PEMAKNAAN MAHASISWA TERHADAP NARASI KONFLIK BERAGAMA

Silvia Rahmelia

Sari


Abstrak

Konflik beragama di Indonesia menunjukkan bahwa potensi terjadinya konflik bisa berakar dari beberapa faktor seperti politik, ekonomi dan kultur pendidikan, sehingga penting untuk memahami bagaimana kita melihat konflik dengan cara berbeda. Telaah ini dilakukan dengan menggunakan teknik pengumpulan data primer berupa kuesioner terbuka dan tertutup kepada mahasiswa Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Palangka Raya dari berbagai program studi. Berdasarkan data yang didapat, pemaknaan mahasiswa mengenai konflik beragama menggambarkan ralita yang terjadi bahwa 1) konflik beragama banyak berawal dari tidak adanya toleransi antar umat beragama; 2) konflik beragama bisa berawal dari sikap eksklusif/fanatik seseorang atau sekelompok agama tertentu yang mengarah pada pemahaman truth claim; 3) konflik beragama dapat memicu terjadinya radikalisme dan terorisme. Pemahaman dan pemaknaan mahasiswa IAKN Palangka Raya terhadap konflik beragama juga dilatar belakangi oleh berbagai informasi yang mereka dapatkan. Diharapkan dengan pemahaman dan pemaknaan yang tergambar dalam diri mahasiswa dapat menjadi titik tolak pengelolaan kemajemukan beragama yang lebih baik di masa mendatang terutama dalam sektor pendidikan

Kata kunci: Agama, Indonesia, Konflik, Mahasiswa

 

Abstract

Religious conflict in Indonesia shows that the potential for conflict can stem from several factors such as politics, economy and educational culture, so it is important to understand how we view conflict differently. This study was conducted using primary data collection techniques in the form of open and closed questionnaires to students of Institut Agama Kristen Negeri Palangka Raya (IAKN) from various study programs. Based on the data obtained, the students' interpretation of religious conflicts illustrates the problems that occur that 1) many religious conflicts originate from the intolerance of religious communities; 2) religious conflict can originate from the exclusive / fanatical attitude of a person or group of certain religions which leads to an understanding of truth claims; 3) religious conflicts can trigger radicalism and terrorism. The understanding and meaning of IAKN Palangka Raya students towards religious conflicts is also motivated by the various information they get. It is hoped that the understanding and meaning that is reflected in students can become a starting point for better management of religious plurality in the future, especially in the education sector.

Keywords: Conflict, Indonesia, Religious, Student


Kata Kunci


Agama, Indonesia, Konflik, Mahasiswa

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


DAFTAR PUSTAKA

Amaliyah, E. I. (2017). Makna Pluralitas Agama di Kalangan Mahasiswa STAIN Kudus dan Implementasinya Melalui Mata Kuliah Perbandingan Agama. Wawasan: Jurnal Ilmiah Agama Dan Sosial Budaya, 2(1), 1–10. https://doi.org/10.15575/jw.v2i1.587

Dewantara, J. A., & Nurgiansah, T. H. (2021). Building Tolerance Attitudes Of PPKN Students Through Multicultural Education Courses. Jurnal Etika Demokrasi, 6(1), 103–115.

Fiadjoe, A. (2004). Alternative Dispute Resolution: A Developing World Perspective. Cavendish Publishing Limited.

Lindawati, D. S. (2016). Konflik Ambon: Kajian Terhadap Beberapa Akar Permasalahan Dan Solusinya. Jurnal Politica Dinamika Masalah Politik Dalam Negeri Dan Hubungan Internasional, 2(2).

Lubis, R. (2017). Sosiologi Agama (Memahami Perkembangan Agama dalam Interaksi Sosial) (I. Syaukani (ed.)). Kencana.

Mahyuddin, Pikahulan, R. M., & Fajar, M. (2020). Peran Strategis IAIN Ambon dan IAKN Ambon dalam Merawat Toleransi Sosial dan Moderasi Beragama di Ambon Maluku. KURIOSITAS: Media Komunikasi Sosial, 13(1), 103–124.

Manuputty, J. (2014). Carita Orang Basudara: Kisah-Kisah Perdamaian Dari Maluku. Pusat Studi Agama dan Demokrasi Yayasan Paramadina Jakarta.

Nurgiansah, T. H. (2021). Pendidikan Pancasila. In Solok: CV Mitra Cendekia Media.

Permana, F. E. (2020). Kemenag Waspadai Potensi Konflik Beragama di Tengah Pandemi. Republika.Com.

Putrani, B. D. (2016). Perempuan, Konflik, dan Rekonsiliasi,. Gunung Mulia.

Rahmelia, S., & Apandie, C. (2020). Fostering Religious Moderation’s Perception in the 4.0 Era: Citizenship Education Challenge. 418(Acec 2019), 518–523. https://doi.org/10.2991/assehr.k.200320.098

Supardi, J. S., & Silvia, R. (2020). Meaningful Life and the Degree of Tolerance in Faith-Based High Schools in Palangkaraya. Dialog, 43(1), 49–58.

Thoha, A. M. (2005). Tren Pluralisme Agama, Tinjauan Kritis. Perspektif.

Yunus, F. M., Ushuluddin, F., Islam, U., & Uin, N. (2014). Substantia, Volume 16 Nomor 2, Okotber 2014 http://substantiajurnal.org. 16, 217–228.

Zamakhsari, A. (2017). Pengembangan Pluralisme Agama di Kalangan Mahasiswa. Jurnal Indo Islamika, 7(1), 65–84.




DOI: https://doi.org/10.31316/jk.v5i1.1288

Article Metrics

Sari view : 11 times
PDF - 2 times

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Tambah Komentar

Tool by :



Plagiarism Checker by :