Peran Sungai Musi dalam Peradaban Palembang Kuno hingga Modern
DOI:
https://doi.org/10.31316/karmawibangga.v8i1.9171Abstract
Sungai Musi merupakan nadi kehidupan peradaban Palembang sejak masa Kerajaan Sriwijaya hingga era kota metropolitan modern. Penelitian ini bertujuan mengungkap peran multifaset Sungai Musi sebagai pusat kegiatan politik-ekonomi, agama-budaya, transportasi, dan ruang hidup masyarakat Palembang dari abad ke-7 M hingga abad ke-21 melalui tinjauan kajian literatur. Permasalahan utama yang dikaji adalah bagaimana transformasi fungsi Sungai Musi dari pusat maritim Sriwijaya menjadi sungai perkotaan yang menghadapi ancaman pencemaran dan banjir di era modern, serta bagaimana memori kolektif masyarakat Palembang tetap mempertahankan sungai tersebut sebagai identitas kota. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode library research. Data primer bersumber dari naskah kuno (prasasti Sriwijaya, Nagarakrtagama, Sejarah Melayu) dan laporan arkeologi underwater, sedangkan data sekunder berasal dari 47 artikel jurnal, 18 buku, dan 9 tesis/diserasi terbit 1980–2025. Teknik pengumpulan data menggunakan pendekatan historis-kronologis dan tematik. Validasi data dilakukan melalui triangulasi sumber dan teori. Analisis dilakukan dengan content analysis dan interpretasi hermenetika sejarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sungai Musi bertransformasi dari “jalur sutra maritim” Sriwijaya (abad 7–13), pusat perdagangan kolonial Belanda (abad 17–19), sumber minyak dan gas (1950–1990), hingga menjadi objek wisata heritage dan ruang publik kontemporer. Namun, industrialisasi dan pembuangan limbah telah menurunkan kualitas air hingga kelas IV. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa Sungai Musi bukan hanya infrastruktur fisik, melainkan living heritage yang terus membentuk identitas kolektif Palembang.
Kata kunci: Sungai Musi, Kerajaan Sriwijaya, Palembang kolonial, identitas kota, living heritage, transformasi Sungai
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2026 KARMAWIBANGGA Historical Studies Journal

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- The journal allow the authors to hold the copyright without restrictions and allow the authors to retain publishing rights without restrictions.
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
Â

The work is distributed under Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.







