Hubungan Pola Makan dengan Kejadian Syndrome Premenstruasi pada Remaja Putri

Authors

  • Rici Gusti Maulani Universitas Awal Bros Batam
  • Nuari Andolina Universitas Awal Bros Batam
  • Murniati Safiti Universitas Awal Bros Batam

DOI:

https://doi.org/10.31316/jk.v6i2.3922

Abstract

Abstrak

Latar Belakang: Masalah yang dirasakan remaja berkaitan dengan menstruasi adalah dysmenorrhea (67,2%) dan sindrom premenstruasi (PMS) sebesar 63,1%.1 PMS adalah kumpulan gejala fisik, emosional, psikologis yang dialami wanita selama fase luteal setiap siklus menstruasi (7-14 hari menjelang menstruasi).2 Sekitar 75% wanita mengeluhkan gejala premenstrual dan 30% wanita memerlukan pengobatan.3,4 Pada kelompok usia muda PMS sangat umum, ini menggambarkan masalah kesehatan masyarakat yang signifikan. Tujuan: Mengetahui tentang hubungan pola makan dengan kejadian syndrome premenstruasi pada remaja. Metode penelitian: Penelitian menggunakan metode penelitian kuantitatif diskriptif analitik dengan pendekatan waktu cross sectional, Analisis data menggunakan Chi Square. Hasil: Ada hubungan pola makan dengan kejadian syndrome dengan kejadian syndrome premenstruasi pada remaja putri yang ada di pesantren. Pengolahan data diperoleh nilai p-value (0,0216) < (0,05). Kesimpulan: Semua remaja putri di pesantren didapatkan sebanyak 34 orang (65,3%) memiliki pola makan tidak sehat Remaja putri dipesantren diharapkan lebih memperhatikan kembali pola makan yang baik dan sehat.

Kata Kunci: Pola Makan, Syndrome Premenstruasi

 

Abstract

Background: Adolescent perceived problems related to menstruation are dysmenorrhea (67.2%) and premenstrual syndrome (PMS) of 63.1%.1 PMS is a collection of physical, emotional, psychological symptoms that women experience during the luteal phase of each menstrual cycle (7-14 days before menstruation).2 Approximately 75% of women complain of premenstrual symptoms and 30% of women require treatment.3,4 In the young age group PMS is very common,  it illustrates a significant public health problem. Objective: To know about the relationship of diet with the incidence of premenstrual syndrome in adolescents. Research methods: Research using analytical descriptive quantitative research methods with cross sectional time approach, Data analysis using Chi Square. Results: There is a relationship between diet and the incidence of syndrome with the incidence of premenstrual syndrome in young women in Islamic boarding schools. Data processing obtained a p-value (0.0216) < (0.05). Conclusion: All young women in islamic boarding schools found that as many as 34 people (65.3%) had an unhealthy diet Young women were expected to pay more attention to a good and healthy diet.

Keywords: Diet, Premenstrual Syndrome

References

DAFTAR PUSTAKA

Demonico SO, Brown CS, Ling FW. Premenstrual Syndrome: Current Opinion. Obstet Gynecol, 1994; 6: 499-502.

Jacobs ST. Micronutrients and the Premenstrual Syndrome: Case for Calcium. J Am Coll Nutr, 2000; 19(2): 220-7.

Wurtman JJ, Brzezinski A, Wurtman RJ, Laferrere B. 1994. Effect of nutrient intake on premenstrual depression. British Journal Obstetrics Gynecology;101 (8): 689695.

Mira M, P. M Stewart and S. Abraham. 1988. Vitamin and trace element status in premenstrual syndrome. American Journal Clinical Nutrition; 47:636 641.

Rajikin MH. 2007. Haid antara suka dan duka. UI Press Jakarta.

Elvira dan Sylvia, D. (2010). Sindrom Pra- Menstruasi Normal kah?. Jakarta: FKUI

Sulistyoningsih. (2011). Gizi Untuk Kesehatan Ibu dan Anak. Yogyakarta : Graha Ilmu

Suparman dan Ivan. (2011). Premenstrual Syndrome. Jakarta: EGC

Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi. 2004. Ketahanan pangan dan gizi di era otonomi daerah dan globalisasi. Jakarta 1519 Mei 2004

World Health Organization (WHO). A CrossCultural Study of Menstruation: Implications for Contraceptive Development and Use. Stud Fam Plann, 1981; 12:3-16

Downloads

Published

2022-09-02

Issue

Section

Articles