PENDIDIKAN PEREMPUAN: DEWI SARTIKA DAN SEKOLAH KAUTAMAAN ISTRI 1904-1942
DOI:
https://doi.org/10.31316/karmawibhangga.v7i01.7320Abstrak
Pendidikan bagi kaum perempuan pribumi pada masa Kolonial Belanda, masih merupakan hal yang pemali untuk dilakukan. Seorang perempuan pada saat itu terbelenggu oleh budaya masyarakat bahwa seorang perempuan dianggap tidak harus bahkan tidak perlu mengikuti pendidikan di sekolah, terutama bagi kelas masyarakat menengah kebawah. Pendidikan untuk perempuan menjadi tema menarik untuk diteliti, oleh karena itu tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui latar belakang didirikan sekolah kautamaan istri dan perkembangannya pada 1904-1942. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode studi literatur. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian sejarah, mulai tahapan heuristik, verifikasi sumber, interprestasi, dan historiografi. Hasil penelitian ini bahwa pemikiran Dewi Sartika mengenai pendidikan untuk perempuan dipengaruhi oleh latar belakang keluarga dan lingkungan tempat tinggalnya. Dewi Sartika menginginkan, perempuan berguna untuk dirinya, keluarga dan masyarakat. Oleh karena itu, Dewi Sartika membangun Sekolah Kautamaan Istri pada tanggal 16 Januari 1904. Dewi Sartika menganggap bahwa perempuan harus memiliki ilmu pengetahuan, agar tidak bergantung pada orang lain, maka melalui pendidikan untuk perempuan itulah remaja-remaja putri diarahkan untuk menerapkan nilai dan norma sesuai aturan yang berlaku. Kurikulum yang diajarkan pada Sekolah Kautamaan Istri diantaranya pelajaran memasak, mencuci, menyapu, mengurusi rumah tangga serta membaca, menulis dan berhitung. Karena tujuan dari sekolah ini adalah untuk mempersiapkan perempuan-perempuan yang berkompeten untuk mendidik anak dan mengurusi rumah tangga.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Citation Check
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 KARMAWIBHANGGA: Historical Studies Journal

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- The journal allow the authors to hold the copyright without restrictions and allow the authors to retain publishing rights without restrictions.
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
Â

The work is distributed under Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.







