EKSPLORASI KEKAYAAN SENI DAYAK NGAJU DI DESA TUMBANG MANGGU KABUPATEN KATINGAN

Pepe Rusmitha Agel, Nur Khasanah, Muslimah Muslimah, Hernes Demar Wulan, Eli Karliani, Tryani Tryani

Sari


Abstrak


Suku Dayak Ngaju memiliki kekayaan dalam hal kesenian. Suatu ciri yang dijumpai dalam kebudayaan Dayak Ngaju adalah kemampuan menyerap kebudayaan dari luar. Bahkan proses perpaduan dan pembauran kebudayaan tersebut dilakukan sedemikian rupa sehingga tidak dapat disangkal bahwa ada juga kelompok - kelompok dari orang Dayak Ngaju yang meninggalkan kebudayaannya sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui macam - macam kesenian yang terdapat di Desa Tumbang Manggu, bagaimana kesenian tersebut dibuat dan apa saja manfaat serta kegunaannya, upaya apa saja yang dilakukan oleh masyarakat Desa Tumbang Manggu untuk tetap menjaga kesenian tersebut agar tidak hilang seiring zaman. Pendekatan yang digunakan dalam penelian ini adalah kualitatif deskriftif dan metode yang digunakan adalah wawancara, dokumentasi dan observasi. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa  Suku Dayak Ngaju yang ada di Desa Tumbang Manggu Kecamatan Sanaman Mantikei Kabupaten Katingan Kalimantan Tengah, memiliki kesenian yang beragam. Mulai dari kesenian tari, musik, menganyam, memahat dan melukis. Seiring berkembangnya zaman dan teknologi yang semakin canggih nilai-nilai kesenian daerah mulai pudar dan perlahan hilang. Untuk mencegah hal itu terjadi masyarakat Desa Tumbang Manggu membentuk sebuah sanggar dan memperkenalkan kesenian daerah kepada pelajar yang ada di daerah tersebut, agar kesenian tidak dilupakan oleh generasi penerus dan ada hingga masa yang akan datang. Dari sanggar yg didirikan ini lah para pelajar mempelajari kesenian tari, musik, meganyam, memahat dan melukis serta memperkenalkan kepada masyarakat luas dengan cara mengikuti lomba-lomba yang ada.


Kata kunci :Kesenian; Adat Istiadat Dayak; Suku Dayak Ngaju; Desa Tumbang Manggu

 

Abstract

The Ngaju Dayak tribe has a wealth of art. A characteristic found in the Ngaju Dayak culture is the ability to absorb culture from outside. In fact, the process of cultural integration and assimilation is carried out in such a way that it cannot be denied that there are also groups of Ngaju Dayak people who have left their own culture.This study aims to find out the various arts found in Tumbang Manggu Village, how the art is made and what are the benefits and uses, what efforts are made by the people of Tumbang Manggu Village to keep the art from being lost over time. The approach used in this research is descriptive qualitative and the methods used are interviews, documentation and observation. The results of this study indicate that the Ngaju Dayak tribe in Tumbang Manggu Village, Sanaman Mantikei District, Katingan Regency, Central Kalimantan, has a variety of arts. Starting from the arts of dance, music, weaving, sculpting and painting. Along with the development of the times and increasingly sophisticated technology, the values of regional art began to fade and slowly disappear. To prevent this from happening, the people of Tumbang Manggu Village formed a studio and introduced local arts to students in the area, so that the arts were not forgotten by the next generation and existed for the future. From the studio that was established, the students learned the arts of dance, music, weaving, sculpting and painting and introduced them to the wider community by participating in existing competitions.

Keywords: Art; Dayak Customs; Ngaju Dayak Tribe; Fallen Manggu Village


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


DAFTAR PUSTAKA

Dr. J.R. Raco, M. (2010). Metode Penelitian Kualitatif. Grasindo .

Edlin Yanuar Nugraheni, V. S. (2018). Makna Tari Kinyah Mandau Hatue Suku Dayak Kabupaten Kapuas. Unair, 45.

Gunawan, I. (2013 ). Metode Penelitian Kualitatif . The Learning University , 2-3.

Gustiningrum. (2016). Memaknai Nilai Kesenian Kuda Ronggeng Dalam Melestarikan Budaya Daerah Di Kabupaten Sumedang. Journal Of Urban Society's Arts, 28-29.

K. S., & A. S. (2011). Buda Dayak . Malang: Bayu Media.

K. S., & A. S. (2011). Budaya Dayak, Permasalahan Dan Alternatifnya. Malang: Bayumedia.

K. W., & D. P. (2009). Organisasi Sosial Lokal Sukubangsa Dayak Ngaju Di Kalimantan Tengah. Jakarta: Direktorat Jendral Nilai Budaya, Seni Dan Film.

Katabung, W. (2018). Filsafat Agama Hindu.

Kusworo Waluyo, M. (2005). Upacara Badewa. Nunukan: Pemda Kalimantan Timur.

Muhammad Takari, D. (2008). Masyarakat Kesenian Di Indonesia. Medan: Studio Kultura.

Nurul Amalia, B. H. (2015). Bentuk Dan Fungsi Kesenian Tradisional Krangkeng Di Desa. Unnes , 1-2.

Nurgiansah, T. H. (2020a). Build An Attitude of Nationalism Students At SDN 7 Kadipaten With The Method of Discusion In The Subject PPKn. Jurnal Serunai Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan STKIP Budi Daya Binjai, 9(1), 1–11.

Nurgiansah, T. H. (2020b). Filsafat Pendidikan. In Banyumas: CV Pena Persada.

Nurgiansah, T. H. (2021). Pendidikan Pancasila. In Solok: CV Mitra Cendekia Media.

Romein Armando. (2021). Jejak Sejarah Dalam Sastra Lisan Di Kalimantan Tengah . Preprints , 1-2.

Soemadio, R. W. (2010). Budaya Masyarakat Dayak. Jakarta Barat: Pt. Multi Kreasi Satu Delapan.

Soemadio, R. W. (2010). Budaya Masyarakat Dayak. Jakarta Barat: Multi Kreasi Satudelapan.

Sulang, K., & A. S. (2011). Budaya Dayak. Malang: Bayumedia.

Tindaon, R. (2012). Ekspresi Seni. Jurnal Ilmu Pengetahuan Dan Karya Seni.

Umberan, H. D. (2015). Jakarta: Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan Daerah Pusat.

Yandi, D. (2014). Palankaraya: Bloger Kalteng.

Https://Www.Humanitarianresponse.Info/Sites/Www.Humanitarianresponse.Info/Files/Documents/Files/Kalimantan_Tengah.Pdf

Https://Sippa.Ciptakarya.Pu.Go.Id/Sippa_Online/Ws_File/Dokumen_Usulan/File_Attachment/Rpi2jm%20final/Pdf2015/Bab%20iv%20-%20gambaran%20umum.Pdf




DOI: https://doi.org/10.31316/jk.v5i2.1732

Article Metrics

Sari view : 43 times
PDF - 38 times

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Tambah Komentar

Tool by :



Plagiarism Checker by :