ANALISIS YURIDIS UNSUR IGNORANTIA LEGIS EXCUSAT NEMINEM DALAM KASUS PEMBAKARAN MAYAT DI KECAMATAN SANDEN BANTUL YOGYAKARTA

Nindya Nursari

Sari


Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui unsur Ignorantia Legis Excusat Neminem (ketidaktahuan tentang hukum) yang terdapat dalam fiksi hukum, jika diterapkan dalam kasus pembakaran mayat yang terjadi Sanden Bantul Yogyakarta. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif. Adapun tempat penelitian dilakukan di Polres Bantul dan Pengadilan Negeri Bantul, penelitian dilakukan pada bulan Maret sampai Mei 2019. Subjek dari penelitian ini dua orang yaitu Penyidik dari Polres Bantul dan Hakim Pengadilan Negeri Bantul. Teknik analisis data yang digunakan adalah dengan mereduksi data yang diperoleh, kemudian menyajikan data yang mempunyai hubungan dengan judul penelitian. Keabsahan data menggunakan triangulasi teknik untuk menguji kredibilitas data dan dilakukan dengan cara mengecek data kepada sumber yang berbeda dengan teknik yang sama. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa unsur Ignorantia Legis Excusat Neminem (ketidaktahuan tentang hukum), bukan menjadi alasan untuk meringankan atau membebaskan pelaku dari tuntutan hukum, yang dapat membebaskan pelaku jika tidak bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya, contohnya adalah orang gila dan yang dapat meringankan adalah pertimbangan hakim, selain itu kekuasaan hakim dapat meringankan penahanan pelaku dengan menggunakan sisi kemanusiaannya. Unsur Ignorantia Legis Excusat Neminem bagian dari fiksi hukum menandakan masih kurang maksimalnya penyebarluasan aturan perunang-undangan kepada masyarakat, karena masih ada warga masyarakat yang melakukan kejahatan, berpangkal dari ketidaktahuannya tentang hukum. Seperti kasus yang terjadi di Sanden Bantul tentang pembakaran mayat ini. Kata Kunci: Ignorantia Legis Excusat Neminem, Pembakaran Mayat, Fiksi Hukum

 

Abstract This study aims to determine the elements of Ignorantia Legis Excusat Neminem (ignorance of the law) contained in legal fiction, if applied in the case of the burning of bodies that occurred in Sanden Bantul, Yogyakarta. This research method uses descriptive qualitative. The place of research was conducted in Bantul District Police and Bantul District Court, the study was conducted in March to May 2019. The subjects of this study were two people, namely Investigators from Bantul Regional Police and Bantul District Court Judges. The data analysis technique used is by reducing the data obtained, then presenting data that has a relationship with the research title. The validity of the data uses triangulation techniques to test the credibility of the data and is done by checking data to different sources with the same technique. The results of the study concluded that the element Ignorantia Legis Excusat Neminem (ignorance of the law), is not an excuse to relieve or free the perpetrators of lawsuits, which can free the perpetrators if they cannot account for their actions, for example, crazy people who can alleviate judges, besides the power of judges can alleviate the detention of perpetrators by using their humanity side. The element of Ignorantia Legis Excusat Neminem, part of legal fiction, indicates that there is still a lack of maximum dissemination of regulations to the public, because there are still people who commit crimes, stemming from their ignorance of the law. Like the case that occurred in Sanden Bantul about burning this corpse. Keywords: Ignorantia Legis Excusat Neminem, Cremation, Legal Fiction


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


DAFTAR PUSTAKA

Aloysius R. Entah. 2016. “Indonesia:

Negara Hukum yang

Berdasarkan Pancasila”.

Jurnal Ilmu Hukum, (Online),

Volume 2, No 1,

(https://journal.unnes.

ac.id/sju/index.php/snh/artic

le/../10079/, diunduh 27

Desember 2018).

Andi Anugra. 2013. Tinjauan Yuridis

Terhadap Tindak Pidana

Pembakaran Yang

Dapat Membahayakan

Keamanan Umum Bagi Orang

Dan Barang. Skripsi. Makasar:Departemen Hukum Pidana

Fakultas Hukum. Universitas

Hasanuddin Makassar.

Haposan Siallagan. 2016. “Penerapan

Prinsip Negara Hukum Di

Indonesia”. Jurnal Ilmu

Hukum, (Online), Volume 18,

No. 2, (https://jurnal.unpad.

ac.id/sosiohumaniora/article

/view/9947, diunduh 27

Desember 2018).

Heppi Florensia dan Mety

Rahmawati. 2018.

“Pemidanaan Terhadap

Perbuatan Menghilangkan

Mayat Yang Dilakukan Anak

(Studi Terhadap Putusan

Mahkamah Agung No. 774k /

Pid.Sus / 2015)”. Jurnal

Hukum Adigama, (Online),

Volume 1, No. 1,

(https://journal.untar.ac.id,

diunduh 11 Mei 2019).

Rahmat Setiabudi Sokonagoro, dkk.

“Menggali Peristilahan

Hukum Dalam Bahasa Hukum

Indonesia”,

(Online),(http://kht

ibwriteinc.blogspot.com/

/ 03/menggali-maknaperistilahan-hukumdalam.html, diunduh 29

Desember 2018.

Ronny Hanijito Soemito. 2001.

Metodologi Penelitian Hukum

dan Jurimetri. Jakarta : Ghaia

Indonesia.

Soenarto Soerodibroto. 2019. KUHP

Dan KUHAP Dilengkapi

Yurispridensi Mahkamah

Agung Dan Hoge RaadJakarta: Raja Grafindo

Persada.

Sudaryono dan Natangsa Subakti.

Hukum Pidana (Buku

Pegangan Kuliah). Surakarta:

Fakultas Hukum UMS.

Thomas Susanto. 2002. Teori-teori

Kekerasan. Jakarta : Ghalia

Indonesia.

Wirjono Prodjodikoro. 2003. TindakTindak Pidana Tertentu di

Indonesia. Bandung: Refika

Aditama




DOI: https://doi.org/10.31316/jk.v4i2.1167

Article Metrics

Sari view : 11 times
PDF - 4 times

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Tambah Komentar

Tool by :



Plagiarism Checker by :