Aktivitas Antioksidan dari Ekstrak Daun Beluntas (Pluchea indica L.) berdasarkan Perbedaan Pelarut Ekstraksi menggunakan Metode DPPH

Authors

  • Fita Sari Fakultas Farmasi, Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata, Kediri, Indonesia
  • Asih Imulda Fakultas Farmasi, Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata, Kediri, Indonesia
  • Rachma Nurhayati Fakultas Farmasi, Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata, Kediri, Indonesia
  • Krisna Kharisma Pertiwi Fakultas Farmasi, Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata, Kediri, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31316/ijpscr.v3i1.8811

Abstract

Latar belakang: Beluntas merupakan tanaman yang mudah ditanam dan
didapatkan oleh masyarakat serta biasanya digunakan untuk lalapan dan obat
tradisional sejak zaman dahulu.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan yang
terdapat pada ekstrak daun beluntas yang didapatkan dari hasil ekstraksi
mengggunakan pelarut etanol 70% dan etil asetat.
Metode: Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan dengan menggunakan metode
DPPH sebagai radikal bebas dan vitamin C sebagai pembanding.
Hasil: . Hasil identifikasi skrining fitokimia daun beluntas menunjukkan adanya
kandungan flavonoid, tanin, saponin dan alkaloid. Hasil rata – rata nilai IC₅₀
menunjukkan aktivitas antioksidan daun beluntas menggunakan pelarut etanol
70% sebesar 94,06 ppm, menggunakan pelarut etil asetat sebesar 150,55 ppm
dan vitamin C sebesar 17,14 ppm.
Kesimpulan: Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan aktivitas antioksidan.
Kata kunci : Beluntas, Daun, DPPH, Ekstrak, Etanol, Etil Asetat

References

.

Downloads

Published

2025-06-20

Issue

Section

Articles