BUDAYA MENGGUNAKAN AIR KOBOKAN PADA RUMAH MAKAN PADANG TERKAIT PENYEBARAN COVID-19

Galuh Mawarni M, Dhafin Iedfaza, Reyhan Ranggadhita, Kallista Adelia

Abstract


Abstrak

Pandemi COVID-19 membuat manusia semakin sadar akan pentingnya kebersihan. Salah satu budaya minang yang masih sering dilakukan dalam hal kebersihan adalah membersihkan tangan dengan air kobokan yang sering ditemukan di rumah makan padang. Tujuan penelitian studi literatur ini adalah untuk mengkaji potensi penyebaran COVID-19 melalui penggunaan air kobokan sebagai alternatif metode cuci tangan pada wastafel. Pada penelitian ini, metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur. Penelitian ini dibuat agar masyarakat lebih mengerti mengenai air kobokan yang mempunyai peluang dalam penyebaran COVID-19, sehingga masyarakat dapat mencari alternatif lain dari air kobokan atau tidak lagi menggunakan air kobokan. Hal ini didukung dengan banyaknya pendapat dokter yang menyatakan air kobokan tidak dapat membersihkan tangan secara efektif, tetapi justru menambah populasi kuman ataupun virus di tangan. Center for Disease Control and Prevention (CDC) menganjurkan untuk mencuci tangan di bawah air mengalir agar kuman-kuman ini dapat tersapu bersih. Air kobokan yang tergenang pada mangkok merupakan media yang tepat untuk kuman berkembang, sehingga cuci tangan lebih baik dilakukan pada air mengalir dengan menggunakan sabun.

Kata kunci: air kobokan, rumah makan padang, COVID-19, virus.

 

Abtract

The COVID-19 pandemic has made people more aware of the importance of hygiene. Finger bowl, one of Minang’s cultures that are still alive today and commonly found in Padang restaurants, is a small bowl of water for washing hands before dining. The purpose of this literature study is to examine the potential of the spread of COVID-19 through the use of finger bowl water as an alternative method of washing hands at the sink. In this study, the research method used is a literature study. This research was made so that people could have a better understanding about finger bowl water, which has the opportunity to spread COVID-19, so that people can look for other alternatives to and stop the use of finger bowl during the pandemic. This finding is supported by the opinions of numerous doctors and scientists alike who state that finger bowl water does not clean hands effectively, but instead increases the population of germs or viruses on hands. The Center for Disease Control and Prevention (CDC) recommends washing your hands under running water so that these germs can be washed away. This is because finger bowl water is essentially stagnant water in a bowl and is the right medium for germs to grow, so it is better to wash hands in running water using soap.

Keywords: Finger bowl, padang restaurants, COVID-19, virus.


Keywords


air kobokan; rumah makan padang; COVID-19; virus

References


DAFTAR PUSTAKA

Adeleke A. Kasali., Fausat A. Abudu., Adetayo A. Sanni., Andy R Opoku. 2014. Comparative Analysis of Essential Oils of Citrus aurantifolia Swingle and Citrus reticulata Blanco, From Two Different Localities of Lagos State, Nigeria. American Journal of Essential Oils and Natural Products. 2 (2). 08-12.

Anna, K. 2012. Khasiat dan Manfaat Jeruk Nipis, Ed, ke-1, stomata. Surabaya

Astani, Akram dan Paul Schnitzler. 2014. Antiviral Activity of Monoterpenes Beta-pinene and Limonene Against Herpes Simplex Virus In Vitro. Journal of Microbiology. 6 (3). 149-155.

Decky, M. 2016. Hubungan Fasilitas Sanitasi Rumah Makan Dengan Keberadaan Escherichia Coli Pada Air Kobokan di Wilayah Kerja Puskesmas Ulakan Tahun 2016. Diploma thesis, Universitas Andalas. Bab I.

Dongmo, P.M. Jazet., L.N. Tatsadijieu., E.T. Sonwa., J. Kuate., P.H.A. Zollo., Menut. 2009. Essential Oil of Citrus aurantifolia from Cameroon and Their Antifungal Activity Against Phaeoramularia angolensis. African Journal of Agricultural Research. 4 (4). 354-358.

Hariana, A. 2006. Tumbuhan obat dan khasiatnya. Penebar Swadaya, Jakarta, hal. 73-74. Lawal, Oladipupo A., Isiaka A. Ogunwande., Moses S. Owolabi., Abdullatif O.G. Ajeniya.,

Kusuma, E; Rasyid, R: Endrinaldi, E. 2015. Jurnal Kesehatan Andalas: Identifikasi Bakteri Coliform pada Air Kobokan di Rumah Makan Kelurahan Andalas Kecamatan Padang Timur. Universitas Andalas. vol. 4 no. 3

Lestari, R. K. 2018. EFEKTIVITAS JERUK NIPIS (Citrus aurantifolia Swingle) SEBAGAI ZAT ANTISEPTIK PADA CUCI TANGAN. Diakses dari https://repository.unsri.ac.id/4234/1/RAMA_11201_04011381419189_0014108404_01_font_ref.%20pdf.pdf

Nurdin, JA; Munir, RS; Setiabudi, RJ. 2013. Essential Oil Extract of Citrus Aurantifolia L. has Better Antibacterial Effect than Sulfur Towards Staphylococcus epidermidis. Folia Medica Indonesiana. 48 (3): 115-120.

Nurgiansah, T. H. (2020). Filsafat Pendidikan. In Banyumas: CV Pena Persada.

Nurgiansah, T. H. (2021). Pendidikan Pancasila. In Solok: CV Mitra Cendekia Media.

Onyeagba, RA; Ugbogu, OC; Okeke, CU; Iroakasi, O. 2004. Studies on The Antimicrobial Effect of Garlic (Allium sativum Linn), Ginger (Zingiber of icinale Roscoe) and Lime (Citrus aurantifolia Linn). African Journal of Biotechnology, hal. 552-554.

Pratiwi, D; Suswati, I; Abdullah, M. 2013. Efek Anti Bakteri Ekstrak Kulit Jeruk Nipis (Citrus Aurantifolia L.) terhadap Salmonella Typhi secara In Vitro. 9 (2).

Ramadhinta, TM; Nahzi, MYI; Budiarti, LY. 2016. Uji Efektivitas Antibakteri Air Perasan Jeruk Nipis (Citrus Aurantifolia L.) sebagai Bahan Irigasi Saluran Akar Alami terhadap Pertumbuhan Enterococcus Faecalis In Vitro. Dentino Jurnal Kedokteran Gigi. 1 (2): 124 – 128

Razak, A; Djamal, A; Revilla, G. 2013. Uji Daya Hambat Air Perasan Buah Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia S.) terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus secara In Vitro. Padang: Universitas Andalas, Fakultas Kedokteran. 2 (1).




DOI: https://doi.org/10.31316/jk.v5i2.2047

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Dhafin Iedfaza



JURNAL KEWARGANEGARAAN IS PUBLISH BY DEPARTEMENT OF PANCASILA AND CITIZENSHIP EDUCATION FACULTY OF TEACHER AND TRAINING UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

 Jurnal Kewarganegaraan Indexing by:




 

 

Lisensi Creative Commons

This work is licensed under a Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.