Analsis Kesesuaian Penggunaan dan Efektivitas Biaya Antibiotik Pada Pasien JKN Demam Tifoid di Rumah Sakit UII

Authors

  • Enta Maeranti Program Studi Farmasi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas PGRI Yogyakarta
  • Margala Juang Bertorio Program Studi Farmasi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas PGRI Yogyakarta

Abstract

Latar belakang: Bakteri Salmonella typhi atau Salmonella paratyphi merupakan penyakit
infeksi akut sistem pencernaan yang dikenal sebagai demam tifoid. Terapi utama demam tifoid
adalah antibiotik. Terapi antibiotik dapat memperbaiki kondisi klinis pasien, salah satunya
adalah menurunkan demam.
Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kesesuain penggunaan
antibiotik pada pasien JKN demam tifoid berdasarkan Kepmenkes dan mengetahui antibiotik
yang lebih cost effective untuk digunakan pada pasien JKN di Rumah Sakit UII
Metode Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif dengan pengambilan
data secara retrospektif. Penelitian ini dilakukan dari bulan Oktober 2023-November 2023.
Penelitian menggunakan metode Cost-Effectiveness Analysis (CEA)
Hasil: Antibiotik yang paling banyak digunakan adalah seftriakson, yaitu sebanyak 14 pasien.
Rata-rata biaya terapi paling rendah yaitu pada penggunaan seftriakson 56.699. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa kesesuaian antibiotik berdasarkan Pedoman Kepmenkes
sebesar 61.1%
Kesimpulan: Perhitungan average cost-effectiveness ratio (ACER) diketahui bahwa antibiotik
seftriakson lebih cost-effective (7.935,5).
Kata kunci: Kesesuaian Penggunaan, Efektivitas Biaya, Antibiotik, Demam Tifoid, Pasien JKN

References

.

Downloads

Published

2025-11-03

Issue

Section

Articles