam teks buku siswa. Dengan menggunakan teknik pengumpulan data dokumentasi. Untuk menganalisis data menggunakan teknik analisis data berupa reduksi data, penyajian data dan verifikasi/kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku mahasiswa semester 2 Kurikulum Merdeka memuat berbagai nilai karakter, seperti gotong royong, kemandirian, penalaran kritis dan kreatif. Namun, ada juga kekurangan dalam representasi beberapa nilai karakter yang tidak seimbang bahkan tidak ada nilai karakter yang tertera dibuku tersebut. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memahami apa saja nilai-nilai karakter dalam kurikulum Merdeka dalam buku siswa ini dan memberikan rekomendasi untuk perbaikan lebih lanjut bagi penulis buku siswa tersebut dalam pengembangan nilai-nilai karakter yang kurang dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila yang lebih holistik dan komprehensif, sehingga dampaknya jika semua nilai tercakup dalam masing-masing 2 bab tersebut ataupun setidaknya seimbang minimal ada 1 nilai karakter, maka siswa akan lebih mudah memahami dan pendidikpun juga tidak kebingungan dalam menerapkan nilai karakter pada proses pembelajaran.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong>Analisis, Nilai Pendidikan Karakter, Buku Siswa Pendidikan Pancasila Kelas V semester 2</p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p><strong>Abstract</strong></p> <p>Character education is an important aspect of formal education to form a quality and high moral generation. One of the subjects that has an important role in character education is Pancasila Education. In the book Pancasila Education grade V SDN Ngaliyan 02 Semarang Merdeka has an important role to direct students to become lifelong learners who are characteristic, competent, and behave according to Pancasila values. The method of qualitative analysis is used to identify the character values implied in the text of the student's book. By using documentation data collection techniques. To analyze data using data analysis techniques in the form of data reduction, data presentation and verification. The results showed that the 2nd semester student book of the Independent Curriculum contains various character values, such as mutual assistance, independence, critical and creative reasoning. However, there are also shortcomings in the representation of some character values that are not balanced and there are even no character values listed in the book. This research makes an important contribution in understanding what are the character values in the Merdeka curriculum in this student book and provides recommendations for further improvement for the author of the student book in the development of character values that are lacking in learning Pancasila Education which is more comprehensive, so that the impact if all values are covered in each of the 2 chapters or at least balanced there is at least 1 character value, Then students will be easier to understand and educators are also not confused in applying character values to the learning process.</p> <p><strong>Keywords:</strong> Analysis, Character Education Value, Pancasila Education Student Book Semester 2</p> 2024-04-18T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Lilik Maysuri Sari Dewanti https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/6114 Tanggung Jawab dan Perlindungan Negara Atas Hak-Hak Sosial Ekonomi Pengelolaan Sumber Daya Alam Menurut Undang-Undang Dasar 1945 2024-04-20T09:29:12+00:00 Anggi Permatasari abdul@upy.ac.id <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>The Indonesian government has a constitutional responsibility. The constitution has affirmed that the state must fulfill its obligations regarding the protection of socio-economic rights, particularly in the management of natural resources. Currently, the protection that must be carried out is the development of geothermal power. This project must be based on the protection of social and economic rights provided to the community, especially in the Padarincang Sub-District and the Baros Market Relocation in Serang Regency. Based on this, it becomes a problem for the state through the Banten Provincial Government to accommodate the people affected by the geothermal power plant project. This research method uses normative juridical and empirical legal research. This means it has two scopes both legally and findings in the field. Data sources in this study use legal sources, theoretical references, interviews, and supporting dictionaries. Furthermore, the analysis technique uses qualitative descriptive analysis. Explaining descriptions in a paragraph. The results of this research are the protection of socio-economic rights of citizens in the Padarincang district, namely the construction of a better and more modern Baros market. The government's obligation to build a market is so that the community can shop more comfortably and improve the economy of the traders. The implication of protecting the socio-economic rights of other citizens is the reduction of income for the traders due to relocation. Many traders complain about the significant difference in income compared to before, regarding the government's promise that has passed its deadline, traders hope that it will be completed soon so that the economy can recover.</em></p> <p><strong><em>Keywords:</em></strong><em> Responsibility, Protection, State</em></p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Pemerintah Indonesia memiliki tanggung jawab secara konstitusi. Konsitusi telah menegaskan negara harus menjalankan kewajibannya terkait perlindungan hak-hak sosial ekonomi, khususnya pengelolaan sumber daya alam. Saat ini, perlindungan yang harus dijalankan ialah pembangunan tenaga listrik geothermal. Proyek ini harus berdasarkan perlindungan hak sosial dan ekonomi yang diberikan kepada masyarakat, khususnya di Kecamatan padarincang dan Relokasi Pasar Baros di Kabupaten Serang. Berdasarkan hal tersebut, ini menjadi permasalahan bagi negara melalui Pemerintah Provinsi Banten untuk mengakomodir rakyat dari proyek pembangkit listrik geothermal. Metode penelitian ini menggunakan penelitian hukum yuridis normatif dan empiris. Artinya mempunyai dua ruang lingkup baik secara hukum maupun temuan yang ada di lapangan. Sumber data pada penelitian ini, menggunakan sumber data Undang-Undang, Referensi Teori, Wawancara dan kamus yang mendukung. Selanjutnya teknik analisa menggunakan analisa kualitatif deskripsi. Menjelaskan uraian dalam suatu paragraf yang ada. Hasil Penelitian ini yaitu perlindungan hak-hak sosial ekonomi sumber daya alam warga negara di kecamatan Padarincang yaitu melakukan pembangunan pasar Baros yang lebih bagus dan modern.. Kewajiban pemerintah melakukan pembanguna pasar, supaya masyarakat bisa lebih nyaman berbelanja dan dapat meningkatkan perekonomian para pedagang. Implikasi perlindungan hak-hak sosial ekonomi warga negara lainnya adalah berkurangnya pendapatan para pedagang dengan adanya perpindahan, banyak para pedangan mengeluhkan terkait pendapatan yang sangat jauh berbebeda dari sebelumnya, terkait janji pemerintah yang sudah lewat masa pengerjaannya, para pedangan berharap agar segara di selesaikan agar perekonomian Kembali pulih</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong>Tanggung Jawab, Perlindungan, Negara</p> 2024-04-20T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Anggi https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/6125 Implementasi Sila Keadilan Sosial Dalam Pemenuhan Hak Pendidikan Anak Jalanan pada Yayasan Komunitas Harapan di Kota Semarang Tahun 2023 2024-04-25T17:25:01+00:00 Ahmad Yunianto Wicaksono S abdul@upy.ac.id Agus Suprijanto abdul@upy.ac.id Rosalina Ginting abdul@upy.ac.id <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui implementasi dari sila keadilan sosial terhadap pemenuhan hak pendidikan terhadap anak jalan yang dilakukan oleh Yayasan Komunitas Harapan di Kota Semarang. Latar belakang dilaksanakan penelitian ini didasari terhadap masih kurangnya perwujudan terhadap pengimplementasian hak pendidikan kepada anak jalanan yang merupakan suatu hal yang wajib serta perlu diterapkan dalam mewujudkan keadilan sosial bagi setiap masyarakat Indonesia. Rumusan masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah Bagaimana implementasi dari sila keadilan sosial terhadap pemenuhan hak anak jalan yang dilakukan oleh Yayasan Komunitas Harapan di Kota Semarang. Tujuan dilaksanakannya penelitian ini untuk mengetahui implementasi dari sila keadilan sosial terhadap pemenuhan hak pendidikan terhadap anak jalan yang dilakukan oleh Yayasan Komunitas Harapan di Kota Semarang. Dari penelitian ini mendapatkan hasil bahwasanya implementasi sila kelima terhadap pemenuhan hak pendidikan anak jalanan pada Yayasan Komunitas Harapan untuk saat ini telah terpenuhi. Dimana nilai-nilai yang terkandung dalam sila keadilan sosial telah mereka terapkan. Hal ini dapat dilihat dari nilai keterbukaan yang menunjukkan mereka sangat terbuka dalam menerima anak-anak jalanan, Nilai kesetaraan yang memprioritaskan agar setiap anak mendapatkan hak yang sama, Nilai pembagian sumber daya yang memungkinkan anak-anak dapat menikmati fasilitas yang tersedia, Nilai inklusi yang menunjukkan bahwa anak-anak dapat diterima dalam lingkungan mereka, Nilai kesejahteraan yang memastikan bahwa anak-anak dapat terpenuhi kebutuhannya. Adapun kendala berupa tempat dan relawan-relawan yang memiliki kesibukan tersendiri karena kegiatan yang dilakukan serta solusi yang mereka berikan berupa menggunakan tempat yang ada disekitar basecamp mereka dan juga perekrutan relawan secara berkala dengan rentang waktu 6 bulan sekali.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Hak Pendidikan, Anak Jalanan, Nilai-nilai Sila Kelima</p> 2024-04-25T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Ahmad Yunianto Wicaksono S, Agus Suprijanto, Rosalina Ginting https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/6139 Implementasi Prinsip Demokrasi dalam Hukum Tata Negara: Tinjauan Terhadap Sistem Pemilihan Umum di Indonesia 2024-04-29T15:19:12+00:00 Giovanni Cornelia abdul@upy.ac.id Tabitha Roulina Anastasya abdul@upy.ac.id Jedyzha Azzariel Priliska abdul@upy.ac.id Rasji abdul@upy.ac.id <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Sejak era reformasi tahun 1998, transformasi politik di Indonesia telah signifikan, mengakhiri kekuasaan otoritarian Orde Baru dan membuka jalan bagi perubahan dalam sistem politik dan tata negara. Undang-Undang Dasar 1945 Indonesia didasarkan pada kedaulatan rakyat, di mana rakyat dianggap sebagai pemilik kekuasaan tertinggi. Namun, dalam praktiknya, kedaulatan rakyat tidak dapat dilakukan secara murni, sehingga pemilihan umum menjadi mekanisme yang mewakili aspirasi masyarakat dalam menjalankan pemerintahan. Penelitian ini mengulas konsep dasar yuridis demokrasi di Indonesia dan bagaimana prinsip demokrasi diterapkan dalam Pemilihan Umum (Pemilu). Melalui pendekatan yuridis normatif, penelitian ini menganalisis peraturan yang mengatur sistem demokrasi dan pemilu di Indonesia, termasuk Undang-Undang Dasar 1945 dan Undang-Undang Pemilu. Penelitian menyoroti pentingnya prinsip-prinsip demokrasi seperti kedaulatan rakyat, persamaan hak, pemilihan umum yang bebas dan rahasia, serta akuntabilitas dan transparansi dalam proses pemilu. Meskipun demikian, tantangan seperti politik uang, politik identitas, dan penyebaran informasi palsu masih menjadi masalah dalam pelaksanaan pemilu. Penelitian ini menyarankan langkah-langkah untuk memperbaiki sistem pemilu guna memastikan bahwa demokrasi dapat berfungsi secara efektif dan menghasilkan hasil yang lebih representatif dari kehendak rakyat.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong>Demokrasi, Konstitusi, Pemilihan Umum</p> <p><strong><em>&nbsp;</em></strong></p> <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>Since the reform era in 1998, political transformation in Indonesia has been significant, ending the authoritarian rule of the New Order and paving the way for changes in the political system and state structure. Indonesia's 1945 Constitution is based on popular sovereignty, where the people are considered to be the owners of the highest power. However, in practice, popular sovereignty cannot be exercised purely, so general elections become a mechanism that represents the aspirations of the people in running the government. This research reviews the basic juridical concepts of democracy in Indonesia and how democratic principles are applied in General Elections (Pemilu). Through a normative juridical approach, this research analyzes the regulations governing the democracy and election system in Indonesia, including the 1945 Constitution and the Election Law. Research highlights the importance of democratic principles such as popular sovereignty, equal rights, free and secret elections, and accountability and transparency in the electoral process. However, challenges such as money politics, identity politics, and the spread of false information are still problems in the implementation of elections. This research suggests steps to improve electoral systems to ensure that democracy can function effectively and produce results that are more representative of the will of the people.</em></p> <p><strong><em>Keywords</em></strong><em>: Democracy, Constitution, General Elections</em></p> 2024-04-29T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Giovanni Cornelia, Tabitha Roulina Anastasya, Jedyzha Azzariel Priliska, Rasji https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/6150 Kedudukan dan Kewenangan Mahkamah Agung dalam Menyelenggarakan Kekuasaan Kehakiman di Indonesia 2024-05-03T16:41:40+00:00 Rheina Aini Safa’at abdul@upy.ac.id Graciella Azzura Putri Ananda abdul@upy.ac.id Rasji abdul@upy.ac.id <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Mahkamah Agung merupakan pengadilan negara tertinggi dari semua lingkungan peradilan yang berada di bawahnya. Oleh karena itu, Mahkamah Agung melakukan pengawasan tertinggi terhadap badan peradilan dalam lingkungan peradilan umum, lingkungan peradilan agama, lingkungan peradilan militer, dan lingkungan peradilan tata usaha negara. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Kedudukan dan Kewenangan Mahkamah Agung dalam Menyelenggarakan Kekuasaan Kehakiman di Indonesia. Dasar Hukum dari Mahkamah Agung terdapat dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Pasal 24 dan Pasal 24A yang mengatur tentang kekuasaan kehakiman dan Mahkamah Agung sebagai lembaga peradilan tertinggi. Kemudian Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman mengatur lebih lanjut mengenai hal-hal yang bersangkutan dengan kekuasaan kehakiman. Selanjutnya, Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1985 tentang Mahkamah Agung mengatur mengenai kedudukan, susunan, kekuasaan, dan hukum acara mahkamah Agung. Undang-Undang ini mengalami perubahan dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2004 dan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2009. Adapun jenis metode penelitian yang digunakan oleh peneliti dalam artikel ini adalah yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah melalui penelitian kepustakaan <em>(library research)</em> yang meliputi bahan hukum primer, sekunder, maupun tersier.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Kewenangan, Mahkamah Agung, Kekuasaan Kehakiman</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>The Supreme Court is the highest state court of all subordinate judicial wards. Therefore, the Supreme Court exercises supreme supervision over the judiciary in the general judicial environment, religious court environment, military court environment, and state administrative court environment. The purpose of this study is to find out how the Position and Authority of the Supreme Court in Exercising Judicial Power in Indonesia.</em> <em>The legal basis of the Supreme Court is contained in the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia Article 24 and Article 24A which regulates judicial power and the Supreme Court as the highest judicial institution. Then Law Number 48 of 2009 concerning Judicial Power further regulates matters related to judicial power.</em> <em>Furthermore, Law Number 14 of 1985 concerning the Supreme Court regulates the position, structure, power, and procedural law of the Supreme Court. This law has been amended by Law Number 5 of 2004 and Law Number 3 of 2009. The type of research method used by researchers in this article is that used to collect data in this study is through library research which includes primary, secondary, and tertiary legal materials.</em></p> <p><strong><em>Keywords</em></strong><strong><em>: </em></strong><em>Authority, Supreme Court, Judicial Power</em></p> 2024-05-03T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Rheina Aini Safa’at, Graciella Azzura Putri Ananda, Rasji https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/6151 Tinjauan Yuridis Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022 Tentang Ibu Kota Negara (IKN) Dalam Perspektif Politik Hukum Berdasarkan Konstitusi 2024-05-03T16:44:13+00:00 Rasji abdul@upy.ac.id Christian Samuel Lodoe Haga abdul@upy.ac.id Ayi Meidyna Sany abdul@upy.ac.id <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara (UU IKN) yang mengatur perihal rencana pemindahan Ibu Kota Negara disahkan dalam jangka waktu yang sangat singkat. Banyak pihak menilai proses penyusunan UU IKN ini sangat terburu-buru. Sebagai konsekuensinya, UU IKN ini menuai kontroversi dan pro kontra di kalangan masyarakat. Artikel ini bertujuan untuk memahami Politik Hukum Pembentukan UU IKN berdasarkan UUD 1945 sebagai Konstitusi Negara. Penelitian ini menggunakan tipe penelitian yuridis normatif dengan jenis penelitian kualitatif, dimana artikel ini meneliti hukum yang terdapat dalam peraturan perundang-undangan dan norma-norma yang ada diantara masyarakat, yaitu Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara (UU IKN) dan UUD 1945. Berdasarkan sifatnya, penelitian ini menitikberatkan pada penelitian deskriptif analitis dengan mengumpulkan dan menganalisa data kualitatif guna menghasilkan pembahasan dan kesimpulan terkait Politik Hukum Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara (UU IKN) berdasarkan Konstitusi. Hasil penelitian menggunakan ruang lingkup Politik Hukum menemukan bahwa UU IKN dari tahapan awal pembentukannya hingga implementasinya masih jauh dari kata baik. Bahkan dalam beberapa ruag lingkup Politik Hukum, UU IKN bertentangan dengan Konstitusi, atau yang seringkali disebut inkonstitusional. Hasil ini menunjukkan bahwa perlu adanya evaluasi dan tinjauan ulang terhadap UU IKN dengan meningkatkan keterlibatkan rakyat, sehingga arah Politik Hukum dapat dengan jelas terimplementasi sesuai dengan tujuan Negara Indonesia yang diamanatkan oleh Konstitusi.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong>UU IKN, Ibu Kota Negara, UUD 1945, Konstitusi, Politik Hukum.</p> <p><em>&nbsp;</em></p> <p><strong>Abstract</strong></p> <p>Law Number 3 of 2022 concerning the National Capital (UU IKN) which regulates the plan to move the National Capital was passed in a very short period of time. Many parties consider the process of drafting the IKN Law to be very hasty. Consequently, the IKN Law has generated controversy and pros and cons among the public. This article aims to understand the legal politics of establishing the IKN Law based on the 1945 Constitution as the State Constitution. This research uses a normative juridical research type with a qualitative research type, where this article examines the laws contained in statutory regulations and norms that exist among society, namely Law Number 3 of 2022 concerning the National Capital (UU IKN) and 1945 Constitution. Based on its nature, this research focuses on analytical descriptive research by collecting and analyzing qualitative data in order to produce discussions and conclusions regarding the Legal Politics of Law Number 3 of 2022 concerning the National Capital (UU IKN) based on the Constitution. The results of research using the scope of Legal Politics found that the IKN Law from the initial stages of its formation to its implementation was still far from good. Even in several areas of Political Law, the IKN Law is contrary to the Constitution, or what is often called unconstitutional. These results indicate that there is a need to evaluate and review the IKN Law by increasing people's involvement, so that the direction of Legal Politics can be clearly implemented in accordance with the goals of the Indonesian State as mandated by the Constitution.</p> <p><strong>Keywords: </strong><em>UU IKN, National Capital, UUD 1945, Constitution, Legal Politics</em></p> 2024-05-03T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Rasji, Christian Samuel Lodoe Haga, Ayi Meidyna Sany https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/6157 Partisipasi Masyarakat Dalam Upaya Pencegahan Tindak Pidana Korupsi Penyalahgunaan Dana Desa 2024-05-05T02:12:44+00:00 Lanang Rafid Al. K abdul@upy.ac.id Bima Kencana abdul@upy.ac.id Piko Pratama M abdul@upy.ac.id Dymaz Refanza Kautsar S abdul@upy.ac.id <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Dana Desa yang rutin diberikan oleh Pemerintah Pusat ke Desa rentan terjadi Korupsi. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan urgensi peningkatan partisipasi masyarakat dalam mencegah korupsi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik di desa. Pengelolaan dana desa setelah diterbitkannya Undang Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang desa mengalami berbagai macam permasalahan diantara munculnya tindak pidana korupsi yang diatur dalam Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang pencegahan tindak pidana korupsi, sehingga pemerintah desa diharapkan sebisa mungkin melakukan berbagai macam pencegahan terhadap tindak pidana korupsi baik itu dalam hal pengambilan kebijaksanaan, pengalokasian anggaran maupun dalam mekanisme pengambilan kebijakan. Upaya peningkatan kesadaran Pejabat desa, butuh dilakukan penyuluhan alokasi dana desa dan tindak pidana korupsi. Rendahnya pemahaman serta kesadaran hukum dapat disebabkan oleh kurangnya tingkat sosialisasi dan penyeluhan. Rendahnya pemahaman serta kesadaran hukum dapat disebabkan oleh kurangnya tingkat sosialisasi dan penyuluhan, hal ini dapat dilihat dari tingginya tingkat korupsi diindonesia.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Dana Desa, Tindak Pidana Korupsi, Alokasi Dana Desa</p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p><strong>Abstract</strong></p> <p><em>Village Funds which are routinely provided by the Central Government to Villages are vulnerable to corruption. This research aims to outline the urgency of increasing community participation in preventing corruption to improve the quality of public services in villages. The management of village funds after the issuance of Law Number 6 of 2014 concerning villages experienced various kinds of problems including the emergence of criminal acts of corruption as regulated in Law Number 20 of 2001 concerning the prevention of criminal acts of corruption, so that the village government was expected to do as much as possible to prevent various kinds of criminal acts. corruption, whether in terms of policy making, budget allocation or in policy making mechanisms. Efforts to increase awareness of village officials require education about village fund allocation and criminal acts of corruption. Low understanding and awareness of the law can be caused by a lack of socialization and counseling. The low level of legal understanding and awareness can be caused by a lack of socialization and counseling, this can be seen from the high level of corruption in Indonesia.</em></p> <p><strong><em>Keywords:</em></strong> <em>Village Funds, Corruption Crimes, Allocation of Village Funds</em></p> 2024-05-05T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Lanang Rafid Al. K, Bima Kencana, Piko Pratama M, Dymaz Refanza Kautsar S https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/6159 Penegakan Hukum Terhadap Tindak Pidana Pencurian Kendaraan Dengan Kekerasan 2024-05-05T15:55:19+00:00 M. Rizki Nugraha Tjaya abdul@upy.ac.id M. Riski Permana abdul@upy.ac.id M. Juan Prasetiyo abdul@upy.ac.id <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Penegakan Hukum di Indonesia ini memiliki berbagai macam persoalan hukum dengan berbagai skenario dan motif tindak pidana yang dilakukan. Salah satunya yaitu Tindak Pidana Pencurian dengan Kekerasan. Dalam hal ini Tidak Pidana Pencurian dengan kekerasan dikualifikasi merupakan suatu pencurian yang termasuk kedalam kasus pencurian dengan pemberatan yang diatur dalam Pasal 363 KUHP dan Pasal 365 KUHP. Tindak pidana pencurian dengan kekerasan dalam hukum positif. Penegakan hukum terhadap tindak pidana pencurian dengan kekerasan dan menyerahkan kasus tindak pidana pencurian dengan kekerasan kendaraan yang terjadi kepada pihak penegak hukum untuk diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku, dimana hukuman atau sanksi pidana yang di jatuhkan kepada pelaku diharapkan dapat memberikan efek jera kepada pelaku sesuai dengan tujuan pemidanaan. Faktor kendala dalam penegakan hukum pada tindak pidana pencurian melalui kekerasan adalah korban meninggal dunia, pelaku adalah anak dibawah umur, tersangka mudah melarikan diri, serta pelaku menghilangkan alat bukti</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong>Penegak Hukum, Tindak Pidana, Pencurian dengan Kekerasan</p> <p><strong><em>&nbsp;</em></strong></p> <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>Law enforcement in Indonesia has various kinds of legal problems with various scenarios and motives for criminal acts committed. One of them is the crime of theft with violence. In this case, it is not criminal. Theft with violence is qualified as a theft which is included in the case of theft with aggravation as regulated in Article 363 of the Criminal Code and Article 365 of the Criminal Code. The crime of theft with violence in positive law. Law enforcement against criminal acts of theft with violence and handing over cases of criminal acts of theft with vehicle violence that occur to law enforcement authorities for processing in accordance with applicable legal provisions, where the punishment or criminal sanctions imposed on the perpetrator are expected to provide a deterrent effect on the perpetrator in accordance with the purpose of the punishment . Obstacle factors in law enforcement in the crime of theft through violence are the victim dies, the perpetrator is a minor, the suspect easily escapes, and the perpetrator destroys.</em></p> <p><strong><em>Keywords:</em></strong> <em>Law Enforcement, Crime, Theft with Violence</em></p> 2024-05-05T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 M. Rizki Nugraha Tjaya, M. Riski Permana, M. Juan Prasetiyo https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/6167 Analisis Konsep Kontra-Narasi Ektrimisme dan Self-Control di Media Sosial Dalam Tinjauan Psikologi (Studi Kasus Kelompok Ekstrimisme ISIS) 2024-05-06T14:52:25+00:00 Yannisa Rakhmani Sugiarta abdul@upy.ac.id Fauzia Gustarina Cempaka Timur abdul@upy.ac.id Rudy Sutanto abdul@upy.ac.id <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Penelitian ini melibatkan perkembangan teknologi digital dan peran media sosial dalam penyebaran pesan ekstrim, terutama terkait dengan kelompok ekstrimisme seperti ISIS. Kontra-narasi, sebagai upaya untuk menawarkan alternatif pemikiran dan informasi yang bertentangan dengan pesan ekstrim, dan <em>self-control</em>, sebagai kemampuan individu untuk mengendalikan respons emosional dan perilaku impulsif, menjadi fokus penelitian ini. Teori yang digunakan dalam penelitian ini meliputi teori pengaruh sosial untuk memahami bagaimana individu dipengaruhi oleh kontra-narasi dan pesan ekstrim di media sosial, serta teori <em>self-control</em> untuk mengeksplorasi bagaimana <em>self-control</em> memengaruhi reaksi individu terhadap pesan-pesan tersebut. Metode penelitian yang digunakan melibatkan pendekatan kualitatif dengan menggunakan studi pustaka. Analisis konten media sosial juga dilakukan untuk melacak penyebaran kontra-narasi dan pesan ekstrimisme terkait ISIS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontra-narasi yang kuat dapat mengurangi ketertarikan individu terhadap pesan-pesan ekstrim di media sosial, namun efektivitasnya bervariasi tergantung pada konten kontra-narasi dan karakteristik individu. Selain itu, <em>self-control</em> individu juga memainkan peran penting dalam menentukan sejauh mana mereka terpengaruh oleh pesan-pesan ekstrim di media sosial. Faktor-faktor psikologis seperti identitas kelompok dan kebutuhan akan afiliasi juga ditemukan memengaruhi respon individu terhadap kontra-narasi dan pesan ekstrim di media sosial. Penelitian ini memberikan wawasan yang berharga dalam pengembangan strategi pencegahan radikalisasi dan ekstremisme di era digital, dengan menyoroti pentingnya kontra-narasi yang efektif dan peningkatan <em>self-control </em>individu dalam menghadapi pesan-pesan ekstrim di media sosial.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong>Kontra Narasi Ekstremisme, Kontra Terorisme, Media Sosial, <em>Self-control</em></p> <p><strong><em>&nbsp;</em></strong></p> <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>The research involves the development of digital technology and the role of social media in the spread of extremist messages, especially related to extremist groups such as ISIS. Counter-narrative, as an attempt to offer alternative thoughts and information as opposed to extreme messages, and self-control, as an individual's ability to control emotional responses and impulsive behavior, are the focus of this study. Theories used in this study include social influence theory to understand how individuals are influenced by counter-narratives and extreme messages on social media, and self-control theory to explore how self-control affects individual reactions to these messages. The research method used involves a qualitative approach using literature studies. Analysis of social media content was also conducted to track the spread of ISIS-related counter-narratives and messages of extremism. The results showed that strong counter-narratives can reduce individuals' interest in extreme messages on social media, but their effectiveness varies depending on counter-narrative content and individual characteristics. In addition, individuals' self-control also plays an important role in determining the extent to which they are affected by extreme messages on social media. Psychological factors such as group identity and the need for affiliation were also found to influence individual responses to counter-narratives and extreme messages on social media. This research provides valuable insights into the development of strategies to prevent radicalization and extremism in the digital age, highlighting the importance of effective counter-narratives and increased individual self-control in the face of extreme messages on social media.</em></p> <p><strong><em>Keyword:</em></strong> <em>Counter Narrative Extremism, Counter Terrorism, Social Media, Self-control</em></p> 2024-05-06T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Yannisa Rakhmani Sugiarta, Fauzia Gustarina Cempaka Timur, Rudy Sutanto https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/6172 Implemantasi Aplikasi Canva Dalam Mendukung Pembelajaran Interaktif Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Pada Siswa SMPN 6 Semarang 2024-05-08T03:56:45+00:00 Farhan Zulhilmi abdul@upy.ac.id Sri Suneki abdul@upy.ac.id <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Aplikasi Canva merupakan salah satu aplikasi yang biasanya digunakan untuk membuat LKPD,Mind Maps,maupun power point. Guru di SMP N 6 Semarang telah menggunakan media ini dengan cukup sering dari pembelajaran online ke offline Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan aplikasi di dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Instrumen penelitian berupa wawancara, observasi dan dokumentasi. Sumber data dalam penelitian ini adalah&nbsp; guru SMP N 6 Semarang kelas VIII, dan peserta didik. Analisis data penelitian ini menggunakan reduksi data, penyajian data dan verifikasi. Berdasarkan penelitian yang dilakukan diperoleh hasil sebagai berikut:&nbsp; Implementasi media pembelajaran interaktif berbasis Canva di SMP N 6 Semarang berupa power point, LKPD, dan mind maps yang telah dibuat menggunakan aplikasi Canva.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Implementasi, Canva, Pembelajaran Interaktif, Pendidikan Kewarganegaraan dan Kewarganegaraan</p> <p><strong>Abstact</strong></p> <p>The Canva application is an application that is usually used to create LKPD, Mind Maps and Power Points. Teachers at SMP N 6 Semarang have used this media quite often from online to offline learning. The aim of this research is to describe the application in learning Kewarganegaraan education. This research uses a qualitative approach. Research instruments include interviews, observation and documentation. The data sources in this research were teachers at SMP N 6 Semarang class VIII, and students. This research data analysis uses data reduction, data presentation and verification. Based on the research conducted, the following results were obtained: Implementation of Canva-based interactive learning media at SMP N 6 Semarang in the form of power points, LKPD, and mind maps which were created using the Canva application.</p> <p><strong>Keywords:</strong> Implementation, Canva, Interactive Learning, Kewarganegaraan and Citizenship Education</p> 2024-05-08T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Farhan Zulhilmi, Sri Suneki https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/6178 Analisis Konflik Israel dan Palestina Terhadap Pelanggaran Hak Asasi Manusia Dalam Perspektif Hukum Internasional 2024-05-09T16:36:03+00:00 Rachel Christie abdul@upy.ac.id Gracia Suha Ma’rifa abdul@upy.ac.id Jedyzha Azzariel Priliska abdul@upy.ac.id <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Seluruh manusia memiliki hak asasi manusia bukan sebab hadiah yang diberikan kepadanya oleh masyrakat ataupun bersumber pada hukum positif yang berlaku, namun karena ia merupakan seorang manusia. Pelanggaran hak asasi manusia jika di lakukan oleh siapaun akan mendapatkan balasan dari siapapun yang diambil hak-haknya tersebut. Seperti yang terjadi sekarang ini, pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan negara Israel terhadap Palestina merupakan suatu pengambilan Hak orang lain, terutama hak untuk hidup dan hidup aman. Terkait konflik anatara zionis Israel dan palestina yang telah mencuri perhatian dunia dimana menjadikan Israel untuk merebut wilayah palestina yang di percayai oleh zionis bahwa tanah itu adalah tanah terjanji oleh allah dan bagi aga islam tanah palestina adalah kiblat pertama bagi islam, yang diatas tanah itu berdiri sebuah masjid al Aqso, akibat perebutan wilayah ini lah menyebabkan zionis memerangi rakyat palestina, mulai dari meluncurkan rudal, bom dan tembakan, hal ini membuat kehancuran pada perbatasan jalur gaza dan memakan korban warga sipil sampai anak anak. Akibat peperangan ini anak anak menjadi korban dan hak asasinya dirampas seperti tidak mendapatkan pendidikan, social, kesehatan dan dirampas hak kebebasannya oleh zionis Israel.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> HAM, Konflik, Hak Anak</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Abstract</strong></p> <p><em>All humans have human rights not because of gifts given to them by society or based on applicable positive law, but because they are human beings. Violations of human rights if committed by anyone will receive retribution from anyone whose rights are taken away. As is happening now, the human rights violations committed by the Israeli state against Palestinians are a taking away of other people's rights, especially the right to life and safety. Regarding the conflict between Israeli Zionists and Palestinians which has stolen the world's attention, it has led Israel to seize the Palestinian territory, which the Zionists believe is the land promised by Allah and for Muslims, the land of Palestine is the first Qibla for Islam, on which land stands a Al Aqso Mosque, as a result of the seizure of this territory, caused the Zionists to fight the Palestinian people, starting from launching missiles, bombs and gunfire, this caused destruction on the border of the Gaza Strip and claimed the lives of civilians to children. As a result of this war, children became victims and were deprived of their human rights, such as not receiving education, social care, health and their rights to freedom were taken away by the Israeli Zionists.</em></p> <p><strong>Keywords:</strong> Human Rights, Conflict, Children's Rights</p> <p><em>&nbsp;</em></p> 2024-05-09T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Rachel Christie, Gracia Suha Ma’rifa, Jedyzha Azzariel Priliska https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/6179 Penerapan Wordwall Dalam Pembelajaran Interaktif Mata Pelajaran PPKN di SMP Negeri 6 Semarang 2024-05-09T16:37:31+00:00 Priyo Setiawan. S.Pd abdul@upy.ac.id Dr. Titik Haryati.M.Si abdul@upy.ac.id <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Penelitian ini dilalatarbelakangi atas dasar pengoptimalan kegiatan pembelajaran dengan mengintegrasikan ilmu teknologi. Kegiatan pembelajaran yang disoroti ada pada mata pelajaran PPKN. Selama ini mata pelajaran PPKN dalam dunia pendidikan di Indonesia terkesan membosankan bahkan siswa seringkali pasif selama pembelajaran berlangsung. Guru harus bisa memberikan inovasi-inovasi dan modifikasi pada cara mengajar sehingga menyenangkan bagi siswa dan terjadi sinergi antara guru dengan siswa di kelas. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melaui inovasi media yang update dan inovatif apalagi di era Gen-Z ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosedur dan lagkah-langkah yang baik dalam menerapkan media <em>wordwall</em> untuk menciptakan pembelajaran interaktif dan menyenangkan bagi siswa. Selain itu juga untuk mengintegrasikan ilmu teknologi pada mata pelajaran PPKN. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII A SMP Negeri 6 Semarang yang berjumlah 32 anak. Metodologi yang digunakan menggunakan skala likert. Selanjutnya data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif deskriptif. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan <em>wordwall </em>pada pembelajaran PPKN lebih menyenangkan dan lebih menarik serta dapat menstimulasi perkembangan kognitif siswa dan siswa memberikan respon baik terhadap penerapannya dalam pembelajaran PPKN.</p> <p><strong>Kata Kunci</strong>: Guru, interaktif, PPKN, siswa, <em>wordwall</em></p> 2024-05-09T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Priyo Setiawan. S.Pd, Dr. Titik Haryati.M.Si https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/6183 Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Berbasis Contextual Teaching and Learning pada Materi Pencemaran Lingkungan Kelas VII SMP Negeri 4 Botomuzoi Tahun 2022/2023 2024-05-10T16:57:51+00:00 Balazi Lase abdul@upy.ac.id Desman Telaumbanua abdul@upy.ac.id <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>This study aims to: 1) Know the feasibility of CTL (Contextual Teaching and Learning) based Lembar Kerja Peserta Didik(LKPD) 2) Know the practicality of CTL (Contextual Teaching and Learning) based Student Worksheets (LKPD) and 3) Know the effectiveness of the Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Lembar Kerja Peserta Didik(LKPD) based on CTL (Contextual Teaching and Learning). The type of research used is development research which refersto the ADDIE Model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). The instruments used were validation questionnaires, student response questionnaires and learning outcomes tests. Data analysis techniques using quantitative descriptive. The results of the study consisted of: 1) The feasibility of CTL (Contextual Teaching and Learning)-based worksheets for material validators by lecturers was 82% with very appropriate criteria, 85.5% for material validators by teachers with very feasible criteria, the results of language validation were 66% with feasible criteria and design validation by the design validator is 84% very feasible criteria. 2) The practicality of CTL (Contextual Teaching and Learning)-based LKPD through student responses for individual tests 90% with very practical criteria, 85% for small group tests with very practical criteria and 92% for field trials with very practical criteria. 3) The effectiveness of CTL (Contextual Teaching and Learning)-based LKPD is 87% with very effective criteria.</em></p> <p><strong><em>Keyword: -</em></strong></p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk:1) Mengetahui kelayakan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis CTL (Con textual Teaching and Learning) 2) Mengetahui kepraktisan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis CTL (Contextual Teaching and Learning) dan 3) Mengetahui efektivitas Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis CTL (Contextual Teaching and Learning). Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan yag mengacu pada model Model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Instrumen yang digunakan yaitu angket validasi, angket respon peserta didik dan tes hasil belajar. Teknik analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian terdiri dari :1)Kelayakan LKPD berbasis CTL (Contextual Teaching and Learning) untuk validator materi oleh dosen 82% berkriteria sangat layak, validator materi oleh guru sebesar 85,5% berkriteria sangat layak, hasil validasi bahasa adalah 66% berkriteria layak dan validasi desain oleh validator desain adalah 84% kriteria sangat layak. 2) Kepraktisan LKPD berbasis CTL (Contextual Teaching and Learning) melalui respon peserta didik untuk uji perseorangan 90 % berkriteria sangat praktis, uji kelompok kecil 85% kriteria sangat praktis dan uji coba lapangan 92% berkriteria sangat praktis. 3) Efektivitas LKPD berbasis CTL (Contextual Teaching and Learning) sebesar 87% berkriteria sangat efektif.</p> <p><strong>Kata Kunci: -</strong></p> 2024-05-10T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Balazi Lase, Desman Telaumbanua https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/6184 Analisis Hukum Internasional Terhadap Ancaman Kebebasan Berpendapat dan Akademik bagi Pendukung Pro Palestina di Beberapa Negara 2024-05-10T17:00:18+00:00 Diva Ananta S abdul@upy.ac.id Naisyirah Ramadhani T abdul@upy.ac.id Michaela abdul@upy.ac.id <p>-</p> 2024-05-10T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Diva Ananta S, Naisyirah Ramadhani T, Michaela https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/6193 Reinterpretasi Nilai-Nilai Pancasila dalam Konteks Neo-Nasionalisme: Memahami Kemiskinan Struktural sebagai Katalisator Paham Terorisme 2024-05-13T13:41:32+00:00 Ahmadi Fadillah abdul@upy.ac.id Fauzia Gustarina Cempaka Timur abdul@upy.ac.id Mochammad Afifuddin abdul@upy.ac.id <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Dalam konteks sosial-politik Indonesia yang kompleks, kemiskinan struktural dan ancaman terorisme adalah dua permasalahan linear yang memerlukan penanganan serius. Pancasila sebagai dasar negara menawarkan nilai-nilai yang dapat menjadi landasan dalam mengatasi kedua masalah yang saling berhubungan tersebut. Namun, perlu sebuah reinterpretasi nilai-nilai Pancasila dalam konteks neo-nasionalisme agar relevan dengan tantangan zaman yang terus berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana reinterpretasi nilai-nilai Pancasila dalam konteks neo-nasionalisme dapat menjadi solusi dalam mengentaskan kemiskinan struktural demi menangkal paham terorisme di Indonesia. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan melakukan analisis terhadap literatur, kebijakan publik, dan data-data terkait. Pendekatan ini memberikan pemahaman mendalam tentang nilai-nilai Pancasila dan konsep neo-nasionalisme serta bagaimana keduanya dapat diinterpretasikan untuk menyelesaikan masalah kemiskinan yang menjadi katalisator lahirnya terorisme. Penelitian ini didasarkan pada teori-teori tentang konsep Pancasila, neo-nasionalisme, kemiskinan struktural, dan terorisme. Teori-teori ini menjadi kerangka kerja untuk menafsirkan dan menganalisis bagaimana reinterpretasi nilai-nilai Pancasila dalam konteks neo-nasionalisme dapat memberikan solusi terhadap masalah yang dihadapi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan mengadopsi pendekatan neo-nasionalisme, reinterpretasi nilai-nilai Pancasila dapat menjadi landasan yang kuat dalam mengentaskan kemiskinan struktural sebagai salah satu solusi menangkal paham terorisme. Penekanan pada semangat persatuan, keadilan sosial, dan demokrasi yang terkandung dalam Pancasila dapat menjadi instrumen efektif untuk membangun kekuatan nasional yang tangguh. Reinterpretasi nilai-nilai Pancasila dalam konteks neo-nasionalisme merupakan langkah yang tepat dalam menghadapi kompleksitas tantangan kemiskinan dan terorisme di Indonesia. Dengan memperkuat identitas nasional yang inklusif dan memberdayakan seluruh elemen masyarakat, Indonesia dapat lebih efektif dalam menangani masalah internal yang menghambat kemajuan bangsa. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya upaya nyata dalam menghidupkan kembali semangat nasionalisme yang berakar pada nilai-nilai Pancasila. Dengan menerapkan reinterpretasi ini secara konsisten dalam kebijakan dan praktik publik, Indonesia dapat membangun fondasi yang kokoh untuk mencapai kedaulatan nasional yang berkelanjutan dan memperkuat kedudukan sebagai negara yang adil dan berdaulat.</p> <p><strong>Kata Kunci</strong>: <em>Reinterpretasi</em>, <em>Pancasila</em>, <em>Neo-nasionalisme</em>, <em>Kemiskinan struktural</em>, <em>Terorisme</em></p> <p>&nbsp;</p> <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>In Indonesia's complex socio-political context, structural poverty and the threat of terrorism are two problems that require serious handling. Pancasila as the basis of the state offers values ​​that can be the basis for overcoming these two problems. However, there needs to be a reinterpretation of Pancasila values ​​in the context of neo-nationalism so that they are relevant to the challenges of the times that continue to develop. This research aims to explore how reinterpreting Pancasila values ​​in the context of neo-nationalism can be a solution in alleviating structural poverty and countering terrorism in Indonesia. This study uses a qualitative approach by analyzing literature, public policies and related data. This approach provides an in-depth understanding of the values ​​of Pancasila and the concept of neo-nationalism and how both can be interpreted to solve the problems of poverty and terrorism. This research is based on theories about the concepts of Pancasila, neo-nationalism, structural poverty and terrorism. These theories become a framework for interpreting and analyzing how the reinterpretation of Pancasila values ​​in the context of neo-nationalism can provide solutions to the problems faced. The research results show that by adopting a neo-nationalist approach, the reinterpretation of Pancasila values ​​can become a strong foundation in alleviating structural poverty and countering terrorism. The emphasis on the spirit of unity, social justice and democracy contained in Pancasila can be an effective instrument for building strong national strength. Reinterpreting Pancasila values ​​in the context of neo-nationalism is the right step in facing the complex challenges of poverty and terrorism in Indonesia. By strengthening an inclusive national identity and empowering all elements of society, Indonesia can be more effective in dealing with internal problems that hinder the nation's progress. The implication of this research is the need for real efforts to revive the spirit of nationalism rooted in the values ​​of Pancasila. By consistently applying this reinterpretation in public policy and practice, Indonesia can build a solid foundation to achieve sustainable national sovereignty and strengthen its position as a just and sovereign country.</em></p> <p><strong><em>Keywords</em></strong><em>: Reinterpretation, Pancasila, Neo-nationalism, Structural poverty, Terrorism</em></p> 2024-05-13T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Ahmadi Fadillah https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/6206 Analisis Makna Dalam Adegan Film Toba Dream Dengan Pendekatan Semiotika dan Kaitannya Dengan Kearifan Lokal 2024-05-15T13:16:40+00:00 Agustina Verawati Simorangkir abdul@upy.ac.id Ovi Oktavia Kresensia Sihombing abdul@upy.ac.id Pretty Grace Banjarnahor abdul@upy.ac.id Ernes Tifani Anastasia br Saragih abdul@upy.ac.id Safinatul Hasanah Harahap abdul@upy.ac.id <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Film Toba Dreams; Sebuah Janji Cinta merupakan film yang disutradarai oleh Benni setiawan, dan diproduseri oleh Rizaludin Kurniawan dengan mengadaptasi novel Toba Dreams gubahan mantan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara di Kabinet Pembangunan VI semasa Presiden Soeharto TB Silalahi. Sersan TB Silalahi menulis novel Toba Dreams bertujuan agar pesan dan makna di dalam novel di ketahui oleh keluarga Indonesia dan generasi muda bahwa perlunya komunikasi orang tua dan anak terjalin baik agar tidak ada kesalahpahaman, jangan terlibat kedalam dunia narkoba dan memberitahu bahaya narkoba, serta pentingnya andil kita dalam kelestarian lingkungan. Berangkat dari tujuan yang ingin di sampaikan oleh Sersan TB. Maka, peneliti tertarik untuk mengetahui ide- ide yang terkandung dalam film Toba Dreams, serta mengetahui nilai moral dalam film Toba Dreams dan relevansinya dengan kearifan lokal. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis isi. Data dikumpulkan melalui observasi terhadap film dan studi literatur terkait teori semantik. Analisis semantik memungkinkan identifikasi makna melalui dialog, adegan, dan simbol-simbol visual dalam. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat diambil kesimpulan bahwa dalam film Toba Dreams terdapat nilai-nilai moral yang bisa diketahui, diantaranya; (1) nilai moral kepada Tuhan; beribadah, (2) nilai moral terhadap diri sendiri; bertanggung jawab, (3) nilai moral terhadap sesama manusia; toleransi beragama, (4) nilai moral kepada lingkungan; menjaga kebersihan. Konsep moral yang terdapat dalam film Toba Dreams relevan dengan kearifan lokal.</p> <p><strong>Kata Kunci</strong>: Nilai Moral, Film Toba Reams, Kearifan Lokal</p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p><strong>Abstract</strong></p> <p><em>Toba Dreams; A Promise of Love is a film directed by Benni Setiawan, and produced by Rizaludin Kurniawan by adapting the novel Toba Dreams composed by the former Minister of State for Administrative Reform in the VI Development Cabinet during President Soeharto TB Silalahi. Sergeant TB Silalahi wrote the novel Toba Dreams with the aim that the message and meaning in the novel be known by Indonesian families and the younger generation that the need for good communication between parents and children so that there are no misunderstandings, do not get involved in the world of drugs and tell the dangers of drugs, and the importance of our contribution to environmental sustainability. Departing from the objectives that Sgt. TB wants to convey. So, researchers are interested in knowing the ideas contained in the movie Toba Dreams, as well as knowing the moral values in the movie Toba Dreams and its relevance to local wisdom. The research method used is a qualitative descriptive method with a content analysis approach. Data was collected through observation of the movie and literature study related to semantic theory. Semantic analysis allows the identification of meaning through dialog, scenes, and visual symbols. From the results of the research that has been done, it can be concluded that in the film Toba Dreams there are moral values that can be known, including; (1) moral value to God; worship, (2) moral value to oneself; responsible, (3) moral value to fellow humans; religious tolerance, (4) moral value to the environment; keep clean. The moral concept contained in the movie Toba Dreams is relevant to local wisdom.</em></p> <p><strong><em>Keywords:</em></strong><em> Moral Value, Toba Reams Movie, Local Wisdom</em></p> 2024-05-15T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Agustina Verawati Simorangkir, Ovi Oktavia Kresensia Sihombing, Pretty Grace Banjarnahor, Ernes Tifani Anastasia br Saragih, Safinatul Hasanah Harahap https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/6212 Tantangan dan Peluang Komunikasi Persuasif dalam Membangun Kepercayaan Publik dan Mendukung Proses Rekonstruksi Pasca Bencana 2024-05-18T04:24:00+00:00 Wita Agustina abdul@upy.ac.id IDK Kerta Widana abdul@upy.ac.id Christine S. Marnani abdul@upy.ac.id <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Bencana alam sering menyebabkan kerusakan fisik, korban jiwa, dan trauma psikologis bagi masyarakat. Dalam kondisi tersebut, komunikasi persuasif sangat penting untuk membangun kepercayaan publik dan mendukung proses rekonstruksi pasca bencana. Penelitian ini bertujuan menganalisis tantangan dan peluang dalam penggunaan komunikasi persuasif untuk mendukung rekonstruksi. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan studi dokumentasi kepustakaan, mengumpulkan data dari buku, jurnal, artikel, dan dokumen terkait. Hasil penelitian menunjukkan tantangan utama dalam komunikasi persuasif adalah masalah kredibilitas sumber, resistensi terhadap informasi, dan kondisi psikologis masyarakat yang terganggu akibat bencana. Untuk mengatasi ini, diperlukan strategi komunikasi yang efektif, seperti memastikan kredibilitas komunikator dan penggunaan bahasa yang jelas. Penelitian juga menemukan bahwa komunikasi persuasif memiliki peluang besar dalam mendukung rekonstruksi melalui media sosial, teknologi informasi, dan konten visual.</p> <p><strong>Kata Kunci</strong>: Bencana Alam, Komunikasi Persuasif, Kepercayaan Publik, Rekonstruksi, Tantangan, Peluang</p> <p><strong><em>&nbsp;</em></strong></p> <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>Natural disasters often cause physical damage, loss of life, and psychological trauma to communities. Under these conditions, persuasive communication is essential to build public trust and support the post-disaster reconstruction process. This research aims to analyze the challenges and opportunities in using persuasive communication to support reconstruction. The method used is qualitative research with a literature documentation study, collecting data from books, journals, articles, and related documents. The results show that the main challenges in persuasive communication are issues of source credibility, resistance to information, and the psychological condition of people who are disturbed by disasters. To overcome this, effective communication strategies are needed, such as ensuring the credibility of the communicator and the use of clear language. The research also found that persuasive communication has great opportunities to support reconstruction through social media, information technology, and visual content.</em></p> <p><strong><em>Keywords</em></strong><em>: Challenges, Natural Disaster, Opportunities, Persuasive Communication, Public Trust, Reconstruction</em></p> 2024-05-18T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Wita Agustina, Kerta Widana, Christine S. Marnani https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/6213 Pertimbangan Etika Dalam Pengembangan Teknologi Militer: Tinjauan Filsafat Ilmu Pertahanan 2024-05-18T04:25:57+00:00 Dyah Aryati Nugraha Ningsih abdul@upy.ac.id Mhd. Halkis abdul@upy.ac.id Rudy Susanto abdul@upy.ac.id <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Dengan dasar filosofi yang berkaitan dengan aspek ilmu pertahanan, maka filsafat ilmu pertahanan akan menjadi sangat penting bagi untuk diteliti dan dipahami oleh para intelektual bela negara. Filsafat ilmu pertahanan adalah suatu cara berpikir ilmiah untuk memikirkan negara ini aman sejahterah dan menyenangkan. Etika adalah filsafat moral, atau ilmu yang membahas dan mengkaji secara kritis persoalan benar dan salah secara moral, tentang bagaimana harus bertindak dalam situasi konkret. Penerapan teknologi untuk digunakan dalam peperangan. Ini terdiri dari jenis teknologi yang jelas-jelas bersifat militer dan bukan sipil dalam penerapannya, umumnya karena tidak memiliki aplikasi sipil yang berguna atau legal, atau berbahaya untuk digunakan tanpa pelatih militer yang sesuai. Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian satu studi kasus (<em>Single case study</em>) dengan jenis penelitian kualitatif. Studi kasus adalah penelitian terhadap suatu fenomena/kejadian yang telah terjadi (historis) pada konteks yang spesifik. Penelitian ini menggunakan sumber-sumber data sekunder yang didapatkan dari berbagai buku, artikel pada jurnal ilmiah, artikel pada koran/majalah, dan juga situs-situs internet yang berkaitan dengan permasalahan penelitian yang dibahas.</p> <p><strong>Kata Kunci</strong>: Etika, Filsafat Ilmu Pertahanan, Teknologi Militer</p> <p><em>&nbsp;</em></p> <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>With a philosophical basis related to aspects of defense science, the philosophy of defense science will be very important for research and understanding by state defense intellectuals. The philosophy of defense science is a scientific way of thinking to think about this country being safe, prosperous and enjoyable. Ethics is a moral philosophy, or science that discusses and critically examines issues of moral right and wrong, about how to act in concrete situations. Application of technology for use in warfare. It consists of types of technology that are clearly military rather than civilian in their application, generally because they have no useful or legal civilian application, or are dangerous to use without appropriate military training. This research uses a single case study research methodology with a qualitative research type. A case study is research into a phenomenon/event that has occurred (historically) in a specific context. This research uses secondary data sources obtained from various books, articles in scientific journals, articles in newspapers/magazines, and also internet sites related to the research problems discussed.</em></p> <p><strong><em>Keywords</em></strong><em>: &nbsp;Ethics, Military Technology, Philosophy of Defense Science</em></p> 2024-05-18T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Dyah Aryati Nugraha Ningsih, Mhd. Halkis, Rudy Susanto https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/6214 Peran Komponen Cadangan Dalam Pencegahan Terorisme Sebagai Ancaman Perang Asimetris 2024-05-18T04:27:45+00:00 Bela Ardila abdul@upy.ac.id Ari Pitoyo Sumarno abdul@upy.ac.id Ahmad G. Dohamid abdul@upy.ac.id <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Penelitian ini membahas peran komponen cadangan dalam upaya pencegahan terorisme sebagai implementasi dari konsep Bela Negara. Cadangan dalam konteks ini mencakup unsur-unsur seperti pasukan cadangan, sumber daya manusia terlatih, dan infrastruktur yang mendukung keamanan nasional. Penelitian ini menggali strategi dan taktik yang dapat diterapkan oleh komponen cadangan dalam mendeteksi, mencegah, dan merespons ancaman terorisme. Penelitian ini akan menggunakan teori pertahanan nasional serta konsep peperangan asimetris. Melalui analisis ini, penelitian ini bertujuan untuk menyediakan panduan praktis bagi pihak-pihak terkait dalam memperkuat pertahanan negara dari ancaman terorisme serta memperkuat semangat dan kesadaran Bela Negara di kalangan masyarakat. Metode penelitian yang digunakan meliputi studi pustaka dan analisis kebijakan. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam membangun ketangguhan nasional dalam menghadapi tantangan terorisme.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Ancaman, Komponen Cadangan, Perang Asimetris, Terorisme</p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>This research discusses the role of reserve components in terrorism prevention efforts as an implementation of the concept of State Defense. The reserve in this context includes elements such as reserve forces, trained human resources, and infrastructure that support national security. This research explores strategies and tactics that can be applied by reserve components in detecting, preventing, and responding to terrorism threats. This research will use national defense theory as well as the concept of asymmetric warfare. Through this analysis, this research aims to provide practical guidance for relevant parties in strengthening national defense from the threat of terrorism as well as strengthening the spirit and awareness of State Defense among the public. The research methods used include literature study and policy analysis. The result of this research is expected to give positive contribution in building national resilience in facing terrorism challenges.</em></p> <p><strong><em>Keywords:</em></strong><em> Asymmetric Warfare, Reserve Component, Terrorism, Threat</em></p> 2024-05-18T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Bela Ardila, Ari Pitoyo Sumarno, Ahmad G. Dohamid https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/6223 Peran Guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Sebagai Motivator Dalam Meningkatkan Civic Disposition Bagi Peserta Didik Kelas XI di SMA Negeri 1 Rawamerta 2024-05-20T12:38:56+00:00 Ahmad Setiawan Pk20.ahmadsetiawan@mhs.ubpkarawang.ac.id Aris Riswandi Sanusi arissanusi@ubpkarawang.ac.id Yogi Nugraha yogi.nugraha@ubpkarawang.ac.id <p><strong>Abstract</strong></p> <p>The author conducts research by examining the role of Pancasila and citizenship education teachers as motivators in improving civic disposition for class XI students at SMA Negeri 1 Rawamerta. This research uses descriptive qualitative research and uses data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The subjects in this study were Pancasila and citizenship education teachers, vice principal for curriculum, and grade XI students. The findings in this study that Pancasila and civic education teachers have a very important role in the education and learning process by providing direction and encouragement to students to have good civic character and not only focus on knowledge but on real practice by providing good examples so that civic disposition in students will be achieved. The program is produced through a friendly habituation program between teachers and students, making civic projects, and habituation to the flag ceremony. With this activity program, it is hoped that students will be able to have good civic character.</p> <p><strong><em>Keywords:</em></strong> The role of Civics Teacher, Civic Dispositon, Students</p> <p><em>&nbsp;</em></p> <p>Abstrak</p> <p>Penulis melakukan penelitian dengan mengkaji peran guru pendidikan pancasila dan kewarganegaraan sebagai motivator dalam meningkatkan civic disposition bagi peserta didik kelas XI di SMA Negeri 1 Rawamerta. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif serta menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini yaitu guru pendidikan pancasila dan kewarganegaraan, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, dan peserta didik kelas XI. Hasil temuan di dalam penelitian ini bahwa guru pendidikan pancasila dan kewarganegaraan mempunyai peran sangat penting dalam proses pendidikan dan pembelajaran dengan memberikan arahan serta dorongan kepada siswa untuk memiliki karakter kewarganegaraan yang baik dan tidak hanya terfokus pada pengetahuan saja melainkan pada praktik yang nyata dengan memberikan teladan yang baik sehingga civic disposition pada peserta didik akan tercapai. Program yang dihasilkan melalui program pembiasaan ramah Tamah diantara guru dan peserta didik, pembuatan project kewarganegaraan, dan pembiasaan upacara bendera. Dengan program kegiatan tersebut diharapkan peserta didik mampu untuk mempunyai karakter kewarganegaraan yang baik.</p> <p><strong>Kata kunci:</strong> Peran Guru PPKn, Civic Disposition, Peserta Didik</p> 2024-05-20T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Ahmad Setiawan, Aris Riswandi Sanusi, Yogi Nugraha https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/6229 Strategi Kebijakan Untuk Meningkatkan Aksesibilitas dan Kesejahteraan Masyarakat: Rekonstruksi Infrastruktur Jalan di Dusun Rambutan, Desa Melati II 2024-05-21T11:51:52+00:00 Yuli Adnes Saragih abdul@upy.ac.id Julia Ivanna abdul@upy.ac.id <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami strategi kebijakan pemerintah dan tingkat sejahterah masyarakat dalam infrastruktur jalan di dusun Rambutan,desa Melati II dalam pengaspalan.Selain itu tujuan penelitian ini program pembangunan infrastruktur jalan dalam strategi kebijakan pemerintah dan apa saja hambatan-hambatan pemerintah desa dalam kesejahteraan masyarakat dusun rambutan desa melati II. Metode yang digunakan penelitian adalah Metode deskriptif kualitatif. Hasil peelitian menunjukan bahwa berbagai strategi yang telah dianggar oleh pemerintah dalam pembangunan infrastruktur jalan di Dusun Rambutan Desa Melati II . Strategi tersebut meliputi sangat minim akan alokasi anggaran, evaluasi kebutuhan infrastruktur, perizinan dan persiapan hukum, pengadaan tenaga kerja, pelaksanaan kontruksi dan pengawasan, keterlibatan masyarakatan, serta monitoring dan evaluasi perencanaan pembangunan infrastruktur, juga mengidentifikasi tantangan dan kendala yang dihadapi akannya kemacetan pengaspalan pelaksanaan adalah kurangnya kebijakaan pemerintah dalam melakukan infrastktur dengan secara adil dalam setiap desa maupun dusun yang ada di kecamatan perbaungan kabupaten serdang bedagai demi kesejahteraan masyarakat setempat khususnya desa yang penulis teliti. .</p> <p><strong>Kata Kunci</strong>: Strategi, Kesejahteraan Masyarakat, Dan Infrastruktur</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>This research aims to find out and understand the government's policy strategy and the level of community prosperity in road infrastructure in Rambutan hamlet, Melati II village in asphalting. Apart from that, the aim of this research is the road infrastructure development program in the government's policy strategy and what are the village government's obstacles to prosperity the people of Rambutan hamlet, Melati II village. The research method used is a qualitative descriptive method. The research results show that various strategies have been budgeted by the government in developing road infrastructure in Rambutan Hamlet, Melati II Village. This strategy includes very minimal budget allocation, evaluation of infrastructure needs, permits and legal preparation, procurement of labor, construction implementation and supervision, community involvement, as well as monitoring and evaluation of infrastructure development planning, as well as identifying challenges and obstacles faced by asphalting implementation bottlenecks, namely lack of government policy in implementing infrastructure fairly in each village and hamlet in the Perbaungan sub-district, Serdang Bedagai district for the welfare of the local community, especially the village that the author studied.</em></p> <p><strong><em>Keywords</em></strong><em>: Strategy, Community Welfare, and Infrastructure</em></p> 2024-05-21T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Yuli Adnes Saragih, Julia Ivanna https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/6239 Implementasi Standar Pelayanan Pesawat Udara Menurut PM Nomor 41 Tahun 2023 Tentang Pelayanan Jasa Kebandarudaraan di Bandar Udara Tunggul Wulung Cilacap 2024-05-23T06:17:16+00:00 Seno Bayu Aji abdul@upy.ac.id Sri Sutarwati abdul@upy.ac.id <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Menurut Peraturan Menteri Nomor 41 Tahun 2023, Bandar Udara di Indonesia harus menyediakan pelayanan fasilitas Pesawat udara dengan Lingkup Standar Pelayanan terhadap Pesawat udara sejak Pesawat udara memasuki tiap fasilitas pendaratan,lepas landas, manuver, parkir, dan penyimpanan sampai dengan Pesawat Udara meninggalkan masing-masing fasilitas tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Implementasi Standar Pelayanan Pesawat Udara Menurut PM Nomor 41 Tahun 2023 Tentang Pelayanan Jasa Kebandarudaraan Di Bandar Udara Tunggul Wulung Cilacap. Penelitian ini dilakukan di Bandar Udara Tunggul Wulung Cilacap pada tanggal 22 Februari 2024 sampai dengan 28 Februari 2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Tahapan dalam menganalisis data pada penelitian ini dengan menggunakan reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan.Uji keabsahan data yang digunakan dalam penelitian ini Menggunakan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan terhadap pesawat udara di Bandar Udara Tunggul Wulung Cilacap sebagian besar sudah sesuai dengan Peraturan Meteri Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2023. Terdapat dua fasilitas Pelayanan Pesawat udara yang sebagian belum sesuai dengan standar pelayanan pesawat udara yaitu <em>fasilitas Runway end safety area dan Airfield Lighting System (AFL) meliputi Sequence flasing lights,Taxiway ceterline lights, Runway centerline lights, Runway Guard Lilghts, Taxy Guardance Lights</em>. Jumlah nilai total pelayanan terhadap pesawat udara (<em>level of service</em>) seharusnya 150. Berdasarkan hasil penelitian masih dibawah standar yaitu 128. Nilai ini masih tergolong sangat baik menurut skala penilaian dalam pelayanan terhadap pesawat udara yang terdapat pada lampiran Peraturan Meteri Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2023 .</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Implementasi, PM No. 41 Tahun 2023, Fasilitas Pelayanan Pesawat Udara</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>According to Ministerial Regulation Number 41 of 2023, airports in Indonesia must provide aircraft facility services with a standard scope of service for aircraft from the time the aircraft enters each landing, take-off, maneuvering, parking and storage facility until the aircraft leaves each. each of these facilities. This research aims to determine the implementation of aircraft service standards according to PM Number 41 of 2023 concerning airport services at Tunggul Wulung Airport, Cilacap. This research was conducted at Tunggul Wulung Airport, Cilacap, from 22 February 2024 to 28 February 2024. This research used a qualitative approach with interview and documentation methods. The stages in analyzing the data in this research are using data reduction, data review, and drawing conclusions. The data validity technique used in this research is triangulation technique. The research results show that aircraft services at Tunggul Wulung Cilacap Airport are largely in accordance with the Republic of Indonesia Ministerial Regulation Number 41 of 2023. There are two aircraft service facilities, some of which do not comply with aircraft service standards, namely:fasilitas Runway end safety area dan Airfield Lighting System (AFL) meliputi Sequence flasing lights,Taxiway ceterline lights, Runway centerline lights, Runway Guard Lilghts, Taxy Guardance Lights. The total value of services to aircraft (lefel of service) should be 150. Based on research results, it is still below the standard, namely 128. This value is still classified as very good according to the attachment to the Republic of Indonesia Meterial Regulation Number 41 of 2023</em></p> <p><strong><em>Keywords:</em></strong><em> Implementation, PM No. 41 of 2023, aircraft service facilities</em><em>,</em><em> Level of service</em></p> 2024-05-23T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Seno Bayu Aji, Sri Sutarwati https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/6240 Efektivitas Pengendalian Inflasi dan Produksi Crude Palm Oil Dalam Meningkatkan Volume Ekspor di Sumatera Utara 2024-05-23T06:20:00+00:00 M. Iqromi Syaputra Sinulingga abdul@upy.ac.id Kiki abdul@upy.ac.id <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Pengendalian inflasi di tingkat daerah adalah tindakan pemerintah atau otoritas kebijakan ekonomi di tingkat lokal atau regional untuk mengelola laju inflasi. Tujuan dengan adanya penelitian ini dapat mengetahui pengaruh inflasi dan jumlah produksi Crude Plam Oil (CPO) terhadap Volume ekspor di Sumatera Utara. Dengan metode analisis model regresi linier berganda menggunakan uji asumsi klasik yaitu uji normalitas data, uji multikolineritas dan uji auto korelasi yang menghasilkan bahwa inflasi dan jumlah produksi Crude Plam Oil (CPO) berpengaruh positif signifikan terhadap volume ekspor.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong>Inflasi, Jumlah Produksi CPO, Volume Ekspor</p> 2024-05-23T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 M. Iqromi Syaputra Sinulingga, Kiki https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/6249 Analisis Permasalahan Dalam Praktek Profesi Advokat Terhadap Akses Keadilan di Masyarakat 2024-05-25T05:08:38+00:00 Lila Graciella Yuwono abdul@upy.ac.id Meiliani abdul@upy.ac.id Yuwono Prianto abdul@upy.ac.id <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>At this time, many problems occur in all fields of work, including in the field of Law. One of the problems faced today is the number of advocate organizations that exist, which is much more when compared to other professions. For example, the Indonesian Teachers Association (PGRI) is the only organization that oversees the teaching profession in Indonesia, while the advocate profession has many organizations, including the Indonesian Advocates Association (IKADIN), the Indonesian Advocates Association (AAI), the Indonesian Legal Advisors Association (IPHI), the Indonesian Advocates and Lawyers Association (HAPI), the Indonesian Lawyers Union (SPI), the Indonesian Legal Consultants Association (AKHI), the Capital Market Legal Consultants Association (HKHPM) and the Indonesian Sharia Lawyers Association (APSI). This has led to unhealthy competition among these advocate organizations. The purpose of this journal is to find a solution so that the number of advocate organizations does not limit the development of the advocate profession as a whole. With government intervention, it is hoped that prospective advocates can receive standardized and quality education and training, thus creating competent and professional advocates. This will help reduce unfair competition between advocate organizations and encourage better development of the advocate profession in Indonesia.</em></p> <p><strong><em>Keywords:</em></strong><em> Advocate development, Government, Association</em></p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Pada saat ini, permasalahan banyak terjadi di segala bidang pekerjaan, termasuk dalam bidang Hukum. Salah satu masalah yang dihadapi saat ini adalah banyaknya organisasi advokat yang ada, yang jumlahnya jauh lebih banyak jika dibandingkan dengan profesi lain. Seperti contoh, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) adalah satu-satunya organisasi yang menaungi profesi guru di Indonesia, sedangkan profesi advokat memiliki banyak organisasi, diantaranya Ikatan Advokat Indonesia (IKADIN), Asosiasi Advokat Indonesia (AAI), Ikatan Penasihat Hukum Indonesia (IPHI), Himpunan Advokat dan Pengacara Indonesia (HAPI), Serikat Pengacara Indonesia (SPI), Asosiasi Konsultan Hukum Indonesia (AKHI), Himpunan Konsultan Hukum Pasar Modal (HKHPM) dan Asosiasi Pengacara Syariah Indonesia (APSI). Hal ini menyebabkan persaingan yang tidak sehat di antara organisasi-organisasi advokat tersebut. Tujuan dari pembuatan jurnal ini adalah untuk mencari solusi agar banyaknya organisasi-organisasi advokat tersebut tidak membatasi perkembangan profesi advokat secara keseluruhan. Dengan campur tangan pemerintah, diharapkan calon advokat dapat menerima pendidikan dan pelatihan yang terstandarisasi dan berkualitas, sehingga menciptakan advokat-advokat yang kompeten dan profesional. Hal ini akan membantu mengurangi persaingan tidak sehat antar organisasi-organisasi advokat dan mendorong perkembangan profesi advokat yang lebih baik di Indonesia.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Perkembangan profesi advokat, Pemerintah, Asosiasi</p> 2024-05-25T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Lila Graciella Yuwono, Meiliani, Yuwono Prianto https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/6263 Penilaian Cost dan Risk dalam Rencana Strategis Pertahanan: Membangun Kesiapan dengan Pendekatan Berbasis Data 2024-05-28T16:40:00+00:00 Sri Cahyo Kasihono abdul@upy.ac.id Suwito abdul@upy.ac.id Zainal Abidin abdul@upy.ac.id <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Pendekatan berbasis data dalam penilaian cost dan risk dalam rencana strategis pertahanan merupakan aspek penting dalam menghadapi dinamika keamanan global yang terus berkembang. Artikel ini menyoroti pentingnya pendekatan ini dengan memanfaatkan data historis, analisis prediktif, dan model simulasi untuk memberikan wawasan yang mendalam tentang faktor-faktor yang memengaruhi biaya dan risiko dalam strategi pertahanan. Berdasarkan kerangka teori yang disusun, artikel ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi pustaka untuk menganalisis keterkaitan antara cost, risk, dan kekuatan militer berdasarkan data. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan erat antara alokasi anggaran dan kesiapan pertahanan suatu negara, meskipun penurunan anggaran tidak selalu berkorelasi dengan penurunan kesiapan militer. Kesimpulannya, artikel ini menegaskan perlunya strategi manajemen risiko yang cerdas dan pendekatan berbasis data dalam merumuskan rencana strategis pertahanan untuk memastikan kesiapan yang optimal dalam menghadapi tantangan keamanan yang kompleks dan terus berkembang.</p> <p><strong>Kata Kunci</strong>: Biaya, risiko Strategi Pertahanan, Kekuatan Militer, Data</p> <p><sup>&nbsp;</sup></p> <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>A data-driven approach to cost and risk assessment in defense strategic plans is an important aspect in the face of evolving global security dynamics. This article highlights the importance of this approach by utilizing historical data, predictive analysis, and simulation models to provide deep insights into the factors that influence cost and risk in defense strategy. Based on the theoretical framework, this article uses a qualitative descriptive method with a literature study approach to analyze the relationship between cost, risk, and military power based on data. The results of the analysis show a close relationship between budget allocation and a country's defense readiness, although a decrease in budget does not always correlate with a decrease in military readiness. In conclusion, this article emphasizes the need for smart risk management strategies and a data-driven approach in formulating defense strategic plans to ensure optimal readiness in the face of complex and evolving security challenges.</em></p> <p><strong><em>Keywords</em></strong><em>: Cost, Risk, Defense Strategy, Military Power, Data</em></p> 2024-05-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Sri Cahyo Kasihono, Suwito, Zainal Abidin https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/6268 Penguatan Keaktifan Belajar Peserta Didik pada Pembelajaran PPKn Melalui Metode Edutainment 2024-05-30T03:32:05+00:00 Devi Sutrisno Putri abdul@upy.ac.id Ade Irma Kusuma Wardhani abdul@upy.ac.id Berchah Pitoewas abdul@upy.ac.id Ana Mentari abdul@upy.ac.id <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Seringkali keaktifan peserta didik menjadi masalah dalam proses pembelajaran. Penggunaan metode pembelajaran yang variatif diharapkan mampu mengembangkan keaktifan belajar peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan metode pembelajaran <em>edutainment </em>dalam menguatkan keaktifan peserta didik pada mata pelajaran PPKn di SMP Negeri 2 Kalirejo. &nbsp;Penelitian ini menggunakan metode <em>quasy eskperimen </em>dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian ini berjumlah 59 responden yang terdiri dari 30 responden kelas eksperimen dan 29 responden kelas kontrol. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi sebagai teknik pokok dan angket sebagai teknik penunjang. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh hasil yang signifikan dari penerapan metode pembelajaran <em>edutainment </em>dalam menguatkan keaktifan peserta didik pada mata pelajaran PPKn dengan presentase 84,88% yang dibuktikan dengan banyaknya peserta didik mengajukan pertanyaan, menjawab pertanyaan, dan melakukan aktivitas belajar dengan games. Hal tersebut menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan dari penerapan metode pembelajaran <em>edutainment </em>dalam menguatkan aktivitas belajar peserta didik pada mata pelajaran PPKn.</p> <p><strong>Keywords:</strong> <strong>Aktivitas belajar, pembelajaran PPKn,<em> edutainment</em></strong></p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Abstract</strong></p> <p>Student activites are often a problem in the learning process. The use of varied learning methods is expected to be able to develop students' active learning. This research aims to determine the application of edutainment learning methods in strengthening student activity in civic education subject at SMP Negeri 2 Kalirejo.&nbsp; This research used a quasi-experimental method with a quantitative approach. The research sample consisted of 59 respondents consisting of 30 experimental class respondents and 29 control class respondents. Data collection techniques use observation techniques as the main technique and questionnaires as a maintenance technique. Based on the research results, significant results were obtained from the application of edutainment learning methods in strengthening student activity in civic education subject with a percentage of 84.88% as evidenced by the large number of students asking questions, answering questions, and carrying out learning activities with games. This shows that there were significant differences in the application of edutainment learning methods in strengthening students' learning activities in civic education subject.</p> <p><strong>Keywords: Learning activities, civic education, edutainment</strong></p> 2024-05-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Devi Sutrisno Putri, Ade Irma Kusuma Wardhani, Berchah Pitoewas, Ana Mentari https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/6269 Kecerdasan Interpersonal Dalam Membentuk Civic Engagement Warga Negara Muda 2024-05-30T03:34:16+00:00 Ana Mentari abdul@upy.ac.id Dika Yumanda abdul@upy.ac.id Devi Sutrisno Putri abdul@upy.ac.id Rohman abdul@upy.ac.id <p><strong>Abstract</strong></p> <p>The development of civic engagement among young citizens is crucial as it directly impacts the quality of human resources and plays a key role in guiding the nation's progress towards the fulfillment of societal, national, and state ideals. Civic engagement is intricately linked to public life and requires strong interpersonal intelligence in young individuals who represent the future generation of the nation. This study employs a qualitative approach using a literature review to descriptively outline the role of interpersonal intelligence in shaping civic engagement among young citizens. The findings emphasize the vital role of interpersonal intelligence in fostering civic engagement among young citizens, enabling them to actively participate and be visible members of society.</p> <p><strong>Keywords: </strong>Interpersonal Intelligence, Civic Engagement, Young Citizen</p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Pembentukan civic engagement bagi warga negara muda sangat diperlukan karena aspek yang terkandung di dalamnya dapat menentukan kualitas sumber daya manusia warga negara muda serta memiliki tujuan dalam menentukan arah kemajuan bangsa, yang bermuara pada tercapainya cita-cita masyarakat, bangsa, dan negara. Civic engagement sangat berkaitan erat dengan kehidupan masyarakat publik. Maka dari pada itu, dibutuhkanlah kecerdasan interpersonal yang mumpuni dalam diri individu warga negara muda sebagai wajah kualitas generasi muda bangsa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan, yang akan menjabarkan secara deskriptif mengenai kecerdasan interpersonal dalam membentuk civic engagement warga negara muda. Hasil yang didapat menunjukkan bahwa kecerdasan interpersonal sangat diperlukan dalam pembentukan civic engagement warga negara muda, dikarenakan dengan kecerdasan interpersonal maka pemuda sebagai warga negara muda mampu tampil, berpartisipasi dan aktif untuk terlihat langsung di dalam masyarakat.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Kecerdasan Interpersonal, Civic Engagement, Warga Negara Muda</p> 2024-05-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Ana Mentari, Dika Yumanda, Devi Sutrisno Putri, Rohman https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/6291 Peran Pemerintah Desa Dalam Pelayanan Umum, Pembangunan Pemberdayaan, dan Perlindungan di Desa Kuta Pinang 2024-06-03T10:10:48+00:00 Nisa Nurhasanah Purba abdul@upy.ac.id Julia Ivanna abdul@upy.ac.id <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana peran pemerintah desa dalam pelayanan umum, pembangunan pemberdayaan, dan perlindungan di desa kuta pinang dalam mewujudkan desa yang mandiri dan berkeadilan serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Kemudian dalam pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi lapangan, wawancara, dan dokumentasi baik data primer dan juga sekunder. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa didalam peran pemerintah desa dalam mewujudkan desa yang mandiri dan berkeadilan di desa kuta pinang yang masih belum optimal, yang dimana dari pihak pemerintah desa masih belum mampu untuk memanfaatkan sumber daya alam dan sumber daya lingkungan yang ada dan adanya keterbatasan dana serta masih banyak masyarakat yang pasif dalam hal berpartisipasi.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong>Pemerintah Desa, Desa Mandiri Dan Berkeadilan,Pembangunan Pemberdayaan, Perlindungan Desa</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>This research was conducted with the aim of finding out the role of the village government in public services, development, empowerment and protection in Kuta Pinang village in realizing an independent and just village and the factors that influence it. This type of research is descriptive research with a qualitative approach. Then data collection was carried out using field observation methods, interviews and documentation of both primary and secondary data. The results of this research indicate that the role of the village government in realizing an independent and just village in Kuta Pinang village is still not optimal, where the village government is still unable to utilize existing natural and environmental resources and there are limited funds and There are still many people who are passive in terms of participation.</em></p> <p><strong><em>Keywords: </em></strong><em>Village Government, Independent and Fair Village, Empowerment Development, Village Protection</em></p> 2024-06-03T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Nisa Nurhasanah Purba, Julia Ivanna https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/6292 Eksplorasi Hegemoni dalam Cerpen "Sebutir Peluru Saja" Karya Iksaka Banu: Kajian Teks 2024-06-03T10:12:33+00:00 Apri Ulita abdul@upy.ac.id Hadya Aminah Harahap abdul@upy.ac.id Rosmawaty Harahap abdul@upy.ac.id <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran hegemoni yang terjadi pada masa koloniaisme dalam cerita pendek Sebutir Peluru Saja karya Iksaka Banu. Metodologi penelitian yang digunakan untuk menganalisis cerita pendek ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan kajian teks. Peneliti akan membaca dan mengumpulkan data berupa kata, ungkapan dan kalimat dari salah satu cerpen karya Ikasaka Banu yang berjudul “Sebutir Peluru Saja” pada buku kumpulan cerpen Teh dan Pengkhianat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya hegemoni pada cerpen sebutir peluru saja. Hegemoni kekuasaan antara kolonialisme belanda dengan penduduk asli.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong>Hegemoni, Cerpen, Analisa</p> 2024-06-03T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Apri Ulita, Hadya Aminah Harahap, Rosmawaty Harahap https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/6306 Analisis Mendalam Puisi "Karawang-Bekasi" oleh Chairil Anwar 2024-06-05T14:29:11+00:00 Ezra Natasya Hutabarat abdul@upy.ac.id Najla Haifa Maulidina Tarigan abdul@upy.ac.id Rosmawaty Harahap abdul@upy.ac.id <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>Many people know about the poem 'Karawan Bekasi' by Cairil Anwar, but only a few know the events behind the creation of Cairil Anwar's legendary poem. If we can understand and interpret the meaning of the poem Karawang Bekasi by Charil Anwar, then we can understand the situation of the Karawang Bekasi Front during the Physical Revolution to Defend Independence (1945-1949) and the fighters at that time made such choices. The Karawang-Bekasi Front fought against NICA (Netherlands Indian Civil Administration). The poems created by Cairil Anwar are the inner experiences felt by Cairil Anwar based on the situation and conditions at that time, thus allowing </em><em>him to express his imagination and thoughts, and the legendary Karawang Bekasi poems were created with the theme of patriotic nationalism.</em></p> <p><strong><em>Keywords: </em></strong><em>Karawang Bekasi, Chairil Anwar, Independence, Fighter, Experience</em></p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Banyak orang yang mengetahui tentang puisi 'Karawang Bekasi' karya Cairil Anwar, namun hanya sedikit yang mengetahui peristiwa di balik penciptaan puisi legendaris Cairil Anwar tersebut. Makna puisi Karawang Bekasi karya Charil Anwar, situasi Front Karawang Bekasi pada masa Revolusi Fisik Mempertahankan Kemerdekaan (1945-1949) dan para pejuang pada saat itu membuat pilihan seperti itu. Front Karawang-Bekasi berperang melawan NICA (Netherlands Indian Civil Administration). Puisi-puisi yang diciptakan oleh Cairil Anwar merupakan pengalaman batin yang dirasakan Cairil Anwar berdasarkan situasi dan kondisi saat itu, sehingga memungkinkan ia mengekspresikan imajinasi dan pemikirannya, dan puisi-puisi legendaris Karawang Bekasi diciptakan dengan tema patriotik nasionalisme.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong>Karawang Bekasi, Chairil Anwar, Kemerdekaan, Pejuang, Pengalaman</p> 2024-06-05T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Ezra Natasya Hutabarat, Najla Haifa Maulidina Tarigan, Rosmawaty Harahap https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/6305 Resistensi Terhadap Kekuasaan Orde Baru dan Cerminan Zaman Dalam Puisi Peringatan Karya Wiji Thukul 2024-06-05T14:27:27+00:00 Claudia Ratna Ningsih abdul@upy.ac.id Siti Fadilah Aini Siregar abdul@upy.ac.id Rosmawaty Harahap abdul@upy.ac.id <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Masa Orde Baru merupakan peristiwa penting bagi Indonesia, karena merupakan masa gejolak dan ketidakstabilan baik dalam pemerintahan maupun perekonomian. Di bidang sastra sendiri, peristiwa-peristiwa yang terjadi pada periode ini mempengaruhi para sastrawan-sastrawan yang menajamkan penanya untuk menarik perhatian pada puisi-puisi yang ditulis pada periode ini dengan penekanan pada sindiran, protes, dan perlawanan terhadap penguasa. Studi ini bertujuan mengkaji praktik kekuasaan Orde Baru dalam karya puisi Wiji Thukul dengan menggunakan pendekatan mimetik. Penelitian ini melibatkan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan mimetik untuk mendapatkan landasan penguatan tentang hubungan puisi Peringatan dengan sosial konteks pada masa Orde Baru dan kajiannya terhadap mengkaji hubungan puisi Peringatan dengan kenyataan di luar sastra.. Berdasarkan analisis ditemukan bahwa Orde Baru merupakan pemerintahan yang otoriter, represif, dan pemerintahan yang menindas. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa puisi Peringatan karya Wiji Thukul adalah karya puisi yang memiliki nilai dan mengandung semangat juang yang tinggi dalam menggugurkan kekuasaan Orde Baru yang sedang berlangsung dan berusaha memperjuangkan adanya keselarasan antara pemerintah dengan rakyatnya serta aspirasi dan kebebasan berpendapat harus ditegakkan.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong>Resistensi, Orde Baru, Puisi Peringatan, Wiji Thukul</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>The New Order period was an important event for Indonesia, because it was a time of turmoil and instability in both government and the economy. In the field of literature itself, the events that occurred in this period influenced writers who sharpened their pens to draw attention to the poetry written in this period with an emphasis on satire, protest, and resistance to the authorities. This study aims to examine the practices of New Order power in Wiji Thukul's poetry using a mimetic approach. This research involves a qualitative descriptive research method with a mimetic approach to obtain a strengthening basis for the relationship between Warning poetry and the social context of the New Order era and the study examines the relationship between Warning poetry and reality outside of literature. Based on the analysis, it was found that the New Order was an authoritarian government, repressive, and oppressive government. From this research it can be concluded that the poem Warning by Wiji Thukul is a work of poetry that has value and contains a high fighting spirit in overthrowing the ongoing New Order power and trying to fight for harmony between the government and its people and aspirations and freedom of opinion must be upheld.</em></p> <p><strong><em>Keywords:</em></strong> <em>Resistance,</em> <em>New</em> <em>Order,</em> <em>Peringatan</em> <em>Poetry,</em> <em>Wiji</em> <em>Thukul</em></p> 2024-06-05T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Claudia Ratna Ningsih, Siti Fadilah Aini Siregar, Rosmawaty Harahap https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/6307 Turki Membatasi Ekspor Produk Ke Israel Hingga Terjadinya Gencatan Senjata 2024-06-05T14:31:04+00:00 Aurelia Andrapradeshtya Nur abdul@upy.ac.id Nabilah Tia Azzahra abdul@upy.ac.id Sarazatin Ananda Muslih abdul@upy.ac.id <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Keputusan Turki untuk membatasi ekspor produk ke Israel hingga terjadinya gencatan senjata telah menarik perhatian dunia internasional. Ini mencerminkan dinamika kompleks dalam hubungan antara kedua negara serta konflik yang berkepanjangan di Timur Tengah. Keputusan ini tampaknya didorong oleh pertimbangan politik, ekonomi, dan sosial yang melibatkan solidaritas dengan rakyat Palestina, pengaruh regional, dan upaya untuk mendukung proses perdamaian. Turki telah mengadopsi pendekatan yang lebih kritis terhadap Israel dalam beberapa tahun terakhir, terutama di bawah pemerintahan Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP). Pembatasan ekspor produk ke Israel oleh Turki juga dapat memiliki dampak ekonomi yang signifikan bagi kedua negara, serta implikasi politik yang lebih luas di wilayah Timur Tengah. Gencatan senjata di wilayah tersebut menawarkan kesempatan bagi negara-negara terlibat untuk mencari solusi politik jangka panjang terhadap konflik yang berkepanjangan. Dalam konteks ini, keputusan Turki dapat dipandang sebagai upaya untuk mendukung proses gencatan senjata dan mendorong dialog damai antara Israel dan Palestina. Namun, keputusan tersebut juga dapat mempengaruhi dinamika politik dan keamanan di Timur Tengah secara lebih luas, serta hubungan Turki dengan negara-negara lain di wilayah tersebut.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong>Ekspor Produk, Gencatan Senjata, Konflik Israel-Palestina.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>&nbsp;</em></p> <p><em>Turkey's decision to limit exports to Israel until a ceasefire has drawn international attention. This reflects the complex dynamics in the relationship between the two countries and the ongoing conflict in the Middle East. The decision appears to be driven by political, economic, and social considerations involving solidarity with the Palestinian people, regional influence, and efforts to support the peace process. Turkey has adopted a more critical approach to Israel in recent years, particularly under the Justice and Development Party (AKP) government. Turkey's restriction on exporting products to Israel may also have significant economic implications for both countries, as well as broader political implications in the Middle East region. The ceasefire in the region offers an opportunity for the involved countries to seek long-term political solutions to the ongoing conflict. In this context, Turkey's decision can be seen as an effort to support the ceasefire process and encourage peaceful dialogue between Israel and Palestine. However, the decision may also affect the broader political and security dynamics in the Middle East, as well as Turkey's relations with other countries in the region..</em></p> <p><strong><em>Keywords: </em></strong><em>Export of Products, Ceasefire, Israel-Palestine Conflict.</em></p> 2024-06-05T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Aurelia Andrapradeshtya Nur, Nabilah Tia Azzahra, Sarazatin Ananda Muslih https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/6308 Pengembangan Media Pembelajaran Gambar Berseri Pop Up Book Dalam Meningkatkan Keterampilan Menulis Siswa MI Mirqotul Hasaniyah Probolinggo 2024-06-05T14:35:32+00:00 Ayuna Sapitri abdul@upy.ac.id Mamluatun Ni’mah abdul@upy.ac.id Nur Fitri Amalia abdul@upy.ac.id <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan menulis siswa kelas V MI Mirqotul Hasaniyah dalam pengembangan media pembelajaran gambar berseri Pop Up Book. Media Pop Up Book merupakan media yang mengandung unsur 3 dimensi. Dimana ketika halaman dibuka bagian dalamnya dapat menghasilan visualisasi gambar yang menarik, sehingga membantu siswa dalam pemahaman materi. Penelitian ini merupakan penelitian R&amp;D model Bord and Gall. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan keterampilan menulis siswa yaitu dengan mengembangkan media gambar berseri Pop Up Book. Hal ini dibuktikan dengan rata – rata nilai yang diperoleh dari pretest dengan rata – rata 63,5 pada kategori cukup, dan meningkat pada posttest menjadi 72,6 pada kategori baik. Dengan demikian pengembangan media pembelajaran gambar berseri pop up book sangat membantu siswa dalam meningkatkan keterampilan menulis.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong>Pop Up Book, Media Pembelajaran, Keterampilan Menulis</p> <p><strong><em>&nbsp;</em></strong></p> <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>The aim of this research is to improve the writing skills of class V MI Mirqotul Hasaniyah students in developing the Pop Up Book series of picture learning media. Pop Up Book media is media that contains 3-dimensional elements. Where when the page is opened the inside can produce an interesting visualization of the image, thereby helping students understand the material. This research is a Bord and Gall model R&amp;D research. The results of the research showed that there was an increase in students' writing skills, namely by developing the Pop Up Book series of image media. This is proven by the average score obtained from the pretest with an average of 63.5 in the sufficient category, and increasing in the posttest to 72.6 in the good category. Thus, the development of pop up book series of learning media really helps students in improving their writing skills.</em></p> <p><strong><em>Keywords:</em></strong><em> Pop Up Book, Learning Media, Writing Skills</em></p> <p>&nbsp;</p> 2024-06-05T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Ayuna Sapitri, Mamluatun Ni’mah, Nur Fitri Amalia https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/6345 Pengaruh Biaya Produksi dan Biaya Operasional Terhadap Laba Bersih PT Fast Food Indonesia 2024-06-11T17:28:46+00:00 Elizabeth Tiur Manurung abdul@upy.ac.id Keisha Stephanie abdul@upy.ac.id Eveline Joychristy abdul@upy.ac.id <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah biaya produksi dan biaya operasional memiliki pengaruh secara simultan maupun parsial terhadap laba bersih pada PT Fast Food Indonesia. Populasi penelitian terdiri dari data biaya produksi, biaya operasional, dan laba bersih PT Fast Food Indonesia periode 2021-2023. Dari populasi tersebut diperoleh sampel penelitian sebanyak 36 sampel. Metode yang digunakan meliputi pendekatan kuantitatif, uji asumsi klasik, analisis statistik, analisis regresi linier berganda, dan uji hipotesis. Peneliti menggunakan aplikasi SPSS (Statistical Product and Service Solution) versi 27 untuk membantu analisis data. Uji asumsi klasik menunjukkan bahwa model regresi yang digunakan sudah terbebas dari penyimpangan asumsi dan memenuhi ketentuan. Hasil analisis linear berganda menunjukkan bahwa biaya produksi memiliki pengaruh positif terhadap laba bersih, dengan nilai t-hitung yang melebihi ambang batas t-tabel (8,182 &gt; 1,959) dan nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 (0,000 &lt; 0,05). Selanjutnya, biaya operasional ditemukan berpengaruh positif terhadap laba bersih, dengan nilai t-hitung lebih besar dari t-tabel (6,976 &gt; 1,959) dan nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 (0,000 &lt; 0,05). Selanjutnya, hasil analisis secara simultan menunjukkan bahwa biaya produksi dan biaya operasional berpengaruh signifikan terhadap laba bersih. Hal ini dibuktikan dengan uji F, dengan hasil F-hitung lebih besar dari F-tabel (43,127 &gt; 3,231) dan nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 (0,000 &lt; 0,05). Dengan demikian, pengaruh simultan dari biaya produksi dan biaya operasional terhadap laba bersih PT Fast Food Indonesia adalah positif. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan dan pengetahuan sesuai dengan judul yang diajukan serta menginformasikan kepada perusahaan sejenis mengenai dampak biaya produksi dan biaya operasional terhadap laba bersih, dengan tujuan untuk meningkatkan kinerja perusahaan di masa yang akan datang.</p> <p><strong>Kata Kunci</strong>: Biaya produksi; biaya operasional; laba bersih</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>This study aimed to determine whether production and operating costs simultaneously or partially influence net profit at PT Fast Food Indonesia. The research population consists of data on production costs, operating costs, and PT Fast Food Indonesia's net profit for 2021-2023. A research sample of 36 samples was obtained from this population. The methods include quantitative approaches, classical assumption tests, statistical analysis, multiple linear regression analysis, and hypothesis testing. The researcher used the SPSS (Statistical Product and Service Solution) version 27 application to assist with data analysis. The classical assumption test shows that the regression model used is free from assumption deviations and meets the provisions. The results of multiple linear analysis showed that production costs have a positive influence on net profit, with a t-count value that exceeds the t-table threshold (8.182 &gt; 1.959) and a significance value smaller than 0.05 (0.000 &lt; 0.05). Furthermore, operating expenses were found to have a positive effect on net profit, with a t-count value greater than the t-table (6.976 &gt; 1.959) and a significance value smaller than 0.05 (0.000 &lt; 0.05). Furthermore, the results of the simultaneous analysis show that production and operating costs significantly affect net profit. This is evidenced by the F-test, with the results of an F-count greater than the F-table (43.127 &gt; 3.231) and a significance value smaller than 0.05 (0.000 &lt; 0.05). Thus, the simultaneous influence of production costs and operating costs on the net profit of PT Fast Food Indonesia is positive. This research is expected to provide insight and knowledge based on the proposed title and inform similar companies about the impact of production costs and operating costs on net profit to improve company performance in the future. </em></p> <p><strong><em>K</em></strong><strong><em>eywords: </em></strong><em>Production cost; operating cost; net profit</em></p> 2024-06-11T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Elizabeth Tiur Manurung, Keisha Stephanie, Eveline Joychristy https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/6353 Analisis Penerapan Hukum Perdata Internasional pada Putusan Pengadilan Negara Indonesia, Belanda dan Jerman Terkait Perceraian Dalam Perkawinan Campuran 2024-06-13T16:56:50+00:00 Imelda Martinelli abdul@upy.ac.id Zefanya Angellin Chen abdul@upy.ac.id Vanessa abdul@upy.ac.id Felicia Amanda Sulistio abdul@upy.ac.id <p>Abstrak</p> <p>Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Pasal 1 memberikan pengertian bahwa “Perkawinan adalah ikatan lahir batin seorang pria dan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal”. Perkawinan mempunyai peranan yang sangat penting dalam hal menjamin kelangsungan sebuah keluarga. Agar perkawinan terjamin kelangsungan dan mempunyai kepastian hukum, maka perkawinan terjamin kelangsungan dan mempunyai kepastian hukum, maka perkawinan perlu dicatat berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 57 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan menyatakan “Perkawinan Campuran merupakan perkawinan yang dilangsungkan antara dua (2) pihak yang berbeda kewarganegaraan tetapi salah satu dari kedua pihak tersebut adalah warga negara Indonesia yang tunduk kepada hukum”. Perkawinan campuran dilaksanakan dengan memilih salah satu hukum dari masing-masing pihak yang dilakukan sesuai dengan persetujuan dan disepakati, dari salah satu pihak atau kedua pihak wajib untuk tunduk sukarela dalam melaksanakan perkawinan. Perceraian adalah putusnya hubungan suami-istri, talak, hidup perpisahan antara suami-istri selagi kedua-duanya masih hidup. Undang-Undang Perkawinan menyatakan bahwa perceraian merupakan salah satu penyebab putusnya perkawinan. Perceraian pada perkawinan campuran di Indonesia mempunyai implikasi hukum yang saling berkaitan dengan hukum perdata internasional. Pihak-pihak yang terlibat dalam perkawinan campuran di Indonesia mempunyai kemampuan untuk memilih pilihan hukum yaitu seperti negara tempat perkawinan atau perceraian dilangsungkan, negara tempat salah satu pihak berkebangsaan, atau hukum Indonesia.</p> <p>Kata Kunci: Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974, Perkawinan Campuran, Putusan Pengadilan, Hukum Perdata Internasional, Hukum Antar Tata Hukum</p> <p>&nbsp;</p> <p><em>Abstract</em></p> <p><em>Law Number 1 of 1974 Article 1 provides an understanding that “Marriage is the inner and outer bond of a man and a woman as husband and wife with the aim of forming a happy and eternal family (household)”. Marriage has a very important role in ensuring the continuity of a family. In order for marriage to be guaranteed continuity and have legal certainty, marriage is guaranteed continuity and has legal certainty, so marriage needs to be recorded based on applicable laws and regulations. Article 57 of Law Number 1 of 1974 concerning Marriage states “Mixed Marriage is a marriage that is entered into between two (2) parties of different nationalities but one of the two parties is an Indonesian citizen who is subject to the law”. Mixed marriages are conducted by choosing one of the laws of each party in accordance with the agreement and agreed upon, from one party or both parties are obliged to submit voluntarily in carrying out the marriage. Divorce is the breakup of the husband-wife relationship, divorce, living separation between husband and wife while both are still alive. The Marriage Law states that divorce is one of the causes of marriage breakdown. Divorce in mixed marriages in Indonesia has legal implications that are interrelated with international civil law. The parties involved in a mixed marriage in Indonesia have the ability to choose a choice of law, such as the country where the marriage or the divorce is held, the country where one of the parties is a national, or Indonesian law.</em></p> <p><em>Keywords: </em><em>Law Number 1 Year 1974, Mixed Marriages, Court Ruling, International Civil Law, Inter-Legal Law</em></p> 2024-06-13T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Imelda Martinelli, Zefanya Angellin Chen, Vanessa, Felicia Amanda Sulistio https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/6356 Website Security Analysis Using the OWASP10 Method (Case Study: almumtazparfumebatam.store) 2024-06-14T03:32:11+00:00 Bagus Surya Pradhana abdul@upy.ac.id <p><em>Al Mumtaz Parfume Batam is a perfume seller who is still doing business at home. To expand the scope of its business, an online store was created with the domain almumtazparfumebatam.store. Along with technological advances, the importance of security for a website is the main thing because it prevents attacks from irresponsible outsiders that can harm the ongoing business process. To find out how secure a website is against outside attacks, it is necessary to carry out a penetration testing (pentest) process where a tester simulates himself as an outsider trying to enter the network. This study aims to analyze and test the security of the almumtazparfumebatam.store website using the OWASP10 method in 2021. This method was chosen because it is always updated with information containing 10 attacks on the web that are often found. By doing this research, it is hoped that it can find possible security holes on the almumtazparfumebatam.store website and solutions to prevent them. With this research, it is also hoped that it can fix existing gaps so as to increase the security of the almumtazparfumebatam.store website and assist the website manager in preventing attacks that could be detrimental from irresponsible parties.</em></p> <p><strong>Keywords:</strong> <em>Website, Penetration Testing, </em>OWASP Top 10</p> 2024-06-14T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Bagus Surya Pradhana https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/6360 Pengaruh Penerapan Metode Curah Gagasan (Brainstorming) Terhadap Hasil Belajar Kognitif Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 2024-06-15T04:40:37+00:00 Muhammad Aqim Nur Hubi abdul@upy.ac.id Febrian Alwan Bahrudin abdul@upy.ac.id Reza Mauldy Raharja abdul@upy.ac.id <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Pertanyaan yang menjadi pusat penelitian ini adalah apakah terdapat dampak dari penggunaan Metode Curah Gagasan Brainstorming dalam materi Kompetensi Dasar Hubungan Internasional terhadap Hasil Belajar peserta didik Kelas XI di SMA Negeri 4 Kota Serang. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak dari penerapan Metode Curah Gagasan Brainstorming terhadap Hasil Belajar kognitif para siswa. Dalam penelitian ini, pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif, dengan metode kuasi eksperimental dan desain Pretest-Postest Control Group. Data dikumpulkan melalui teknik tes dan dokumentasi. Populasi studi meliputi siswa kelas XI di SMA Negeri 4 Kota Serang yang berjumlah 352 siswa, dengan 60 siswa dari kelas XI IPA 2 dan XI IPA 3 sebagai sampel. Berdasarkan analisis statistik menggunakan Independent Sample t-Test, diperoleh nilai 0,000, yang signifikan karena lebih kecil dari 0,005. Oleh karena itu, disimpulkan bahwa penerapan Metode Curah Gagasan Brainstorming dalam pengajaran Kompetensi Dasar Hubungan Internasional memiliki pengaruh signifikan terhadap hasil belajar kognitif siswa.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> <em>Brainstorming</em>, Hasil Belajar</p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p><strong>Abstract</strong></p> <p>This study examines the impact of implementing the Brainstorming Method on the Basic Competencies in International Relations concerning the Learning Outcomes of eleventh-grade students at SMA Negeri 4 Kota Serang. The objective of this study is to determine the influence of the Brainstorming Method on the Cognitive Learning Outcomes among these students. Employing a quantitative research framework, this study adopts a quasi-experimental design specifically utilizing the Pretest-Posttest Control Group Design. The methods for gathering data include both testing and documentation. The study's demographic comprises eleventh-grade students at SMA Negeri 4 Kota Serang, with a total population of 352 students. A subset of 60 students from classes XI IPA 2 and XI IPA 3 was sampled. The statistical analysis using the Independent Sample t Test revealed a significant value of 0.000, which is less than the threshold of 0.005. This result indicates a significant effect of the Brainstorming Method on the Basic Competencies of International Relations and the Cognitive Learning Outcomes.</p> <p><strong>Keywords:</strong> <em>Brainstorming</em>, Learning Outcomes</p> 2024-06-15T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Muhammad Aqim Nur Hubi, Febrian Alwan Bahrudin, Reza Mauldy Raharja https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/6361 Peran Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pramuka Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Dalam Meningkatkan Karakter Nasionalis Generasi Muda 2024-06-15T04:44:43+00:00 Ahmad Hudori abdul@upy.ac.id Ratna Sari Dewi abdul@upy.ac.id Febrian Alwan Bahrudin abdul@upy.ac.id <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Persatuan Indonesia dalam proses perjalanan panjangnya hingga kini terus ditimpa berbagai masalah internal maupun masalah eksternal yang berpotensi dapat memecah belah bangsa. Masalah internal dan eksternal tersebut diantaranya yaitu munculnya sikap etnosentrisme dan radikalisme, serta dampak negatif dari globalisasi. Dalam menghadapi problematika tersebut, lembaga pendidikan formal maupun non formal harus bersinergi dalam upaya meningkatkan karakter nasionalis warga negara terutama generasi muda. Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran UKM Pramuka Untirta sebagai wadah pendidikan non formal dalam upaya meningkatkan karakter nasionalis generasi muda. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi serta dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa UKM Pramuka Untirta memprogramkan kegiatan-kegiatan serta mengikuti kegiatan partisipasi dalam upaya meningkatkan karakter nasionalis generasi muda. Peran UKM Pramuka Untirta dalam upaya tersebut yaitu dengan membentuk dan mengembangkan karakter bangsa terutama karakter nasionalis dengan mengintegrasikannya melalui program kerja UKM Pramuka Untirta serta mengikuti kegiatan-kegiatan partisipasi yang berkaitan dengan pendidikan karakter<strong>.</strong></p> <p><strong>Kata Kunci: </strong>Peran, Pramuka, Karakter Nasionalis</p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>Indonesia unity in its long journey process until now continues to be struck by either internal or external problem that has potential to divide the nation. The internal and external problems are such as the emergence of ethnocentrism and radicalism attitude, and also the negative impact of globalization. In face those problematics, the institution of formal or non-formal education must synergize in the effort to improve the nationalism character of its citizens especially the youth generation. Therefore, this research aimed to find out how was the role of Scout UKM at Untirta as the space for non-formal education in the effort to improve nationalist character of youth generation. This research employed descriptive qualitative research method with data collection techniques using interviews, observation and documentation. Based on the research results, it was found that Scout UKM of Untirta programmed the activities and followed the participation activity in the effort to improve nationalist character of the young generation. The role of Scout UKM at Untirta is such as forming and developing the nation character especially nationalist character by integrating it through the work program of Scout UKM at Untirta and follow the participation activities related to character education. </em></p> <p><strong><em>Keywords: </em></strong><em>Role, Scouts, Nationalist Character</em></p> 2024-06-15T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Ahmad Hudori, Ratna Sari Dewi, Febrian Alwan Bahrudin https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/6362 Pengaruh Work Life Balance, Leader-Member Exchange dan Kepuasan Kerja Terhadap Keterlibatan Karyawan pada Perusahaan Ekspedisi J&T Cargo Kab. Temanggung 2024-06-15T04:47:13+00:00 Dhina Christi Aprilia abdul@upy.ac.id Awan Santosa abdul@upy.ac.id <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan dan menganalisis Pengaruh <em>Work Life Balance, Leader Member Exchange</em>, dan Kepuasan Kerja Terhadap Keterlibatan Karyawan Pada Perusahaan Ekspedisi J&amp;T Cargo Kab. Temanggung. Sampel pada penelitian ini adalah 100 responden yang merupakan karyawan dari J&amp;T Cargo Kab. Temanggung. Hasil uji instrumen penelitian ini menyatakan bahwa data dalam penelitian ini terbukti valid dan reliabel pada uji validitas dan uji reliabilitas. Uji asumsi klasik menghasilkan model regresi yang tidak terjadi multikolinearitas, tidak terjadi gejala heterokedastisitas, dan data berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) <em>work life balance</em> tidak berpengaruh signifikan terhadap keterlibatan karyawan, (2) <em>leader member exchange</em> berpengaruh signifikan terhadap keterlibatan karyawan, (3) kepuasan kerja berpengaruh signifikan terhadap keterlibatan karyawan.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong><em>Work Life Balance, Lea</em>der Member Exchange, Kepuasan Kerja, Keterlibatan Karyawan</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>This research aims to determine and analyze the influence of work life balance, leader member exchange, and job satisfaction on employee engagement at the J&amp;T Cargo Expedition Company, Kab. Temanggung. The sample in this study was 100 respondents who were employees of J&amp;T Cargo Kab. Temanggung. The test results of this research instrument stated that the data in this study was proven to be valid and reliable in the validity and reliability tests. The classical assumption test produces a regression model that does not occur multicollinearity, there are no symptoms of heteroscedasticity, and the data is normally distributed. The research results show that (1) work life balance has no significant effect on employee engagement, (2) leader member exchange has a significant effect on employee engagement, (3) job satisfaction has a significant effect on employee engagement.</em></p> <p><strong><em>Keywords:</em></strong><em> Work Life Balance, Leader Member Exchange, Job Satisfaction, Employee Engagement</em></p> 2024-06-15T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Dhina Christi Aprilia, Awan Santosa https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/6363 Analisis Putusan Nomor 89/Pdt.G/2016/PN Gin Berdasarkan Asas Pemisahan Horizontal Dalam Hukum Agraria Nasional 2024-06-15T04:48:55+00:00 Calista Putri Tanujaya abdul@upy.ac.id Devy Yulyana abdul@upy.ac.id Rigel abdul@upy.ac.id <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Hukum Adat Indonesia merupakan dasar yang mendorong terbentuknya Hukum Agraria Nasional yaitu Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria. Sebelum dibentuknya Hukum Agraria Nasional, Hukum Pertanahan yang berlaku di Indonesia adalah berdasarkan Buku II Kitab Undang-Undang Hukum Perdata yang mana menganut sebuah asas yaitu Asas Perlekatan Vertikal. Asas Perlekatan Vertikal adalah asas yang menyatakan bahwa tanah beserta benda-benda dan bangunan yang berdiri diatasnya merupakan suatu satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan kepemilikannya. Berbeda dengan KUHPerdata, UUPA yang berlaku di Indonesia menganut asas yang sama dengan Hukum Adat yaitu Asas Pemisahan Horizontal, yaitu asas yang menyatakan bahwa tidak ada korelasi yang kuat antara tanah dan bangunan yang berdiri diatasnya. Dengan kata lain, kepemilikan atas tanah dengan kepemilikan atas bangunan yang berdiri diatasnya merupakan dua hak yang berbeda. Dalam Putusan Nomor 89/Pdt.G/2016/PN Gin terjadi sebuah sengketa Perbuatan Melawan Hukum dan Wanprestasi terhadap suatu Objek Perkara yang merugikan Para Penggugat. Perbuatan Melawan Hukum adalah suatu tindakan yang menyebabkan terjadinya kerugian bagi pihak lainnya dan melawan undang-undang. Sedangkan Wanprestasi adalah suatu peristiwa dalam hal ini seseorang lalai atau tidak memenuhi kewajibannya dalam suatu perjanjian. Metode penelitian yang kami gunakan adalah penelitian normatif dan penelitian empiris dengan tujuan untuk menganalisis implementasi suatu asas hukum dalam masalah yang nyata.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong>Hukum Agraria Nasional; Perbuatan Melawan Hukum; Asas Perlekatan Vertikal; Asas Pemisahan Horizontal; Hak Sewa Tanah</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>Indonesian Customary Law is the basis that drives the formation of National Agrarian Law, namely Law Number 5 of 1960 concerning Basic Agrarian Principles. Before the formation of National Agrarian Law, the Land Law in force in Indonesia was based on Book II of the Civil Code which adheres to a principle, namely the Principle of Vertical Attachment. The Principle of Vertical Attachment is a principle that states that land and objects and buildings standing on it are a single entity whose ownership cannot be separated. Unlike the Civil Code, the UUPA in force in Indonesia adheres to the same principle as Customary Law, namely the Principle of Horizontal Separation, namely the principle that states that there is no strong correlation between land and buildings standing on it. In other words, ownership of land and ownership of buildings standing on it are two different rights. In Decision Number 89/Pdt.G/2016/PN Gin, there was a dispute over Unlawful Acts and Breach of Contract against an Object of the Case that was detrimental to the Plaintiffs. Unlawful Act is an act that causes harm to another party and is against the law. While Default is an event in which someone is negligent or does not fulfill their obligations in an agreement. The research method we use is normative research and empirical research with the aim of analyzing the implementation of a legal principle in real problems.</em></p> <p><strong><em>Keywords</em></strong><strong><em>: </em></strong><em>National Agrarian Law; Unlawful Acts; Principle of Vertical Attachment; Principle of Horizontal Separation; Lease Rights</em></p> 2024-06-15T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Calista Putri Tanujaya, Devy Yulyana, Rigel https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/6364 Analisis Kunjungan Tenaga Kesehatan terhadap Perawatan Nifas dan Bayi Baru Lahir di Kec. Hamparan Perak, Desa Paluh Kurau Dusun 14 2024-06-15T04:52:29+00:00 Nurhayati abdul@upy.ac.id Siti Hajar Lubis abdul@upy.ac.id Dwi Ardhianti abdul@upy.ac.id Muhammad Ramadhan G abdul@upy.ac.id <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Postpartum atau biasa dikenal dengan masa Nifas merupakan masa yang dimulai setelah kelahiran plasenta dan Rahim kembali semula seperti sebelum hamil, yang berlangsung selama 6 minggu atau 42 hari. Masa nifas juga merupakan masa yang sangat penting untuk menentukan derajat status kesehatan ibu dan bayi baru lahir. Tahapan dalam masa nifas dibagi menjadi tiga Periode, yakni Periode immediate postpartum atau puerperium dini, Periode intermedial atau early postpartum, dan Periode late postpartum. Kunjungan Nifas menjadi hal yang penting selama periode masa nifas berlangsung. Kunjungan masa nifas dilakukan sedikitnya empat kali untuk mengetahui status ibu dan status bayi baru lahir untuk mencegah, mendeteksi, serta menangani berbagai masalah yang terjadi selama periode masa nifas berlangsung. Tujuan pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk menganalisis (1) pendampingan berupa kunjungan nifas pada ibu dan bayi baru lahir, (2) aspek kebudayaan yang masih dilakukan pada ibu nifas dan bayi baru lahir, (3) masalah dan kendala yang terjadi selama masa nifas berlangsung. Metode pengabdian ini berupa penyuluhan dengan mewawancarai secara langsung dan memberikan beberapa pertanyaan mengenai kunjungan nifas dan kendala&nbsp; yang terjadi selama masa nifas berlangsung. Peserta kegiatan penyuluhan ini yaitu ibu-ibu yang baru melahirkan yang berada di Kec. Hamparan perak, Desa Paluh Kurau Dusun 14 &nbsp;yang dilaksanakan pada Kamis, 9 Mei 2024. Hasil kegiatan penyuluhan ini didapatkan bahwa terdapat perbedaan kunjungan nifas yang terjadi antara ibu melahirkan secara normal dirumah dan ibu yang melahirkan secara normal di rumah sakit. Meskipun terdapat perbedaan kunjungan nifas, kendala maupun masalah tidak terjadi dan tidak memengaruhi status kesehatan ibu dan bayi baru lahir.</p> <p><strong>Keywords:</strong> Masa Nifas, Kunjungan nifas, Bayi baru lahir</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>Postpartum or commonly known as the puerperium is a period that begins after the birth of the placenta and the uterus returns to its pre-pregnancy state, which lasts for 6 weeks or 42 days. The postpartum period is also a very important period to determine the degree of health status of the mother and newborn. The stages in the postpartum period are divided into three periods, namely the immediate postpartum or early puerperium period, the intermedial or early postpartum period, and the late postpartum period. Postpartum visits are important during the postpartum period. Postpartum visits are conducted at least four times to determine the status of the mother and the status of the newborn to prevent, detect, and treat various problems that occur during the postpartum period. The purpose of this community service is to analyze (1) assistance in the form of postpartum visits to mothers and newborns, (2) cultural aspects that are still carried out on postpartum mothers and newborns, (3) problems and obstacles that occur during the postpartum period. This service method is in the form of counseling by interviewing directly and asking several questions about postpartum visits and obstacles that occur during the postpartum period. The participants of this counseling activity were mothers who had just given birth in Hamparan perak Sub-District, Paluh Kurau Village Hamlet 14 which was held on Thursday, May 9, 2024. The results of this counseling activity found that there were differences in postpartum visits that occurred between mothers who gave birth normally at home and mothers who gave birth normally in the hospital. Although there are differences in postpartum visits, obstacles and problems do not occur and do not affect the health status of mothers and newborns.</em></p> <p><strong><em>Keywords</em></strong><em>: Postpartum period, Postpartum visit, Newborn baby</em></p> 2024-06-15T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Nurhayati, Siti Hajar Lubis, Dwi Ardhianti, Muhammad Ramadhan G https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/6370 Manajemen Inovasi Pembelajaran Dalam Pendidikan Karakter Siswa di Sekolah Dasar Islam Raudlatul Istiqomah Suko Maron 2024-06-15T16:51:38+00:00 Ainur Rohmah abdul@upy.ac.id Endah Tri Wisudaningsih abdul@upy.ac.id Arifia Retna Yunita abdul@upy.ac.id <p><strong>Abstra</strong><strong>k</strong></p> <p>Pendidikan karakter di sekolah dasar merupakan aspek penting dalam membentuk kepribadian dan moralitas siswa. SD Islam Raudhatul Istiqomah menghadapi tantangan dalam mengintegrasikan nilai-nilai karakter ke dalam kurikulum pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan kualitatif menggunakan jenis penelitian studi kasus. Sumber data menggunakan purposive. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data deskriptif meliputi kondensasi data, penyajian data, dan pengambilan kesimpulan. Teknik keabsahan data menggunakan kredibilitas, tranferabilitas, dependebilitas, dan konfirmabilitas<em>.</em> Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen inovasi pembelajaran terdiri dari tiga yaitu perencanaaan: mengacu terhadap musyawaroh atau sesuai kesepakan semua para pendidik di lembaga, pelaksanaan: pelaksanakan solat dluha, Pembacaan asmaul husna dan juz 30 sebelum masuk kelas, Setiap 3 bulan sekali mengadakan penyuluhan terkait materi akhlaq atau karakter yang baik, Rutinitas literasi qurani Evaluasi: tes kepribadian, tes tulis dari hasil literasi al-quran, dan tes praktek ibadah.</p> <p><strong>K</strong><strong>unci</strong><strong>:</strong> Manajemen, Inovasi Pembelajaran, Pendidikan Karakter</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>Character education in elementary school is an important aspect in shaping the personality and morality of students. SD Islam Raudhatul Istiqomah faces challenges in integrating character values into the learning curriculum. This study aims to explore and analyze the management of learning innovations applied in the school to strengthen student character education. A qualitative approach was used in this study, involving in-depth interviews with teaching staff, classroom observation, and document analysis. . The results of the study show that the management of learning innovation consists of three, namely planning: referring to deliberation or according to the agreement of all educators in the institution, implementation: implementing the dluha prayer, reciting asmaul husna and juz 30 before entering class, once every 3 months holding counseling related to moral material or good character, Quran literacy routine Evaluation: personality test, written test of results Qur'an literacy, and worship practice test.</em></p> <p><strong><em>Keyword: </em></strong><em>Management, Learning Innovation, Character Education</em></p> 2024-06-15T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Ainur Rohmah, Endah Tri Wisudaningsih, Arifia Retna Yunita https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/6378 Peran Orang Tua Terhadap Minat Siswa Kelas III MI Kholafiyah Hasaniyah pada Pembelajaran Matematika 2024-06-16T16:55:48+00:00 Siti Masruroh Aprilia abdul@upy.ac.id Endah Tri Wisudaningsih abdul@upy.ac.id Nani Zahrotul Mufidah abdul@upy.ac.id <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Orang tua memegang peranan penting dalam pembelajaran di sekolah. Tidak mudah bagi orang tua untuk menerapkan pelatihan dalam hal tumbuh kembang anak. Tujuannya adalah untuk mengetahui peran orang tua terhadap minat siswa kelas III MI Kholafiyah Hasaniyah pada pembelajaran matematika. Metodenya yaitu deskriptif kualitatif. 6 orang tua siswa menjadi subjek. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data meliputi kondensasi data, menyajikan data dan menarik kesimpulan. Uji keabsahan data pada penelitian kualitatif dengantriangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran orang tua adalah memandu dan memotivasi anak-anaknya, merawat anak dengan baik dan ajarkan anak hidup disiplin dan bersih, menemani anak-anak belajar, mengerjakan aktivitas umum di rumah, ciptakan lingkungan yang positif untuk anak, berbicara tegas dengan anak-anak, mengawasi anak, mengurus keluarga dan memenuhi kebutuhannya, menyelenggarakan pelatihan, kegiatan di rumah yang serbaguna dan inovatif.</p> <p><strong>Kata Kunci</strong>: Peran Orang Tua, Minat Belajar, Matematika</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Abstract</strong></p> <p><em>Parents play an important role in learning at school. It is not easy for parents to apply training in terms of child growth and development. The aim is to determine the role of parents in the interest of class III MI Kholafiyah Hasaniyah students in learning mathematics. The method is descriptive qualitative. 6 parents of students were the subjects. Data collection techniques include interviews, observation and documentation. Data analysis techniques include condensing data, presenting data and drawing conclusions. Test the validity of data in qualitative research using source triangulation and technical triangulation. The results of the research show that the role of parents is to guide and motivate their children, take good care of children and teach children to live a disciplined and clean life, accompany children to study, do general activities at home, create a positive environment for children, speak firmly with children -children, supervising children, taking care of the family and meeting their needs, organizing training, versatile and innovative home activities.</em></p> <p><strong><em>Keywords</em></strong><em>: Role of Parents, Interest in Learning, Mathematics</em></p> 2024-06-16T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Siti Masruroh Aprilia, Endah Tri Wisudaningsih, Nani Zahrotul Mufidah https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/6379 Ketidaksesuaian Komitmen Indonesia Dalam Perjanjian Internasional Untuk Mengakui Putusan Arbitrase Asing 2024-06-16T16:57:57+00:00 Marvell Limiardo abdul@upy.ac.id Frederick Reinhart abdul@upy.ac.id Khanza Octalivia Karyn abdul@upy.ac.id <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Penelitian ini menganalisis ketidaksesuaian antara komitmen Indonesia dalam perjanjian internasional, khususnya Konvensi New York 1958, dengan praktik penolakan pelaksanaan putusan arbitrase internasional oleh pengadilan Indonesia. Meskipun telah meratifikasi konvensi tersebut, Indonesia masih menghadapi tantangan dalam mengakui dan melaksanakan putusan arbitrase asing secara konsisten. Penafsiran luas terhadap konsep "ketertiban umum" oleh pengadilan Indonesia dan ketidakjelasan kriteria pelanggaran ketertiban umum menjadi faktor utama yang menyebabkan ketidaksesuaian ini. Hal ini menimbulkan ketidakpastian hukum dan dapat mengurangi kepercayaan investor asing terhadap sistem peradilan di Indonesia. Penelitian ini mengusulkan beberapa langkah yang dapat diambil Indonesia untuk menyesuaikan praktik peradilan dengan komitmen internasionalnya, seperti klarifikasi kriteria ketertiban umum, peningkatan pendidikan dan pelatihan, transparansi dan akuntabilitas, serta kerjasama internasional. Langkah-langkah ini diharapkan dapat membantu Indonesia meningkatkan implementasi perjanjian internasional, membangun kepercayaan investor, dan mendukung iklim investasi serta pertumbuhan ekonomi yang lebih baik.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong><em> Arbitrase Internasional, Konvensi New York 1958, Ketertiban Umum, dan Kepastian Hukum</em></p> 2024-06-16T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Marvell Limiardo, Frederick Reinhart, Khanza Octalivia Karyn https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/6380 Revitalisasi Nilai Nilai Pancasila Dalam Membangun Kepemimpinan Negara Pasca Reformasi 2024-06-16T17:00:00+00:00 Ika Setyorini abdul@upy.ac.id Imam Yahya abdul@upy.ac.id Sukendar Sukendar abdul@upy.ac.id <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Pancasila sebagai dasar negara dan sumber hukum bagi Bangsa Indonesia diambil dari pemikiran yang sudah ada jauh sebelum bangsa Indonesia lahir. Sehingga dalam membangun bangsanya membutuhkan pemimpin nasional yang mampu melandaskan nilai nilia kepribadiam Pancasila untuk mengantisipasi perubahan ditengah dinamika sosial, politik, dan ekonomi saat ini. Seiring dengan perubahan globalisasi yang sangat cepat dan kompleks, tantangan yang dihadapi oleh negara-negara dalam membangun kepemimpinan nasional yang efektif dan efisien. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian pustaka (library research) dengan metode pendekatan kualitatif. Metode pendekatan kwalitatif adalah penelitian yang digunakanuntuk memahami fenomena tentang Gambaran yang nyata. Pendekatan yang bersifat penelitian hukum normatif /kepustakaan yang bersumber dari pustaka, buku, serta karya ilmiah jurnal yang relevan dengan pokok permasalahan. Sumber-sumber tersebut diambil dari berbagai karya untuk melihat konsep revitalisasi Pancasila dalam membangun kepemimpinan pasca reformasi<strong>. </strong>Kepemimpinan yang diharapakan pada era pemerintahan pasca reformasi yang bernilai Pancasila bisa diterapkan dalam praktik kepemimpinan nasional dimana segala kebijakan negara dan program pemerinyah harus bernilai didalamnya. Hal ini diantaranya: a) mencakup pembangunan karakter bangsa yang berlandaskan Pancasila, b) Penerapan siistem pemerintahan yang transparatif dan akuntabel, c) pengambilan Keputusan yang berbasisi pada kepentingan umum dan keadilan sosial, d) penguatan Lembaga demokrasi yang mampu menampung dan menyalurkan aspirasi rakyat.</p> <p><strong>Kata Kunci</strong>: Revitalisasi, Pancasila, Pemimpin, Reformasi</p> <p><strong><em>&nbsp;</em></strong></p> <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>Pancasila as the basis of the state and the source of law for the Indonesian nation is taken from ideas that existed long before the Indonesian nation was born. So that in building the nation, it needs a national leader who is able to base the values of Pancasila personality to anticipate changes in the midst of current social, political, and economic dynamics. Along with the rapid and complex changes in globalization, the challenges faced by countries in building effective and efficient national leadership. This study uses a type of library research with a qualitative approach method. The qualitative approach method is a research used to understand the phenomenon of the real picture. In this case, the author uses an approach that is normative/literature research sourced from literature, books, and journal scientific papers that are relevant to the subject matter. These sources are taken from various works to see the concept of Pancasila revitalization in building post-reform leadership. The leadership expected in the post-reform government era that has the value of Pancasila can be applied in the practice of national leadership where all state policies and government programs must be valued in it. These include: a) including character building based on Pancasila, b) the implementation of a transparent and accountable governance system, c) decision making based on public interest and social justice, d) strengthening democratic institutions that are able to accommodate and channel the aspirations of the people. </em></p> <p><strong><em>Keywords:</em></strong><em> Revitalization, Pancasila, Leader, Reform</em></p> 2024-06-16T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Ika Setyorini, Imam Yahya, Sukendar Sukendar https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/6383 Regulasi Bukti Elektronik Sebagai Instrumen Pembuktian Dalam Penyelesaian Sengketa Perdata Melalui Rechtsvinding oleh Hakim 2024-06-17T18:09:46+00:00 Stanley Muljadi Art abdul@upy.ac.id Muhammad Rangga Arya Putra abdul@upy.ac.id Rachel Milafebina abdul@upy.ac.id <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Dalam sistem acara perdata yang berlaku, hakim terikat pada alat bukti yang sah. Artinya, hakim dapat memutus berdasarkan alat bukti yang ditentukan sesuai dengan ketentuan pasal 164 HIR. Selain itu, terdapat bukti di persidangan dan keterangan ahli bahwa meskipun dokumen elektronik belum dapat diterima sebagai alat bukti berdasarkan Undang-Undang Pembuktian yang berlaku saat ini, alat bukti elektronik banyak digunakan di masyarakat dan dalam transfer elektronik. Khususnya dalam transaksi bisnis baru. Tulisan ini menyimpulkan bahwa dalam menilai suatu perkara yang alat buktinya menggunakan alat bukti elektronik, hakim bersandar pada hukum substantif yang mengatur perkara tersebut karena hukum formal, yaitu Kode Etik, bukanlah rakyat (HIR) yang mengaturnya. Hukum informasi dan komunikasi elektronik atau Undang-Undang sosial. Namun demikian, sekalipun tidak ada Undang-Undang substantif yang mengatur tentang alat bukti elektronik sebagai alat bukti yang diperbolehkan di pengadilan, atau jika hakim tidak mau menempatkan alat bukti tersebut pada hukum substantif, maka hakim akan memutus Undang-Undang tersebut dengan membandingkan dan menafsirkan alat bukti tersebut secara sah. asalkan Hal itu akan diproses secara elektronik sehingga dapat digunakan tidak hanya sebagai alat bukti yang diatur dalam Hukum Acara Perdata, tetapi juga sebagai alat bukti peradilan.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Pembuktian, Bukti Elektronik, Penemuan Hukum</p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>In the current civil procedure system, judges are bound by valid evidence. This means that the judge can make a decision based on evidence determined in accordance with the provisions of article 164 HIR. In addition, there is evidence at trial and expert testimony that although electronic documents cannot yet be accepted as evidence based on the current Evidence Act, electronic evidence is widely used in society and in electronic transfers. , especially in new business transactions. This article concludes that in assessing a case where the evidence uses electronic evidence, the judge relies on the substantive law that regulates the case because the formal law, namely the Code of Ethics, is not the people's (HIR) that regulates it. Electronic information and communications law or social law. However, even if there is no substantive law that regulates electronic evidence as evidence that is permitted in court, or if the judge does not want to place the evidence in substantive law, then the judge will decide on the law by comparing and interpreting the evidence. the evidence is valid. provided that this will be processed electronically so that it can be used not only as evidence as regulated in the Civil Procedure Law, but also as judicial evidence.</em></p> <p><strong><em>Keywords:</em></strong><em> Evidentiary, Electronic Evidence, Legal Discovery</em></p> 2024-06-17T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Stanley Muljadi Art, Muhammad Rangga Arya Putra, Rachel Milafebina https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/6384 Perlindungan Hukum Terhadap Data Pribadi Konsumen Dalam Transaksi Cash on Delivery pada Platform Jual Beli 2024-06-17T18:11:51+00:00 Gratia Ester Simatupang abdul@upy.ac.id Baharuddin Jusuf Habibie Hasta abdul@upy.ac.id Antonio Bravo abdul@upy.ac.id Bayu Prasetyo abdul@upy.ac.id <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Pesatnya kemajuan teknologi digital telah mengubah perdagangan tradisional menjadi e-commerce, menawarkan kemudahan dan efisiensi kepada konsumen dalam membeli barang dan jasa. Salah satu <em>platform e-commerce </em>terkemuka di Indonesia, Shopee, telah banyak mengadopsi metode pembayaran <em>Cash on Delivery (COD) </em>yang sangat disukai konsumen karena kemudahan dan kepercayaannya. Namun, metode ini mengharuskan pengumpulan data pribadi, sehingga menimbulkan kekhawatiran besar mengenai privasi dan keamanan data. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perlindungan hukum data pribadi konsumen dalam transaksi COD pada aplikasi <em>Shopee </em>dengan menggunakan metode penelitian normatif.Penelitian ini mengeksplorasi kerangka teoritis tentang hak dan kewajiban konsumen, ketentuan hukum seputar perlindungan data pribadi, dan potensi risiko yang terkait dengan pelanggaran data. Selain itu, kajian ini mengkaji efektivitas instrumen hukum yang ada dalam menjaga data konsumen dalam negara Indonesia. Kajian ini memanfaatkan berbagai sumber hukum, termasuk peraturan nasional seperti Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi dan ketentuan terkait dalam KUH Perdata, untuk mengevaluasi kecukupan upaya hukum yang ada saat ini.Temuan menunjukkan bahwa meskipun kerangka hukum memberikan dasar untuk melindungi data konsumen, terdapat kesenjangan dalam penerapan dan penegakan hukum yang membuat konsumen rentan terhadap pelanggaran dan penyalahgunaan data. Studi ini menggarisbawahi perlunya pengawasan peraturan yang lebih kuat, peningkatan protokol keamanan pada <em>platform e-commerce, </em>dan kesadaran konsumen yang lebih besar untuk memitigasi risiko-risiko ini. Rekomendasi untuk meningkatkan perlindungan hukum dan langkah-langkah praktis untuk mengamankan data pribadi dalam transaksi <em>e-commerce </em>juga dibahas dalam penelitian ini.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong>E<em>-Commerce, Cash On Delivery, </em>Data Pribadi, Perlindungan Konsumen</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>The rapid advancement of digital technology has transformed traditional trade into e-commerce, offering consumers convenience and efficiency in purchasing goods and services. One of the leading e-commerce platforms in Indonesia, Shopee, has adopted the Cash on Delivery (COD) payment method which is very popular with consumers because of its convenience and trustworthiness. However, this method requires the collection of personal data, raising major concerns regarding data privacy and security. This research aims to analyze the legal protection of consumer personal data in COD transactions on the Shopee application using normative research methods. This research explores the theoretical framework regarding consumer rights and obligations, legal provisions surrounding personal data protection, and potential risks associated with data breaches. In addition, this study examines the effectiveness of existing legal instruments in safeguarding consumer data in Indonesia. This study utilizes various legal sources, including national regulations such as the Personal Data Protection Law and related provisions in the Civil Code, to evaluate the adequacy of current legal remedies. Findings show that although the legal framework provides the basis for protecting consumer data, there are gaps in implementation and enforcement of laws that make consumers vulnerable to data breaches and misuse. This study underscores the need for stronger regulatory oversight, enhanced security protocols on e-commerce platforms, and greater consumer awareness to mitigate these risks. Recommendations for improving legal protection and practical steps to secure personal data in e-commerce transactions are also discussed in this research.</em></p> <p><strong><em>Keywords:</em></strong><em> E-Commerce, Cash on Delivery, Personal Data, Consumer Protection</em></p> 2024-06-17T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Gratia Ester Simatupang, Baharuddin Jusuf Habibie Hasta, Antonio Bravo, Bayu Prasetyo https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/6387 Pembatalan Sepihak oleh Pembeli Dalam Perjanjian Jual Beli di Marketplace Dengan Sistem Pembayaran Cash on Delivery 2024-06-18T05:06:11+00:00 Imelda Martinelli abdul@upy.ac.id Cendana Suryani abdul@upy.ac.id Thalia Rizq Aurora Patty abdul@upy.ac.id <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>Sales agreements are fundamental in society, regulated by the Indonesian Civil Code. These agreements establish reciprocal obligations between sellers and buyers, binding both parties upon agreement, even before the exchange of goods or payment. Sales transactions play a crucial role in meeting needs and driving economic growth. With the emergence of electronic commerce (e-commerce), transactions have evolved, facilitated by advanced technology. Online marketplaces like Tokopedia and Shopee have become significant platforms, regulated by laws such as Law No. 11 of 2008. Payment methods, including Cash On Delivery (COD), offer convenience and security, although conflicts such as non-payment or violence against couriers have arisen. In COD transactions, sellers set several requirements to ensure the smoothness of the sales process. Firstly, buyers order goods from sellers through agreed platforms or communication. Subsequently, sellers and buyers engage in discussions until reaching an agreement that forms an official contract between both parties. An electronic sales agreement with a COD payment system follows the provisions of the Electronic Information and Transactions Law, which states that an electronic transaction is deemed to occur when an offer made by the seller is accepted and approved by the recipient.</em></p> <p><strong><em>Keywords:</em></strong><em> Agreements, Electronic Commerce, Cash On Delivery</em></p> <p><em>&nbsp;</em></p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Perjanjian jual beli merupakan hal yang mendasar dalam masyarakat, diatur oleh Kitab Undang-Undang Hukum Perdata Indonesia. Perjanjian tersebut menetapkan kewajiban timbal balik antara penjual dan pembeli, mengikat kedua belah pihak saat terjadi kesepakatan, bahkan sebelum pertukaran barang atau pembayaran. Transaksi jual beli berperan penting dalam memenuhi kebutuhan dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Dengan munculnya perdagangan elektronik (e-commerce), transaksi telah berkembang, difasilitasi oleh teknologi canggih. Marketplace online seperti Tokopedia dan Shopee telah menjadi platform penting, diatur oleh undang-undang seperti Undang-Undang No. 11 Tahun 2008. Metode pembayaran, termasuk<em> Cash On Delivery</em> (COD), menawarkan kenyamanan dan keamanan, meskipun konflik seperti tidak membayar atau kekerasan terhadap kurir telah muncul. Dalam transaksi bayar ditempat atau COD, penjual menetapkan beberapa persyaratan untuk memastikan kelancaran proses jual beli. Pertama, pembeli memesan barang dari penjual melalui platform atau komunikasi yang telah disepakati. Setelah itu, penjual dan pembeli berdiskusi hingga mencapai kesepakatan yang membentuk perjanjian resmi antara kedua belah pihak. Suatu perjanjian jual beli elektronik dengan sistem pembayaran COD mengikuti ketentuan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, yang menyatakan bahwa transaksi elektronik dianggap terjadi ketika penawaran yang diajukan oleh penjual telah diterima dan disetujui oleh penerima.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Perjanjian, Perdagangan Elektronik, Bayar di Tempat</p> 2024-06-18T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Imelda Martinelli, Cendana Suryani, Thalia Rizq Aurora Patty https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/6398 Pengaruh Pendidikan Dalam Menentukan Pilihan Politik pada Pemilihan Umum Presiden 2024 di Universitas Pendidikan Indonesia 2024-06-19T05:36:27+00:00 Loficha Metesa Br Ginting abdul@upy.ac.id Julia Ivanna abdul@upy.ac.id <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Penulisan artikel ini bertujuan untuk mengetahui seberapa pengaruh pendidikan didalam menentukan pilihan politik,kesadaran politik mahasiswa yang ada di UPI Bandung didalam pemilu yang sudah dilaksanakan.Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif,pengumpulan data menggunakan teknik analisis data yang berupa wawancara dan kajian literatur sebagai pendukung penulisan artikel ini.Hasil pembahasan di dlam artikel ini berkaitan tentang seberapa pentingkah pendidikan untuk mempengaruhi pilihan politik didalam pemilu kemarin,tingkat pendidikan di UPI Bandung mempengaruhi prefensi dan keputusan politik mahasiswanya dan faktor pendidikan apa saja yang paling berpengaruh didalam pemilu kemarin, penelitian diperlukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor lain yang mempengaruhi preferensi dan keputusan politik mahasiswa, seperti media sosial, kampanye politik, dan isu-isu terkini lainnya. Dengan lebih memahami kekuatan politik mahasiswa, kita dapat membangun masyarakat yang lebih cerdas, kritis dan bertanggung jawab dalam&nbsp;demokrasi</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong>Mahasiswa, Politik, Pendidikan</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>The writing of this article aims to find out how influential education is in determining political choices, political awareness of students at UPI Bandung in elections that have been held. The research method used is descriptive qualitative, data collection using data analysis techniques in the form of interviews and literature review as a support for writing this article. The results of the discussion in this article are related to how important education is to influence political choices in the last election, the level of education at UPI Bandung affects the preferences and political decisions of its students and what educational factors are most influential in the last election, research is needed to identify other factors that influence students' political preferences and decisions, such as social media, political campaigns, and other current issues. By better understanding the political power of students, we can build a more intelligent, critical and responsible society in a democracy.</em></p> <p><strong><em>Keywords: </em></strong><em>Students, Politics, Education</em></p> 2024-06-19T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Loficha Metesa Br Ginting, Julia Ivanna https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/6401 Analisis Yuridis Putusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Surabaya Mengenai Pencabutan Izin Pemakaian Tanah 2024-06-19T05:41:33+00:00 Govara Remeina Pitang abdul@upy.ac.id <h1><em>Abstract</em></h1> <h1><em>This research analyzes the legal regulations regarding the Land Use Permit (IPT) in the City of Surabaya based on the Regional Regulation of the City of Surabaya Number 3 of 2016. IPT is a permit granted by the Mayor or a designated official to use land controlled by the City Government of Surabaya. This study also examines the decision of the Surabaya State Administrative Court in a dispute case regarding the revocation of IPT. The analysis results show inaccuracies in the legal considerations regarding the subject of the lawsuit, as well as the importance of improving the quality of the judicial process to provide legal certainty. This research is expected to provide input for the relevant parties in an effort to improve the effectiveness of the regulation and supervision of land use in the City of Surabaya through the IPT mechanism.</em></h1> <h1><em>Keywords: </em><em>Land Use Permit, Regional Regulation, Permit Revocation Dispute, State Administrative Court</em></h1> <h1>&nbsp;</h1> <h1>Abstrak</h1> <h1>Penelitian ini menganalisis pengaturan hukum terkait Izin Pemakaian Tanah (IPT) di Kota Surabaya berdasarkan Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 3 Tahun 2016. IPT merupakan izin yang diberikan oleh Walikota atau pejabat yang ditunjuk untuk memakai tanah yang dikuasai oleh Pemerintah Kota Surabaya. Penelitian ini juga menelaah putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Surabaya dalam kasus sengketa pencabutan IPT. Hasil analisis menunjukkan adanya ketidaktepatan dalam pertimbangan hukum terkait subjek gugatan, serta pentingnya peningkatan kualitas proses peradilan untuk memberikan kepastian hukum. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan bagi pihak-pihak terkait dalam upaya meningkatkan efektivitas pengaturan dan pengawasan penggunaan tanah di Kota Surabaya melalui mekanisme IPT.</h1> <h1>Kata Kunci: Izin Pemakaian Tanah, Peraturan Daerah, Sengketa Pencabutan Izin, Pengadilan Tata Usaha Negara</h1> <p><em>&nbsp;</em></p> 2024-06-19T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Govara Remeina Pitang https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/6400 Karakteristik Mediasi Mengenai Kesepakatan Dalam Sistem Hukum Civil Law dan Common Law 2024-06-19T05:40:20+00:00 Imelda Martinelli abdul@upy.ac.id Margareta Kristiani Hartono abdul@upy.ac.id Najwa Maulida Sabrina abdul@upy.ac.id <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Perkara-perkara perdata yang terjadi dalam masyarakat dapat menimbulkan konflik dan ketegangan antara pihak-pihak yang terkait. Oleh karena itu, diperlukan suatu upaya yang efektif untuk mengatasi konflik tersebut. Mediasi sebagai salah satu alternatif penyelesaian perkara perdata telah menjadi pilihan yang banyak digunakan. sehingga perlu diketahui tolak ukur keberhasilan dan keterkaitan mediasi dalam penerapanya pada tiap sistem hukum. Tulisan ini bertujuan untuk membandingkan penerapan Mediasi berdasarkan sistem hukum yang dianut. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis dokumen dengan mengkaji peraturan perundang-undangan dan artikel terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mediasi memiliki perbedaan dalam penerapanya di tiap sistem hukum serta Mediasi diketahui dapat membantu meningkatkan komunikasi dan kerja sama antara pihak-pihak yang terkait, serta mengurangi konflik dan ketegangan. Dengan demikian, mediasi dapat menjadi alternatif penyelesaian perkara perdata yang efektif dan efisien.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong>Mediasi, Efektivitas, Upaya Damai, Penyelesaian Sengketa</p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>Civil cases that occur in the community can cause conflicts and tensions between related parties. Therefore, an effective effort is needed to overcome the conflict. Mediation as an alternative to resolving civil cases has become a widely used option. So it is necessary to know the benchmark of success and the relevance of mediation in its application in each legal system. This paper aims to compare the application of Mediation based on the legal system adhered to. The research method used is document analysis by reviewing laws and regulations and related articles. The results of the study show that mediation has differences in its application in each legal system and mediation is known to help improve communication and cooperation between related parties, as well as reduce conflicts and tensions. Thus, mediation can be an effective and efficient alternative to resolving civil cases.</em></p> <p><strong><em>Keywords: </em></strong><em>Mediation, Effectiveness, Peace Efforts,, Dispute Resolution</em></p> 2024-06-19T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Imelda Martinelli, Margareta Kristiani Hartono, Najwa Maulida Sabrina https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/6399 Analisis Wanpretasi Indonesia terhadap Perdagangan Internasional yang disebabkan oleh Peperangan Negara Palestina dan Israel 2024-06-19T05:38:13+00:00 Barnabas Juni Saputra Gulo abdul@upy.ac.id Mohammad Rubby Sriyanto abdul@upy.ac.id Akbar Nur Rokhim abdul@upy.ac.id <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Penelitian ini menganalisis dampak konflik Palestina-Israel terhadap perdagangan internasional Indonesia, dengan fokus pada bentuk-bentuk wanprestasi yang terjadi dan strategi mitigasi yang dapat diterapkan. Peperangan tersebut menyebabkan gangguan signifikan pada rantai pasok global, yang berdampak pada keterlambatan pengiriman, kerusakan barang, dan pelanggaran kontrak bagi perusahaan-perusahaan Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan kualitatif, mengumpulkan data primer melalui wawancara dengan pakar perdagangan internasional dan pelaku bisnis, serta analisis dokumen dan laporan. Temuan menunjukkan bahwa diversifikasi pasar, penyusunan kontrak yang komprehensif, dan pengelolaan rantai pasok yang efektif adalah strategi kunci bagi perusahaan untuk mengelola risiko wanprestasi. Selain itu, pemerintah perlu menyusun regulasi khusus dan memperkuat infrastruktur logistik untuk mengurangi dampak negatif dari ketidakstabilan geopolitik terhadap perdagangan internasional Indonesia.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Wanpretasi Indonesia, Perdagangan Internasional, Peperangan</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>This research analyzes the impact of the Palestine-Israel conflict on Indonesia's international trade, focusing on the types of breaches of contract (wanprestasi) that occur and mitigation strategies that can be implemented. The conflict causes significant disruptions to the global supply chain, affecting Indonesian companies with delays in delivery, damaged goods, and contract violations. This study employs a descriptive-analytical method with a qualitative approach, collecting primary data through interviews with international trade experts and business practitioners, as well as document and report analysis. Findings indicate that market diversification, comprehensive contract drafting, and effective supply chain management are key strategies for companies to manage the risk of contract breaches. Additionally, the government needs to formulate specific regulations and strengthen logistics infrastructure to reduce the negative impact of geopolitical instability on Indonesia's international trade.</em></p> <p><strong><em>Keywords:</em></strong><em> Indonesian Default, International Trade, War</em></p> 2024-06-19T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Barnabas Juni Saputra Gulo, Mohammad Rubby Sriyanto, Akbar Nur Rokhim https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/6407 Upaya Hukum yang Dapat Dilakukan Salah Satu Pihak Apabila Terdapat Pihak Lain yang Wanprestasi Terhadap Perjanjian yang ditandatangani di Hadapan Notaris 2024-06-19T15:25:44+00:00 Elissa Virginia abdul@upy.ac.id Claritha Delia Lohanda abdul@upy.ac.id <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Dalam Buku Kitab Undang-Undang Hukum Perdata Perjanjian dapat didefinisikan: “sebagai suatu perbuatan dengan mana satu orang atau lebih mengikatkan dirinya terhadap satu orang atau lebih”. Adanya kesepakatan kedua belah pihak tersebut tentu akan menimbulkan hak dan kewajiban yang tercermin dalam suatu objek yang ditetapkan sebagai jasa. Kesepakatan kedua belah pihak menjadi dasar dalam menentukan jumlah tertentu dalam royalti yang wajib dibebankan dan dibayarkan kepada Pemegang Hak Cipta oleh penerima lisensi, walaupun dapat ditentukan mandiri, akan tetapi kesepakatan tersebut tetap harus berpedomandan berdasar sebagaimana yang terjadi dalam kesepakatan organisasi profesi sebagaimana ditegaskan dalam Pasal 45 ayat (4) Undang-Undang Hak Cipta. Apabila pihak lain ingkar atau mengingkari janjinya karena kesalahannya, maka ia telah melakukan perbuatan yang disebut dengan wanprestasi yang memiliki definisi sebagai sebuah keadaan dimana debitur tidak melakukan apa yang dijanjikan karena kesalahannya baik yang berupa lalai, alpa, kesengajaan, ingkar janji atau kalimat sederhananya, wanprestasi merupakan keadaan dimana debitur tidak melakukan pemenuhan atau berbuat sesuatu yang tidak boleh dilakukannya.</p> <p><strong>Kata Kunci</strong>:Perjanjian, Kesepakatan, Wanprestasi</p> 2024-06-19T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Elissa Virginia, Claritha Delia Lohanda https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/6402 Menuju Demokrasi yang Inklusif: Kajian Kritis atas Upaya Meminimalisir Kecurangan Serta Politik Uang Dalam Pemilihan Kepala Daerah 2024-06-19T05:43:04+00:00 Poppy Primadana Top Gea abdul@upy.ac.id Nailah Ariqah abdul@upy.ac.id <h1><strong>Abstrak</strong></h1> <h1>Ada banyak masalah yang mengganggu pemilihan kepala daerah. Beberapa di antaranya adalah politik uang, penegakan hukum dan kode etik yang tidak efektif, obyek perselisihan yang luas, anggaran penyelenggaraan yang boros, partisipasi pemilih yang rendah, banyak kepala daerah yang terlibat dalam korupsi, kepala daerah yang tidak sesuai dengan wakilnya, birokrasi yang tidak efisien, dan pemerintahan yang tidak efektif. Pemilihan Kepala Daerah serentak memerlukan peningkatan partisipasi masyarakat sebagai pemangku kepentingan. Tujuan dari pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah bukan hanya memenuhi syarat-syarat prosedural; yang lebih penting adalah menarik partisipasi dan dukungan rakyat untuk mendukung aspirasi, visi, dan misi yang menjadi harapan dan kepentingan masyarakat.</h1> <p><strong>Kata Kunci: </strong>Partisipasi Pemilih; Kepala Daerah; Kecurangan dan Politik Uang</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>Many problems interfere with regional head elections. Some of them are money politics, ineffective enforcement of laws and codes of ethics, extensive disputes, wasteful implementation budgets, low voter participation, many regional heads involved in corruption, regional heads who are not compatible with their deputies, bureaucracy that is not efficient, and ineffective government. Simultaneous regional head elections require increased community participation as stakeholders. The aim of holding regional head elections is not only to fulfill procedural requirements; what is more important is attracting people's involvement and support to support the aspirations, vision, and mission that are the hopes and interests of the community.</em></p> <p><strong><em>Keywords</em></strong><em>: Voter Participation; District Head; Fraud; And Money Politics</em></p> 2024-06-19T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Poppy Primadana Top Gea, Nailah Ariqah https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/6403 Pandangan Women's Charter 1961 pada Perkawinan Beda Agama (Komparasi Indonesia dan Singapura) 2024-06-19T09:29:09+00:00 Imelda Martinelli abdul@upy.ac.id Olga Abigail Sugama abdul@upy.ac.id Carissa Patricia Hong abdul@upy.ac.id <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Beragamnya agama dan aliran kepercayaan di Indonesia, memungkinkan perkawinan beda agama terlaksana. Perkawinan beda agama di Indonesia bukan merupakan hal baru yang terjadi di antara masyarakat yang multikultural. Hal ini bukan berarti tidak menjadi sebuah permasalahan. Perkawinan di Indonesia diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974. Akan tetapi, Indonesia tidak memiliki hukum yang mengatur secara rinci mengenai perkawinan beda agama. Sedangkan, Terdapat negara yang mengatur mengenai perkawinan beda agama salah satunya ialah Singapura. Singapura sendiri memiliki 2 Undang-undang yang mengatur mengenai perkawinan yaitu hukum perkawinan islam (AMLA 1966) dan <em>women’s charter 1961</em>. Perkawinan beda agama di Singapura diperbolehkan dan juga mendapat pengakuan hukum dari negara tetapi berbeda bagi calon pengantin muslim yang ingin menikah dengan calon pengantin non-muslim di Singapura. Terdapat beberapa syarat ketat bagi yang ingin melangsungkan perkawinan beda agama terutama muslim dan non-muslim. Jurnal ini menggunakan metode penelitian hukum normatif atau penelitian hukum doktrinal dengan menerapkan data hukum sekunder yang terdiri atas bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong>Perkawinan, Beda agama, <em>women’s charter 1961, </em>AMLA 1966</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>The diversity of religions and sects of belief in Indonesia makes it possible for interfaith marriages to take place. Interfaith marriage in Indonesia is not a new thing that occurs among a multicultural society. This does not mean that it does not become a problem. Marriage in Indonesia is regulated by Law No.1 of 1974. However, Indonesia does not have a law that regulates in detail about interfaith marriages. Meanwhile, there are countries that regulate interfaith marriages, one of which is Singapore. Singapore itself has 2 laws governing marriage, namely Islamic marriage law (AMLA 1966) and women's charter 1961. Interfaith marriages in Singapore are allowed and also receive legal recognition from the state but it is different for Muslim brides who want to marry non-Muslim brides in Singapore. There are several strict requirements for those who want to enter into an interfaith marriage, especially Muslims and non-Muslims. This journal uses normative legal research methods or doctrinal legal research by applying secondary legal data and using primary legal materials, secondary legal materials and tertiary legal materials.</em></p> <p><strong><em>Keywords: </em></strong><em>Marriage, interfaith, women’s charter 1961, AMLA 1966</em></p> 2024-06-19T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Imelda Martinelli, Olga Abigail Sugama, Carissa Patricia Hong https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/6404 Tinjauan Hukum Perdata Terkait Dengan Kedudukan Hukum dan Hak Waris Anak Luar Kawin 2024-06-19T09:30:58+00:00 Rachel Christie abdul@upy.ac.id Maria Jessica Lauretta Gunawan abdul@upy.ac.id <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata), hukum perdata Indonesia menciptakan sistem warisan individu bilateral yang memberikan ahli waris bagian yang sama dari harta peninggalan kedua orang tua. Dalam pengaturan ini, pasangan yang masih hidup dan kerabat sedarah baik yang sah maupun yang tidak sah dimasukkan sebagai ahli waris. Negara akan mewarisi harta warisan jika tidak ada ahli waris. Sebelum keluarnya Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 46/PUU-VIII/2010, UU Perkawinan tidak mengakui hak waris anak yang lahir di luar perkawinan. Dalam hal hubungan tersebut dapat dibuktikan baik secara hukum maupun secara ilmiah, putusan tersebut mengubah Pasal 43 ayat 1 UU Perkawinan untuk memberikan hak keperdataan kepada anak dari orang tua di luar perkawinan terhadap ayahnya. Dalam Pasal 862 hingga 873 KUH Perdata, hak waris anak dari hubungan sebelumnya diatur secara rinci. Persetujuan ibu dan akta otentik diperlukan untuk pengakuan, yang memberikan perlindungan hukum dan hak waris yang adil bagi anak-anak.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong>Anak, Waris, Perdata</p> <p><strong><em>&nbsp;</em></strong></p> <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>According to the Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (Civil Code), Indonesian civil law creates a bilateral individual inheritance system that grants heirs an equal share of both parents' estates. Under this arrangement, surviving spouses and blood relatives both legal and illegitimate are included as heirs. The state will inherit the estate if there are no heirs. Prior to the issuance of Constitutional Court Decision Number 46/PUU-VIII/2010, the Marriage Law did not recognize the inheritance rights of children born outside of marriage. In the event that the relationship can be proven both legally and scientifically, the decision amends Article 43 paragraph 1 of the Marriage Law to grant civil rights to children of parents outside of marriage against their father. In Articles 862 to 873 of the Civil Code, the inheritance rights of children from previous relationships are regulated in detail. The mother's consent and an authentic deed are required for recognition, which provides legal protection and fair inheritance rights for children.</em></p> <p><strong><em>Keywords: </em></strong><em>Children, Heirs, Inheritors</em></p> 2024-06-19T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Rachel Christie, Maria Jessica Lauretta Gunawan https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/6408 Analisis Dampak dari Konflik Bersenjata Terhadap Kerusakan Lingkungan Hidup 2024-06-19T15:27:39+00:00 Ahmad Sudiro abdul@upy.ac.id Helen Setia Budi abdul@upy.ac.id Natalia Emanuela Tingginehe abdul@upy.ac.id Rafael Christian Djaja abdul@upy.ac.id <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Konflik bersenjata, yang sering disebut sebagai perang, merupakan bentuk ekstrem dari kekerasan politik yang digunakan untuk memperoleh, mempertahankan, atau memperluas kekuasaan melalui kekuatan militer. Dampak dari konflik tersebut tidak hanya terbatas pada manusia saja, tetapi juga meluas ke lingkungan hidup dan infrastruktur negara. Artikel ini menyelidiki dampak serta upaya penanggulangan dan pemulihan terhadap kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh konflik bersenjata. Dalam penelitian kualitatif yang menggunakan metode Studi Pustaka, disimpulkan bahwa konflik bersenjata memicu kerusakan lingkungan yang signifikan, termasuk peningkatan emisi gas rumah kaca dan pencemaran lingkungan oleh artileri dan infrastruktur yang rusak. Penanggulangan kerusakan lingkungan dapat dilakukan melalui penguatan komitmen internasional, kampanye edukasi, dan kerjasama antar negara. Pemulihan lingkungan yang rusak membutuhkan rekonsiliasi, rehabilitasi, dan perbaikan infrastruktur serta lingkungan. Semua upaya ini bertujuan untuk mengembalikan stabilitas, keamanan, dan kesejahteraan masyarakat setelah konflik bersenjata, serta untuk mencegah kerusakan lingkungan yang lebih lanjut di masa depan.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Konflik Bersenjata, Lingkungan Hidup, Pemulihan Lingkungan</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>Armed conflict, often referred to as war, is an extreme form of political violence used to gain, maintain, or expand power through military force. The impact of this conflict is not only limited to humans, but also extends to the environment and the country's infrastructure. This article investigates the impact and efforts to overcome and restore environmental damage caused by armed conflict. In qualitative research using the Literature Study method, it was concluded that armed conflict triggers significant environmental damage, including increased greenhouse gas emissions and environmental pollution by artillery and damaged infrastructure. Overcoming environmental damage can be done through strengthening international commitments, educational campaigns and cooperation between countries. Restoring a damaged environment requires reconciliation, rehabilitation and repair of infrastructure and the environment. All of these efforts aim to restore stability, security and prosperity to society after armed conflict, as well as to prevent further environmental damage in the future.</em></p> <p><strong><em>Keywords:</em></strong><em> Armed Conflict, Environment, Environmental Restoration</em></p> 2024-06-19T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Ahmad Sudiro, Helen Setia Budi, Natalia Emanuela Tingginehe, Rafael Christian Djaja https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/6409 Implementasi Hukum Perikatan Dalam Masyarakat 2024-06-19T15:29:58+00:00 Imelda Martinelli abdul@upy.ac.id Adam Tanzio Manggal abdul@upy.ac.id Ariel Yuansa Mulia abdul@upy.ac.id Ivan Priyanto abdul@upy.ac.id Jovindi Fernando Kusniawan abdul@upy.ac.id <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Implementasi hukum perikatan dalam masyarakat merupakan sebuah proses yang penting dalam menjaga keteraturan dan keadilan dalam interaksi antarindividu. Hukum perikatan adalah bagian dari hukum perdata yang mengatur mengenai hubungan hukum antara para pihak yang saling mengikatkan diri untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu, serta menentukan akibat hukum apabila terjadi pelanggaran dari perjanjian tersebut. Penerapan hukum perikatan dalam masyarakat dapat dilihat dari berbagai sudut pandang. Pertama, dalam konteks ekonomi, implementasi hukum perikatan memberikan kepastian hukum bagi pelaku ekonomi, baik perorangan maupun korporasi, dalam melakukan transaksi bisnis. Hal ini mendukung pertumbuhan ekonomi yang sehat dengan mengurangi ketidakpastian dan risiko. Kedua, dari segi sosial, hukum perikatan memainkan peran penting dalam membangun hubungan yang saling menguntungkan antarindividu atau kelompok. Dengan adanya aturan yang jelas tentang hak dan kewajiban masing-masing pihak, konflik dapat diminimalisir dan hubungan antaranggota masyarakat dapat terjaga dengan baik. Selain itu, implementasi hukum perikatan juga berperan dalam menjaga moralitas dan integritas dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dengan mematuhi perikatan yang telah disepakati, setiap individu dapat menunjukkan tanggung jawabnya terhadap kata-kata dan perbuatan, sehingga menciptakan kepercayaan dan stabilitas di dalam masyarakat. Namun demikian, tantangan dalam implementasi hukum perikatan tidak dapat dihindari. Beberapa masalah yang sering muncul antara lain interpretasi yang berbeda-beda terhadap isi perikatan, serta kesulitan dalam penegakan hukum terhadap pelanggaran perikatan yang dilakukan secara tidak langsung atau tidak terbuka. Dalam kesimpulannya, implementasi hukum perikatan dalam masyarakat memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga keteraturan, keadilan, dan stabilitas. Dengan memahami prinsip-prinsip hukum perikatan secara baik, diharapkan masyarakat dapat membangun hubungan yang lebih harmonis dan terpercaya, serta menciptakan lingkungan yang kondusif untuk pertumbuhan dan perkembangan yang berkelanjutan.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Hukum Perikatan, Implementasi, Masyarakat, Keteraturan, Keadilan</p> 2024-06-19T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Imelda Martinelli, Adam Tanzio Manggal, Ariel Yuansa Mulia, Ivan Priyanto, Jovindi Fernando Kusniawan https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/6410 Smart Contracts: Validitas Hukum dan Tantangan di Masa Depan Indonesia 2024-06-19T15:31:43+00:00 Willion Lim abdul@upy.ac.id Steven Angkasa abdul@upy.ac.id Alexander Danelo Putra Wibowo abdul@upy.ac.id <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Perkembangan teknologi yang terus melaju pesat memunculkan beragam inovasi teknologi baru, salah satunya adalah <em>Smart Contracts</em>. <em>Smart Contracts</em> atau yang lazim dikenal dengan kontrak pintar adalah kontrak yang dijalankan secara otomatis dengan ketentuan - ketentuan yang tertulis dalam kode program. mereka beroperasi di atas teknologi <em>blockchain</em> yang memastikan bahwa semua transaksi dan ketentuan yang dijalankan adalah transparan, aman, dan tidak dapat diubah. Salah satu hal yang menjadi daya jual dari <em>Smart Contracts </em>ini adalah kemampuannya untuk mengotomatisasi dan menegakkan ketentuan-ketentuan tanpa memerlukan campur tangan manusia. Melalui sistem <em>Blockchain</em>, para pihak tidak perlu saling mengenal atau mempercayai satu sama lain untuk berinteraksi. Transaksi elektronik dapat diverifikasi secara otomatis dan dicatat oleh jaringan komputer menggunakan algoritma kriptografi. Pada saat ini, Adopsi penerapan <em>Smart Contracts</em> di Indonesia masih dalam tahap awal, dengan regulasi yang lebih berfokus pada aset kripto. Berbagai sektor seperti perbankan dan logistik telah mulai mengeksplorasi teknologi ini. Meskipun demikian, masih terdapat berbagai tantangan besar seperti kurangnya pemahaman, kekurangan ahli, hingga potensi bug. Oleh karena itu, untuk meningkatkan adopsi <em>Smart Contracts</em> di Indonesia, penting bagi pemerintah dan otoritas terkait untuk mengembangkan regulasi khusus yang mendukung penggunaan teknologi ini sambil memastikan keamanan dan perlindungan pengguna. Selain itu, Kolaborasi antara pemerintah, industri, dan akademisi juga diperlukan untuk menciptakan ekosistem yang kondusif bagi perkembangan teknologi<em> Smart Contracts</em> di Indonesia.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong>Smart Contracts; Kripto; Blockchain</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>The rapid advancement of technology has led to a variety of new technological innovations, one of which is Smart Contracts. Smart Contracts, commonly known as intelligent contracts, are contracts that are executed automatically according to the conditions written in the program code. They operate on blockchain technology, ensuring that all transactions and conditions executed are transparent, secure, and immutable. One of the selling points of Smart Contracts is their ability to automate and enforce terms without the need for human intervention. Through the Blockchain system, parties do not need to know or trust each other to interact. Electronic transactions can be automatically verified and recorded by a network of computers using cryptographic algorithms. Currently, the adoption of Smart Contracts in Indonesia is still in its early stages, with regulations focusing more on crypto assets. Various sectors, such as banking and logistics, have begun to explore this technology. However, there are still significant challenges, such as a lack of understanding, a shortage of experts, and potential bugs. Therefore, to enhance the adoption of Smart Contracts in Indonesia, it is important for the government and relevant authorities to develop specific regulations that support the use of this technology while ensuring user security and protection. Additionally, collaboration between the government, industry, and academia is also needed to create a conducive ecosystem for the development of Smart Contract technology in Indonesia.</em></p> <p><strong><em>Keywords: </em></strong><em>Smart Contracts; Crypto; Blockchain</em></p> 2024-06-19T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Willion Lim, Steven Angkasa, Alexander Danelo Putra Wibowo https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/6411 Mekanisme Operasional Minimarket Dalam Mengelola Pembatalan Transaksi 2024-06-19T17:38:06+00:00 Erlin Setyani abdul@upy.ac.id Florentina Ezrahi Octwelfth abdul@upy.ac.id Gabriella Ranti abdul@upy.ac.id <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>Minimarket is a modern retail business that often faces problems related to transaction cancellation. Errors in canceling transactions can result in financial losses, decreased customer satisfaction, and violations of consumer rights. To overcome this, it is important to implement effective operational mechanisms, including information technology system maintenance, proper operational procedures, information transparency, effective communication with customers, strong consumer protection policies, and regular monitoring and evaluation. By implementing these strategies, minimarkets can reduce the risk of product cancellation errors, protect financial interests, increase customer satisfaction and loyalty, and maintain compliance with consumer protection regulations. This will help minimarkets maintain their reputation and competitiveness in an increasingly competitive retail business environment.</em></p> <p><strong><em>Keywords:</em></strong><em> Minimarket, Canceling Transactions, and Customer.</em></p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Minimarket merupakan bisnis ritel modern yang kerap menghadapi permasalahan terkait pembatalan transaksi. Kesalahan dalam pembatalan transaksi dapat berdampak pada kerugian finansial, penurunan kepuasan pelanggan, dan pelanggaran hak-hak konsumen. Untuk mengatasi hal tersebut, penerapan mekanisme operasional yang efektif menjadi penting, meliputi pemeliharaan sistem teknologi informasi, prosedur operasional yang tepat, transparansi informasi, komunikasi efektif dengan pelanggan, kebijakan perlindungan konsumen yang kuat, serta pengawasan dan evaluasi berkala. Dengan menerapkan strategi tersebut, minimarket dapat mengurangi risiko kesalahan pembatalan produk, melindungi kepentingan finansial, meningkatkan kepuasan dan loyalitas pelanggan, serta menjaga kepatuhan terhadap peraturan perlindungan konsumen. Hal ini akan membantu minimarket mempertahankan reputasi dan daya saing dalam lingkungan bisnis ritel yang semakin kompetitif.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Minimarket, Pembatalan Transaksi, dan Pelanggan</p> 2024-06-19T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Erlin Setyani, Florentina Ezrahi Octwelfth, Gabriella Ranti https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/6416 Hubungan Kemitraan bagi Mitra Driver Online Antara Indonesia dan Inggris di Era Gig Economy: Studi Komparasi 2024-06-21T01:51:14+00:00 Samuel Hilman Juninho Tambunan abdul@upy.ac.id Susila Adiyanta abdul@upy.ac.id Muhammad Azhar abdul@upy.ac.id <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Teknologi dan internet telah secara drastis mengubah kehidupan manusia, menciptakan ruang dan waktu yang tak terbatas bagi kelompok sosial. Perubahan ini juga melahirkan ekonomi gig, dimana orang menciptakan platform digital yang menawarkan fleksibilitas, kemudahan, dan biaya rendah. Namun, pekerja sering menderita karena dikategorikan sebagai “mitra” bukan karyawan, terutama dalam industri transportasi daring. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan regulasi hukum hubungan kemitraan pengemudi di Indonesia dan Inggris, memahami kondisi kemitraan bagi pengemudi di kedua negara, serta mengatasi paradoks dalam hubungan tersebut. Metode yang digunakan adalah pendekatan doktrinal yang berfokus pada sumber hukum sekunder, dengan penelitian yang bersifat deskriptif dan analitis. Penelitian menunjukkan bahwa regulasi di Indonesia belum sepenuhnya mengakomodasi kompleksitas kemitraan ekonomi gig, sementara regulasi di Inggris lebih adaptif. Studi ini menemukan kelemahan signifikan dalam perlindungan hukum dan kesejahteraan bagi pengemudi di Indonesia dibandingkan dengan Inggris, menyoroti paradoks dan ketidakadilan yang dihadapi para pekerja ini.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong>Ekonomi Gig, Hubungan Kemitraan, Komparasi Regulasi</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>Technology and the internet have drastically changed human life, creating unlimited space and time for social groups. This shift has also given rise to the gig economy, where people create digital platforms offering flexibility, convenience, and low costs. However, workers offten suffer as they are classified as “partners” rather than employees, especially in the online trarnsportation industry. This study aims to compare legal regulations of driver-partner relationships in Indonesia and the UK, understand the conditions for driver-partners in both countries, and address the paradoxes in these relationships. Methods used are doctrinal approach focusing on secondary legal soruces, the research is descriptive and analytical. Research shows that Indonesian regulations do not fully address the complexities of gig economy partnerships, while UK regulations are more adaptive. The study finds significant weaknesses in legal protection and welfare for driver-partners in Indonesia compared to the UK, highlighting the paradoxes and injustices faced by these workers. </em></p> <p><strong><em>Keywords: </em></strong><em>Gig Economy</em><em>, </em><em>Partnerships Relationships, Legal Comparison</em></p> 2024-06-21T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Samuel Hilman Juninho Tambunan, Susila Adiyanta, Muhammad Azhar https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/6417 Kajian Yuridis Karya Cipta Sebagai Objek Jaminan Fidusia 2024-06-21T01:53:33+00:00 Michaela abdul@upy.ac.id Diva Ananta Syofian abdul@upy.ac.id Naisyirah Ramadhani Tuasikal abdul@upy.ac.id <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Peraturan perundang-undangan di Indonesia mengatur bahwa hak cipta dapat dijadikan sebagai jaminan fidusia, bukan pada benda fisik atau ciptaan itu sendiri, melainkan pada nilai ekonomi yang terkait dengan hak cipta tersebut. Hal ini memberikan solusi bagi para kreator dalam industri kreatif untuk mendapatkan akses pembiayaan yang diperlukan untuk pengembangan dan pemasaran. Namun, kendala muncul terkait Peraturan Bank Indonesia tentang Agunan, khususnya mengenai perlindungan hak moral pencipta saat hak cipta dijadikan objek jaminan fidusia. Eksistensi hak cipta yang memiliki nilai ekonomi beralih kepada pemegang hak cipta, sementara hak moral tetap berada pada pencipta. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang sejauh mana perlindungan hak moral dalam konteks jaminan fidusia. Selain itu, masa berlaku hak cipta menjadi pertimbangan penting karena pemilik hak cipta yang menjaminkan haknya kehilangan hak ekonomi atas ciptaan tersebut selama periode jaminan, sementara hak moral tetap dimiliki oleh pencipta. Dalam kasus sengketa atau wanprestasi terkait jaminan fidusia atas hak cipta, penyelesaiannya dapat dilakukan melalui arbitrase, mediasi, atau pengadilan, yang menunjukkan kompleksitas penanganan sengketa dengan hak cipta sebagai objek jaminan fidusia. Praktik ini diatur dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta, Undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia, dan Peraturan Bank Indonesia tentang Agunan.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Karya Cipta, Jaminan</p> 2024-06-21T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Michaela, Diva Ananta Syofian, Naisyirah Ramadhani Tuasikal https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/6418 Menelaah Lebih Dalam Perbedaan Perbuatan Melawan Hukum dan Wanprestasi 2024-06-21T01:56:14+00:00 Namira Diffany Nuzan abdul@upy.ac.id Fernanda Naulisa Situmorang abdul@upy.ac.id Kaniko Dyon Geraldi abdul@upy.ac.id <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Artikel ini membahas lebih dalam perbedaan antara Perbuatan Melawan Hukum dengan tindakan Wanprestasi dalam Hukum Perdata. Tujuan penelitian ini sendiri adalah untuk memberikan wawasan kepada pembaca mengenai pengertian Perbuatan Melawan Hukum dan Wanprestasi serta menjelaskan apa saja aspek yang membedakan antara kedua hal tersebut. Oleh karenanya, untuk memperoleh data yang valid, Penulis menggunakan metode penelitian normatif dimana penelitian ini dilakukan dengan melakukan riset terhadap bahan hukum baik itu bahan pustaka primer maupun sekunder. Adapun rumusan masalah yang kami teliti dalam artikel ini yaitu Apa yang saja unsur-unsur Perbuatan Melawan Hukum dan Wanprestasi serta Apa perbedaan mendasar mengenai Perbuatan Melawan Hukum dan Wanprestasi itu sendiri. Dalam penelitian ini, kami merumuskan bahwa terdapat beberapa unsur-unsur dari Perbuatan Melawan Hukum dengan Wanprestasi yang menjadikan kedua tindakan tersebut menjadi berbeda seperti</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong>Perbedaan, Perbuatan Melawan Hukum, Wanprestasi</p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>This article discusses in more depth the differences between Unlawful Acts and Wanprestasi. The reason for this consideration is to provide understanding to readers regarding the meaning of Unlawful Acts and Wanprestasi and to explain what differentiate between the two. Therefore, to obtain valid information, the Creator uses a normative research method where this research is conducted by conducting inquiries about legitimate materials, both primary and secondary library materials. The definition of the issue that we examine in this article is What are the components of Unlawful Acts and Wanprestasi as well as What are the fundamental differences between Unlawful Acts and Wanprestasi themselves. In this research, we define that there are a few components of Unlawful Acts and Wanprestasi that make the two activities different, such as their meaning and actions. </em></p> <p><strong><em>Keywords: </em></strong><em>Different, Unlawful Acts, Wanprestasi</em></p> 2024-06-21T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Namira Diffany Nuzan, Fernanda Naulisa Situmorang, Kaniko Dyon Geraldi https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/6419 Tinjauan Hukum Perdata Terhadap Pernikahan Dini: Implikasi dan Perlindungan Hak-Hak Pihak Korban 2024-06-21T01:59:41+00:00 Calinka Princess Belinda Laapen abdul@upy.ac.id Sherley Lie abdul@upy.ac.id Veren Kasslim abdul@upy.ac.id <p><strong>Abstrak </strong></p> <p>Pernikahan dini merupakan fenomena yang mendapat perhatian serius dalam hukum perdata karena berbagai implikasi yang ditimbulkannya, terutama terkait perlindungan hak-hak pihak korban. Artikel ini bertujuan untuk melakukan tinjauan menyeluruh terhadap perspektif hukum perdata terhadap pernikahan dini di Indonesia. Analisis meliputi aspek definisi pernikahan dini, faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya, serta dampaknya terhadap hak-hak individu yang terlibat, baik secara teoritis maupun praktis. Dengan mempertimbangkan norma hukum yang berlaku dan upaya perlindungan yang ada, penulis mengidentifikasi tantangan utama dalam memberikan perlindungan yang efektif terhadap pihak-pihak yang rentan dalam konteks pernikahan dini. Kesimpulan dari tinjauan ini memberikan pandangan tentang bagaimana hukum perdata dapat lebih ditingkatkan untuk memastikan keadilan dan perlindungan yang optimal bagi semua individu yang terlibat dalam pernikahan dini.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong>Pernikahan Dini, Perdata, Hak Korban.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>Early marriage is a phenomenon that has drawn significant attention in civil law due to its profound implications, particularly concerning the protection of the rights of the victims involved. This article aims to provide a comprehensive review of the civil law perspective on early marriage in Indonesia. The analysis covers the definition of early marriage, factors influencing its occurrence, and its impacts on the rights of the individuals involved, both theoretically and practically. By considering applicable legal norms and existing protective measures, the author identifies key challenges in effectively safeguarding vulnerable parties in the context of early marriage. The conclusions drawn from this review offer insights into how civil law can be enhanced to ensure fairness and optimal protection for all individuals affected by early marriage.</em></p> <p><strong><em>Keywords : </em></strong><em>Early Marriage, Civil Law, Victims' Rights</em></p> 2024-06-21T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Calinka Princess Belinda Laapen, Sherley Lie, Veren Kasslim https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/6428 Penyelesaian Sengketa Konsumen Dalam Transaksi Elektronik (E-Commerce) Berdasarkan Hukum Perdata 2024-06-21T15:04:05+00:00 Maria Vianney Lourdes Sugara abdul@upy.ac.id Aiska Rahima Az-Zahra abdul@upy.ac.id <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Pemanfaatan internet yang semakin meluas dalam berbagai aktivitas kehidupan manusia menunjukkan keberadaan masyarakat informasi. Hal ini ditandai dengan banyaknya penggunaan media elektronik khususnya dalam hal bertransaksi. Kegiatan jual beli yang dilakukan di media elektronik, juga dikenal sebagai "e-commerce", melibatkan perjanjian yang diatur dalam hukum perdata, dan pelaksanaannya seringkali menghasilkan masalah yang menyebabkan kerugian bagi banyak pihak. Bagaimanakah proses penyelesaiannya jika terjadi permasalahan terhadap transaksi online antara penjual dan konsumen? Berdasarkan pernyataan tersebut, fokus penelitian ini adalah untuk membahas dan menemukan solusi efektif dalam menyelesaikan sengketa yang timbul antara konsumen dan penjual dalam transaksi online, serta untuk memahami dan mengoptimalkan perlindungan hukum khususnya bidang hukum perdata terhadap konsumen.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong>Transaksi, E-commerce, Hukum Perdata</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>The widespread use of the Internet in various activities of human life indicates the existence of the information society. It is characterized by the abundant use of electronic media especially in terms of transactions. Purchasing activities carried out in electronic media, also known as "e-commerce", involve agreements governed by civil law, and their implementation often leads to problems that cause losses to many parties. How is the settlement process if there is a problem with online transactions between the seller and the consumer? Based on the statement, the focus of the research is to discuss and find effective solutions in resolving disputes arising between consumers and sellers in online transactions, as well as to understand and optimize legal protection in particular in the field of civil law against consumers.</em></p> <p><strong><em>Keywords: </em></strong><em>Transactions, E-commerce, Civil Law</em></p> 2024-06-21T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Maria Vianney Lourdes Sugara, Aiska Rahima Az-Zahra https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/6429 Implementasi Hukum Benda (Zaak) dalam Perspektif Hukum Perdata Indonesia 2024-06-21T15:06:03+00:00 Kendelif Kheista abdul@upy.ac.id Evellyn Abigael Rhemrev abdul@upy.ac.id Michelle Christie abdul@upy.ac.id <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Penelitian ini membahas implementasi hukum benda (<em>zaak)</em> dalam perspektif hukum perdata Indonesia. Hukum benda merupakan bagian dari hukum perdata yang mengatur hubungan hukum antara subjek hukum dengan benda, termasuk hak kepemilikan dan penguasaan. Studi ini mengkaji berbagai konsep dasar hukum benda, seperti hak milik, hak guna usaha, hak guna bangunan, hak pakai, dan hak sewa, serta penerapannya dalam praktik hukum di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan analisis kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun sudah ada pengaturan yang cukup komprehensif mengenai hukum benda dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata), masih terdapat berbagai tantangan dalam implementasinya, seperti ketidakjelasan batas-batas hak dan tumpang tindih kewenangan antar instansi. Oleh karena itu, penelitian ini menyarankan perlunya penyesuaian regulasi dan peningkatan koordinasi antar lembaga terkait untuk meningkatkan efektivitas penerapan hukum benda di Indonesia.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong>Hukum Benda, Hukum Perdata, Hak Kepemilikan, Implementasi</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>This research discusses the implementation of the law of objects (zaak) in the perspective of Indonesian civil law. The law of objects is part of civil law that regulates legal relations between legal subjects and objects, including ownership and control rights. This study examines various basic concepts of the law of things, such as property rights, business use rights, building use rights, use rights, and rental rights, as well as their application in legal practice in Indonesia. This research uses a normative method with a statutory approach and case analysis. The results show that although there is already a fairly comprehensive arrangement regarding the law of objects in the Civil Code (KUHPerdata), there are still various challenges in its implementation, such as unclear boundaries of rights and overlapping authority between agencies. Therefore, this study suggests the need for regulatory adjustments and increased coordination between relevant institutions to improve the effectiveness of the implementation of the law of objects in Indonesia.</em></p> <p><strong><em>Keywords: </em></strong><em>Property Law, Civil Law, Property Rights, Implementation</em></p> 2024-06-21T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Kendelif Kheista, Evellyn Abigael Rhemrev, Michelle Christie https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/6431 Analisis Hukum Perdata Mengenai Hilangnya Perikatan Akibat Utang 2024-06-21T15:10:21+00:00 Benedict Artika Sari Asmin abdul@upy.ac.id Salma Setiawati abdul@upy.ac.id Yustince Burnama abdul@upy.ac.id <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Perjanjian dalam perikatan yaitu jika di dalam perjanjian yang sah maka harus diutamakan tanda bukti berupa tulisan hitam di atas putih dengan bertanda tangan, agar jika ada suatu penuntutan di antara pihak kreditur maupun debitur ada tanda buktinya untuk diberikan di depan hakim atau penegak hukum lainnya. Tetapi dalam utang-piutang, hal tersebut merupakan suatu hal yang tidak wajib melainkan dianjurkan, misalnya ketika seseorang berutang kepada bank karena bank merupakan badan resmi maka harus ada perjanjian menggunakan kertas hitam di atas putih yang bertanda tangan di atas materai. Tentang terhapusnya perikatan akibat prestasi yang menimbulkan adanya perutangan menjadi kompleks di dalam hubungan hukum perikatan maupun perjanjian, karena menyangkut adanya hak dan kewajiban maupun tanggung jawab yang harus dipenuhi baik dari pihak debitur maupun dari pihak si berutang. Jika seseorang telah melakukan suatu perjanjian yang melibatkan utang dari pihak piutang maka pihak yang berutang harus bertanggung jawab atas tindakan awal yang telah disepakati antara keduanya, jika si berutang tidak memenuhi kewajibannya maka terjadilah wanprestasi yang menimbulkan si berutang dapat digugat pada hakim. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis yuridis tentang apa yang terjadi bila hilangnya perikatan akibat utang-piutang. Mendekati melalui pendekatan dalam analisis peraturan undang-undang yang mengatur dalam hal perikatan mengenai utang-piutang. Hubungan hukum mengenai hilangnya perikatan akibat utang-piutang perlu dipahami lebih mendalam dari peraturan undang-undang agar para pihak yang terlibat dapat memahami hak dan kewajiban mereka secara jelas dan mengurangi resiko sengketa di kemudian hari. Maka dari itu, sesuai dengan tujuan hukum, pihak yang terlibat harus memperoleh keadilan dan kepastian hukum.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong>Hilangnya Perikatan</p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>An agreement in a contract stipulates that in a legitimate agreement, written evidence in the form of black and white writing with signatures must be prioritized. This is to ensure that if there is a dispute between the creditor and the debtor, there is evidence to present before a judge or other legal authorities. However, in the case of debt, this is not mandatory but recommended. For example, when someone borrows from a bank, because a bank is an official entity, there must be an agreement using black and white paper signed on a stamp. The dissolution of a contract due to performance, which results in debt, becomes complex within the legal relationships of contracts and agreements because it involves the rights, obligations, and responsibilities that must be fulfilled by both the debtor and the creditor. If someone has entered into an agreement involving a loan from the creditor, the borrower must be responsible for the initial actions agreed upon by both parties. If the borrower fails to meet their obligations, a breach of contract occurs, and the borrower can be sued before a judge. This article aims to analyze the legal implications of what happens when a contract is dissolved due to debt. It approaches this through an analysis of the regulations governing contracts related to debt. Understanding the legal relationships concerning the dissolution of contracts due to debt requires a deeper understanding of the laws to ensure that the involved parties clearly understand their rights and obligations, thereby reducing the risk of future disputes. Therefore, according to the objectives of the law, the involved parties must obtain justice and legal certainty.</em></p> <p><strong><em>Keywords: </em></strong><em>Loss of Engagement</em></p> 2024-06-21T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Benedict Artika Sari Asmin, Salma Setiawati, Yustince Burnama https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/6430 Kesepakatan Dalam Perjanjian Untuk Mencegah Terjadinya Wanprestasi Menurut Kitab Undang - Undang Hukum Perdata 2024-06-21T15:07:55+00:00 Ade Nugraha Salim abdul@upy.ac.id Helen Setia Budi abdul@upy.ac.id Syafira Aulia Deswita abdul@upy.ac.id <p><strong>Abstrak </strong></p> <p>Perjanjian menjadi mekanisme yang mengurus pertukaran hak serta kewajiban menurut kesepakatan berbagai pihak. Sebagaimana yang diatur pada pasal 1313 KUHPerdata ialah “suatu perbuatan dengan mana satu orang atau lebih mengikat dirinya terhadap satu orang atau lebih”. Tujuan penelitian ini yakni mengetahui bagaimana permasalahan ini terjadi serta akibat apa yang diterima. Metode penelitian yang dimanfaatkan pada jurnal ini ialah, Metode Kualitatif serta Teknik Analisis Studi Literatur. Metode studi literatur melibatkan pengumpulan data sekunder, biasanya diambil dari jurnal ilmiah, buku serta kajian ilmiah. Situasi ini muncul dari analisis ini dimana hukum dijadikan kriteria utama. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukan bahwa pada KUHPerdata Subekti menyatakan, Perjanjian <em>(overeenkomst)</em> ialah : “Suatu peristiwa dimana seorang berjanji kepada seorang lain atau dua orang itu saling berjanji untuk melaksanakan suatu hal”. Perikatan <em>(verbintenis)</em> ialah : “perhubungan hukum antara dua orang atau dua pihak, berdasarkan mana pihak yang satu berhak menuntut sesuatu hal dari pihak yang lain, dan pihak yang lainnya berkewajiban untuk memenuhi tuntutan tersebut”. Maka jika satu pihak tidak menepati suatu perjanjian, maka dapat disebut terdapat wanprestasi meskipun hanya karan tenggang waktu pembayaran. Untuk penyelesaian wanprestasi bisa melalui badan peradilan atau di luar badan pengadilan.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Perjanjian, Kesepakatan, Wanprestasi</p> <p><strong><em>&nbsp;</em></strong></p> <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>The agreement becomes a means that regulates the exchange of rights and obligations according to the agreement of the parties. As stipulated in article 1313 of the Civil Code is "an act by which one or more people bind themselves to one or more people". The purpose of this research is to find out how this problem occurs and what consequences are received. The research methods used in this journal are Qualitative Methods and Literature Study Analysis Techniques. The literature study method is secondary data collection, generally taken from scientific journals, books, and scientific works. This condition is due to this analysis using the law as the main benchmark. Based on the results of this study, it shows that in the Subekti Civil Code, the Agreement (overeenkomst) is: "An event in which one person promises to another or the two people promise each other to carry out a matter". While the engagement (verbintenis) is: "a legal relationship between two people or two parties, based on which one party is entitled to demand something from the other party, and the other party is obliged to fulfill these demands". So if one party does not fulfill an agreement, it can be called that there is a default even though it is only because the payment deadline is due. For the settlement of defaults can be through the judicial body and outside the court body.</em></p> <p><strong><em>Keywords:</em></strong><em> Agreement, Treaty, Default</em></p> 2024-06-21T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Ade Nugraha Salim, Helen Setia Budi, Syafira Aulia Deswita https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/6436 Analisa Hukum Perdata Tentang Perjanjian Jual Beli Online di Indonesia 2024-06-22T13:57:08+00:00 Glenn Kevin Cailla abdul@upy.ac.id Angelina Jacqueline Sugiarto abdul@upy.ac.id Patricia Jeanne Hans abdul@upy.ac.id <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Pasal 1 angka (2) Undang-Undang No 11 Tahun 2008 memberikan landasan hukum dan definisi bahwa transaksi elektronik adalah perbuatan hukum yang dilakukan dengan menggunakan komputer, jaringan komputer, dan media elektronik lainnya. Pasal 18 ayat (1) menentukan bahwa transaksi elektronik yang dituangkan kedalam kontrak elektronik mengikat para pihak. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kebijakan serta peraturan hukum Indonesia dalam melindungi konsumen dan pihak terkait yang melakukan transaksi jual beli online dan menganalisis kepastian hukum serta upaya penyelesaian perselisihan kedua belah pihak yang menggunakan media elektronik sebagai media transaksi serta efektivitas dari adanya perjanjian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode yuridis normatif dan menggunakan pendekatan normatif dalam mengkaji permasalahan. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode kualitatif. Menurut Undang-Undang Perlindungan Konsumen, konsumen memiliki hak untuk mendapatkan informasi serta memilih barang atau jasa yang sesuai dengan jaminan yang dijanjikan. Konsumen juga berhak mendapatkan kompensasi jika barang atau jasa yang diterima tidak sesuai dengan perjanjian. Pelaku usaha memiliki kewajiban untuk memberikan informasi dan menjaga kualitas barang atau jasa yang dipasarkan juga menangani keluhan konsumen. Perjanjian dapat dikatakan efektif apabila perjanjian dibuat secara tertulis, disepakati oleh kedua belah pihak, mencantumkan syarat, ketentuan yang jelas, harga, metode pembayaran, pengiriman, serta mekanisme pengembalian barang atau kompensasi. Hukum Indonesia telah mengatur perlindungan konsumen dalam transaksi jual beli online melalui berbagai regulasi. Adanya kepastian hukum dan mekanisme penyelesaian yang baik akan menciptakan transaksi jual beli online yang lebih aman dan terpercaya.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong>Jual Beli, Perjanjian, Transaksi Elektronik, Konsumen, Pelaku Usana, Kepastian Hukum, Kompensasi.</p> <p><strong><em>&nbsp;</em></strong></p> <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>Article 1 point (2) of Law No. 11 of 2008 provides a legal basis and definition that electronic transactions are legal actions carried out using computers, computer networks, and other electronic media. Article 18 paragraph (1) determines that electronic transactions as outlined in an electronic contract are binding on the parties. The purpose of this research is to find out the policies and regulations of Indonesian law in protecting consumers and related parties who conduct online buying and selling transactions and analyze the legal certainty and efforts to resolve disputes between the two parties using electronic media as a transaction medium and the effectiveness of the agreement. The method used in this research is the normative juridical method and uses a normative approach in examining the problem. Data is collected using a qualitative method. According to the Consumer Protection Law, consumers have the right to obtain information and choose goods or services that are in accordance with the promised guarantee. Consumers are also entitled to compensation if the goods or services received are not in accordance with the agreement. Business actors have an obligation to provide information and maintain the quality of goods or services marketed as well as handle consumer complaints. An agreement can be said to be effective if the agreement is made in writing, agreed by both parties, includes clear terms, conditions, prices, payment methods, delivery, and mechanisms for returning goods or compensation. Indonesian law has regulated consumer protection in online buying and selling transactions through various regulations. The existence of legal certainty and a good settlement mechanism will create safer and more reliable online buying and selling transactions.</em></p> <p><strong><em>Keywords: </em></strong><em>Sale and Purchase, Agreement, Electronic Transaction, Consumer, Business Actor, Legal Certainty, Compensation</em></p> 2024-06-22T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Glenn Kevin Cailla, Angelina Jacqueline Sugiarto, Patricia Jeanne Hans https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/6437 Penggunaan Bilyet Giro Kosong Sebagai Penyalahgunaan Alat Pembayaran 2024-06-22T13:58:48+00:00 Michaela abdul@upy.ac.id Diva Ananta Syofian abdul@upy.ac.id Naisyirah Ramadhani Tuasikal abdul@upy.ac.id <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Dalam perkembangan perekonomian Indonesia saat ini, alat pembayaran tidak lagi menggunakan uang tunai, melainkan bilyet giro sebagai alternatif pembayaran. Namun, muncul permasalahan terkait dengan penerbitan bilyet giro kosong yang tidak memiliki dana yang cukup. Hal ini menciptakan ketidakpastian dan risiko keuangan yang dapat menghambat kepercayaan pelaku ekonomi serta mengganggu stabilitas sistem keuangan. Oleh karena itu, diperlukan pengawasan ketat terhadap penerbitan bilyet giro dan regulasi yang jelas untuk melindungi kepentingan semua pihak dalam sistem pembayaran. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan perlindungan hukum dan akibat hukum terhadap penerbitan bilyet giro kosong dalam akitivitas pembayaran. Hasil penelitian bahwa perlindungan hukum penerima bilyet giro kosong dengan diberikan sarana untuk melakukan penuntutan ganti rugi dimuka persidangan atas tuntutan hak yang tidak terpuni dari si penerbit dan juga peneribat dimasukkan ke daftar hitan oleh BI sebagai bentuk akibat hukum dari penerbitan bilyet giro kosong</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong>Bilyet Giro, Pembayaran, Perlindungan</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>In the current development of the Indonesian economy, cash is no longer used as a means of payment, but bank transfer cards are used as an alternative payment. However, problems arose related to the issuance of blank giro bills, which did not have sufficient funds. This creates uncertainty and financial risks that can hamper the confidence of economic actors and disrupt the stability of the financial system. Therefore, strict supervision is needed over the issuance of bilyet giro and clear regulations to protect the interests of all parties in the payment system. This research aims to find legal protection and legal consequences for the issuance of blank giro bills in payment activities. The results of the research show that legal protection for recipients of blank giro bills is provided with the means to prosecute compensation before court for claims of unforgivable rights from the issuer, and the recipient is also included in the hit list by BI as a form of legal consequence of the issuance of blank giro bills. </em></p> <p><strong>Keywords: </strong>Bilyet Giro, Payment, Protection</p> 2024-06-22T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Michaela, Diva Ananta Syofian, Naisyirah Ramadhani Tuasikal https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/6438 Perlindungan Hukum Mengenai Hak Atas Kekayaan Intelektual 2024-06-22T14:01:46+00:00 David Edyson abdul@upy.ac.id Dikjaya abdul@upy.ac.id Muhammad Rafi abdul@upy.ac.id <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Hak atas Kekayaan Intelektual (HAKI) adalah hak yang memberikan perlindungan hukum kepada pencipta dan penemu atas karya inovatif dan kreatif mereka. Undang-undang Indonesia mengatur HAKI, termasuk paten, hak cipta, merek, desain industri, rahasia dagang, dan indikasi geografis. Setiap jenis HAKI memiliki fitur dan perlindungan yang berbeda, yang dimaksudkan untuk memastikan bahwa pemilik hak mendapatkan keuntungan finansial dan mendapatkan pengakuan yang wajar atas pekerjaan mereka. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta melindungi karya seni, sastra, dan ilmu pengetahuan; Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2016 tentang Paten melindungi invensi teknologi; dan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis melindungi tanda yang membedakan barang atau jasa. Selain itu, kerangka hukum yang menyeluruh untuk berbagai jenis kekayaan intelektual diberikan oleh Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2000 tentang Desain Industri, Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2000 tentang Rahasia Dagang, Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2000 tentang Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu, dan Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2000 tentang Perlindungan Varietas Tanaman. Pengaturan hukum ini tidak hanya melindungi hak setiap orang, tetapi juga bertujuan untuk mendorong kreativitas dan inovasi di Indonesia.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong>Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI), Undang-Undang, Paten</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p>Intellectual Property Rights (IPR) are rights that provide legal protection to creators and inventors for their innovative and creative works. Indonesian law regulates IPR, including patents, copyrights, trademarks, industrial designs, trade secrets, and geographical indications. Each type of IPR has distinct features and protections intended to ensure that rights holders receive financial benefits and fair recognition for their work. Law Number 28 of 2014 on Copyright protects works of art, literature, and science; Law Number 13 of 2016 on Patents protects technological inventions; and Law Number 20 of 2016 on Trademarks and Geographical Indications protects signs that distinguish goods or services. Additionally, the comprehensive legal framework for various types of intellectual property is provided by Law Number 31 of 2000 on Industrial Designs, Law Number 30 of 2000 on Trade Secrets, Law Number 32 of 2000 on Layout Designs of Integrated Circuits, and Law Number 29 of 2000 on Plant Variety Protection. These legal regulations not only protect individual rights but also aim to encourage creativity and innovation in Indonesia.</p> <p><strong><em>Keywords: </em></strong><em>Intellectual Property Rights (IPR), Law, Patents</em></p> 2024-06-22T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 David Edyson, Dikjaya, Muhammad Rafi https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/6439 Analisis Pelanggaran Perjanjian Kontrak Dalam Konteks Perusahaan: Studi Kasus Pada Industri Beras PT. Indo Beras Unggul (IBU) 2024-06-23T03:21:22+00:00 Aufa Fakhrana Rizky abdul@upy.ac.id Sthasia Lintong abdul@upy.ac.id Zahran Rahmat Syauqi abdul@upy.ac.id <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Adapun pelanggaran perjanjian yang dilakukan oleh PT. Indo Beras Unggul dengan Indomaret telah melanggar pasal 1335 tentang suatu perbuatan dengan mana satu orang atau lebih mengikat dirinya terhadap satu orang atau lebih. Jurnal ini dibuat dengan tujuan menciptakan keadilan dalam perjanjian berkontrak dan mendatangkan kesejahteraan yang optimal. Metode penelitian ini menggunakan Metode Penelitian Kualitatif dan menggunakan teknik analisis Studi Kepustakaan dan Studi Literatur, menggunakan teknik pengumpulan data berdasarkan internet, buku, jurnal, makalah, dan juga artikel. Berdasarkan kasus yang penulis angkat pada jurnal ini menunjukkan bahwa baik dalam segi hukum pidana terutama dilihat dari segi hukum perdata bahwa PT. Indo Beras Unggul melanggar pasal 1335 KUHPerdata&nbsp;yang melarang dibuatnya kontrak tanpa causa, atau dibuat berdasarkan causa yang palsu atau yang terlarang, dengan konsekuensi tidaklah mempunyai kekuatan. Dikarenakan beras yang diberikan oleh PT. indo Beras Unggul kepada Indomaret kualitasnya tidak sesuai dengan apa yang diperjanjikan sebelumnya. Maka dari itu, sanksi yang dapat diberikan kepada PT. Indo Beras Unggul sesuai yang diatur dalam KUHPerdata pada pasal 1243 KUHPerdata tentang pemenuhan paksa, pasal 1365 dan pasal 1367 KUHPerdata tentang ganti rugi, pasal 1266 dan pasal 1267 KUHPerdata tentang penghentian atau pembatalan kontrak, pasal 1253 KUHPerdata mengenai kewajiban untuk mengembalikan. Oleh karena itu, para pelaku harus diberi tindakan yang tegas terkait apa yang telah diperbuat sesuai dengan peraturan dan sanksi yang telah ditetapkan oleh Undang-Undang.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>The violation of the agreement made by PT Indo Beras Unggul with Indomaret has violated article 1335 concerning an act by which one or more people bind themselves to one or more people. This journal is made with the aim of creating justice in contractual agreements and realizing optimal welfare. This research method uses Qualitative Research Methods and uses Literature Study and Literature Study analysis techniques, using data collection techniques based on the internet, books, journals, papers, and articles. Based on the case that the author raises in this journal, it shows that both in terms of criminal law, especially in terms of civil law, PT Indo Beras Unggul violates Article 1335 of the Civil Code which prohibits making a contract without a causa, or made based on a false or prohibited causa, with the result that it has no force. Due to the rice provided by PT Indo Beras Unggul to Indomaret, the quality is not in accordance with what was previously agreed. Therefore, the sanctions that can be given to PT Indo Beras Unggul are in accordance with what is regulated in the Civil Code in Article 1243 of the Civil Code regarding forced fulfillment, Article 1365 and Article 1367 of the Civil Code regarding compensation, Article 1266 and Article 1267 of the Civil Code regarding termination or cancellation of the agreement, Article 1253 of the Civil Code regarding the obligation to return. Therefore, the perpetrators must be given strict action regarding what has been done in accordance with the regulations and sanctions set by law.</em></p> 2024-06-23T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Aufa Fakhrana Rizky, Sthasia Lintong, Zahran Rahmat Syauqi https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/6441 Penyelesaian Sengketa Waris Dalam Konflik Antar Keluarga Sedarah 2024-06-23T03:27:03+00:00 Argya Attallah Apryano abdul@upy.ac.id Adam Ramadhan abdul@upy.ac.id Fransisco Frisco Fernando abdul@upy.ac.id Rizqy Pratama Erdiyanto abdul@upy.ac.id <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Warisan merupakan salah satu cara mengatur hubungan hukum dalam masyarakat, dan meninggalnya seseorang sedikit banyak menimbulkan kesulitan. Penyelesaian hak dan kewajiban atas meninggalnya seseorang diatur dalam hukum waris. Akan tetapi dalam hal ini hak waris tidak selalu untuk satu orang saja melainkan juga sanak saudara yang juga merupakan ahli waris, hal ini lah yang bisa menyebabkan konflik dalam pewarisan. Metode yang akan diaplikasikan ke dalam penelitian yang kami buat ini merupakan metode penelitian hukum normatif yakni memprioritaskan pada pengkajian kepustakaan yang dilakukan dengan mengamati atau merevisi dokumen - dokumen hukum yang berkaitan dengan tema dan gagasan pokok bahasan penelitian sistem penyelesaian konflik sengketa waris yang terjadi dalam keluarga sedarah. Selain berfokus pada dokumen-dokumen hukum, penelitian ini juga berpusat pada peraturan perundang-undangan dan kebijakan-kebijakan yang sesuai atau terkait dengan pendekatan hukum di indonesia. Umumnya konflik waris timbul hanya pada pembagiannya saja, karena salah satu yang merupakan ahli waris tidak mendapat haknya, atau salah satu ahli waris hanya ingin menguasai warisannya sendiri secara egois. Untuk perkara waris hakim harus menawarkan proses mediasi, karena jika tidak dilakukan oleh hakim maka putusan itu setelah keluar bisa batal demi hukum, di dalam masyarakat sosial masih cukup besar angka perkara sengketa terkait penyelesaian warisan dikarenakan diantara mereka yang sering mengklaim warisan menyesuaikan dengan pribadi masing-masing, Salah satu cara penyelesaian konflik yakni melalui jalur mediasi ataupun jalur hukum, pada dasarnya konflik ini merupakan konflik yang bersifat privat oleh karena itu menyelesaikan nya cukup dengan kekeluargaan berdasarkan kebijakan-kebijakan yang berlaku.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong>waris, hukum, konflik, mediasi</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>Inheritance is one way of regulating legal relations in society, and the death of a person causes more or less difficulties. The settlement of rights and obligations upon the death of a person is regulated in inheritance law. However, in this case the right of inheritance is not always for one person alone but also for relatives who are also heirs, this is what can cause conflict in inheritance. The method that will be applied to the research that we make is a normative legal research method, which prioritizes literature review conducted by observing or revising legal documents related to the theme and idea of the main topic of research on the conflict resolution system of inheritance disputes that occur in blood families. In addition to focusing on legal documents, this research also centers on legislation and policies that are appropriate or related to the legal approach in Indonesia. Generally, inheritance conflicts arise only in the distribution, because one of the heirs does not get his rights, or one of the heirs only wants to control his own inheritance selfishly. For inheritance cases the judge must offer a mediation process, because if it is not done by the judge then the decision after coming out can be null and void, in social society there is still a large number of dispute cases related to inheritance settlement because among those who often claim inheritance adjusts to their respective personalities, One way to resolve conflicts is through mediation or legal channels, basically this conflict is a private conflict therefore resolving it is enough with family based on applicable policies.</em></p> <p><strong><em>Keywords: </em></strong><em>Inheritance, Law, Conflict, Mediation</em></p> 2024-06-23T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Argya Attallah Apryano, Adam Ramadhan, Fransisco Frisco Fernando, Rizqy Pratama Erdiyanto https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/6442 Keabsahan Transaksi Jual-Beli Online Ditinjau Melalui Perspektif Hukum Perjanjian 2024-06-23T03:29:26+00:00 Ellen Chang abdul@upy.ac.id Natania Frederica abdul@upy.ac.id Ririn Khairunisa abdul@upy.ac.id <p>Abstrak</p> <p>Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk dalam transaksi jual-beli. Salah satu perubahan terbesar adalah kemunculan dan perkembangan pesat perdagangan elektronik atau jual-beli <em>online. </em>Namun, dibalik kemudahan dan efisiensi yang ditawarkan, muncul berbagai tantangan dan pertanyaan terkait keabsahan transaksi jual-beli <em>online </em>dari perspektif hukum perjanjian. Dalam konteks transaksi jual-beli <em>online</em>, syarat- syarat harus tetap dipenuhi agar transaksi dianggap sah dan mengikat secara hukum. Namun, karakteristik unik dari transaksi <em>online</em>, seperti tidak adanya pertemuan fisik antara penjual dan pembeli, serta penggunaan tanda tangan elektronik, menimbulkan berbagai pertanyaan terkait pemenuhan syarat-syarat terkait perjanjian dan keabsahan transaksi jual-beli online melalui sudut pandang hukum perjanjian, serta penekanan pada pemenuhan persyaratan sah perjanjian menurut KUHPerdata, serta relevansi dan pelaksanaan UU ITE dalam konteks jual-beli <em>online</em>.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong>Transaksi <em>Jual-Beli Online</em>, Hukum Perjanjian, Keabsahan hukum.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>The development of information and communication technology has brought significant changes in various aspects of human life, including in buying and selling transactions. One of the biggest changes is the emergence and rapid development of electronic commerce or online buying and selling. However, behind the convenience and efficiency offered, various challenges and questions arise regarding the validity of online buying and selling transactions from the perspective of agreement law. In the context of online buying and selling transactions, the conditions must still be met for the transaction to be considered valid and legally binding. However, the unique characteristics of online transactions, such as the absence of physical meetings between sellers and buyers, as well as the use of electronic signatures, raise various questions related to the fulfillment of agreement-related requirements and the validity of online buying and selling transactions through the perspective of agreement law, as well as an emphasis on the fulfillment of the legal requirements of an agreement according to the Civil Code, as well as the relevance and implementation of the ITE Law in the context of online buying and selling.</em></p> <p><strong><em>Keywords: </em></strong><em>Online Buying and Selling Transactions, Legal Agreement, Legal validity.</em></p> 2024-06-23T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Ellen Chang, Natania Frederica, Ririn Khairunisa https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/6465 Perlindungan Hak Asasi Manusia Dalam Hukum Internasional: Hak dan Peluang 2024-06-24T14:28:34+00:00 Amad Sudiro abdul@upy.ac.id Mario Fernando abdul@upy.ac.id Ivan Tirta Yudha abdul@upy.ac.id Muhammad Haykel abdul@upy.ac.id <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Perlindungan hak asasi manusia dalam konteks hukum internasional adalah sebuah perjuangan yang terus berlangsung di tengah dinamika global. Artikel ini membahas tantangan dan peluang yang dihadapi dalam upaya melindungi serta memperjuangkan hak asasi manusia melalui instrumen hukum internasional. Tantangan tersebut meliputi kompleksitas geopolitik, ketidaksepakatan dalam interpretasi hak asasi manusia, dan ketidakmampuan lembaga internasional dalam menegakkan kepatuhan. Namun, di tengah tantangan tersebut terdapat peluang untuk meningkatkan perlindungan hak asasi manusia melalui kerja sama internasional, peningkatan kesadaran global, dan inovasi dalam hukum internasional. Artikel ini juga menganalisis beberapa inisiatif yang telah dilakukan dan potensi solusi yang dapat diimplementasikan untuk mengatasi tantangan tersebut.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> HAM, Internasional, Global</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>The protection of human rights in the context of international law is an ongoing struggle amidst global dynamics. This article discusses the challenges and opportunities faced in efforts to uphold and advocate for human rights through international legal instruments. These challenges include geopolitical complexities, disagreements in the interpretation of human rights, and the inability of international institutions to enforce compliance. However, amidst these challenges, there are opportunities to enhance the protection of human rights through international cooperation, increased global awareness, and innovation in international law. The article also analyzes some initiatives that have been undertaken and potential solutions that can be implemented to address these challenges.</em></p> <p><strong><em>Keywords:</em></strong><em> Human Right, International, Global</em></p> 2024-06-24T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Amad Sudiro, Mario Fernando, Ivan Tirta Yudha, Muhammad Haykel https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/6466 Penerapan Cryptocurrency Sebagai Objek Jaminan Fidusia 2024-06-24T14:30:12+00:00 Destiana Vani Candra abdul@upy.ac.id Devika Graciella Gunawan abdul@upy.ac.id Putri Meilika Nadilatasya abdul@upy.ac.id <p><strong>Abstrak</strong></p> <p><em>Cryptocurrency </em>merupakan mata uang digital yang berbasis <em>blockchain </em>dan sistem jaringanya berupa <em>peer to peer </em>(P2P). Di Indonesia aset kripto termasuk dalam perdagangan berjangka komoditi yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan dan telah legal di Indonesia sebagai aset komoditas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui <em>cryptocurrency</em> sebagai objek jaminan fidusia dan untuk mengetahui perlindungan hukum yang akan didapatkan oleh para pengguna <em>cryptocurrency</em>. Penelitian ini menggunakan penelitian pendekatan yuridis normatif dan menggunakan bahan hukum primer. Dalam penelitian ini, penulis mendapatkan hasil bahwa <em>cryptocurrency </em>dapat dijadikan sebagai objek jaminan fidusia berdasarkan peraturan Bappebti&nbsp; Nomor 5 Tahun 2019 dan Surat Edaran Bappebti Nomor 11 Tahun 2022. Serta para pengguna <em>cryptocurrency </em>dapat dilindungi berdasarkan Undang-Undang Perlindungan Konsumen dan Undang-Undang Informasi dan Teknologi.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> <em>Cryptocurrency</em>, Objek Jaminan Fidusia</p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>Cryptocurrency is a blockchain-based digital currency and its network system is peer to peer (P2P). In Indonesia, crypto assets are included in commodity futures trading issued by the Commodity Futures Trading Supervisory Agency (Bappebti) of the Ministry of Trade and are legal in Indonesia as commodity assets. The purpose of this research is to find out cryptocurrency as an object of fiduciary security and to find out the legal protection that cryptocurrency users will get. This research uses a normative juridical research approach and uses primary legal materials. In this research, the author obtained the results that cryptocurrency can be used as an object of fiduciary security based on CoFTRA Regulation Number 5 of 2019 and CoFTRA Circular Letter Number 11 of 2022. And cryptocurrency users can be protected based on the Consumer Protection Law and the Information and Technology Law. </em></p> <p><strong><em>Keywords</em></strong><strong>: </strong><em>Cryptocurrency, Fiduciary Security Object</em></p> 2024-06-24T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Destiana Vani Candra, Devika Graciella Gunawan, Putri Meilika Nadilatasya https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/6467 Akta Jual Beli (AJB) Sebagai Alat Bukti Dalam Penyelesaian Sengketa Wanprestasi Jual Beli Tanah (Studi Putusan Pengadilan Negeri Tanjungkarang Nomor 172/PDT.G/2018/PN.TJK) 2024-06-24T14:31:46+00:00 Najma Syamila abdul@upy.ac.id Michellena abdul@upy.ac.id Salsabillah Ayu Puspita abdul@upy.ac.id <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Indonesia sebagai negara Hukum yang menganut sistem Hukum Civil Law dimana sumber Hukum dan segala aturan yang diterapkan di Indonesia haruslah berdasarkan yang sudah dikodifikasi atau tertulis berbentuk Undang-Undang. Terbagi menjadi beberapa tatanan hukum yang salah satunya kita kenal yaitu Hukum Perdata. Permasalahan yang ditangani dalam Hukum Perdata yaitu orang perorangan contohnya adalah jual beli tanah dimana dua pihak terlibat dalam suatu ikatan perdata. Dalam jual beli mengharuskan adanya kesepakatan, kemudian umumnya terdapat Akta Jual Beli (AJB) yang merupakan akta otentik dan berperan penting dalam proses jual beli tanah untuk sebagai tanda bahwa telah terjadi perbuatan hukum antara pihak-pihak. Namun dalam kenyataannya bahwa masih terjadi wanprestasi dalam jual beli tanah setelah terbitnya AJB tersebut dimana pihak penjual tidak dapat memenuhi hak-hak pihak pembeli sebagaimana yang tertera di dalam AJB. Apabila suatu sengketa perdata tidak dapat diselesaikan dengan menggunakan mediasi maka dapat menyelesaikanya dengan mengajukan ke pengadilan. Dalam penyelesaian sengketa perdata di pengadilan adanya pembuktian yang dimana harus mengajukan alat bukti untuk menguatkan argumentasi. Dalam hal ini Akta Jual Beli dapat dijadikan sebagai alat bukti yang tergolong kedalam jenis alat bukti akta otentik.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Akta Jual Beli, Jual Beli Tanah, Wanprestasi</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>Indonesia as a legal country that adheres to the Civil Law legal system where the source of law and all rules applied in Indonesia must be based on codified or written laws. Divided into several legal orders, one of which we know is Civil Law. Problems handled in Civil Law are individuals, for example the sale and purchase of land where two parties are involved in a civil bond. In buying and selling requires an agreement, then generally there is a Sale and Purchase Deed (AJB) which is an authentic deed and plays an important role in the process of buying and selling land as a sign that a legal action has occurred between the parties. But in reality, there are still defaults in the sale and purchase of land after the issuance of the AJB where the seller cannot fulfill the rights of the buyer as stated in the AJB. If a civil dispute cannot be resolved using mediation, it can be resolved by submitting it to the court. In resolving civil disputes in court, there is evidence which must submit evidence to strengthen the argument. In this case, the Sale and Purchase Deed can be used as evidence which is classified as a type of authentic deed evidence. </em></p> <p><strong><em>Keywords:</em></strong><em> Sale and Purchase Deed, Land Sale and Purchase, Default</em></p> 2024-06-24T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Najma Syamila, Michellena, Salsabillah Ayu Puspita https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/6483 Hak Pensiun bagi Karyawan BUMN Dalam Perspektif Kepastian Hukum 2024-06-26T07:18:28+00:00 Mutia Handayani abdul@upy.ac.id <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Hak Pensiun sangat penting dalam menggerakkan perekonomian karena selain menjamin kesejahteraan karyawan, juga membantu perkembangan sektor riil melalui investasi. Program ini bertujuan untuk memberikan jaminan keuangan bagi peserta bila mendapat resiko yang mengakibatkan peserta tidak mampu lagi bekerja karena sudah tua atau telah mencapai usia tidak produktif lagi untuk melaksanakan tugas pemerintahan yang diembankan kepada peserta atau jaminan keuangan bagi ahli warisnya apabila peserta tertimpa resiko kematian sebelum mencapai usia pensiun tertimpa resiko kematian ketika menjalani masa pensiun. Begitupun dengan perusahaan lalai menerapkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dapat merugikan karyawan, dapat mengalami luka ringan maupun berat, menjadi cacat permanen hingga yang paling terparah sampai berakhirnya kematian terhadap karyawan.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong>Hak Pensiuni, Karyawan BUMN, Kecelakaan Kerja</p> <p><em>&nbsp;</em></p> <p><strong>Abstract</strong></p> <p>Pension rights are very important in driving the economy because apart from ensuring employee welfare, they also help the development of the real sector through investment. This program aims to provide financial guarantees for participants if they face a risk that results in the participant being no longer able to work because they are old or have reached the age where they are no longer productive to carry out government duties entrusted to the participant or financial guarantees for their heirs if the participant is at risk of death before reaching retirement age is exposed to the risk of death during retirement. Likewise, if a company fails to implement Occupational Safety and Health (K3), it can be detrimental to employees, they can suffer minor or serious injuries, become permanently disabled or in the worst case result in the death of the employee.</p> <p><strong>Keywords: </strong>Pension Rights, BUMN Employees, Work Accidents</p> 2024-06-26T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Mutia Handayani https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/6484 Efektivitas Penyelesaian Konflik Sosial Melalui Kearifan Lokal (Hukum Adat) di Kabupaten Mamasa Provinsi Sulawesi Barat 2024-06-26T07:20:55+00:00 Julianto Exel Allolayuk abdul@upy.ac.id Kusuma abdul@upy.ac.id Achmed Sukendro abdul@upy.ac.id Pujo Widodo abdul@upy.ac.id <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Sebuah ketidaksesuaian terhadap adat-istiadat yang kemudian menjadi sebuah konflik, dapat menjadi ancaman terhadap kedamaian budaya dan adat. Oleh karena itu, keberhasilan implementasi hukum adat dalam upaya resolusi konflik dapat menjadi cerminan ketahanan wilayah dalam masyarakat adat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kearifan lokal dan eksistensi budaya, kendala dalam implementasi hukum adat serta implementasi hukum adat dalam upaya resolusi konflik guna mendukung ketahanan wilayah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Untuk teknik pengumpulan data, peneliti melakukan prosedur wawancara, observasi, dan dokumentasi. Adapun teori dan konsep yang digunakan dalam penelitian ini diantaranya yaitu: teori strategi, teori damai, teori konflik, konsep pencegahan konflik, konsep Conflict early Warning and Early Response System (CEWERS), serta konsep pertahanan negara. Berdasarkan hasil penelitian, maka dipahami bahwa Implementasi hukum adat Masyarakat Mamasa yang meresolusi delik/pelanggaran adat yang berujung konflik ini dipahami sebagai jalur yang tepat sasaran. Hal tersebut merupakan sebuah hal yang dimaknai akan media yang tidak hanya menyelesaikan masalah namun sekaligus mendamaikan berbagai hal yang saling berkaitan. Implementasi hukum adat dalam upaya resolusi konflik adat yang terjadi di Masyarakat Mamasa bukan hanya sekedar memberikan sanksi adat yang membiaskan efek jerah terhadap pelaku, akan tetapi juga memulihkan nilai dan norma yang masyarakat pegang dalam kehidupannya. Kembalinya tatanan nilai dan norma seperti sediakala tentu saja menimbulkan kedamaian bagi kearifan lokal serta eksistensi budaya yang merupakan cerminan suatu ketahanan wilayah. Ketahanan wilayah yang di dalamnya terdapat aspek sosial budaya inilah yang menjadikan Wilayah adat Rumpun Toraja secara khusus dan Kabupaten Mamasa secara umum dapat berkontribusi mewujudkan ketahanan nasional.</p> <p><strong>Kata Kunci</strong>: Konflik, Hukum Adat, Kearifan Lokal, Kabupaten Mamasa</p> 2024-06-26T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Julianto Exel Allolayuk, Kusuma, Achmed Sukendro, Pujo Widodo https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/6502 Pengembalian Kerugian Keuangan Negara Tanpa Pertanggungjawaban Pidana Melalui Lembaga Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) 2024-06-28T16:49:41+00:00 Rakhmat Riyadi Akbar abdul@upy.ac.id <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Peranan APIP dalam pengawasan makin diperkuat dengan lahirnya Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan, yang memberikan kewenangan pengawasan akan tetapi faktanya publik mulai tergerus kepercayaan terhadap Inspektorat Daerah karena tidak independen, pengaruh sosial psikologis birokrasi dan politis didaerah, sehingga menghilangkan kepercayaan publik kepada lembaga ini karena menduga korupsi terencana dan terstruktur, disisi lain bagi pejabat pemerintahan yang telah melakukan pengambalian kerugian keuangan negara tanpa pertanggungjawaban pidana dengan unsur kesalahan administratif, akan tetapi faktanya kasus pengambalian kerugian keuangan oleh aparatur pemerintahan tidak menghilangkan pemeriksaan penyelidikan oleh APH dengan dasar Pasal 4 UU PTPK, bahwa pengambalian kerugian keuangan negara tidak menghapus pertanggungjawaban pidana. Tujuan Penelitian ini adalah, mengungkapkan apakah tindakan hukum APIP in casu Inspektorat Daerah dalam pengembalian kerugian negara melalui tuntutan ganti rugi kepada aparatur / pejabat pemerintahan memiliki kepastian hukum dan bagaimana kebijakan hukum pidana kedepan (ius constituendum) terhadap pola pengembalian/ tuntutan ganti rugi oleh Inspektorat Daerah.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Pengembalian, Kerugian Keuangan Negara, APIP</p> 2024-06-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Rakhmat Riyadi Akbar https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/6510 Pemerintah Daerah Kabupaten Majene Sebagai Mediator Dalam Konflik Agraria Kampus STAIN dengan Pemilik Tanah 2024-06-30T15:41:24+00:00 Akbar Dwi Putra abdul@upy.ac.id Anang Puji Utama abdul@upy.ac.id Puguh Santoso abdul@upy.ac.id Pujo Widodo abdul@upy.ac.id <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Konflik agraria saat ini masih menjadi permasalahan utama di Indonesia, termasuk di Provinsi Sulawesi Barat yang ikut menjadi salah satu penyumbang terbanyak dalam hal konflik agraria. Penelitian ini membahas konflik agraria yang terjadi antara Kampus Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) di Kabupaten Majene dengan pemilik tanah di sekitarnya. Konflik ini muncul karena lahan yang akan digunakan untuk akses jalan umum menuju kampus STAIN diklaim oleh masyarakat sebagai hak milik mereka serta dipicu oleh ketidaksesuaian aturan dan realisasi di lapangan, tumpang tindih hak atas tanah, kelalaian Pemerintah Daerah dan indikasi penipuan dalam transaksi pembelian tanah. Pengggunaan metode deskriptif kualitatif dalam penelitian ini untuk menggambarkan situasi konflik dan peran Pemerintah Daerah Kabupaten Majene sebagai mediator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik agraria antara Kampus STAIN dan pemilik tanah semakin meningkat yang berakhir pada pemblokiran jalan utama. Aksi demonstrasi mahasiswa dilakukan untuk menuntut akses jalan yang mudah, sementara Pemerintah Daerah sebagai mediator, diharapkan dapat menemukan resolusi konflik agar tidak semakin meningkat eskalasi konfliknya. Penelitian ini juga menemukan adanya mafia tanah yang memperburuk situasi. Untuk itu, sebagai resolusi konflik, diperlukan sinergi dari berbagai pihak lintas sektor, serta pemahaman yang lebih baik dari masyarakat mengenai pengadaan dan pembebasan tanah untuk kepentingan umum. Kesimpulan penelitian ini menekankan pentingnya penerapan <em>good governance</em> dalam transaksi lahan dan sosialisasi yang efektif untuk mengurangi konflik agraria di masa mendatang.</p> <p><strong>Kata Kunci = </strong>Konflik Agraria, Pemerintah Daerah, Kampus STAIN.</p> 2024-06-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Akbar Dwi Putra, Anang Puji Utama, Puguh Santoso, Pujo Widodo https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/6511 Politik Hukum Presidential Threshold Sebagai Bentuk Pembatasan Partai Politik 2024-06-30T15:42:50+00:00 Ari Ariyadi abdul@upy.ac.id <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Pada masa demokrasi saat ini pemilu merupakan representasi dari kedaulatan rakyat. Partai Politik sebagai motor dalam perjuangan politik demokrasi dalam kontestasi politik memiliki peran yang sentral. Pemilihan umum di Indonesia mengenal syarat <em>presidential threshold </em>atau ambang batas yang harus di miliki oleh partai politik atau gabungan partai politik jika ingin mengajukan calon presiden dan wakil presiden. Hal tersebut merupakan bentuk ketidakadilan bagi partai politik baru atau partai politik non parlemen. Dengan syarat ambang batas (<em>presidential threshold</em>) yang diambil dari suara Pemilihan Umum anggota DPR terakhir (pemilu sebelumnya), justru dapat mereduksi atau mengamputasi hak konstitusional partai politik peserta pemilu khususnya parta politik baru yang dinyatakan sebagai peserta pemilihan umum namun tidak ikut berpartisipasi pada pemilu terakhir (sebelumnya). Maka dari itu, dalam peneliti ini penulis ingin mengkaji lebih dalam terhadap hak partai politik dalam pemilihan umum serta aturan tentang relevansi <em>presidential threshold</em> dalam pemilu di Indonesia. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana politik hukum <em>presidential threshold </em>terhadap hak partai politik dan implikasinya terhadap partai politik dan pemilu di Indonesia.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Politik Hukum, <em>Presidential Threshold</em>, Hak Partai Politik</p> 2024-06-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Ari Ariyadi https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/6512 Kewenangan Pemberian Nomor Registrasi Rancangan Peraturan Daerah oleh Pemerintah Provinsi 2024-06-30T15:44:19+00:00 Bintari Widyaputri Utami abdul@upy.ac.id Achmad Faishal abdul@upy.ac.id <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Tahapan pemberian nomor registrasi rancangan peraturan daerah, gubernur bertanggung jawab untuk memberi nomor registrasi tersebut. Di mana ini diatur dalam pasal 242 ayat (5) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Mengenai mekanisme diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 120 Tahun 2018 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 80 Tahun 2015 tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah. Gubernur memiliki kewenangan untuk melakukan pembatalan perda sebagai bentuk pengawasan pembentukan produk hukum daerah Namun, yang menjadi masalah disini terkait Pasal 251 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah yang sudah dicabut dengan Putusan MK Nomor 137/PUU-XIII/2015 dan Nomor 56/PUU-XIV/2016, pasal tersebut memang telah dicabut, nama pasal 242 ayat (5) ada maksud pembatalan rancangan perda secara implisit, yang mana dalam pasal tersebut hanya menyebutkan batas waktu paling lama 7 hari untuk pemberian nomor registrasi. Menjadi masalah, bagaimana jika rancangan perda tersebut tidak diberikan nomor registrasi lebih dari 7 hari. Walaupun di dalam peraturan menteri mengatur bahwa rancangan perda itu belum dapat diundangkan, namun sampai kapan, jika tidak ada batasan maka rancangan perda tersebut akan sia-sia. Di mana rancangan perda ini sudah melalui berbagai tahapan, banyak biaya yang sudah dikeluarkan, maka ini akan membuat negara dan daerah mengalami kerugian akibat rancangan peraturan daerah yang ditunda sampai batas waktu yang tidak diketahui.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Gubernur, Registrasi Rancangan Perda, Pembatalan Perda</p> 2024-06-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Bintari Widyaputri Utami, Achmad Faishal https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/6528 Analisis Efektivitas Sistem Pengelolaan Keuangan Desa Dalam Mendukung Pembangunan Lokal (Studi Kasus Desa Sei Mencirim Kecamatan Sunggal Kabupaten Deli Serdang) 2024-07-02T09:54:38+00:00 Sri Wulan abdul@upy.ac.id Puja Rizqy Ramadhan abdul@upy.ac.id <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur efektivitas sistem pengelolaan keuangan desa dalam mendukung pembangunan lokal. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Pengolahan data menggunakan metode deskriptif dan<em> effectiveness ratio </em>untuk membandingkan keluaran dan hasil yang dicapai. Hasil penelitian menujukkan efektivitas sistem pengelolaan keuangan desa dalam mendukung pembangunan lokal di Desa Sei Mencirim, Kec. Sunggal, Kab. Deli Serdang, dimana dalam proses pengelolaan keuangan desa meliputi tiga tahapan yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, dan pertanggungjawaban sudah efektif karena dipengaruhi oleh bagaimana pemerintah desa mengatur pendapatan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan memberikan pelayanan yang dapat dirasakan dengan baik oleh masyarakat.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong>Efektivitas, Keuangan Desa, Pembangunan</p> <p><strong><em>&nbsp;</em></strong></p> <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>The purpose of this study is to measure the effectiveness of the village financial management system in supporting local development. This study uses a quantitative descriptive method. The types of data used are primary data and secondary data. Data processing uses descriptive methods and effectiveness ratio to compare outputs and results achieved. The results of the study show the effectiveness of the village financial management system in supporting local development in Sei Mencirim Village, Sunggal District, Deli Serdang Regency, where the village financial management process includes three stages, namely the planning, implementation, and accountability stages, which are effective because they are influenced by how the village government regulates revenue to meet the needs of the community and provide services that can be well felt by the community</em></p> <p><strong><em>Keywords: </em></strong><em>Effectiveness, Village Finance, Development</em></p> 2024-07-02T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Sri Wulan, Puja Rizqy Ramadhan https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/6529 Right To Be Forgotten Vis-À-Vis Hak Atas Informasi 2024-07-02T09:57:16+00:00 Heribertus Untung Setyardi abdul@upy.ac.id <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>Right to be forgotten (RBF)is defined as a mechanism provided by electronic system providers to delete electronic information or electronic documents that are considered irrelevant in relation to a person. When looking at the meaning of RBF, it can be said that this is also closely related to information, because one of the things that is asked to be "forgotten" is information. Talking about information, it cannot be separated from Law Number 14 of 2018 concerning Public Information Disclosure. This law emphasizes that information is a basic need for everyone in developing themselves. Moreover, obtaining information is a right guaranteed in a country that upholds human rights. In this regard, through this paper the author will answer the question whether the presence of the RBF strengthens the right to information that has been guaranteed in Law No. 14 of 2008 or vice versa.</em></p> <p><strong><em>Keywords: </em></strong><em>Right to be forgotten, right to information, human rights.</em></p> <p><strong><em>&nbsp;</em></strong></p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p><em>Right to be forgotten </em>(RBF) atau yang biasa disebut dengan “hak untuk dilupakan” diartikan sebagai suatu mekanisme yang disediakan oleh penyelenggara sistem elektronik untuk menghapus informasi elektronik maupun dokumen elektronik yang dianggap tidak relevan berkaitan dengan diri seseorang. Apabila melihat sepintas dari makna RBF tersebut, dapat dikatakan bahwa hal ini juga mempunyai kaitan erat dengan informasi, sebab salah satu hal yang dimintai untuk “dilupakan” ialah mengenai informasi. Berbicara mengenai informasi, maka tidak dapat dilepas-pisahkan dengan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2018 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Undang-Undang ini menegaskan bahwa informasi merupakan suatu kebutuhan pokok untuk setiap orang dalam mengembangkan dirinya. Terlebih lagi untuk memperoleh informasi merupakan suatu hak yang dijamin dalam negara yang menunjung tinggi hak asasi manusia. Berkaitan dengan hal tersebut, lewat tulisan ini penulis akan menjawab suatu pertanyaan apakah kehadiran RBF ini menguatkan hak atas informasi yang selama ini dijamin dalam UU No. 14 Tahun 2008 ataukah sebaliknya.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong>Right to be forgotten, ha katas informasi, HAM</p> 2024-07-02T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Heribertus Untung Setyardi https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/6530 Peran Perang Gerilya dalam Menghadapi Tantangan Kedaulatan Negara: Tinjauan atas Empat Konflik Bersejarah 2024-07-02T09:59:14+00:00 Suciati abdul@upy.ac.id Ansori Zaini abdul@upy.ac.id Sovian Aritonang abdul@upy.ac.id <p><strong>Abstract</strong></p> <p>Penggunaan taktik gerilya telah menjadi sarana peperangan utama bagi negara-negara dengan kedaulatan atau kemajuan teknologi yang lebih rendah. Esai ini mengkaji peran perang gerilya dalam mengatasi kesenjangan teknologi dalam empat konflik penting dalam sejarah. Pendekatan dalam melakukan penelitian ini adalah kualitatif, dengan fokus pada pendalaman pemahaman fenomena sosial atau budaya melalui analisis naratif dan interpretatif. Desain penelitian yang digunakan adalah studi kasus, yang memungkinkan peneliti menyelidiki beberapa kasus tertentu secara komprehensif dan rinci dalam situasi dunia nyata. Studi kasus dalam penelitian ini antara lain perang gerilya Jenderal Sudirman, perang gerilya Tentara Vietnam Utara (Viet Cong), perang gerilya Mujahidin, dan perang gerilya Mao Tse Tung melawan agresi militer Jepang. Melalui analisis rinci mengenai strategi, taktik, dan keputusan kebijakan dalam keempat konflik tersebut, penulis menyoroti pentingnya perang gerilya sebagai alat untuk melindungi kedaulatan negara-negara yang&nbsp; secara teknologi lemah. Hasil penelitian ini memberikan wawasan penting mengenai strategi perang gerilya&nbsp; dalam konteks modern dan implikasinya terhadap pertahanan nasional<em>.</em></p> <p><strong><em>Keywords:</em></strong><em> Kedaulatan Negara, Perang Gerilya, Strategi Perang, Tantangan Teknologi </em></p> 2024-07-02T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Suciati, Ansori Zaini, Sovian Aritonang https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/6534 Menekan Politik Identitas di Pemilihan Bupati Kepulauan Tanimbar Tahun 2024 Melalui Pendidikan Politik Bagi Pemilih Pemula 2024-07-03T04:13:07+00:00 Yulius Luturmas abdul@upy.ac.id <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Politik identitas merupakan praktek dalam berpolitik yang memprioritaskan pendekatan emosional dalam menentukan pilihan politik. Pemilih mempertimbangkan kedekatan emosional, etnis, agama, jenis kelamin, dan lain sebagainya. Nasionalisme dan cinta negara yang tidak diakomodir dalam pemilihan umum karena pemilih yang belum cerdas. Fakta memperlihatkan adanya politik identitas dari hasil Pemilihan Anggota Legislatif di tahun 2019 dan tahun 2024 bahwa mayoritas di daerah pemilihan satu Kabupaten Maluku Tenggara Barat yang sekarang berubah nomenklatur menjadi Kabupaten Kepulauan Tanimbar /KKT: 1. Peraih suara terbanyak di desa-desa dengan mayoritas agama Katolik didominasi oleh figur-figur yang beragama Katolik yaitu Desa Sifnana, Olilit, Lauran, Kabiarat, Ilngei, Wowonda, Lorulun, Tumbur, dan Bomaki 2. Peraih suara terbanyak di desa-desa dengan mayoritas agama Kristen Protestan didominasi oleh figur-figur yang beragama Kristen Protestan yaitu Desa Matakus, Lermatang, Latdalam. Urgensi penelitian ini terlihat ketika melakukan diskusi singkat dengan calon pemilih pemula yang masih sekolah, sudah tamat dan putus sekolah memperlihatkan tentang konsep berdemokrasi yang baik bahkan pilihan politik telah diatur oleh orang tua mereka sehingga menjadi penting dan diprioritas untuk menata tatanan politik bangsa lebih khusus pada pemilihan Bupati Kepulauan Tanimbar di Tahun 2024.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Politik, Pemilih Pemula, Nasionalisme, Identitas</p> 2024-07-03T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Yulius Luturmas