IMPLEMENTASI MULTIKULTURALISME ANTARA MASYARAKAT HINDU DENGAN MASYARAKAT ISLAM DALAM TRADISI PERANG TOPAT (Studi Kasus Di Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat)

Ika Nurmiyati Ningsih, Rosalia Indriyati

Sari


Abstrak Penelitaian ini bertujuan untuk menganalisis tentang bagaimana implementasi multikulturalisme antara masyarakat agama hindu dengan masyarakat agama islam dalam tradisi perang topat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif yang menggunakan studi kasus. Langkah-langkah yang dilakukan adalah memilih masalah, mengumpulkan bahan yang relevan, menentukan strategi dan mengembangkan instrument, mengumpulkan data, menafsirkan data dan melaporkan hasil penelitian. Peneliti mewawancarai tiga narasumber yaitu Kepala Desa Lingsar, Pemangku Kemaliq Lingsar dan Ketua Pengurus Pura Lingsar. Penelitian ini di lakukan di Desa Lingsar Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat pada bulan Februari-April 2020. Hasil dari penelitian ini menyimpulkan cara mengimplementasikan multikulturalisme adalah: (1) Selalu menjaga komunikasi antar umat beragama, tokoh-tokoh masyarakat, dan pemuda. (2) Penyampaian tentang pentingnya mengimplementasian multikulturalisme pada kegiatan keagamaan maupun musyawarah. (3) Melibatkan kedua agama dalam setiap kegiatan. (4) Perlu adanya rasa toleransi dan saling menghormati. (5) Menjaga kelestarian tradisi Perang Topat dengan cara tetap melaksanakan tradisi tersebut. Dan (6) Memberikan pengetahuan kepada pemuda selaku pewaris tradisi Perang Topat tentang pentingnya menjaga kerukunan dan multikulturalisme. Kata Kunci: Implementasi multikulturalisme, tradisi perang topat. Abstract This study aims to analyze the implementation of multiculturalism between Hindu religious communities and Islamic religious communities in the Topat War Tradition. The method used in this research is a qualitative research method using case studies. The steps taken are choosing the problem, determine strategy and develop instruments, collecting data, interpret data and report research results. The researcher interviewed three speakers, namely the Head of Lingsar Village, Pemangku Kemaliq Lingsar and the Chairperson of Pura Lingsar. This research was conducted in Lingsar Village, Lingsar District, West Lombok Regency in February-April 2020. The results of this study conclude how to implement multiculturalism are: (1) Always maintain communication between religious communities, community leaders, and youth. (2) Submission of the importance of implementing multiculturalism in religious and deliberative activities. (3) Involving both religions in every activity. (4) There needs to be a sense of tolerance and mutual respect. (5) Maintaining the tradition of Topat War by continuing to carry out the tradition. And (6) Providing knowledge to the youth as the heir to the Topat War tradition about the importance of maintaining harmony and multiculturalism. Keywords:Implementation of multiculturalism, topat war tradition Jurnal Kewarganegaraan Vol. 4

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Abdul Kadir. 2013. Perancangan Sistem

Informasi. Yogyakarta: ANDI

Yogyakarta.

Choirul Mahfud. 2016. Pendidikan

Multikultural. Yogyakarta: Pustaka

Pelajar

Deddy Mulyana. 2018. Metodologi

Peneltian Kualitatif, Bandung: PT

Remaja Rosdakarya

Molan Benyamin. 2015.

Multikulturalisme Cerdas

Membangun Hidup Bersama yang

Stabil dan Dinamis. Jakarta: Indeks

Muhammad Nur Hakim. 2003. Islam

Tradisional dan Reformasi

Pragmantisme. Malang: Bayu

Media Publishing

Sugiyono. 2016. Metode Penelitian

Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D.

Bandung: Alfabeta

Jurnal:

Abdul Mu’id Aris Shofa. 2016.

“memaknai Multikulturalisme

Indonesia dalam Bingkai

Pancasila”. Jurnal Pancasila dan

Kewarganegaraan: Volume 1

Nomer 1 Universitas Brawijaya

Abu Chanifah Skripsi Multikulturalisme

dalam Perspektif Pendidikan Islam

(Telaah Surah Al Anbiya’ Ayat 107

dan Surah Al Hujurat Ayat 9-

:2012

Agus Sudibyo. 2010. “Masyarakat Warga

dan Problem Keberadaan”. Jurnal

Ilmu Sosial dan Ilmu Politik:

Volume 14 Nomer 1 Juli 2010

Ahmad Sodli. 2010. “Revitalisasi

Kearifan Lokal dalam Masyarakat

Multikultural di Kecamatan

Lingsar, Lombok Barat, NTB”.

Jurnal Analisa: Volume17 Nomer

Juli-Desember

Bakri, H. 2015. “Resolusi Konflik melalui

Pendekatan Kearifan Lokal Pela

Gandong di Kota Ambon”. Jurnal

The Politics: Jurnal Magister Ilmu

Politik Universitas Hasasnudin.Gina Lestari. 2015, “Bhinnekha Tunggal

Ika: Khasanah Multikultural

Indonesi di Tengah Kehidupan

Sara”. Jurnal Pendidikan pancasila

dan Kewarganegaraan: Volume 28

Nomer 1 Februari 2015

Haedar Akib dan Antonius Tarigan.

“Artikulasi Konsep

Implementasi Kebijakan:

Perspektif, Model dan Kriteria

Pengukurannya”. Jurnal Baca.

Universitas Pepabari Makasar: (1)

I Wayan Suadnya dan Eka Putri

Pramita.2018.”Ritual Prtang Topat

Sebagai Strategi Komunikasi dalam

Menjaga Kebhinekaan: Lessons

Learnt dari Tradisi Suku Sasak dan

Bali di Pulau Lombok”. Journal Of

Media and Communication

Science:Volume 1 Nomer 1 2018

Universitas Mataram

Masruroh, Y., Haryono, B., dan

Demartoto, A. 2018. “Pemaknaan

Bong Pay Pada Warga Tionghoa Di

Kelurahan Sudiroprajan

Surakarta”. Jurnal Analisa Sosiologi:

(1)

Miftahur Rohman. 2016. Tesis

Implementasi nilai-nilai

multikultural di MAN Yogyakarta

III dan SMA Stella Duce 2

Yogyakarta (Studi Kasus di Sekolah

Berbasis Islam dan Katolok): 2016

Muhammad Fathoni, Andrik Purwasito,

dan Mahendra Wijaya. 2017.

“Barriers Hubungan Komunikasi

Antar Budaya Warga Muslim dan

Hindu dalam Upacara Pujawali dan

Perang Topat di Daerah Lingsar,

Lombok Barat, Nusa Tenggara

Barat”. Jurnal Komuniti: Volume IX

Nomer 1 Maret 2017

Rizal Mubit. 2016.”Peran Agma dalam

Multikulturalisme Masyarakat

Indonesia” Jurnal Episteme:

Volume 11 Nomer 1 Juni 2016

Pascasarjana IAIN Tulungagung

Sarpin dan Agung Pramunarti. 2017.

“Upaya Masyarakat dalam

Melestarikan Tradisi Perang Topat

Sebagai Simbol Persaudaraan Umat

Islam dan Umat Hindu di Desa

lingsar kecamatan Lingsar

Kabupaten Lombok Barat”. Jurnal

Historis: Volume 2 Nomer 2,

Halaman 24-28 Desember 2017

Universitas Muhamadiyah

Mataram

Siti Zulaehah Skripsi Persepsi

Masyarakat pada Tradisi Perang

Topat Ditinjau dari Tingkat

Pendidikan (Studi Deskriptif Pada

Masyarakat Lingsar kabupaten

Lombok Barat) :2017

Subhan Abdullah Acim dan Siti Nurul

Yaqinah. 2019.”Nilai Kearifan Lokal

pada Implementasi Komunikasi

Antarbudaya dalam Tradisi Perang

Topat di Lingsar, Lombok Barat”.

Jurnal Lentera: Volume III Nomer

, Desember 2019

Sulfan Ilyas dan Akilah Mahmud. 2018.

“Konsep Masyarakat Menurut

Murtadha Muthahhari (Sebuah

Kajian Filsafat Sosial)”. Jurnal

Aqidah: Volume IV Nomer 2 Tahun

UIN Alauddin Makasar

Suparman Jayadi. 2017. “Rasionalisasi

Tindakan Sosial Mayarakat Suku

Sasak Terhadap Tradisi PerangTopat”. Sosiologi Agama: Jurnal

Ilmiah Sosiologi Agama dan

perubahan Sosial: 11(1)

Suparman Jayadi, Argyo Demartoto dan

Drajat Tri Kartono. 2017.“Interaksi

Sosial Umat Hindu dan Muslim

dalam Upacara keagamaan dan

Tradisi Perang Topat di Lombok.

Jurnal Analisa Sosiologi: 6(2)

Program Studi Magister Sosiologi

Universitas Sebelas Maret




DOI: https://doi.org/10.31316/jk.v4i2.1172

Article Metrics

Sari view : 17 times
PDF - 10 times

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Tambah Komentar

Tool by :



Plagiarism Checker by :