URGENSI ETIKA DEMOKRASI DI ERA GLOBAL: MEMBANGUN ETIKA DALAM MENGEMUKAKAN PENDAPAT BAGI MASYARAKAT AKADEMIS MELALUI PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

Nufikha Ulfah, Yayuk Hidayah, Meiwatizal Trihastuti

Sari


Abstrak

Istilah demokrasi secara singkat didefinisikan sebagai pemerintahan atau kekuasaan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Jika ditinjau dari sudut organisasi, negara demokrasi adalah negara yang diselenggarakan berdasarkan kehendak dan kemauan rakyat, negara demokrasi yaitu negara kedaulatan rakyat. Sedangkan etika memiliki arti: ilmu yang membahas tentang apa yang biasa dilakukan atau ilmu tentang adat kebiasaan; etika dapat juga dijelaskan sebagai “ilmu pengetahuan yang membahas tentang asas-asas akhlak (moral). Adapun visi dari Pendidikan Kewarganegaraan itu sendiri yaitu agar menjadi warga negara yang baik yang memiliki civic knowledge, civic dispositions, serta mempu mengartikulasi civic skills (berkaitan dengan kecakapan intelektual: mengidentifikasi, menggambarkan, menjelaskan, menganalisis, menilai, dan mengambil serta mempertahankan posisi atas suatu isu; dan kecakapan partisipatif: berinteraksi, memantau, dan memengaruhi) dalam kehidupan masyarakat, bangsa, dan negara yang demokratis. Pendidikan Kewarganegaraan diharapkan dapat melahirkan warga negara demokratis yang memiliki kecerdasan, kritis, bertanggung jawab serta partisipatif dalam menghadapi perubahan sabagai akibat dan tantangan globalisasi.

Kata kunci: Etika Demokrasi,  Demokrasi Pancasila, Pendidikan Kewarganegaraan

 

abstract

The term democracy is briefly defined as the government or power of the people, by the people, and for the people. When viewed from the point of view of the organization, a democratic state is a country organized based on the will and will of the people, a democratic state that is a country of people's sovereignty. While ethics has a meaning: science that discusses what is commonly done or the science of customs; ethics can also be described as "the science of moral principles." The vision of Citizenship Education itself is to be a good citizen who has civic knowledge, civic dispositions, and articulate civic skills (relating to intellectual proficiency: identifying, describing, describing, analyzing, assessing, and taking and maintaining positions on an issue; and participatory skills: interacting, monitoring, and influencing) in the lives of democratic societies, nations, and countries. Citizenship Education is expected to give birth to democratic citizens who have intelligence, critical, responsible and participatory in the face of changes such as the consequences and challenges of globalization.

Keywords: Democratic Ethics, Pancasila Democracy, Citizenship Education


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


DAFTAR PUSTAKA

Bertens, K. 1993. Etika. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Branson, Margaret S, et. al. 1999. Belajar “Civic Education” dari Amerika. Yogyakarta: LKiS.

Cogan, John J. & Derricot, Ray. 1998. Citizenship for The 21st Century: An International Perspective on Education. London: Kogan Page.

Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan. 2016. Pendidikan Kewarganegaraan untuk Perguruan Tinggi. Jakarta: Kemenristekdikti.

European Commission (Directorate-General for Education and Culture). 2005. Citizenship Education at School in Europe (Survey). Belgium: Eurydice.

Kaelan. 2013. Negara Kebangsaan Pancasila. Yogyakarta: Paradigma

Lickona, T. 1991. Educating for Character: How Our Schools Can Teach Respect and Responsibility. Buku terjemahan Juma Abdu Wamaungo. Jakarta: Bumi Aksara.

Sapriya. 2012. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn). Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kemenag RI.

Undang-Undang Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Undang-Undang No. 09 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Winarno. 2014. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan: Isi, Strategi, dan Penilaian. Jakarta: Bumi Aksara.

Winataputra, Udin S. & Budimansyah, Dasim. 2012. Pendidikan Kewarganegaraan dalam Perspektif Internasional: Konteks, Teori, dan Profil Pembelajaran. Bandung: Widya Aksara Press.

Zamroni. 2003. Pendidikan untuk Demokrasi: Tantangan Menuju Civil Society. Yogyakarta: BIGRAF Publishing.

Zuchdi, Darmiyati. 2009. Humanisasi Pendidikan: Menemukan Kembali Pendidikan yang Manusiawi. Jakarta: Bumi Aksara.

https://suud.co.id/pendidikan/pendidikan-kewarganegaraan-dan-demokrasi-indonesia/ Diakses pada tanggal 07-08-2018, pukul 15.07.

https://mti.binus.ac.id/2017/07/03/penyalahgunaan-informasiberita-hoax-di-media-sosial/ Diakses pada tanggal 10-08-2018, pukul 09.48.




DOI: https://doi.org/10.31316/jk.v5i2.1576

Article Metrics

Sari view : 190 times
PDF - 66 times

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Tambah Komentar

Tool by :



Plagiarism Checker by :