Pemberdayaan Transportasi Penyeberangan Laut Ujung-Kamal Sebagai Strategi Pertahanan Laut di Selat Madura
DOI:
https://doi.org/10.31316/jk.v7i1.5258Abstract
Abstrak
Selat Madura terletak diantara pulau Jawa dan pulau Madura. Celah sempit dan jarak yang paling dekat berada di ujung barat pulau Madura, tepatnya pantai barat kabupaten Bangkalan sedangkan di pulau Jawa berada di wilayah Kabupaten Gresik dan Kota Surabaya. Pada kedua ujungnya terdapat dua pelabuhan penting yang menghubungkan kedua pulau ini, yaitu pelabuhan Ujung, Tanjung Perak dan pelabuhan Kamal, Bangkalan. Dengan kondisi geografisnya yang saling berdekatan itu, aktifitas di selat Madura lebih banyak didominasi oleh penyeberangan dari pulau Jawa ke pulau Madura dan sebaliknya. Aktifitas penyeberangan dari kedua dermaganya itu telah ada sejak zaman dahulu, dimulai dengan menggunakan perahu-perahu tradisional untuk keperluan mengangkut orang maupun barang, hingga pada perkembangan selanjutnya menggunakan sarana kapal penyeberangan (ferry) milik PT ASDP. Kemudian keberadaan jembatan Suramadu yang telah beropersi sejak tahun 2009 berpengaruh terhadap kehidupan di sekitar wilayah ini, terutama pada sektor transportasi penyeberangan, sehingga sebagian masyarakat mulai beralih melalui jembatan tersebut, sedangkan pada penyeberangan melalui laut sebagian telah mengalami penurunan. Tujuan penelitian adalah: 1) Untuk mengetahui bagaimanakah kondisi sarana transportasi penyeberangan dari Ujung ke Kamal saat ini? dan; 2) Bagaimana strategi pemberdayaan transportasi penyeberangan Ujung – Kamal untuk kepentingan pertahanan laut?. Metode kualitatif digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan studi pustaka dan literatur-literatur yang yang relevan terkait dengan permasalahannya. Hasil penelitian didapatakan bahwa keberadaan sarana transportasi penyeberangan Ujung-Kamal agar tetap berlangsung dan dipertahanan. Sebagai kesimpulan, bahwa mempertahankan kelangsungan sarana transportasi penyeberangan Ujung-Kamal merupakan hal penting, karena keberadaannya sangat potensial untuk diberdayakan sebagai strategi pertahanan laut di selat Madura.
Kata kunci: Selat Madura, Transportasi penyeberangan Ujung-Kamal, Strategi Pertahanan Laut
References
DAFTAR PUSTAKA
Gde, E. A. (2016). Pelabuhan Kamal Tahun 1996-2009. e-Journal Pendidikan Sejarah, Volume 4, No. 2, Juli 2016.
Jatim, D. (2020). Profil dan Data Provinsi Jawa Timur TA 2020. Surabaya: jatimprov.go.id. https://jatimprov.go.id/profile#:~:text=Secara%20administratif%20Jawa%20Timur%20terbagi,kabupaten%2Fkota%20terbanyak%20di%20Indonesia.
Kemhan. (2015). Buku Putih Pertahanan Indonesia, Cetakan ketiga. Jakarta: Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, ISBN 978-979-8878-04-6.
Kemhan. (2015). Buku Putih Pertahanan Indonesia, Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, Cetakan ketiga, Jakarta, 2015. Jakarta: Kemenhan RI. ISBN 978-979-8878-04-6.
Kominfo, J. (2014). Jumlah Penumpang Turun, Pt Asdp Kurangi Jadwal Pelayaran. Dinas Kominfo Jatim, https://kominfo.jatimprov.go.id/read/umum/41467.
Mahan. (1890). The Influence of Sea Power Upon History, 1660-1783 (12th ed.). USA: Little Brown and Company. https://www.gutenberg.org/files/13529/13529-h/13529-h.htm.
Setneg. (2002). Undang-undang (UU) Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara. Jakarta: LN. 2002, TLN NO. 4169, LL SETNEG, 8 Januari 2002.
Setneg. (2009). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 61 Tahun 2009 tanggal 20 Oktober 2009 tentang Kepelabuhanan. Jakarta.
Djelfie, C. (0006-07-12T00:00:00Z). Cornelis Djelfie Massie, Pengantar Hukum Kawasan Perbatasan Dan Pulau-pulau Terluar Indonesia, Pustaka Referensi, Yogyakarta, ISBN 978-623-90809-7-6. Yogyakarta: Pustaka Referensi.
Indrita, H. (21/10/2014). Menuju Indonesia Sebagai Negara Poros Maritim. Sekretariat Kabinet R.I. https://setkab.go.id/menuju-indonesia-sebagai-negara-poros-maritim/.
Lemhanas. (7/7/2021). Siaran Pers Setjen Wantannas "Sesjen Wantannas Menjadi Dosen Tamu Bahas Indonesia dalam Dinamika Kekuatan Global di Asia Pasifik di Universitas Indonesia. https://www.lemhannas.go.id/index.php/berita/berita-utama/1107-sesjen-wantannas-laut-memiliki-arti-penting-bagi-bangsa-indonesia.
Silmi, N. (22/7/2021). "Pengaruh Karakteristik Geografis dengan Kehidupan Sosial Budaya". Jakarta: Kompas.com https://www.kompas.com/skola/read/2021/07/22/144226369/pengaruh-karakteristik-geografis-dengan-kehidupan-sosial-budaya?page=all.
Trivasya, D. (16/1/2023). Sejarah Pembangunan Jembatan Suramadu, Jembatan Terpanjang di Indonesia. tempo.co https://nasional.tempo.co/read/1679972/sejarah-pembangunan-jembatan-suramadu-jembatan-terpanjang-di-indonesia.
Lestari, W. (6/3/2023). "Deklarasi Djuanda: Latar Belakang, Tokoh, Tujuan, Isi, dan Dampaknya". Kompas.com https://www.kompas.com/stori/read/2023/03/06/120000379/deklarasi-djuanda--latar-belakang-tokoh-tujuan-isi-dan-dampaknya?page=all.
Idris, M. (5/5/2023). "Profil dan Sejarah Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya". Kompas.com https://money.kompas.com/read/2023/05/05/113229826/profil-dan-sejarah-pelabuhan-tanjung-perak-surabaya?page=all.
Idris, M. (5/5/2023). "Profil dan Sejarah Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya". Kompas.com https://money.kompas.com/read/2023/05/05/113229826/profil-dan-sejarah-pelabuhan-tanjung-perak-surabaya?page=all.
Moh, I. (5/5/2023). Profil dan Sejarah Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Kompas.com https://money.kompas.com/read/2023/05/05/113229826/profil-dan-sejarah-pelabuhan-tanjung-perak-surabaya?page=all.
Rifka, A. (20/5/2023). Negara Maritim Adalah Negara dengan Kawasan Laut Lebih Luas, Pahami Definisinya. liputan6.com https://www.liputan6.com/hot/read/5290844/negara-maritim-adalah-negara-dengan-kawasan-laut-lebih-luas-pahami-definisinya.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 A Fauzan, Rudy Sutanto, Ansori Zaini

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
-
The journal allow the authors to hold the copyright without restrictions and allow the authors to retain publishing rights without restrictions.
-
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
This work is licensed under a Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.