Fahmy Fatra (1), Joko Suwignyo (2)
Kerak yang ditimbulkan pada pipa pengeboran minyak bumi yaitu kerak barium sulfat (BaSO₄). Kerak ini merupakan masalah serius yang banyak dihadapi pada proses pengeboran minyak bumi dan gas di laut lepas. Masalah serius tersebut mengakibatkan penyempitan diameter dalam pipa, dan berkurangnya transfer air pada pipa sehingga dapat berakibat pipa menjadi pecah. Pada penelitian ini menjelaskan proses pengendapan barium sulfat (BaSO₄) pada aliran laminer di sistem perpipaan. Larutan barium sulfat (BaSO₄) dibuat dengan cara mencampurkan larutan equimolar barium klorida (BaCl₂) dan natrium sulfat (Na₂SO₄). Parameter yang diteliti adalah variasi konsentrasi barium sulfat yaitu 1000 ppm, 1500 ppm, 2000 ppm, 2500 ppm, dan 3000 ppm, laju aliran 30 ml/menit (konstan), temperatur 20°C (konstan) dan konsentrasi aditif asam tartrat (0, 5, 10 ppm). Proses pembentukan kerak barium sulfat (BaSO₄) dimonitor dengan alat konduktivitas meter. Hasil kerak barium sulfat (BaSO₄) yang diperoleh baik sebelum penggunaan aditif asam tartrat (C₄H₆O₆) maupun setelah dicampur aditif asam tartrat (C₄H₆O₆) kemudian dikeringkan dan dikarakterisasi dengan analisa SEM dan XRD. Dari hasil pengujian SEM dapat disimpulkan bahwa larutan tanpa menggunakan aditif, kristalnya akan mudah menempel di pipa dikarenakan bentuknya yang tumpul sehingga kristal mudah untuk menempel di pipa. Sedangkan larutan dengan menggunakan aditif bentuk kristalnya runcing, artinya kristal akan sulit untuk menempel di pipa sehingga dapat menghambat pertumbuhan kerak di dalam pipa. Sedangkan dari hasil uji XRD, kerak yang terjadi yaitu kerak barium sulfat (barit).
Kata kunci: barium sulfat, konsentrasi larutan, asam tartrat
Asnawati. 2001. Pengaruh Temperatur Terhadap Reaksi Fosfonat dalam Inhibitor Kerak pada Sumur Minyak. Jurnal Ilmu Dasar. Vol.2. No.1:20.
Sousa, M.F., Bertran, C.A. (2014). New methodology based on static light scattering measurements for evaluation of inhibitors for in bulk crystallization. Journal of Colloid and Interface Science, 420, 57-64.
F. Jones, A. Oliveira, A.L. Rohl, G.M Parkinson, M.I. Ogden, M.M. Reyhani. (2002). Investigation into the effect of phosphonate inhibitors on barium sulfate preciptitation. Journal of Crystal Growth. 237-239.
Emel Akyol, Muala Oner. (2016). Control of Barium sulfate Crystallization in the presence of additives. ResearchGate.
Amer Badr Bin Merdhah, Abu Azam Mohd Yasin. (2009). Laboratory Study on Preciptation of Barium Sulphate in Malaysia Sandstone Cores. The Open Petroleum Engineering Journal. 1 – 11.
Robert J. Ferguson, Baron R. Ferguson. (2010). The Chemistry of Strontium and Barium Scales. Assosiation of Water Technologies.
Wang, Y. Moo, Y.X. Chen, C. Gunawan, P. Xu. P.G.R. (2010). Fast Preciptation of Uniform CaCO3 Nanospheres and Their Transformation to Hollow Hydroxyapatite Nanospheres. Journal of Colloid and Interface Science. 233. 65 – 72.
Amer Badr Bin Merdhah. (2012). Inhibition of Barium sulfate Scale at High-Barium Formation Water. Journal of Petroleum Science and Engineering 90 – 91. 124 – 130.
G. Ivanto, F . Fatra, N S Dera, S. Muryanto, A P Bayuseno. (2017). Citric acid addition to controlling crystallization of barium suphate (BaSO4) in pipes through Ba2+ concentration variation in the solution. The 4th International Conference on Advanced Materials Science and Technology