IMPLEMENTASI MULTIKULTURALISME ANTARA MASYARAKAT HINDU DENGAN MASYARAKAT ISLAM DALAM TRADISI PERANG TOPAT
DOI:
https://doi.org/10.31316/jk.v4i2.1172Abstract
Abstrak
Penelitaian ini bertujuan untuk menganalisis tentang bagaimana implementasi multikulturalisme antara masyarakat agama hindu dengan masyarakat agama islam dalam tradisi perang topat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif yang menggunakan studi kasus. Langkah-langkah yang dilakukan adalah memilih masalah, mengumpulkan bahan yang relevan, menentukan strategi dan mengembangkan instrument, mengumpulkan data, menafsirkan data dan melaporkan hasil penelitian. Peneliti mewawancarai tiga narasumber yaitu Kepala Desa Lingsar, Pemangku Kemaliq Lingsar dan Ketua Pengurus Pura Lingsar. Penelitian ini di lakukan di Desa Lingsar Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat pada bulan Februari-April 2020. Hasil dari penelitian ini menyimpulkan cara mengimplementasikan multikulturalisme adalah: (1) Selalu menjaga komunikasi antar umat beragama, tokoh-tokoh masyarakat, dan pemuda. (2) Penyampaian tentang pentingnya mengimplementasikan multikulturalisme pada kegiatan keagamaan maupun musyawarah. (3) Melibatkan kedua agama dalam setiap kegiatan. (4) Perlu adanya rasa toleransi dan saling menghormati. (5) Menjaga kelestarian tradisi Perang Topat dengan cara tetap melaksanakan tradisi tersebut. Dan (6) Memberikan pengetahuan kepada pemuda selaku pewaris tradisi Perang Topat tentang pentingnya menjaga kerukunan dan multikulturalisme.
Kata Kunci: Implementasi multikulturalisme, tradisi perang topat.
Â
Abstract
This study aims to analyze the implementation of multiculturalism between Hindu religious communities and Islamic religious communities in the Topat War Tradition. The method used in this research is a qualitative research method using case studies. The steps taken are choosing the problem, determine strategy and develop instruments, collecting data, interpret data and report research results. The researcher interviewed three speakers, namely the Head of Lingsar Village, Pemangku Kemaliq Lingsar and the Chairperson of Pura Lingsar. This research was conducted in Lingsar Village, Lingsar District, West Lombok Regency in February-April 2020. The results of this study conclude how to implement multiculturalism are: (1) Alwaysmaintain communication between religious communities, community leaders, and youth. (2) Submission of the importance of implementing multiculturalism in religious and deliberative activities. (3) Involving both religions in every activity. (4) There needs to be a sense of tolerance and mutual respect. (5) Maintaining the tradition of Topat War by continuing to carry out the tradition. And (6) Providing knowledge to the youth as the heir to the Topat War tradition about the importance of maintaining harmony and multiculturalism.
Keywords: Implementation of multiculturalism, topat war tradition
References
DAFTAR PUSTAKA
Abdul Kadir. 2013. Perancangan Sistem Informasi. Yogyakarta: ANDI Yogyakarta.
Abdul Mu’id Aris Shofa. 2016. “memaknai Multikulturalisme Indonesia dalam Bingkai Pancasilaâ€. Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan: Volume 1 Nomer 1 Universitas Brawijaya
Abu Chanifah Skripsi Multikulturalisme dalam Perspektif Pendidikan Islam (Telaah Surah Al Anbiya’ Ayat 107 dan Surah Al Hujurat Ayat 9-13):2012
Agus Sudibyo. 2010. “Masyarakat Warga dan Problem Keberadaanâ€. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik: Volume 14 Nomer 1 Juli 2010
Ahmad Sodli. 2010. “Revitalisasi Kearifan Lokal dalam Masyarakat Multikultural di Kecamatan Lingsar, Lombok Barat, NTBâ€. Jurnal Analisa: Volume17 Nomer 02 Juli-Desember
Bakri, H. 2015. “Resolusi Konflik melalui Pendekatan Kearifan Lokal Pela Gandong di Kota Ambonâ€. Jurnal The Politics: Jurnal Magister Ilmu Politik Universitas Hasasnudin.
Choirul Mahfud. 2016. Pendidikan Multikultural. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Deddy Mulyana. 2018. Metodologi Peneltian Kualitatif, Bandung: PT Remaja Rosdakarya
Gina Lestari. 2015, “Bhinnekha Tunggal Ika: Khasanah Multikultural Indonesi di Tengah Kehidupan Saraâ€. Jurnal Pendidikan pancasila dan Kewarganegaraan: Volume 28 Nomer 1 Februari 2015
Haedar Akib dan Antonius Tarigan. 2008. “Artikulasi Konsep Implementasi Kebijakan: Perspektif, Model dan Kriteria Pengukurannyaâ€. Jurnal Baca. Universitas Pepabari Makasar: (1) 117
I Wayan Suadnya dan Eka Putri Pramita.2018.â€Ritual Prtang Topat Sebagai Strategi Komunikasi dalam Menjaga Kebhinekaan: Lessons Learnt dari Tradisi Suku Sasak dan Bali di Pulau Lombokâ€. Journal Of Media and Communication Science:Volume 1 Nomer 1 2018 Universitas Mataram
Masruroh, Y., Haryono, B., dan Demartoto, A. 2018. “Pemaknaan Bong Pay Pada Warga Tionghoa Di Kelurahan Sudiroprajan Surakartaâ€. Jurnal Analisa Sosiologi: 4(1)
Miftahur Rohman. 2016. Tesis Implementasi nilai-nilai multikultural di MAN Yogyakarta III dan SMA Stella Duce 2 Yogyakarta (Studi Kasus di Sekolah Berbasis Islam dan Katolok): 2016
Molan Benyamin. 2015. Multikulturalisme Cerdas Membangun Hidup Bersama yang Stabil dan Dinamis. Jakarta: Indeks
Muhammad Fathoni, Andrik Purwasito, dan Mahendra Wijaya. 2017. “Barriers Hubungan Komunikasi Antar Budaya Warga Muslim dan Hindu dalam Upacara Pujawali dan Perang Topat di Daerah Lingsar, Lombok Barat, Nusa TenggaraBaratâ€. Jurnal Komuniti: Volume IX Nomer 1 Maret 2017
Muhammad Nur Hakim. 2003. Islam Tradisional dan Reformasi Pragmantisme. Malang: Bayu Media Publishing
Rizal Mubit. 2016.â€Peran Agma dalam Multikulturalisme Masyarakat Indonesia†Jurnal Episteme: Volume 11 Nomer 1 Juni 2016 Pascasarjana IAIN Tulungagung
Sarpin dan Agung Pramunarti. 2017. “Upaya Masyarakat dalam Melestarikan Tradisi Perang Topat Sebagai Simbol Persaudaraan Umat Islam dan Umat Hindu di Desa lingsar kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Baratâ€. Jurnal Historis: Volume 2 Nomer 2, Halaman 24-28 Desember 2017 Universitas Muhamadiyah Mataram
Siti Zulaehah Skripsi Persepsi Masyarakat pada Tradisi Perang Topat Ditinjau dari Tingkat Pendidikan (Studi Deskriptif Pada Masyarakat Lingsar kabupaten Lombok Barat) :2017
Subhan Abdullah Acim dan Siti Nurul Yaqinah. 2019.â€Nilai Kearifan Lokal pada Implementasi Komunikasi Antarbudaya dalam Tradisi Perang Topat di Lingsar, Lombok Baratâ€. Jurnal Lentera: Volume III Nomer 2, Desember 2019
Sugiyono. 2016. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D. Bandung: Alfabeta
Sulfan Ilyas dan Akilah Mahmud. 2018. “Konsep Masyarakat Menurut Murtadha Muthahhari (Sebuah Kajian Filsafat Sosial)â€. Jurnal Aqidah: Volume IV Nomer 2 Tahun 2018 UIN Alauddin Makasar
Suparman Jayadi. 2017. “Rasionalisasi Tindakan Sosial Mayarakat Suku Sasak Terhadap Tradisi Perang Topatâ€. Sosiologi Agama: Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama dan perubahan Sosial: 11(1)
Suparman Jayadi, Argyo Demartoto dan Drajat Tri Kartono. 2017.“Interaksi Sosial Umat Hindu dan Muslim dalam Upacara keagamaan dan Tradisi Perang Topat di Lombok. Jurnal Analisa Sosiologi: 6(2) Program Studi Magister Sosiologi Universitas Sebelas Maret
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
-
The journal allow the authors to hold the copyright without restrictions and allow the authors to retain publishing rights without restrictions.
-
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
This work is licensed under a Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.