Login

PENGARUH HASIL BELAJAR TEKNIK OTOMOTIF TERHADAP KESIAPAN PRAKTIK KERJA INDUSTRI PADA SISWA KELAS XI TKR SMK KESUMA MARGOYOSO PATI

Vol. 1 No. 1 (2020): April 2020:

M. Laili Fuad (1), Fuad Abdillah (2), Sena Mahendra (3), Joko Suwignyo (4)

(1) Fakultas sains dan teknologi, Universitas Ivet, Indonesia.
(2) Fakultas sains dan teknologi, Universitas Ivet, Indonesia.
(3) Fakultas sains dan teknologi, Universitas Ivet, Indonesia.
(4) Fakultas sains dan teknologi, Universitas Ivet, Indonesia.
Fulltext View | Download

Abstract:

Sekolah menengah kejuruan merupakan lembaga pendidikan yang berorientasi pada pengembangan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dan siap bekerja. Sebagai upaya menyiapkan siswa yang berkompeten dan siap kerja, setiap siswa di SMK wajib melakukan praktik kerja industri. Tujuan dilakukan hal tersebut adalah agar siswa dapat meningkatkan kompetensi dan memiliki pengetahuan tentang dunia kerja di industri. Untuk itu, sebelum melakukan praktik kerja industri, siswa haruslah diberikan bekal ilmu pengetahuan dalam menghadapi praktik kerja industri, sehingga dengan ilmu dan pengetahuan yang diperoleh di sekolah, siswa dapat berkembang saat praktik di dunia industri.


Penelitian ini tergolong dalam penelitian kuantitatif dengan populasi seluruh siswa kelas XI SMK Kesuma Margoyoso Pati sebanyak 165 siswa. Kemudian ditentukan jumlah sampelnya dengan rumus Slovin (1960) pada taraf 5% dan didapatkan jumlah sampelnya 117 responden. Teknik pengambilan sampelnya menggunakan proporsional random sampling. Pengumpulan data menggunakan angket serta dokumentasi. Variabel bebasnya adalah hasil belajar teknik otomotif, dan variabel terikatnya adalah kesiapan praktik kerja industri. Untuk uji analisis datanya menggunakan bantuan program SPSS v.20.0.


Secara keseluruhan, mayoritas sebesar 64,1% siswa memiliki hasil belajar yang baik, yaitu rentang nilai antara 80–90 dengan predikat baik. Sedangkan untuk kesiapan praktik kerja industri, siswa SMK Kesuma Margoyoso Pati memiliki kesiapan yang sangat baik, yaitu sebesar 48% siswa memperoleh skor antara 97,7–120 (skala pengukuran angket penelitian) dengan predikat sangat baik, dan 46% siswa memperoleh skor 75–97,7 dengan predikat baik. Berdasarkan uji koefisien determinasi, diketahui nilai R square adalah 0,010. Hal ini berarti 10% variasi kesiapan praktik kerja industri dapat dijelaskan oleh variasi dari variabel independen hasil belajar teknik otomotif, sedangkan sisanya 90% dijelaskan oleh sebab-sebab lain di luar model. Hal ini menjelaskan bahwa ada pengaruh antara hasil belajar teknik otomotif terhadap kesiapan praktik kerja industri.

References

Arfandi, A., & Onesimus, S. (2016). Kesiapan Pelaksanaan Praktik Kerja Industri Program Studi Keahlian Teknik Bangunan Di Kota Makassar Anas Arfandi Dan Onesimus Sampebua The Readiness In Implementing The Industrial Work Experience Program Of The Vocational High School Civil Engineering. Cakrawala Pendidikan, (1), 80–87.

Depdiknas .2003. Undang-undang RI No.20 tahun 2003.tentang sistem pendidikan nasional.

Dimyati dan Mudjiono, Belajar dan Pembelajaran, Jakarta: Rineka Cipta,2002.

Nana, Sudjana. (2001). Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Cetakanketujuh. Bandung : PT Remaja Rosdakarya.

Rohmantoro, D. (2018). Pengaruh Praktik Kerja Industri, Budaya Kerja 5s, Dan Motivasi Kerja Terhadap Kesiapan Kerja Siswa Pada Smk Binaan Pt. Astra Daihatsu Motor Di DIY. universitas negeri yogyakarta.

Rokhman, Nur. 2008. “Pengaruh Penguasaan Mata Diklat Produktif dan Praktik Kerja Industri terhadap Kesiapan Kerja (Studi pada Siswa Program Akuntansi Kelas III SMK Negeri Se-Kota Semarang Tahun Ajaran 2007/2008)â€. Skripsi. Semarang: Fakultas Ekonomi UNNES.

Wena, Made. 1996. Pendidikan Sistem Ganda. Bandung: Tarsito.