PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS MELALUI TEHNIK MOZAIK BAGI ANAK TUNAGRAHITA KELAS V SDLB DI SEKOLAH LUAR BIASA BINA SIWI PAJANGAN BANTUL YOGYAKARTA

Mugiyanti Mugiyanti

Sari


ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh penerapan teknik mozaik sebagai media dalam meningkatkan kemampuan motorik halus anak tunagrahita kelas V SDLB di SLB Bina Siwi Pajangan Bantul. Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Luar Biasa Bina Siwi beralamat di Manukan Sendangsari Pajangan Bantul Yogyakarta. Dalam pengambilan subjek penelitian, peneliti tidak menggunakan randomisasi dikarenakan populasi di kelas V hanya 3 anak. Hasil penelitian ini nilai signifikansi menjadi 0,083 : 2 = 0,0415, diperoleh nilai signifikansi kurang dari 0,05 (0,0415<0,05), maka Ho ditolak. Hal ini berarti terjadi peningkatan signifikan terhadap kemampuan motorik halus anak tunagrahita ringan kelas 1 SDLB-C di SLB Negeri 2 Yogyakarta setelah membuat mozaik. Mozaik dapat menjadi media dalam meningkatkan kemampuan motorik halus anak tunagrahita kelas V SDLB-C di SLB Bina Siwi Pajangan Bantul,  melalui menggenggam, menjimpit, mengelem, dan menempel. Dan ada perbedaan kemampuan motorik halus anak tunagrahita sebelum ada pemberian teknik mozaik dan sesudah mozaik ada.

 

Kata kunci : Motorik Halus, Tehnik Mozaik, Tunagrahita


Teks Lengkap:

##PDF##

Referensi


Azhar, Arsyad. 2009. Media Pembelajaran. Jakarta: Media Grafindo Persada Rineka Cipta.

Barbara A. Wasik, Seefeldt Carol. 2008. Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta: PT. Indeks.

Budiono. 2005. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Depdiknas.

Effendi, Muhammad. 2008. Pengantar Psikopedagogik Anak Berkelainan. Jakarta: PT Bumi Aksara

Indraswari, Lolita. 2019. “Peningkatan Perkembangan Motorik Halus Anak Usia Dini Melalaui Kegiatan Mozaik Di Taman Kanak-Kanak Pembina Agam.” Jurnal Pesona PAUD 1(1).

Al irsyandi, Fatah Yasin, and Yusuf Sulistyo Nugroho. 2015. “GAME EDUKASI PENGENALAN ANGGOTA TUBUH DAN PENGENALAN ANGKA UNTUK ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (ABK) TUNAGRAHITA BERBASIS KINECT.” Psosiding Snatif Ke-2 Tahun 2015 2(1): 1–12.

Louk, Michael Johanes. H, and Pamuji Sukoco. 2016. “Pengembangan Media Audio Visual Dalam Pembelajaran Keterampilan Motorik Kasar Pada Anak Tunagrahita Ringan.” Jurnal Keolahragaan 4(1): 24.

Noormiyanto, Faiz. 2015. “PENGARUH KREDIBILITAS VOLUNTEEER, MOTIVASI BELAJAR TUNARUNGU TERHADAP KOMUNIKASI TUNARUNGU DALAM PERILAKU SOSIAL TUNARUNGU.” Pendidikan Luar Sekolah 1(5): 35–46.

Puspitasari, Triara, Boko Susilo, and Funny Farady Coastera. 2016. “IMPLEMENTASI METODE DEMPSTER-SHAFER DALAM SISTEM PAKAR DIAGNOSA ANAK TUNAGRAHITA BERBASIS WEB.” Jurnal Rekursif 4(1): 1–13.

Putri, Nadya. 2012. “Efektifitas Penggunaan Media Video Untuk Pada Pembelajaran IPS Bagi Anak Tunagrahita Ringan.” Jurnal Ilmiah Pendidikan Khusus 1(2): 318–28.

Rochyadi, E. 2012. “Karakteristik Dan Pendidikan Anak Tunagrahita.” Pengantar Pendidikan Luar Biasa: 1–54.

Roza, Safitri. 2016. “Meningkatkan Motorik Halus Melalui Keterampilan Membuat Kalung Pada Anak Tunagrahita Sedang.” E-JUPEKhu 5(1): 1–14.

Santoso, Adi, and Edy Rianto. 2014. “BERMAIN TACTILE PLAY TERHADAP MOTORIK HALUS ANAK TUNAGRAHITA SEDANG Di SDLB.” Jurnal Pendidikan Khusus: 1–7. http://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-pendidikan-khusus/article/view/7411.

Sartika, Yulian. 2013. “Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Melalui Meremas Adonan Pada Anak Tunagrahita Ringan.” Jurnal Ilmiah Pendidikan Khusus 1: 266–79.

Sekarwati, Dyah Ayu, and Edi Riyanto. 2013. “Permainan Maze Matching Board Untuk Mengembangkan Kemampuan Motorik Halus Anak Tunagrahita.” Jurnal Pendidikan Khusus 3(3): 1–8. https://jurnalmahasiswa.unesa.ac.id/index.php/jurnal-pendidikan-khusus/article/view/3708.

Wahyudi, Intan Nursayyidah, and Iman Nurjaman. 2018. “Pengaruh Kegiatan Mozaik Terhadap Kemampuan Motorik Halus Anak Usia 4-6 Tahun.” Ceria: Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini 6(2): 12.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.