MODIFIKASI SISTEM PENERANGAN AHO DENGAN PENGISIAN FULLWAVE UNTUK MENINGKATKAN ARUS DAN TEGANGAN PENGISIAN PADA MOTOR HONDA SCOOPY

Muhamad Amiruddin, Didik Rohmantoro

Abstract


Sebagai suatu alat transportasi sepeda motor haruslah memenuhi syarat minimum yang dibutuhkan sesuai dengan ketentuan undang-undang lalu lintas yang berlaku, salah satunya adalah memiliki seperangkat alat sistem penerangan. Fungsi system penerangan adalah sebagai alat dukung penerangan bagi pengemudi saat berjalan. Menghidupkan lampu kepala pada sistem penerangan juga berfungsi menekan angka kecelakaan pada sepeda motor dengan meningkatkan kewaspadaan kendaraan disekitarnya. Pasal 107 Ayat 2 Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan menerangkan bahwa kendaraan sepeda motor wajib menyalakan lampu utama pada siang hari dan malam hari. Dewasa ini produsen kendaraan sepeda motor sudah mengaplikasikan sistem lampu kepala Always On Headlight, dimana kendaraan dengan tahun produksi 2015 dan setelahnya dilengkapi teknologi yang meniadakan fungsi saklar lampu kepala artinya lampu kepala akan selalu menyala dimulai dari saat kunci kontak on. Hal ini meminimalisir pengendara lalai dalam menghidupkan lampu kepala sebab sedari awal lampu kepala sudah menyala tanpa perintah.

Honda Scoopy produksi tahun 2013 belum mengaplikasikan teknologi AHO. Untuk bisa menjadikan sistem AHO  diperlukan modifikasi pada sistem kelistrikan penerangan dengan cara memotong sambungan regulator ke saklar lampu kepala dan menyambungkannya ke baterai melewati kunci kontak. Hal ini akan mengakibatkan konsumsi daya beban yang meningkat pada baterai, untuk itu perlu diimbangi dengan modifikasi pada sistem pengisian yang semula halfwave menjadi fullwave. Ini bertujuan untuk meningkatkan arus dan tegangan pengisian baterai.

Metode penelitian ini adalah eksperimen dengan analisis data deskriptif. Data kuantitatif berupa hasil pengukuran arus dan tegangan pengisian saat sebelum dimodifikasi dan sesudah dimodifikasi ditampilkan perbandingannya. Hasil pengukuran arus dan tegangan pengisian saat belum dimodifikasi adalah 0,33 Ampere dan  12,6 Volt. Hasil pengukuran arus dan tegangan pengisian setelah modifikasi AHO namun sistem pengisian masih halfwave adalah 0,35 Ampere dan  12,4 Volt. Hasil pengukuran arus dan tegangan setelah modifikasi AHO  dan sistem pengisian fullwave adalah 0,42 Ampere dan 13,5 Volt. Nilai tersebut  didapat pada saat putaran mesin idle 1600 rpm dan dibebani lampu kepala. Disimpulkan bahwa arus dan tegangan pengisian tertinggi didapat pada sistem pengisian fullwave.

 

Kata kunci: Modifikasi kelistrikan, AHO , pengisian baterai fullwave

Full Text:

PDF

References


Bakri, A. H. (2008). Dasar-Dasar Elektronika. Badan Penerbit UNM.

Perwitasari, A. S. (2020). Buat aturan lampu motor wajib menyala siang hari, ini penjelasan Polri. Www.Kompas.Com. https://nasional.kontan.co.id/news/buat-aturan-lampu-motor-wajib-menyala-siang-hari-ini-penjelasan-polri?page=1

Rusmadi, D. (1999). Mengenal Teknik Elektronika. Pionir Jaya.

Shrader, R. L. (1989). Komunikasi Elektronika (Revisi Terjemahan). Erlangga.

Sutrisno. (1986). Elektronika Teori dan Penerapannya. ITBTim Penyusun.

Waluyo. (2015). Mengenal Fungsi Fitur AHO pada Motor Honda. Www.Hondacengkareng.Com. https://www.hondacengkareng.com/fungsi-fitur-AHO -pada-motor-honda/




DOI: https://doi.org/10.31316/jatve.v1i2.990

Article Metrics

Abstract view : 109 times
PDF - 111 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

INDEXING BY