Login

STUDI PENDIDIKAN VOKASIONAL DAN PENDIDIKAN SOSIO-HUMANIORA DALAM GLOBALISASI

Vol. 1 No. 1 (2020): April 2020:

Muhammad Priya Permana (1)

(1) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas PGRI Yogyakarta, Indonesia.
Fulltext View | Download

Abstract:

Globalisasi yang terjadi mengakibatkan perubahan signifikan. Penyesuaian terhadap dampak ini perlu diperhatikan, terutama pada bidang pendidikan. Pendidikan menjadi sangat penting dalam pengembangan potensi manusia untuk dipersiapkan dalam zaman globalisasi. Pendidikan dipersiapkan menghadapi perubahan sosial budaya yang sangat cepat. Peranan pendidikan juga penting dalam penguatan karakter, sehingga menghasilkan individu yang dapat berpikir maksimal. Pendidikan zaman sekarang sangat perlu memberikan pengalaman di samping pembelajaran biasa, adanya keterbukaan pikiran terhadap situasi sosial dan budaya, serta dapat beradaptasi dengan perkembangan masyarakat dalam kehidupan sosial.


Selain itu, penguatan keterampilan untuk menghadapi globalisasi menjadi faktor penting. Semakin globalisasi masuk ke dalam ruang kehidupan, cepat atau lambat akan mempengaruhi budaya, tidak terkecuali pendidikan. Selain itu, interaksi terhadap berbagai hal menjadi semakin terbuka. Ilmu sosio-humaniora memfasilitasi perkembangan tersebut di samping persiapan lulusan untuk bekerja di industri teknik. Kemampuan berbahasa menjadi hal yang penting, apalagi bahasa di luar bahasa target mainstream. Selain itu, bahasa semakin diperlukan sebagai sebuah isu baru dan utama, karena negara-negara berkembang yang menuju industri semakin berpotensi menjadi pengguna bahasa tersebut, terutama dalam Revolusi Industri Era 4.0. Pengetahuan dan keterampilan dalam bahasa berikut budaya perlu mendapatkan perhatian khusus. Berdasarkan hasil kajian dapat diperoleh skema bahwa dalam bidang sosio-humaniora, khususnya pendidikan vokasi, perlu adanya pijakan pedagogi kritis. Hal ini menerangkan bahwa pendidikan bukanlah hanya terpusat pada proses belajar di kelas ataupun dalam model nonformal, melainkan menjadi bagian dalam aspek pembudayaan karakter era Revolusi 4.0, aspek budaya produktivitas yang sangat tinggi, serta aspek wawasan kebangsaan dan globalisasi.

References

Calhoun, C. C., & Finch, A. V. (1982). Vocational education: Concepts and operations. Wadsworth publishing company.

Djohar, A. A. (2007). Pendidikan Teknologi dan Kejuruan. Dalam Ilmu dan Aplikasi Pendidikan. Bandung: Pedagogiana Press. Hal, 1285, 1300.

Ferguson, P. J., & Sandu, M. (2012). Current understanding of the pathogenesis and management of chronic recurrent multifocal osteomyelitis. Current rheumatology reports, 14(2), 130-141.

Friedman, A. L., & Miles, S. (2006). Stakeholders: Theory and practice. Oxford University Press on Demand.

Hasan, K., & Sonhadji, A. (2016). Penerapan total quality management dan ISO 9000 dalam pendidikan teknik. Jurnal Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang, 6(1), 110887

Hopkin, J. (2002). Comparative methods (pp. 249-270). Palgrave Macmillan.

Kusumohamidjojo, B., & Jamilah, S. (2009). Filsafat kebudayaan: proses realisasi manusia. Jalasutra.

Knight, P., & Yorke, M. (2004). Learning, curriculum and employability in higher education. Psychology Press.

McLeish, T. C. B. (2002). Tube theory of entangled polymer dynamics. Advances in physics, 51(6), 1379-1527.

Ritzer, G., & Jurgenson, N. (2010). Production, consumption, prosumption: The nature of capitalism in the age of the digital ‘prosumer’. Journal of consumer culture, 10(1), 13-36.

Sandman, D., Simantov, E., An, C., Fund, C., & Harris, L. (2000). Out of touch: American men and the health care system. New York: The Commonwealth Fund.

Schwab, K. (2017). The fourth industrial revolution. Currency.

Toffler, A., & Alvin, T. (1980). The third wave (Vol. 484). New York: Bantam books.

Triyono, M. B. (2017). Tantangan revolusi industri Ke 4 (I4. 0) bagi pendidikan vokasi. Proceeding Semnasvoktek, 2, 1-5.