Open Access Policy
Jurnal SANDI menganut prinsip akses terbuka (open access) penuh, yang berarti seluruh konten yang diterbitkan tersedia secara gratis dan segera bagi pengguna di seluruh dunia. Kebijakan ini diambil dengan keyakinan bahwa hasil pengabdian kepada masyarakat sebagai bentuk ilmu terapan harus dapat diakses tanpa hambatan finansional, geografis, atau teknis. Dengan demikian, pengetahuan yang dihasilkan dari sinergi akademisi dan masyarakat dapat disebarluaskan secara maksimal untuk mendorong inovasi, pembelajaran, dan pemberdayaan yang lebih luas.
Semua artikel di jurnal ini dilisensikan di bawah **Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License (CC BY-NC 4.0)**. Lisensi ini mengizinkan siapa pun untuk membagikan, menyalin, dan mendistribusikan ulang materi dalam bentuk apa pun, serta mengadaptasi isinya untuk tujuan non-komersial, dengan syarat memberikan atribusi atau kredit yang sesuai kepada penulis asli dan menyebutkan jurnal sebagai sumber publikasi pertama. Lisensi ini melindungi hak moral penulis sekaligus memfasilitasi pertukaran pengetahuan yang bertanggung jawab.
Kebijakan akses terbuka ini juga berarti bahwa penulis mempertahankan kepemilikan hak cipta atas karya mereka. Dengan menerbitkan di Jurnal SANDI, penulis memberikan lisensi pertama kepada jurnal untuk mempublikasikan karya tersebut secara elektronik dan cetak, sekaligus setuju bahwa karya mereka dapat dibagikan dengan lisensi Creative Commons seperti yang telah ditetapkan. Penulis juga diizinkan untuk mendepositokan versi akhir artikel mereka di repositori institusi, situs web pribadi, atau platform akademik lainnya tanpa embargo.
Penerapan kebijakan akses terbuka ini didukung oleh model pembiayaan melalui biaya publikasi (article processing charge) dari penulis yang naskahnya diterima. Model ini memastikan bahwa biaya operasional jurnal dapat tertutup tanpa membebankan biaya akses kepada pembaca atau institusi. Sebagai komitmen terhadap inklusivitas, jurnal juga menyediakan kebijakan keringanan biaya bagi penulis yang memenuhi syarat, sehingga prinsip akses terbuka tidak hanya berlaku bagi pembaca tetapi juga bagi penulis dari berbagai latar belakang finansial.
Dengan kebijakan ini, Jurnal SANDI bertekad untuk meningkatkan visibilitas, dampak, dan pertukaran global atas hasil-hasil pengabdian masyarakat yang dipublikasikan. Akses terbuka mempercepat diseminasi solusi praktis, memungkinkan kolaborasi lintas institusi dan negara, serta memastikan bahwa ilmu pengetahuan yang diterapkan benar-benar dapat menjadi milik bersama dan dimanfaatkan untuk kepentingan pembangunan berkelanjutan.